LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 280


__ADS_3

( Pertarungan empat makhluk superior yang mengakibatkan kekacauan )


Ytoggod yang telah mendapatkan bentuk sempurnanya, langsung melesat ke arah Dewa Kematian Hitam yang sedang bertarung dengan Dewa Cahaya. Di saat itu, ia langsung memukul Dewa Kematian Hitam dengan sangat kuat ketika ia sampai. Namun, pukulannya yang sangat kuat dapat di hentikan oleh Dewa Kematian Hitam dengan satu tangannya.


" Aku akan membunuhmu Dewa Kematian! " Kata Ytoggod. Ia pun lalu memukul Dewa Kematian Hitam dengan kekuatan penuhnya.


BOOM! Ledakan pun terjadi saat Ytoggod memukul Dewa Kematian Hitam. Akan tetapi, Dewa Kematian Hitam tampak masih baik - baik saja tanpa luka sedikit pun di tubuhnya. Ytoggod pun di buat terkejut karena Dewa Kematian Hitam dapat menerima serangan langsung darinya tanpa terluka.


Xi yang pertarungan nya di ganggu oleh Ytoggod, ia sangat marah, di saat itu juga ia menendang Ytoggod dengan sangat kuat, hingga jatuh dari ketinggian dan menghantam tanah dengan sangat keras.


BOOOM! Daratan pun menjadi hancur karena jatuhnya Ytoggod dari ketinggian dengan kecepatan yang amat tinggi, membuat tanah di sekitarnya menjadi beterbangan di langit. Ytoggod pun bangun kembali dengan ekspresi marahnya, ia tidak terima di perlakukan seperti sampah oleh Dewa Kematian Hitam.


Dewa Kematian Hitam lalu berbalik dan mengabaikan Ytoggod yang marah. Dan lanjut bertarung melawan Dewa Cahaya. Ia dan Dewa Cahaya pun saling bertukar serangan, terjadi ledakan di mana - mana karena pertarungan kedua Dewa itu. Akan tetapi, Dewa Cahaya tampak selalu di sudutkan oleh Xi.


Ytoggod yang di abaikan oleh Dewa Kematian Hitam, ia menjadi sangat marah. Dengan sangat marah ia melesat dengan cepat ke arah Dewa Kematian Hitam lalu menyerangnya dengan kekuatan yang amat dahsyat.


DUAAR! Ledakan terjadi di udara saat Ytoggod menyerang Dewa Kematian Hitam. Tampak Dewa Kematian Hitam terpukul mundur oleh serangan dari Ytoggod.


Xi menatap Ytoggod dengan tatapan tajamnya, sementara itu, Ytoggod tampak sangat senang karena akhirnya Dewa Kematian Hitam tidak mengabaikan nya lagi. " Hahaha Memang seperti itu seharusnya! Hanya aku lah yang layak menjadi lawanmu di sini Dewa Kematian Hitam! Mulai detik ini, akan menjadi kesengsaraan untuk mu! " Kata Ytoggod sambil tertawa dan meninggikan dirinya sebagai orang yang paling kuat dan satu - satunya orang yang layak menjadi lawan dari Dewa Kematian Hitam. " Aku kalah di pertarungan sebelumnya, dan kali ini aku datang untuk membalaskan dendam kekalahan ku yang sebelumnya. " Lanjut Ytoggod. Ia menyampaikan tujuannya datang menghadapi Dewa Kematian Hitam untuk balas dendam setelah ia bangkit dengan kekuatan yang luar biasa.


Xi menanggapi perkataan Ytoggod " Aku tidak tahu bagaimana caramu bisa menjadi sedikit lebih kuat tapi... Kau sepertinya bukan cecunguk yang bisa di abaikan. " Kata Xi dengan dingin.


Kedua makhluk itu pun saling berhadapan, dan saling menatap dengan sinis. Pancaran energi yang kuat pun mulai meluap - luap keluar dari tubuh mereka berdua. Tampak keduanya siap untuk bertarung.


Xi melesat dengan kecepatan cahaya, dan dalam sekejap berada di hadapan Ytoggod. Ia pun meninju Ytoggod dengan sangat kuat, hingga membaut Ytoggod terpental sangat jauh. Terjadi pertarungan yang sangat hebat antara keduanya.


Pertarungan dengan kecepatan yang amat tinggi layaknya sebuah cahaya yang saling bertabrakan, menghiasi langit yang gelap itu. Hanya dalam beberapa detik, mereka telah melayangkan beribu - ribu pukulan, dan menyebabkan kejadian aurora di langit.


