LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 184


__ADS_3

Melihat Xi yang ada di depan matanya, ia langsung pucat, serangan yang ia lepaskan sebelumnya tidak melukai Xi sama sekali, bahkan tidak meninggalkan goresan sedikit pun.


' Ba bagaimana mung... ' ujar Karaks dalam hati, namun saat itu Xi memukul perutnya dengan kuat hingga membuatnya muntah.


Ia terlempar cukup jauh, satu pukulan dari Xi hampir membuatnya tidak sadarkan diri. Ia tidak tahu seberapa kuat orang yang ada di hadapannya, dan kini dia mengerti kenapa guardian mengirimnya seorang diri.


" Guardian mengirim orang sekuat dirimu... Maka mereka tidak mau main - main lagi, tapi... " Ujar Karaks, kobaran api keluar dari matanya, ia membentuk sebuah bola api yang sangat padat. " Mana mungkin aku mati di sini!!! " Lanjutnya dengan keras sambil melemparkan bola api yang padat itu.


Bola api itu di lempar dengan sangat kuat hingga menghasilkan kecepatan yang luar biasa. Akan tetapi Xi hanya memandanginya dengan dingin, ia mengangkat tangannya untuk menahan serangan tersebut.


Dua meter dari jarak antara Xi dan Bola api itu. Karaks meledakannya karena ia merasakan kalau dia akan mati jika bola apu itu mengenai Xi. Ia meledakan bila api yang ia lempar sebelum sampai ke tangan Xi, ledakan kuat di sebabkan karena bola api itu membuat tanah bergetar.


Karaks memanfaatkan monment tersebut untuk melarikan diri dari Xi, dan pergi sejauh mungkin.


Dari ledakan itu, kabut tebal menutupi Xi, namun ia dapat melihat dengan jelas kalau Karaks melarikan diri, namun ia membiarkannya pergi.


" Melempar korek api setelah itu pergi tanpa pamit. " Ucap Xi berbalik badan dan berjalan pergi menuju istana. Sambil berjalab ia berkata " Kita akan bertemu lagi. " Lanjutnya sambil berjalan.


Beberapa hari kemudian, di markas Guardian Lord. Para Guardian Lord yang ada di sana sangat kesal mengetahui enam menara kecil mereka yang tersebar ke seluruh dunia telah hancur, dan tidak menyiksakan satu orang pun yang hidup.


" BUKK! " Suara pukulan tangan di atas meja dengan geram. " Bagaimana mungkin, dalam waktu yang sama 6 menara langsung hancur. " Ucap Venessa selaku pemimpin para Guardian Lord.


" Aku rasa kali ini bukan demon lord yang berulah. " Syira yang merupakan salah satu dari enam Guardian Lord. " Melihat dari kecepatan pergerakan mereka, ini benar - benar tidak bisa di biarkan. " Lanjut Syira.


" Tapi mau bagaimana lagi, ini sudah terlanjur dan enam menara sudah hancur. " ucap Kansas.


" Ini masalah serius, kita harus mencari pelakunya! " Ucap Venessa dengan serius, dan pada saat itu hanya ada tiga guardian lord yang hadir.


Satu minggu berlalu dengan cepat, lebih dari dua ratus ribu pasukan dari dua Demon Lord berkumpul di satu tempat. Semua monster itu adalah para pasukan Beast dan pasukan Phantom, mereka berkumpul di suatu tempat menunggu sesuatu.


Dari langit banyak Gate bermunculan, dan dari Gate itu keluar aura suci. Gate terbuka dan ratusan rubi guardian muncul dari banyaknya gate tersebut.


" Hahahaha, akhirnya kalian mereka datang. " Ucap Kai sambil tertawa.


" Ini waktunya panen anak ayam. " Ucap Melviess dengan santai.


Di antara bantaknya Guardian itu, ada seorang Guardian dengan enam sayap muncul dan memimpin semua pasukan Guardian yang ada di sana. Kyronl satu dari enam Guardian Lord memimpin dua ratus ribu pasukan Guardian untuk menghadapi dua demon lord beserta pasukannya.


