LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 194


__ADS_3

Pertempuran yang di penuhi dengan darah semakin mengganas, darah dari para monster mau pun Guardian memenuhi tanah, mengubah tanah yang indah menjadi merah mengerikan.


Sekumpulan monster yang mendekat ke arah Yumiko, seketika mereka mati membeku, tidak satu pun monster yang sanggup menahan dinginya es yang Yumiko lepaskan.


Seorang Guardian dengan empat sayap di punggungnya, melesat ke arah Yumiko dengan cepat membawa tombaknya. Melapisi tombak tersebut dengan sihir, dan bersiap untuk melepaskannya ke arah Yumiko.


" Matilah kalian dasar makhluk hina!! " Ucap Guardian tersebut mengambil posisi melemparkan tombaknya.


Namun sebelum ia melemparkan tombak miliknya yang telah ia lapisi dengan sihir, sebuah serangan yang kuat menghantam wajahnya dengan cepat, hingga membuatnya kehilangan setengah dari tubuhnya dan terbunuh di tempat.


Serangan yang sangat kuat itu, berasal dari Zyx. Ia sangat kesal karena seseorang berkata kasar kepada Ratunya. Ia menatapi para monster dan Guardian dengan suasana yang tidak senang, berjalan dengan langkah yang berat sambil berkata. " Jika kalian ingin menyentuh Ratuku, maka... LANGKAHI DULU MAYATKU!! " Ucap Zyx sesambil memancarkan aura yang mengerikan.


Melihat Zyx yang bersedia mengorbankan dirinya untuk Yumiko mau pun Xi, Yumiko sangat bangga. Ia tidak menyangka monster kumbang tanduk yang saat itu telur yang Xi dapat akan menghasilkan sosok yang sehebat ini.


" Sekarang kau sudah menjadi sangat kuat Zyx. Aku sangat bangga kepadamu. " Ucap Yumiko dengan ringan.


Mendengar itu Zyx melihat kedua tangannya, ia mengingat semua kerja kerasnya selama ini saat bersama Xi dan yang lainnya. Dari mulai ia menetas dari sebuah telur, di rawat oleh Xi dan yang lainnya seperti keluarga, membimbing nya dalam segala hal, dan selalu mendukung dirinya. Semua itu membuat motivasinya untuk menjadi kuat sangat terdorong, ia terus berlatih di bawah bimbingan Fai, dan yang selalu ia pikirkan adalah untuk melayani Tuannya Yaitu Xi, sosok yang akan menjadi perisai terkuat untuk tuannya itu adalah dirinya Zyx.


Kerja kerasnya membuat dirinya merangsak meninggalkan semua teman - temannya, Zyx menjelma menjadi makhluk yang sangat kuat, bahkan dirinya dapat bertarung dengan singit melawan Noir dalam adu kekuatan satu lawan satu.


Zyx mengepalkan tangannya hingga berbunyi " KRUKK... Ini semua untuk Xi - Sama, aku akan menjadi perisai terkuat untuk Rajaku Xi - Sama. " Ucap Zyx dengan percaya diri. " Dan juga akan menjadi perisai untuk Yumiko - Sama yang selalu berada di sisi Xi - Sama. " Lanjutnya.


Setelah itu, ia melesat ke arak kerumunan monster dan guardian, menghempaskan mereka semua dengan mudahnya. Armor kulitnya yang sangat keras membuat dirinya tidak dapat di lukai dengan mudah, bahkan sejata milik Guardian tidak mampu untuk menembus armor kulitnya tersebut.


Sementara itu Gideon yang sedang asik dengan kebrutalannya, sebuah perisai besar jatuh ke arahnya, segerah ia mundur menghindar jangkauan dari kerusakan yang di hasilkan oleh perisai tersebut.


Ia menyipitkan matanya, melihat ke atas. Di atas sana ada sesosok Guardian dengan empat sayap di punggungnya, namun ia berbeda dengan guardian lainnya. Seorang pria dengan empat sayap indah di punggungnya, dengan armor yang menutupi lengan dan bahu, turun perlahan ke dalam medan perang bersama dengan pasukannya.

__ADS_1


Simbol empat aayap yang ada di perisainya, menunjukkan kedudukannya serta prestasi yang ia miliki. Ia berjalan menuju tamengnya, mengangkat tameng teesebut dengan mudah serta mengarahkan pedang besarnya ke arah para monster.


" Demi kemuliaan tanah suci! Akan aku hapuskan kegelapan dari permukaan ini. " Ucapnya, lalu berlari ke arah kermunan monster dengan perisai di depannya menghantam monster yang ada di depannya hingga membaut monster - monster itu terhempas.


Ia bertarung dengan gagah di barisan depan sendirian, mengalahkan banyak monster yang menyerangnya. Seorang Guardian yang sangat ahli dalam memainkan pedang dan tamengnya, pertahanan dan menyerangnya sangat sempurna.


Ia mendorong musuhnya menggunakan tameng miliknya, lalu melanjutkannya dengan pedang besar miliknya. Menebaskan pedang besarnya, lalu masuk kedalam posisi bertahan, membuat dirinya sangat sulit untuk di kalahkan.