Pertarungan mereka benar - benar sangat ganas setiap kali kedua pukulan saling bertabrakan, terjadi hembusan angin kencang di sertai dengan gelombang kejut yang kuat. Semua orang yang melihat pertarungan kedua makhluk itu, sangat terkesima, pasalnya pertarungan keduanya seperti sedang menari - nari di udara.


" Tidak mungkin... Bagaimana ada makhluk yang sekuat itu? Bahkan Leogosaid tidak bisa di bandingkan dengannya. " Kata Dewa Cahaya dengan dahi yang berkeringat, melihat pertarungan kedua makhluk tersebut. Ia penasaran, dari mana asalnya makhluk yang dapat bertarung dengan imbang melawan Dewa Kematian Hitam itu. Bahkan dirinya yang merupakan yang terkuat di antara tujuh Dewa utama pun tidak sebanding dengan Dewa Kematian Hitam.


Melihat ada makhluk lain yang dapat bertarung dengan sengit melawan Dewa Kematian Hitam, Dewa Cahaya sangat tidak terima dengan kenyataan itu. Melihat hal itu pun ia berkata " Tidak mungkin... Seharusnya... Seharusnya hanya aku yang menjadi lawannya! " Kata Dewa Cahaya dengan sangat keras. Ia merasa tersaingi dengan adanya Ytoggod yang bertarung dengan Dewa Kematian Hitam.


Dewa Cahaya terbang dengan sangat cepat mendekati mayat Leogosaid. Di saat itu, ia mengeluarkan tiga kristal yang memiliki kekuatan suci. Kekuatan dari ketiga kristal itu sangatlah kuat. Sambil memegang ketiga Kristal itu ia pun berkata " Ini bukan akhirnya, aku menciptakan Leogosaid dengan susah payah demi mengalahkan Dewa Kematian masalalu. Hari ini, akan aku tunjukkan kekuatan Leogosaid yang sesungguhnya. " Kata Dewa Cahaya dengan keras.


Awan gelap pun berputar mengitari dirinya, dan mumcul banyak sambaran petir yang menyambar tubuh Leogosaid. Tiba - tiba ketiga kristal itu bersinar sangat terang, dan menarik lebih banyak perhatian petir yang ada di langit.


Yumiko, Asako, Yurika, Melia, dan Lucid terkejut dengan sinar cahaya yang amat terang itu. Mereka di buat penasaran dari mana asalnya sinar cahaya keemasan yang mengandung energi sihir suci itu berasal. Tiba - tiba mereka mendengar suara tawa dari Dewa Cahaya yang tampak tawa itu meremehkan mereka semua.

__ADS_1


" HAHAHA! Kalian pikir kalian sudah menang? Yang tadi kalian kalahkan itu hanyalah cangkang dari Leogosaid. " Kata Dewa Cahaya sambil tertawa. Ia pun menyatukan dirinya dengan tubuh Leogosaid. Dan dengan di tambahkan tiga Kristal Power yang sebelumnya ada di tangan para Guardian Celestial. Bahkan ia tidak ragu untuk menyerap rekan - rekannya juga, yaitu Dewa Api, Dewa Tombak, dan Dewa Angin.


Dengan paksa ia menyerap ketiga Dewa itu. Sementara itu, tampak ketiga dewa tersebut memberontak, karena tidak ingin menjadi makanan untuk Leogosaid.


" B*jingan! Apa yang kau lakukan?!!! " Teriak Dewa Api dengan sangat marah kepada Dewa Cahaya yang melakukan tindakan sesuka hatinya.


" Sialan! Dia mencoba menyerap kita! " Kata Dewa Tombak Suci sambil berusaha untuk lepas dari tarikan Dewa Cahaya.


Akan tetapi, usaha ketiganya sia - sia karena Dewa Cahaya menyerap mereka lebih cepat dari sebelumnya. Sehingga membuat ketiga Dewa itu berubah menjadi partikel - partikel cahaya, yang menjadi suplai energi untuk Dewa Cahaya.


Melihat itu, Dewa Kehancuran tampak sangat jijik melihat Dewa Cahaya yang mengorbankan rekan - rekannya yang telah menemani dia selama jutaan tahun. Obsesi Dewa Cahaya untuk menjadi penguasaan dunia ini sangatlah besar, sehingga ia melupakan tali pertemanan nya yang telah ia bangun selama jutaan tahun.