" Ini adalah akhir dari kalian berdua, semua serang mereka! " Ucap Kyronl dan memerintahkan semua pasukannya untuk menyerang.


Dari atas mereka semua melesat ke bawah dengan cepat menyerang sekumpulan monster yang ada di bawah mereka.

__ADS_1


" Kau pikir hanya dengan kau seorang saja bisa mengalahkan kami semua? " Ucap Kai dengan mudahnya ia mengalahkan banyak Guardian.


" Jangan banyak omong! Hadapi aku! " Balas Kyronl sambil menyerang Kai.


Kai dan Kyronl saling bertukar serangan, pertarungan yang sengit berlangsung cukup lama, walau terlihat keduanya memiliki kekuatan yang imbang, namun Kai lebih unggul dari Kyronl. Dalam segi kekuatan Kai jauh di atas Kyronl, dan pertarungannya melawan Kai semakin sulit seiring berjalannya waktu.


Sementara itu di tempat yang jauh, Elf terkuat sedang berjalan di sebuah lembah yang tandus. Di tempat itu tidak ada satu monster pun yang tinggal di sana, saat dalam perjalanan, ia bertemu dengan seorang manusia yang menghadang dirinya.


Manusia yang ada di depannya adalah seorang assassin yang sangat hebat, dia adalah seorang assassin berdarah dingin.


" Akhirnya kita bertemu lagi Yuuji. " Ucap Assassin itu sambil tersenyum dan ia tampak senang karena ia dapat bertemu dengan elf itu lagi.


" Tak ada bosannya kau mengejar diriku Gred. " Ucap Elf itu, ia bernama Yuuji dan merupakan seorang High Elf, dan menjelma menjadi yang terkuat di antara para Elf. Dan seorang God Of Sworsman.


" Mana mungkin, setelah kekalahanku dulu. Aku lebih berambisi untuk membunuhmu! " Ucap Assassin itu, ia bernama Gred, seorang Assassin terhebat di antara para manusia, seorang High Human dan merupakan yang terkuat di antara manusia. Ia tidak termasuk dari 6 manusia yang di akui oleh negara, karena dirinya sangat misterius.


"Bekas luka yang membentang di dadaku ini, aku selalu mengingatnya, aku selalu mengingat kekalahan pertamaku, dan pada saat itu aku sangat berambisi untuk membunuhmu! " Ucap Gred dengan serius ia menatap Yuuji, mengeluarkan kedua dagger yang sangat tajam dan memegangnya dengan sangat erat.


" Sepertinya tidak bisa di hindari. " Ucap Yuuji, padangannya berubah saat ia menatap Gred, ia menunjukkan tatapan yang serius sambil memegang pedang kebanggaannya.


Keduanya saling menatap dengan serius, memegang senjata mereka masing - masing. Memfokuskan diri mereka untuk bertarung dan saling membunuh, untuk menentukan pemenang yang sebenarnya.


Kembali ke pada Xi, di istana selama satu menggu terakhir. Xi terus mendengar laporan dari Airis bahwa banyak manusia yang berdatangan ke istana, para manusia berpikir kalau istana yang muncul di hutan kematian adalah sebuah tempat yang tidak terurus lagi, dan di sana tersimpan banyak harta.


Mereka yang haus akan harta kekayaan, segerah mengirim pasukan mereka untuk mengambil harta yang ada di dalamnya. Namun dari sekian banyaknya orang yang dikirim tidak satu pun dari mereka kembali, dan hal tersebut membuat para bangsawan yakin kalau di sana terdapat sebuah harta yang sangat berharga.


" Astaga, mereka benar - benar membuatku menjadi jengkel. " Ucap Xi yang sudah jengkel karena banyak manusia yang berdatangan untuk masuk ke dalam istana.


" Apa yang akan Xi - Sama lakukan? " Tanya Astia kepada Xi.


Xi berpikir sejenak, memikirkan sesuatu yang dapat membuat istana ini aman. Karena di dalam istana ini terdapat anaknya yang tinggal di dalam istana, dan sering kali ia pergi keluar.


Beberapa waktu ia ingat kalau ada labirin di hutan kematian. " Oh iya, apa labirin yang ada di dekat sini sudah di tahlukkan? " Tanya Xi kepada Astia.


