LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 141


__ADS_3

Pagi itu, sudah sangat banyak sekali petualang yang berkumpul. Tidak hanya petualang dari negara Bersalju saja, tapi juga dari beberapa kota terdekat lainnya, dan juga beberapa negara yang di luar Area Bersalju pun ikut berpartisipasi dalam event ini. Khususnya, mereka adalah bangsawan - bangsawan dari berbagai negara. Mereka mengirimkan untusan mereka, yang merupakan anak - anak mereka untuk ikut berpartisipasi bukan hanya sekadar untuk mencari harta, tapi juga untuk mengasa kemampuan serta pengalaman mereka ketika berada di zona liar atau pun tempat yang berbahaya.


Hal itu di lakukan demi meningkatkan pengetahuan generasi muda, situasi di dunia luar. Saat mereka berada di dalam sebuah dungeon, atau pun di sebuat tempat yang tidak mereka kenali. Satu - satunya yang bisa menjadi harapan hidup mereka bukanlah keluarga lagi, melainkan diri mereka sendiri. Bagaimana cara mereka untuk bertahan, itu tergantung intuisi, pemikiran, dan insting masing - masing. Ketika berada di dalam dungeon, kau hanya dapat mengandalkan kemampuanmu sendiri tanpa harus terus bergantung kepada orang lain. Tidak semua orang ingin mengorbankan nyawa mereka demi dirimu, bahkan jika itu seorang elite sekalipun, asalkan mereka sudah berada di situasi antara hidup dan mati, mereka tidak akan segan untuk mendorongmu ke dalam jurang kematian sendirian.


Tamu yang di tunggu - tunggu oleh semua orang telah tiba, dia adalah sang Ratu dari kerajaan Bersalju yang tidak lain adalah ibu dari Yumiko itu sendiri. Dengan di kawal oleh beberapa penjaga yang berdiri di sampingnya, Ratu mulai mengaktifkan formasi alas perpindahan.


Pilar cahaya bersinar terang pada tugu batu dari alas perpindahan tersebut. Pilar cahaya itu semakin melebar hingga ke titik maksimalnya.


Saat pintu masuk sepenuhnya terbuka, Ratu mulai membuka suaranya dan berkata kepada semua orang yang hadir.


" Aku ucapkan terimakasih kepada kalian semua yang telah hadir di acara pada pagi hari ini. Aku, Eirlys Nixs Elsia. Ratu dari negara ini, Negara Kerajaan Bersalju menyambut kedatangan kalian semua. Mulailah bersiap dan kuatkan tekat kalian, jalani hari - hari kalian didalam dengan penuh semangat, dan selamat menempuh penjalan kalian didalam dungeon Hidden Word! " Ungkapan itu merupakan kata sambutan bagi semua orang yang sudah hadir, sekaligus petanda untuk mereka bersiap. Karena, saat Ratu selesai berbicara dengan kata sambutannya, semua orang langsung masuk ke dalam pilar cahaya itu dengan penuh semangat.


Ketika semua orang begitu bersemangat untuk masuk dan menjelajahi dunia tersembunyi dibalik pilar cahaya itu. Tiba giliran Xi, Yumiko, dan kelompok nya untuk masuk ke dalam. Dan sebelum masuk, Xi keluar dari barisannya dan berjalan menghampiri Ratu Elsia, namun itu tidak di sadari oleh orang - orang. Hanya Ratu Elsia dan beberapa pengawalnya yang menyadarinya.


Saat Xi berjalan menghampiri Ratu, beberapa penjaga langsung mengarahkab tombaknya kepada Xi. Namun, sebelum para penjaga bertindak lebih lanjut, Ratu Elsia menghentikan mereka.


" Tidak apa, dia kenalanku. Tutunkan senjata kalian. " Ucap Ratu Elsia. Yang mana perintah itu langsung di turuti oleh semua orang tanpa satu pun dari mereka ada yang membanta.


Xi berdiri di hadapan Ratu Elsia, mendekatkan wajahnya dan kemudian mengatakan sesuatu kepada Ratu dengan berbisik pelan. Yang mana itu langsung membuat Ratu Elsia sangat terkejut dengan apa yang baru saja Xi sampaikan kepada dirinya.