Sementara itu, awan yang berputar di langit menyambarkan sebuah petir yang amat dahsyat pada tubuh Leogosaid. Pada saat yang sama terjadi ledakan yang amat kuat yang menghancurkan tubuh Leogosaid.


Gelombang kejut dari ledakan itu sangat kuat, hingga membuat peperangan berhenti sesaat. Semua makhluk di buat kebingungan dengan suara ledakan yang amat mengerikan itu.


Dari balik debu ledakan yang amat besar. Tampak sesosok makhluk mulai bangkit, dan menunjukkan dirinya. Pancaran energi yang berasal dari makhluk humanoid itu sangat kuat, bahkan berkali - kali lipat lebih kuat dari Dewa Cahaya. Dewa Kehancuran berkeringat dingin saat melihat sosok humanoid tersebut. Wajahnya menjadi pucat karena merasakan keberadaan yang amat mengerikan, bahkan tidak kalah mengerikannya dengan dewa kematian hitam.


" Perubahan yang sangat hebat. Ini adalah bentuk sempurna dari Leogosaid dan juga aku. Akhirnya... Akhirnya aku bisa menjadi makhluk terkuat, yang akan menjadi tuhan untuk dunia ini!! " Kata Dewa Cahaya dengan sangat keras. Sekarang ia sangat percaya diri dengan kekuatan yang baru. Kekuatan yang lebih besar dan lebih kuat dari sebelumnya.


Sekarang Dewa Cahaya telah menjadi begitu kuat, mungkin ia adalah yang terkuat di antara para dewa yang ada di dalam perang itu. Sosok yang dapat menguasai dunia ini dengan kekuatan nya bentuk sempurna dari Sang Dewa Terkuat Dewa Cahaya, bukan... Bukan Dewa Cahaya melainkan Sang Dewa Bencana telah bangkit.


Dewa Cahaya yang telah mendapatkan kekuatan yang sangat besar, tampak senyum puas terukir di wajahnya. Dengan kekuatan yang ia miliki saat ini, ia sangat - sangat yakin dapat meraih tujuannya. Membayangkan ke agungan dirinya yang akan di sembah oleh semua makhluk yang ada di dunia kardinal, dan menjadi keberadaan tertinggi di dunia ini.


Karena saking senangnya bisa mendapatkan kekuatan yang amat luar biasa, Dewa Cahaya pun tertawa dengan sangat keras. " WUAHAHAHAHAHA! AKU LAH YANG TERKUAT! " Tawa Dewa Cahaya dengan sangat senang. Ia mengakui dirinya sendiri sebagai makhluk terkuat. Kemudian ia pun berbalik dan menatapi ketiga monster kuno yang menghancurkan daratan Dewa.


Dengan cepat Dewa Cahaya pergi menghampiri ketiga monster kuno itu. Dewa Cahaya terbang dengan kecepatan yang sangat tinggi, hingga terlihat seperti sebuah bola cahaya.


Sementara itu, Ketiga monster kuno yang mengamuk merasakan keberadaan yang kuat sedang terbang mendekati mereka. Segerah mereka menyerang makhluk kuat yang sedang terbang cepat ke arah mereka.


Serangan ketiga monster kuno itu sangat kuat, bahkan menghancurkan daratan yang di lewatinya. Akan tetapi, sesuatu yang bergerak seperti cahaya itu dapat menghindari ketiga serangan tersebut dengan mudah. Dan cahaya itu pun terus terbang ke arah mereka tanpa henti.


Dewa Cahaya dengan kekuatan nya yang dahsyat, menyerang ketiga monster kuno secara langsung. Dengan kekuatannya yang besar, ia dapat menumbangkan ketiga monster kuno itu dalam satu serangan. Kini pun ia sangat percaya diri dengan kekuatan besar yang ia miliki. Karena dirinya dapat mengalahkan makhluk kuno yang bahkan dewa kematian masalalu tidak bisa mengalahkannya.


" HAHAHAHA! KEKUATAN YANG LUAR BIASA! " Kata Dewa Cahaya dengan senangnya. Ia sangat kegirangan melihat kekuatannya yang sangat hebat, bahkan lebih hebat dari apa yang ia bayangkan. " Sekarang, waktunya mengalahkan kalian berdua! " Kata Dewa Cahaya lalu berbalik melihat Dewa Kematian Hitam dan juga Ytoggod yang sedang bertarung.


Ia pun terbang dengan kecepatan tinggi sampai berubah menjadi cahaya. Dan melewati kedua makhluk kuat yang sedang bertarung itu, sambil memberikan sebuah pukulan keras kepada keduanya.