Astia mengangguk " Iya Xi - Sama, labirin sudah kami tahlukkan. " Jawab Astia dengan ringan.


" Bagus. " Ucap Xi.


" Eh, ada apa Xi - sama? Apa Xi - Sama punya rencana? " Tanya Astia kepada Xi.


" Iya, aku akan memindahkan istana ke dalam labirin. " Jawab Xi dengan ringan.

__ADS_1


" Eh!! Ke kedalam labirin! " Ucap Astia. Ia terkejut karena istana sebesar ini akan di pindahkan ke dalam labirin.


Saat ia terkejut, Xi sudah tidak ada di tempatnya. Istana bergetar dan mulai menyusut.


Dari luar Xi menggunakan sihir teleportasi ke dalam labirin yang ada seratus lantai itu. Ia berada di lantai seratus begitu saja sambil membawa istananya.


Lagi ia menggunakan sihirnya untuk memperluas dan memperbesar ruangan lantai seratus. Dan meletakkan istana yang ia bawa di lantai seratus.


" Xi - Sama, kenapa anda memindahkan istana ke dalam labirin? " Tanya Fai dengan bingung.


" Itu karena banyak orang yang berdatangan kemari, takutnya nanti Mizuki akan terluka. " Jawab Xi yang mengkhawatirkan anaknya itu.


" Kalau begitu akan aku bunuh mereka semua! " Ucap Fai dengan kesal.


Xi hanya menanggapinya dengan santai, lalu ia berkata. " Ancaman sekarang bukan hanya manusia, tapi Guardian juga, dan aku rasa masih ada ancaman berbahaya lainnya. " Ucap Xi.


" Itu sebabnya aku memindahkan istana ke lantai seratus. " Lanjutnya.


" Benar juga, tapi apa yang akan kita lakukan pada lantai 1 sampai lantai 99? Apa kita akan mengosongkannya? " Tanya Fai kepada Xi.


Saat Fai bertanya kepada Xi, Noir dengan santai berjalan dan menjawab pertanyaan dari Fai yang di arahkan pada Xi. " Fufufu, apa kau tidak mengerti. Sudah pasti Xi - Sama akan mengisi lantai yang kosong dengan banyak monster, agar mereka tidak akan mudah untuk masuk ke dalam istana. " Ucap Noir.


" Kau, siapa yang bertanya kepadamu! " Ucap Fai dengan kesal. " Belum cukupkan kepalamu terbentur di tanah? " Tanya Fai kepada Noir.


" Ha, aku rasa kau mau bertarung lagi ya? " Balas Noir.


Aura mereka saling bertabrakan satu sama lain, dan seperti akan benar - benar bertarung du lantai seratus.


" Kalian hentikan, seperti yang Noir katakan barusan, Carilah banyak monster di dalam hutan kematian atau tempat yang lainnya lalu bawakan kepadaku hidup - hidup. " Ucap Xi.


" Baik, Xi - Sama. " Ucap mereka dengan serempak.


Sebelum Noir pergi, ia ingin meminta sesuatu kepada Xi. " Xi - Sama, Izinkan saya untuk membawa beberapa iblis yang ada di sitadel untuk melayani anda. " Ucap Noir.


" Karena lawan yang akan Xi - Sama hadapi nanti, para iblis dapat menyingkirkan para keroco - keroco agar tidak menghalangi Xi - Sama. " Lanjut sambil berlutut.


Xi berfikir, yang di katakan oleh Noir itu benar, ia memerlukan pasukan untuk berhadapan dengan para guardian mau pun monster.


" Berapa banyak yang ingin kau bawa? " Tanya Xi kepada Noir.


" Mungkin sekitar seratus ribu iblis dari sitadel. " Jawan Noir dengan sopan.

__ADS_1


" Baik, aku mengizinkanmu, bawalah mereka dan jangan pergi terlalu lama. " Ucap Xi, ia memberikan izin kepada Noir untuk membawakannya para iblis.


Setelah itu Noir pergi ke sitadel untuk membawa para iblis yang akan menjadi pasukan untuk tuanya Xi.


__ADS_2