
Pemimpin dari suku High Orc di buat ketakutan oleh Astia, dengan kejamnya menghancurkan pita suara milik musuhnya hingga mereka tidak dapat mengeluarkan suara sedikit pun.
Pemimpin suku High Orc wajahnya pucat serta dahinya di penuhi dengan keringat, ia ingin pergi dan berlari meninggalkan pertempuran ini, namun apa daya untuknya yang tidak dapat bergerak dari tempatnya karena kedua kakinya telah tertusuk oleh tombak cahaya yang menembus dirinya.
Regenerasi milimnya tidak berfungsi untuk menyembuhkan luka yang ia derita, ia hanya bisa memandangi Astia yang di tangannya terdapat sebuah tombak cahaya berukuran kecil. Ia mencoba memohon untuk tidak di bunuh oleh Astia, ia bersujud berharap Astia menarik kembali tombak cahayanya.
Melihat musuhnya yang bersujud kepada dirinya, ia terseyum sambil berkata " Sepertinya kau memohon untuk mati lebih cepat. " Ucap Astia dengan manis.
Seketiga perkataan Astia membuatnya gemetaran, ia mengangkat kepalanya memandangi Astia, saat ia mengangkat kepalanya sebuah tombak cahaya mengenainya dan menembus kepalanya.
" Selamat harapanmu telah terwujud! " Ucap Astia dengan seyum manis di wajahnya.
Terlihat di samping kanan dan samping kiri Astia terdapat banyak Dryad yang sedang menembakkan sihir mereka kepada para monster. Monster yang terkena serangan sihir dari para Dryad mereka terluka cukup para, dan lagi mereka sangat di repotkan karena banyaknya tumbuhan hijau merambat yang mengikati kaki mereka, sehingga membuat pergerakan mereka menjadi terbatas.
Hal itu di manfaatkan oleh Ras kucing untuk menyerang selagi musuh tidak dapat bergerak serta luka mereka yang cukup parah membuat pertahanan mereka manjadi melemah. Begitu juga para warrior Elf, mereka menyerang dengan menggunakan tombak sebagai senjata yang mereka pegang di tangan mereka.
" Pemenangnya sudah terlihat dengan jelas sejak awal. " Ujar Zero dari kejauhan.
Melihat para monster yang gagal menginvasi hutan kematian, serta jumlah mereka yang sangat cepat berkurang di dalam pertempuran, dan kerja sama mereka yang sangat tidak kompak, membuat mereka menyerang hutan kematian adalah kesalahan besar bagi mereka.
Dengan pasukan yang tidak dapat bekerja sama dengan baik untuk menyerang tempat yang tidak di ketahui informasinya, sama hal nya mengantarkan nyawa sendiri ke dalam kematian.
" Walau monster - monster itu punya skill spesial yang merupakan sebuah keuntungan bagi mereka, tapi itu tidak berlaku di hutan kematian. " Ucap Karma.
" Mau bagaimana lagi, mereka sudah salah perhitungan, pertempuran ini sudah jelas siapa yang akan menjadi pemenangnya. " Ucap Dia.
" Sepertinya sangat seru menonton dari kejauhan ya? " Ucap seseorang yang berada di samping Dia.
Mendengar suara tersebut mereka langsung terkejut melihat siapa yang sedang berbicara.
__ADS_1
" Xi - Sama!! " Ucap mereka semua dengan wajah yang terkejut, lalu berlutut.
Melihat mereka yang berlutut Xi menjadi sedikit bingung, padahal ia tidak meminta mereka untuk berlutut untuknya. " Kenapa kalian berlutut, berdirilah. " Ucap Xi.
" Maafkan kami karena telah lalai Xi - Sama! " Balas Karma.
Setelah itu mereka berdiri kembali sesuai dengan perintah Xi.
' Padahal Xi - Sama ada di dekat kami tapi... Kami sama sekali tidak menyadarinya. ' Ucap Zero yang masih tidak percaya apa yang baru saja terjadi.
" Xi - Sama, apakah ada perintah yang ingin anda berikan kepada kami? " Tanya Noir kepada Xi sambil menundukkan kepalanya.
" Hmmm... Sepertinya tidak ada... " Balas Xi sambil berfikir. " A aku ingin kalian menyerahkan data status masing - masing dari kalian. " Lanjut Xi.
" Kami akan melaksanakannya secepat mungkin Xi - Sama. " Ucap mereka dengan serempak.
" Bukan hanya kalian saja, tapi setiap monster yang ada di labirin dan juga mereka yang baru bergabung, aku ingin itu semua... Tolong selesaikan dan berikan kepadaku sebelum tengah malam. " Ucap Xi pergi meninggalkan mereka menuju medan pertempuran dengan santai.
