LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 214


__ADS_3

Dua hari berlalu tepat seperti yang di katakan oleh Apocalyps Lord of Predator, di sebuah tempat yang cukup jauh dari hutan kematian, tempat di mana tanahnya telah menjadi sangat kering hingga tidak ada pohon mau pun rumput yang tumbuh di tanahnya. Tempat itu sangat kering bahkan tidak ada air sedikit pun. Di sana terdapat banyak sekali monster yang bergerak dan berkumpul di satu tempat, semua monster yang ada di sana adalah monster gabungan dari setiap jenis monster.


Dari pasukan monster Beast, Goblin, Orc, Troll, High Orc, High Troll, Giant, Golem, serangga, Dark Elf, Undead serta masih banyak monster yang lainnya. Mereka berkumpul di tempat tersebut untuk menunggu sesuatau, di atas mereka ada lima Gate super yang muncul.


Pusaran dari Gate tersebut membuat awan yang ada di sekitarnya menjadi mendung, Satu persatu Gate tersebut terbuka dengan munculnya energi sihir suci dari gate tersebut, bulu berwarna putih yang bersinar mulai jatuh ke tanah. Dari dalam Gate keluar banyak sekali Guardian bersenjatakan lengkap, semuanya berkumpul dan memenuhi langit pada saat itu.


Semua monster yang berada di bawah mereka berteriak, melepaskan suara mereka yang mengerikan hingga terdengar sampai ke atas langit. Seorang Guardian yang memegang sebuah cangkang kerang yang sangat indah, meniup cangkang tersebut hingga menghasilkan suara yang sangat keras.


Tiupan itu adalah petandanya di mulai peperangan. Para Guardian mulia menukik ke bawah dengan senjata mereka, menyerang para monster yang ada di bawah mereka dengan senjata yang mereka pegang.


Para monster tidak mau kalah akan hal itu dan menyerang balik, benturan senjata di kedua belah pihak menggeming di langit, teriakan para monster yang menyerang Guardian terus menerus terdengar, suara tusukan senjata juga terdengar dan terus terdengar. Darah saling mereka tumpahkan, pertempuran yang hebat berlangsung sangat lama. Hingga membuat tanah yang awalnya tandus dan sangat kering berubah menjadi di penuhi dengan darah yang berjatuhan.


Darah menghiasi tanah yang kering, mengalir dengan deras dan membasahi seluruh tanah yang mereka pijaki. Tubuh jatuh ketanah dengan banyaknya mayat yang berserakan di tempat itu, mau itu mayat Guardian atau pun monster.


Guardian yang unggul dalam jumlah mereka, serta senjata mereka yang di lengkapi oleh sihir yang kuat, membuat mereka sangat di untungkan dalam pertempuran. Banyaknya jumlah monster yang berjatuhan melebihi jumlah Guardian yang telah gugur.


Pertempuran yang berlangsung semala berjam - jam lamanya, pada akhirnya di menangkan oleh para Guardian. Sorakan yang keras bergeming di langit, senjata mereka angkat tinggi ke atas menyatakan kemenangan mereka.


Namun kesenangan mereka hanyalah sementara, kemenangan dan juga kesenangan yang mereka dapatkan berubah menjadi mala pertaka untuk mereka. Munculnya seseorang setelah selesainya peperangan, semua yang mati pada kalah itu bangkit kembali dengam kegelapan menyelimuti diri mereka.


Sekali lagi suara raungan para monster menggemparkan langit, tampak sebuah seyuman yang mengerikan terukir di wajah para monster yang telah bengkit kembali. Dan kala itu para Guardian tersentak terkejut melihat para monster yang telah mereka kalahkan dan juga rekan mereka yang gugur bangkit kembali dan melawan mereka.


Pengorbanan para monster yang darahnya memenuhi tanah tidak di akhiri dengan kematian, mereka membuka mata mereka sekali lagi dan kembali berperang melawan Guardian.


Peperangan di mulai kembali dengan para monster yang telah bangkit kembali dengan kekuatan penuh mereka, kini para Guardian sangat di rugikan, banyak dari mereka yang telah jatuh ketanah. Senjata yang mereka banggakan untuk mengalahkan para monster, kini tidak berguna lagi. Para monster yang mereka serang, bahkan setelah tubuh mereka terputus atau pun hancur, para monster tetap kambali kebentuknya semula.

__ADS_1


Hingga akhirnya semua guardian yang berperang telah jatuh ke tanah yang di penuhi oleh dara mereka semua, salah satu Guardian yang masih hidup, melihat sosok di balik semua kebangkitan para monster itu. Saat ia melihat sosoknya, matanya terbuka lebar saat melihat sosoknya itu.


Sosok itu berjalan mendekatinya, dengan langkah kakinya yang tidak menimbulkan suara sedikit pun, ia berjalan di atas tanah yang di penuhi oleh darah tanpa menggerakan genangan darah sedikit pun.


Berdiri di depannya sambil memgerakkan bibirnya, mengatakan sesuatu kepada Guardian itu.


" Tidurlah... Tidurlah sekarang di bawah cahaya yang terang, dan bangunlah di dalam kegelapan yang telah menunggu kalianmu. " Ucap sosok tersebut.