Gideon yang melihat Guardian tersebut, ia sangat terpicu, ia berlari dengan cepat menuju Guardian tersebut sambil menyeret pedang besarnya. Mengayunkan pedang besarnya kepada Guardian tersebut tanpa menahan kekuatannya.


Guardian itu menahan serangan dari Gideon dengan tamengnya, tebasan pedang besar Gideon membuat dirinya mundur beberapa inci dari tempatnya. Dan ia menunjukkan seberapa kuat pertahanannya dal menahan serangan musuh.


Karena tahu kalau Guardian tersebut akan menyerang dengan pedang besar yang di pegangnya. Gideon melompat mundur untuk menghindari serangan dari Guardian tersebut.


Gideon menyiapkan dirinya untuk menyerang lagi, namun seseorang tiba - tiba datang menghentikan dirinya. Seorang pria berambut merah yang telah selesai menangani empat naga yang muncul dengan di bantu oleh yang lain, muncul di depan Gideon.


" Hei bisakan aku melawan orang itu? Aku bosan kalau melawan keroco, setidaknya dia sedikit lebih hebat dari pada keroco lainnya. " Ucap Zero kepada Gideon.


Dan saat ini mereka berdua saling menatap satu sama lain, Zero yang sangat santai saat berhadapan dengan Guardian tersebut, namun Guardian itu mewaspadai Zero karena ia merasakan kalau musuhnya bukan musuh biasa.


" Kau sedikit lebih unggul dari pada para keroco lainnya, akan bagus kalau dirimu menjadi bawahan Xi - Sama. " Ucap Zero sambil merendahkan musuhnya " Namaku Zero, aku adalah orang yang akan membawamu ke hadapan Xi - Sama. " Lanjut Zero sambil bersiap untuk menyerang.


" Aku Ryann, Orang yang akan membuatmu bagun dari mimpimu di siang bolong. " Balas Guardian tersebut sambil merendahkan Zero.


Zero terseyum, lalu dalam sekejap ia muncul di depan Ryann dan memukulnya dengan kuat, namun Ryann berhasil menahan pukulan dari Zero dengan tameng miliknya.


" Tamengmu ternyata sebuah Artefak sihir tingkat tinggi, menarik juga. " Ucap Zero yang memperkuat serangannya.

__ADS_1


Ryann dengan seluruh kekuatan yang ia miliki bertarung melawan Zero yang sangat kuat dalam pertarungan satu lawan satu.


Sementara itu, Venessa di hempaskan dengan sangat kuat hingga menabrak dinding markas Guardian hingga hancur dan masuk ke dalam markas. Venessa muntah darah, ia merasakan rasa sakit yang belum pernah ia terima selama ini. Rasa sakit itu masih menusuk - nusuk di tubuhnya.


Para Guardian yang ada di dalam sana, mereka yang melihat Venessa terluka segerah menghampirinya dan melindungi Venessa dari serangan musuh.


Orang yang membuat Venessa terluka parah muncul, dan orang itu tak lain adalah Xi. Dengan sangainya ia menebaskan pedangnya dengan ringan membunuh guardian yang melindungi Venessa tanpa harus mendekati mereka.


" Apa hanya itu saja... Kalau ia maka ini akan cepat berakhir. " Ucap Xi dengan ringan sambil melangkahkan kakinya menuju Venessa.


" Argh... Sialan!.... " Ucap Venessa.


Seorang Pria dengan membawakan dua tombak di tangannya, berlari dengan cepat ke arah Xi. Mengayunkan kedua tombaknya untuk menyerang Xi.


" Menjauh dari pemimpin!! " Ucap pria tersebut. Ia adalah Kyronl yang telah kembali setelah pertempuran melawan Demob Lord Kai. Namun Demon Lord Kai dan Melvies meninggalkan pasukannya lalu bergabung dalam pertempuran di markas Guardian.


Xi dengan santainya menahan serangan dari Kyronl dengan sebelah tangan, menghempaskan Kyronl dengan mudah.


Dan saat yang sama, sebuah palu besar muncul di belakangnya, lalu menghantam dirinya dengan sangat kuat.


" Cih! Masih bisa di tanah... Padahal aku menyerangnya diam - diam. " Ucap Demon Lors San.


Xi menghempaskan San dengan mudah, namun sebuah serangan api yang kuat langsung mengarah pada dirinya. Dengan ringan ia menebaskan pedang yang berupa sebuah katana, memotong serangan api tersebut dengan mudahnya.


" Cih! Orang ini tetap saja masih bisa memblokirnya. " Ucap Demon Lors Karaks yang datang dengan ekspresi kesal.


" Ohw... Apakah ini akan menjadi empat lawan satu? " Tanya Xi kepada mereka.

__ADS_1


" Kau salah!! " Ucap Seorang wanita dengan keras, menuju ke arahnya dengan membawa sebuah tameng dan tombak. " Ini akan jadi lima! " Lanjutnya, ia adalah Guardian dengan empat sayap di punggungnya, yang turun bersama Ryann.


Mereka semua menatap Xi dengan sinis, melapisi senjata mereka masing - masing dengan sihir, memasang kuda - kuda siap tempur kapan saja, untuk berhadapan dengan Xi seorang diri.


__ADS_2