Dalam pertempuran, Hanssassi yang bertarung melawan Pemimpin suku Ogre, ia telah kehilangan kesadarannya karena telah terkaman oleh skill miliknya, akan tetapi ia berhasil mengalahkan musuh yang ia hadapi.
Tidak hanya menang melawan Pemimpin suku Ogre, ia juga berhasil mengalahkan banyak pasukan musuh serta pemimpin suku Black Orc dan juga pemimpin suku Dark Elf. Karena hal itu ia sangat di takuti oleh musuh - musuhnya.
Melihat semua pemimpin mereka telah di kalahkan, mereka memutar arahnya dan mulai berlarian menjauh dari hutan kematian. Akan tetapi serangan sihir yang memiliki jangkauan yang luas tidak membiarkan mereka lari begitu saja.
Mereka terbunuh karena serangan sihir yang berasal dari Astia, dalam pertempuran ini semua monster yang menginvasi telah di kalahkan.
" Sepertinya sudah selesai... " Ucap Xi berserta yang lainnya yang mengikuti dirinya dari belakang.
Melihat Xi ada di sana, segera mereka berlutut memberikan hormat mereka kepada Xi. Tidak mau berlama - lama, tanah di penuhi oleh kegelapan dan semua monster yang telah mati bangkit kembali sebagai prajurit kegelapannya.
__ADS_1
Ia menarik kembali kegelapannya kedalam dirinya sendiri, lalu melangkahkan kakinya untuk kembali ke dalam labirin. Sambil berjalan ia berkata " Kerja bagus, sekarang istirahatlah. " Ucapnya pergi meninggalkan mereka semua.
Sesampainya ia di dalam istana, terdengar suara langkah kaki kecil yang berlari menuju ke arahnya dengan cepat, terlihat seorang gadis kecik berlari kepadanya dengan seyuman di wajahnya.
" Ayah sudah pulang! " Ucap Mizuki dengan senang. Ia berlari menghampiri Xi.
" Hei... Anak nakal ini suka sekali berlarian. " Ucap Xi sambil mengendong Mizuki.
" Mizuki bukan anak nakal! " Ucap Mizuki dengan pipi mengembung.
" Xi, kau sudah kembali... " Ucap Yumiko dengan ekspresi wajah yang khawatir. " Aku khawatir karena aku merasakan ada banyak kehadiran yang sangat kuat di dekat sini. " Lanjutnya sambil berjalan menghampiri Xi.
Dengan nada yang lembut Xi menjawabnya " Ya mereka memangkuat, tapi mereka datang untuk menyapa. " Balas Xi.
" Memangnya siapa yang datang? " Tanya Yumiko kepada Xi dengan penasaran karena energi yang di pancarkan oleh orang - orang itu sangatlah kuat.
Xi menjawab pertanyaan Yumiko tanpa adanya menyembunyikan apa pun. " Apocalyps dan beberapa Dragon Awakening. Mereka mengajakku untuk ikut bergabung dengan mereka. " Jawab Xi.
Yumiko terkejut karena yang datang adalah Apocalyps dan beberapa Dragon Awakening, mereka bukanlah makhluk biasa seperti monster - monster pada umumnya, kekuatan dan kecerdasan mereka sangatlah tinggi. Bagi mereka merataskan sebuah negara hanya hal sepele, bahkan dengan ujung jari mereka sudah cukup untuk menghilangkan sebuah negara dalam sekali serang.
" Memintamu untuk ikut bergabung? " Tanya Yumiko lagi.
" Ya, tapi nanti aku akan menceritakan semuanya kepadamu. " Jawab Xi lagi.
Xi, Yumiko dan Mizuki pergi ke suatu ruangan untuk beristirahat. Yumiko pergi ke dapur untuk memasakkan makanan untuk Xi, ia merasa kalau Xi lelah sehabis bertarung dengan musuh yang kuat, jadi ia berpikir untuk memasakan makanan yang enak untuk menyegarkan Xi kembali.
Hari menjelang malam, dan semua data yang Xi minta pada saat pertempuran telah selesai. Semua data monster yang tinggal di dalam labirin telah di catat, dan semua data itu di antar oleh Amelia, seorang wanita cantik dengan rambut putih yang panjang.
" Xi - Sama, ini semua data yang di minta, saya telah mengurus semuanya dan menjadikan semua data menjadi satu. " Ucap Amelia sambil memberikan data - data tersebut dengan sopan.
__ADS_1
Memberikan data semua orang kepada Xi, ia mengambilnya dan melihat semua data kekuatan yang di miliki oleh setiap monster yang menjadi bawahannya.