Akan tetapi, kedua makhluk kuat itu berhasil memblokir serangan kuat tersebut. Setelah menyerang kedua nya, sambil menunjuk ekspresi sombongnya itu, Dewa cahaya pun berkata " Meski kalian telah menjadi makhluk yang sangat kuat, tapi kalian berdua tidak dapat di bandingkan dengan diriku yang akan menjadi tuhan untuk dunia ini. Dengan bentuk sempurna ku ini, aku pikir kalian akan menjadi lawan yang layak... Heh, sungguh kalian mengecewakan ku. " Kata Dewa Cahaya dengan ekspresi sombongnya. Ia merasa kalau Ytoggod mau pun Dewa Kematian Hitam bukanlah lawan yang layak untuknya. Ia benar - benar membanggakan dirinya setelah mendapatkan kekuatan besar.

__ADS_1


Sementara itu, Ytoggod menunjukkan wajah kesalnya pada Dewa Cahaya yang bersikap terlalu sombong, dan mengaku - ngaku akan menjadi makhluk terkuat dan menjadi tuhan untuk dunia kardial. Sambil menunjukkan ekspresi kesalnya Ytoggod pun berkata " Aku pikir tujuh dewa utama sudah mati ternyata masih ada satu yang selamat... Terimakasih karena kau sudah mau datang, jadi aku tidak perlu repot - repot mencarimu. Akan aku hadapi kalian berdua sekaligus, jadi bersiaplah untuk mati. " Kata Ytoggod sambil mengarahkan tatapan tajamnya pada Dewa Cahaya yang tadi menyerangnya.


Ia sangat kesal karena ada orang lain yang mengganggu pertarungan nya dengan Dewa Kematian Hitam.


Di sisi lain, Xi sambil menghelakan nafasnya. Xi pun berkata dengan ekspresi dingin " Maju saja kalian berdua, toh tidak ada bedanya walau kalian berdua bekerjasama untuk melawanku. " Kata Xi. " Majulah kalian! " Lanjut Xi menatang mereka berdua.


Setelah kata - kata itu jatuh, ketiga makhluk itu pun saling melesat dan menyerang. Mulai dari Ytoggod yang memberikan pukulan kuatnya pada Dewa Cahaya, namun pukulan itu masih dapat di hentikan oleh Dewa Cahaya. Setelah itu Xi muncul di samping mereka dan menyerang mereka berdua dengan pukulan yang sangat keras dan menghancurkan permukaan tanah.


Setelah itu, mereka bertiga saling menyerang satu sama lain dengan kecepatan cahaya. Saking cepatnya pertarungan mereka, sampai - sampai membuat kehancuran di area sekitar dalam skala yang amat besar. Puing - puing bebatuan beterbangan di langit karena hasil dari pertarungan mereka bertiga yang sangat gila.


Di sisi lain, Dewa Kehancuran yang melihat pertarungan ketiga orang itu hanya bisa terdiam membeku. Di saat itu, ia hanya bisa diam seperti orang ling lung yang tidak tahu harus melakukan apa.


Begitu juga Yumiko, Asako, Yurika, dan Melia. Mereka hanya bisa diam di tempat yang jauh menyaksikan pertarungan ketiga makhluk kelas superior yang saling menyerang satu sama lain. Tidak satu pun dari mereka memiliki keberanian untuk mendekati arena pertarungan itu.


" Pertarungan yang luar biasa... Bahkan aku hampir tidak bisa melihat pergerakan dan serangan mereka dengan mata kepalaku. " Kata Yurika dengan wajah penuh keringatnya saat menyaksikan pertarungan tiga makhluk superior.


" Hanya dalam waktu beberapa detik saja... Mereka sudah menyebabkan kehancuran yang amat luar biasa... Aku takut dunia dewa ini tidak akan sanggup menahan dahsyatnya kekuatan mereka. " Kata Asako. Walau berada sangat jauh dari lokasi pertarungan, mereka semua masih terkena efek dari gelombang kejut dan hembusan angin kencang yang di hasilkan dari pertarungan tersebut. Bahkan sampai membuat tempat yang mereka pijaki bergetar tanpa henti.