" Baiklah. Aku mengerti, terimakasih informasinya. " Ucap Ratu dengan pelan. Walau tidak mengetahui darimana Xi mendapatkan informasi yang baru saja di sampaikan kepadanya, akan tetapi Ratu percaya dengan informasi tersebut. Karena, Yumiko pernah mengakan kepadanya, jika Xi adalah orang yang paling sulit untuk di tebak dan hampir segala informasi bisa dia dapatkan dengan cara misterius.


Karena yang menyampaikannya adalah Xi, tidak ada alasan baginya untuk tidak mempercayai informasi tersebut.


" Sudah ku sampaikan apa yang ingin ku sampaikan. Berhati - hatilah, dengan orang - orang itu. Jangan menganggap remeh mereka, setiap detiknya kau harus terus waspada tanpa harus mengurangi kewaspadaanmu sebelum kembali ke istana. " Ucap Xi dengan pelan. Kemudian setelah dia selesai berbicara, Xi pergi meninggalkan Ratu Elsia bersama penjaganya dan kembali ke barisan bersama yang lainnya.


" Anak ini sangat misterius, tapi... Dia juga cerewet. Tidak ku sangka hari ini, aku Eirlys Nixs Elsia akan di peringati oleh seorang pemuda. Hahaha, tidak heran putriku jatuh hati kepadamu, walau dingin dan misterius, tapi kau juga perhatian. Kau membuat hati wanita ini berdebar - debar. " Ucap Ratu Elsia dalam hatinya sambil tersenyum melihati kepergian putrinya dan Xi. Walau sebentar, tapi Elsia akan merindukan mereka. Baginya, dua minggu itu sama seperti menunggu dua tahun jika mengharapkan kepulangan mereka.


" Jaga diri kalian baik - baik. " Ujar Elsia, berdoa untuk keselamatan mereka. Walau ada Xi bersama Yumiko, tapi tetap saja itu tidak dapat menjamin segalanya. Mengingat ini adalah Hidden Word Dungeon, bila terjadi peningkatan kesulitan seperti dungeon Rank B sebelumnya, jelas masalahnya tidak dapat di bandingkan dengan sebuah dungeon S class. Elsia berharap yang terbaik untuk mereka semua.


Setelah semuanya memasuki gerbang, dan di pindahkan kedalam Hidden Word. Pilar cahaya yang terang itu kini menyusut menjadk kecil dan kembali kedalam ke adaan semua. Membedakannya, kali ini tugu batu alas perpindahan menjadi bercahaya dengan cahayanya yang indah berwarna biru. Menandakan semuanya aman dan berjalan lancar.


Setelah memastikan perpindahan semua orang berjalan lancar, Elsia mulai memberikan perintah kepada semua orang. Khususnya untuk beberapa orang Guild Master dan Ketua Asosiasi Petualang.


" Tuan - tuan, aku berharap kalian dapat membantuku untuk mengawasi alun - alun kota sampai mereka semua kembali. " Ucap Elsia, meminta bantuan kepada orang - orang itu untuk membantunya.


Semua orang menyetujui permintaan Ratu Elsia, mengingat beberapa tamu penting dari negara lain juga ikut serta. Akan bagus untuk mereka menunggu dan berjaga di alun - alun kota ini dan saling berkerjasama bila terjadi sebuah masalah.


" Baik Yang Mulia, kami akan berusaha semaksimal mungkin. Tapi, bolehkan saya tahu alasan mengala Yang Mulia ingin kami berjaga di sini? " Ucap Ketua Asosiasi Petualang kepada Ratu Elsia mewakili para Guild Master yang sudah sepakat untuk ikut berjaga. Ketua Asosiasi Petualang juga bertanya mengenai alasannya, karena ini baru pertama kalinya Ratu Elsia memberikan perintah ini kepada mereka. Sebelumnya, bahkan sebelum Ratu meminta, mereka pasti sudah sepakat untuk berjaga dan memastikan ke amanan acara ini.


Ketua Asosiasi Petualang penasaran dengan permintaan tersebut, tapi ia yakin permintaan itu pasti memiliki alasan.


Ratu Elsia menghelakan nafasnya, lalu menjawab " Haaa, maafkan aku, tapi... Aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu Ketua Asosiasi. " jawabnya.

__ADS_1


Ketua Asosiasi Petualang cukup terkejut dengan jawaban Ratu Elsia. Karena Ratu tidak ingin memberitahukannya, Ketua Asosiasi Petualang tidak melanjutkannya. Dia sadar akan posisinya, dan sepertinya informasi ini sangatlah rahasia sampai - sampai orang sepertinya juga tidak boleh untuk mengetahuinya.