Guardian itu perlahan pandangannya mulai kabur, menutup matanya perlahan - lahan, sambil melihat semua rekannya yang telah bangun dari tidur mereka. Sekali lagi ia bangun di dalam sebuah kegelapan, dengan semua guardian dan monster yang berlutut di hadapan sosok tersebut. Ia pun menekuk lututnya, berlutut untuk sosok yang telah membangunkan dirinya di dalam kegelapan.


" Darkness Army " Ucap sosok tersebut, membuka topengnya pelahan dan memperlihatkan wujudnya yang sesungguhnya. Dengan parasnya yang sangat indah dan cantik, mata merahnya menyalah terang, Yumiko dengan izin yang di berikan oleh Xi, ia dapat membangkitkan kembali yang telah mati dengan skill yang di miliki oleh Xi. " Semuanya tepat seperti apa yang di katakan oleh Xi. " Ucap Yumiko dengan pelan sambil tersenyum manis. " Entah kenapa, walau hanya sebentar aku telah merindukannya dan juga khawatir akan dirinya yang akan memaksakan dirinya sendiri. " Lanjutnya sambil memegang kedua tangannya. " Kau tidak boleh memaksakan dirimu sendiri Xi. "


Di tempat lain, sesuai dengan prediksi Xi, pertempuran yang terjadi sebelumnya hanyalah sebuah pengalihan. Tidak mungkin untuk Fraksi sekuat Guardian akan membuang pasukannya begitu saja, tanpa adanya sebuah alasan di balik semua itu.


Kini yang berperang adalah Venessa dengan anggota Guardian Lord yang baru, termasuk Syira yang masih bertahan. Venessa dengan anggota barunya berperang dengan dua demon lord sekaligus.


Pertempuran mereka berlangsung sangat lama, banyak pasukan dari kedua belah pihak yang telah jatuh. Serangan yang sangat kuat hingga menyebabkan ledakan berkali - kali karena hantaman dari serangan kuat yang saling bertabrakan.


Pertarungan antar pemimpin pasukan yang memimpin ratusan ribu pasukan, delapan Guardian Lord yang baru melawan dua Demon Lord yang memimpin pasukan Iblis untuk berperang.


Pertarungan mereka berlangsung selama tiga jam dengan menghasilkan kerusakan yang sangat parah, ledakan terjadi di mana - mana karena mereka saling bertukar serangan. Langit bergemuru karena pertarungan mereka, membaut awan yang begitu tebal berputar di langit.


Pertarungan yang berlangsung lama itu di menangkan oleh para Guardian Lord, dengan mereka menjatuhkan kedua Demon Lord ke tanah.


" Menyerahlah kalian berdua. " Ujar Venessa menyarankan kedua Demon Lord itu untuk menyerah.

__ADS_1


Keduanya dengan kesal merapatkan gigi mereka, tidak terima dengan penghinaan yang mereka terima. " Menyerah mimpi saja. " Ucap salah satunya.


" Kami adalah Demon Lord... Salah satu dari jenderal iblis yang melayani Apostel of Demon Lord. " Ucapnya, mereka berdua adalah Jenderal iblis yang memiliki title sebagai Demon Lord. Keduanya adalah Demon Lord ke 35 dan 42, yang merupakan bagian dari 50 Jenderal iblis yang bertitle Demon Lord.


" Maka kalian akan mati hari ini. " Balas Venessa, ia mengumpul energi sihir pada kedua lengannya, ke tujuh rekannya menyalurkan energi sihir mereka pada Venessa. Sebuah lingkaran sihir tercipta di telapak tangan Venessa, mengarah pada dua demon lord itu.


" Ucap kan salam pada kematian! " Ujar Venessa, lalu melepaskan serangannya kepada dua demon lord itu.


Sebelum keduanya terkena serangan dari Venessa, mereka menyempatkan diri untuk membuat perisai sihir untuk melindungi mereka. Namun perisai yang mereka buat hancur begitu saja saat di hantam oleh kekuatan yang sangat besar. Cahaya putih menghantam mereka hingga membuat mereka mati tanpa adanya sisa sedikit pun dari mayat keduanya.


Venessa menghentikan serangannya karena merasa kedua demon lord itu telah mati, mereka yang membagi energi pada Venessa sangat kelelahan karena serangan yang di lepaskan oleh Venessa begitu banyak menguras tenaga.


Walau begitu mereka memenagkan peperangan namun dengan kondisi mereka yang sangat kelelahan serta, dengan semua pasukan mereka yang telah gugur dalam peperangan.


" Kedua Demon Lord itu sangat kuat " Ucap salah satu Guardian Lord itu.


" Ya, saking kuatnya mereka, sampai mereka bisa meratakan semua pasukan yang kiat bawa. " Balas salah satunya.


Di tempat mereka berada banyak sekali mayat monster iblis dan warrior guardian yang bergeletakan dimana - mana.


" Ya... Bagaimana pun perang ini telah kita menangkan. " Ujar Venessa.


" Sudah saatnya untuk kita kembali... " Sebelum Syira selesai berbicara. Sebuah Gate muncul tepat di depan mereka, dan hal itu membuat mereka terkejut.


Terlihat dari Gate yang muncul itu, terdapat dua sosok yang samar - samar berjalan keluar dari Gate dengan perlahan.

__ADS_1


__ADS_2