Sementara itu, Yumiko tampak khawatir kepada Xi yang bertarung menghadapi kedua makhluk kuat itu. Dengan ekspresi wajah yang penuh kekhawatiran ia pun berkata " Aku ingin sekali bertarung di sampingnya dan membantunya mengadapi musuh - musuh itu tapi... Aku takut kalau aku hanya akan menjadi bebannya nanti... Aku rasa berdiri di sini dan menyaksikan pertarungan nya, akan lebih membantunya di bandingkan aku berada di sana. " Kata Yumiko sambil memegangi kedua tangannya. Walau ia berkata seakan - akan seperti orang yang tenang, namun tidak dengan hati dan tubuhnya. Hatinya penuhi dengan kekhawatiran, melihat seorang yang ia cintai bertarung seorang diri di garis depan. Tangannya gemetaran dengan keringat dingin membasahinya. Jantungnya berdebar sangat kecang, mengartikan dirinya benar - benar merasa cemas dan takut.


Di sisi lain, Asako dan Yurika yang mendengar Yumiko mengatakan itu, mereka terdiam dan tidak berkata apa pun sembari menatapi Yumiko. Sementara itu, Yumiko terkejut kenapa Asako dan Yurika menatapnya seperti itu.


" A apa aku mengatakan sesuatu yang salah? " Tanya Yumiko kepada mereka berdua.


Sontak keduanya saling menggelengkan kepala mereka. Lalu Asako pun berkata " Aku tahu apa yang kau khawatirkan, aku dan Yurika pun juga demikian tapi... Aku percaya kepada Xi, aku yakin dia akan baik - baik saja. " Balas Asako. Ia berusaha untuk menghibur Yumiko yang tampak sedang cemas memikirkan Xi yang bertarung sendiri di sana.


" Apa yang di katakan Asako benar, Xi itu sumai kita tentu saja kita semua khawatir... Tapi di lain sisi dia juga seseorang yang penuh perhitungan. Xi selalu memperhitungkan setiap kemungkinan terburuk yang akan terjadi, saat ia berada di dalam sebuah pertarungan. Aku yakin, sekarang dia juga sudah menyusun rencana untuk melarikan diri apa bila dia tidak bisa menang dalam pertarungan ini. " Kata Yurika. Sama hal nya, ia juga mencoba untuk menghibur Yumiko yang khawatir.


Mendengar itu dari mereka berdua, tampak Yumiko telah kehilangan sedikit kekhawatiran nya. Ia mengangguk dan percaya kepada Xi, dan bersikap lebih optimis dari sebelumnya.


Di samping itu, Dewa Raksasa yang melihat pertarungan ketiga orang itu, ia tampak tertarik untuk ikut serta juga. Ia pun menyusutkan dirinya hingga berada pada tubuh seperti manusia. Ia pun terbang dengan cepat ke arah mereka bertiga yang sedang bertarung sambil berkata " Pertarungan yang begitu menyenangkan, kanapa kalian tidak mengajakku untuk ikut juga?! " Kata Dewa Raksasa dan langsung mendaratkan tendangan super kuatnya kepada mereka bertiga dengan kekuatan yang amat luar biasa. Hingga membuat tanah permukaan tanah terbelah menjadi dua bagian. " Izikan aku untuk ikut bergabung dengan kalian! " Lanjut Dewa Raksasa sambil tersenyum jahat.


Baru saja ia selesai berbicara, sebuah tinjuan yang amat kuat mendarat tepat di wajahnya. Hal itu pun membaut Dewa Raksasa terhempas sangat jauh, hingga menabrak sebuah tebing dengan keras hingga hancur.


Pukulan super kuat itu, berasal dari Xi yang kesal karena pertarungan nya di ganggu oleh seseorang lagi. Pukulannya sangat kaut, bahkan dampaknya sampai membuat daratan terpisah.


Melihat Dewa Raksasa yang di hempaskan, mereka bertiga pun melanjutkan pertarungan dengan kecepatan super yang sangat tinggi. Belum sampai lima detik, mereka telah menyebabkan kehancuran lagi dan kini Dewa Raksasa juga ikut masuk ke dalam pertarungan mereka. Hingga membuat kehancuran yang lebih luas lagi.


Di langit, muncul sebuah aurora dengan empat warna. Aurora dengan empat warna itu sangatlah langkah di dunia para dewa mau pun dunia kardial. Semua orang di seluruh dunia dapat melihat aurora tersebut, dan beranggapan kalau para dewa sedang memberkati mereka semua.

__ADS_1


Namun tanpa mereka ketahui, itu adalah sebuah fenomena yang di hasilkan dari pertarungan empat makhluk superior yang saling menyerang satu sama lain, demi mencapai ambisi mereka masing - masing.


__ADS_2