" Baik Yang Mulia, maafkan saya karena sudah bertanya sesuatu yang tidak penting. " Ucap Ketua Asosiasi. Meminta maaf sembari menundukkan kepalanya.


Ratu Elsia hanya diam dan tidak mengatakan apa pun. Merasa sudah waktunya untuk menjalankan rencananya, Ratu Elsia pun pergi. Sebelum pergi meninggalkan alun - alun kota, Ratu berpesan kepada Ketua Asosiasi.


" Aku akan pergi, tolong jaga tempat ini. " Ucap Ratu meminta tolong kepada Ketua Asosiasi dan para Guild Master lainnya.


Semua orang mengangguk menyanggupi permintaan Ratu Elsia.


Setelah mengatakan itu, Ratu Elsia pergi meninggalkan mereka semua.


Dunia tersembunyi, semua orang telah di teleportasikan secara acakan di lantai satu bersama party mereka masing - masing. Di lantai satu, merupakan sebuah benua besar yang terbagi atas tiga wilayah. Dari masing - masing wilayahnya, terdapat monster lord yang menjadi penjaga, menjaga wilayah tersebut.


Pada wilayah pertama, adalah Green Forest. Itu adalah hutan hijau besar yang di huni oleh banyak monster tipe beast di dalamnya. Dan merupakan wilayah terbesar yang telah dicatat dalam pemetaan dari dua wilayah lainnya. Dan merupakan area yang memiliki banyak zona aman dan juga pertambangan.


Monster pada Area Green Forest juga tergolong biasa - biasa saja sama seperti monster yang ada didalam hutan pada umumnya. Namun, di beberapa sisi telah terdapat beberapa teritorial hewan buas yang berbahaya, dimana manusia atau pun makhluk lainnya tidak dapat masuk sembarangan. Salah satunya, adalah teritorial dari monster tipe Beast Shadow Phanter. Dikarenakan monster bertipe Beast Shadow Phanter memiliki kecepatan yang luar biasa cepat, dan kekuatan cakaran dan gigitan yang mematikan, serta kendali kekuatan atas eleman bayangan yang hebat. Membuat Shadow Phanter ini memiliki wilayah terluas di antara monster jenis lainnya.


Pada wilayah kedua Swamp Forest, sebuah hutan besar yang di penuhi oleh rawa - rawa disetiap sisinya. Monster - monster yang menghuni Swamp Forest adalah monster - monster yang sangat berbahaya, kerena setiap monsternya memiliki racun atau bisa yang mematikan. Tidak hanya tipe monsternya yang beracun, tapi 90% dari setiap tumbuhan yang anda di Swamp Forest sangatlah beracun. Sehingga sangat jarang petualang ingin menginjakan kaki mereka di Swamp Forest karena keterbatasan makanan di hutan Swamp Forest. Inilah yang membuat para petualang menghindari tempat ini, dan mereka yang terkirim ke tempat ini saat pemindahan lokasi dari alas perpindahan, jika mereka tidak menyiapkan ramuan anti racun dalam saku mereka, dapat di katakan mereka sedang kena sial karena memasuki wilayaj yang berbahaya.


Desert Line, adalah salah satu dari tiga wilayah terluas di dunia tersembunyi pada lantai satu. Tempat ini menjadi yang paling sulit untuk di jelajahi oleh manusia dikarenakan iklimnya yang mengerikan. Desert Line bukan hanya sekadar sebuah gurun pasir biasa, cura panasnya sangat mengerikan, pada sewaktu - waktu, suhunya dapat naik secara drastis dan tiba - tiba hingga melebihi 120°C. Manusia normal, bahkan petualang kelas atas sekali pun dapat mati karena suhu setinggi itu.


Desert Line juga satu - satunya tempat yang sering terjadinya badai pasir berskala besar yang mampu menerbangkan hingga menghancurkan apa pun yang di lintasinya. Pijakan yang berupa pasir begitu samar dan terlihat sama, sehingga sulit untuk membedakan mana pijakan yang aman dan pasir hisap. Monster - monster yang tinggal atau hidup di Desert Line bukanlah monster biasa, mereka sangat mengerikan dan berbahaya.


Dari ketiga wilayah yang ada pada lantai satu, semua orang sangat berharap untuk tidak terdampat di Swamp Forest dan Desert Line. Tidak ada satu pun orang yang ingin terteleport ke sana, pergi ke kedua wilayah itu, sama saja dengan cari mati. Dan bagi mereka yang terdampar disana, semuanya harus segerah lari dan meninggalkan kedua wilayah tersebut sebelum monster - monster yang menjadi penghuni kedua wilayah itu menyadari keberadaan mereka.


[ Anda telah memasuki Hidden Word. Selamat kepada Tuan karena mendarat di tempat yang aman. Green Forest! ]


Setibanya Xi dan kelompoknya di dalam Hidden Word Dungeon, Xi mendapatkan notifikasi system yang memberikan ucapan selamat kepada dirinya. Itu seperti mengisayatkan system memiliki khawatiran kepada Xi akan jatuh ke wilayah yang mengerikan.


" Green Forest.... ? " Gumam Xi sambil melihat layar system yang muncul di hadapannya. Xi senang karena system seperti mengkhawatirkannya, tapi bersamaan dia juga heran, dan merasa system mulai memiliki sebuah kesadaran.


" Apakah ini efek tambahan setelah aku meng-up gretnya? " Tanya Xi kepada dirinya sendiri.


System yang seolah - olah mendengarkan pertanyaan Xi juga menunjukkan sebuah icon bingung di sertai tanda tanya pada layarnya.


Melihat sekelilingnya yang di di penuhi oleh pepohonan yang lebat, Xi merasa kalau tempat ini cukuplah aman. Dan apa bila itu berbahaya, itu tidak akan sampai seberbahaya yang dia bayangkan. Disana, Xi menanyakan sesuatu kepada system, berharap system miliki jawabannya.


" System, bisakah kau menampilkan maps wilayah ini? " Tanya Xi kepada system juga ia meminta kepada system untuk menampilkan mapsnya jika memang itu ada.


System memulai pencarian dengan mengumpulkan semua data yang ada. Akan tetapi, tak selang lama system mencari, terjadi sesuatu yang tidak terduga yang membuat Xi cukup terkejut. Itu di karenakan hal semacam itu belumlah pernah terjadi pada system.


[ Error! System tidak dapat menampilkan maps Green Forest. Karena kurangnya data dan minim informasi mengenai Green Forest, system tidak dapat memetakannya ]

__ADS_1


Xi sedikit terkejut dengan jawabannya, namun dia tidak menyalahkan system akan hal tersebut. Itu bukan hanya system, tetapi dirinya juga tidak memiliki informasi apa pun mengenai Hidden Word Dungeon ini, sehingga wajar bagi system tidak dapat memetakan tempat yang tidak di ketahui, serta baru saja di kunjungi.


" Tidak seperti dunia yang pemetaannya lengkap, Hidden Word ini berbeda... Karena Hidden Word adalah sebuah dunia kecil yang timbul karena hilanggnya sebuah benua atau pulau di dunia ini, wajar kalau informasi dan pemetaannya tidak ada. Hal - hal semacam ini seharusnya terjadi sudah sangat lama, 100, 200... Atau 1000 tahun? Itu tidak ada yang tahu. " Gumam Xi sambil mengamati area sekitarnya. Melihat yang lainnya, maksudnya Yumiko, Ciarra, dan Nue terlihat tenang dan sepertinya legah karena mendarat di tempat ini. Itu membuat Xi juga menjadi legah, karena beranggapan Yumiko, Ciarra, dan Nue sangat kenal dengan tempat ini. " Mereka terlihat tenang... Syukurlah jika mereka ada di kelompoku, jika tidak mungkin akan sulit untuk mengamati sutuasi ini. " Ucap Xi dalam hatinya bersyukur. Karena melihat Yumiko seperti sudah mengenal tempat ini dengan baik. Ini merupakan kali pertamanya Xi merasa khawatir terhadap sesuatu, walau itu hal yang wajar, tapi melihat Xi yang selalu tenang dan tidak takut menjadi sedikit aneh bila melihatnya sedikit khawatir.


Ya, tidak selamanya semua orang dapat bersikap tenang. Bahkan jika itu orang yang pendiam atau orang yang dingin sekalipun, ada waktunya untuk mereka merasakan rasa khawatir. Namun, itu hanyalah kekhawatiran, bukan rasa takut.


" Haaaa, syukurlah... Kita berada di Green Forest, jika tidak ini akan berbahaya. " Ucap Yumiko lengah karena terteleport ke tempat yang dia harapkan.


Nue sebagai seorang Assassin nomor satu, juga menghelah nafas legah. " Iya, kita sangat beruntung. Aku hampir lupa kalau Hidden Word ini punya tiga wilayah besar, jika kita terteleport di dua wilayah lainnya, pasti sangat pusing mencari jalan keluarnya. Benar - benar sebuah keberuntungan besar. " Ucap Nue.


Ciarra, yang selalu berkonflik dan bertengkar dengan Nue setiap harinya seperti sepasang suadari perempuan. Ikut setuju dengan apa yang di katakan oleh Nue. Ini adalah kali pertamanya, Ciarra setuju dengan ucapan Nue.


" Walau aku benci denganmu, tapi aku juga setuju. Kita benar - benar beruntung. " Ucap Ciarra.


Melihat ketiganya merasa legah, Airis merasah aneh dan heran serta bingung. Dia bertanya - tanya pada dirinya sendiri, sebenarnya apa yang terjadi kepada mereka sampai bersikap seperti itu.


" Kalian kenapa? Apakah ada sesuatu yang salah? " Tanya Airis kepada Yumiko, Ciarra, dan Nue mengenai sikap mereka bertiga yang menurutnya cukup berlebihan.


Ciarra yang mendengar itu tidaklah heran dengan pertanyaan Airis. Karena Airis, Astia, Glaamy, Yanzams, dan Xi bukan berasal dari negara Kerajaan Bersalju, jadi wajar untuk mereka tidak mengetahuinya. Terlebih lagi, ini pertama kalinya mereka memasuki Hidden Word.


Ciarra tidak mengetahui, jika Xi dan Airis lainnya pernah memasuki Hidden Word yang lainnya saat berada di kota Jisa. Alas perpindahan yang berada di kota Jisa juga merupakan salah satu Hidden Word yang ada di dunia dengan tingkatan dungeon satu lantai. Namun, hal tersebut jelas berbeda dengan Hidden Word saat ini yang pemetaan hampir di setiap wilayahnya tidak lengkap. Tidak, bahkan di ketiga wilayahnya tidak tergambar sepenuhnya. Berbeda dengan yang ada di kota Jisa, Hidden Word dengan informasi dan pemetaan yang lengkap. Sehingga orang - orang tidak khawatir mengenia mereka akan terteleport kemana dan dimana. Karena petanya lengkap dan area berbahayanya juga sudah di tandai.


Ciarra menjelaskan kepada Airis mengenai Dungeon Hidden Word ini. " Wajar bagimu merasa aneh kenapa kami merasa legah karena kau belum pernah menjelajahi Hidden Word ini. Walau ini hanya lantai satu dari lima lantai yang ada di dalam dungeon, tapi itu terbagi menjadi tiga wilayah. Dan dua wilayah di antara tiga wilayah ini sangat berbahaya dan mematikan. Bahkan jika itu seorang petualang S class sekalipun, aku ragu kalau mereka akan selamat di tempat lainnya selain Green Forest. " Jawab Ciarra.


Walau tidak mengerti dengan apa yang di jelaskan oleh Ciarra, tapi Airis cukup memahami kekhawatiran Ciarra saat membicarakan dua tempat lainnya selain Green Forest.


Karena itulah, Airis menanyakan sesuatu kepada Xi setelah mendengarkan penjelasan Ciarra.


" Tuan apa yang akan kita lakukan sekarang? " Tanya Airis kepada Xi mengenai tindakan mereka selanjutnya, setelah memasuki Green Forest.


Dengan cepat, Xi meresponnya dan menjawab " Mendengar penjelasanmu tadi, sepertinya Green Forest tidak seberbahaya kedua tempat lainnya... " Sebelum Xi selesai berbicara, Ciarra menyelanya dengan berkata " Bukan seperti itu, walau Green Forest menjadi pusat terfavorite para petualang untuk do jelajahi, tapi itu tidak menutipi kemungkinan adanya bahaya yang tertidur di dalam hutan... Aku tidak bisa mengatakan kalau Green Forest sepenuhnya aman. " Ucap Ciarra menjelaskan kepada Xi. Dengan penjelasan yang dia katakan kepada Xi, Ciarra berharap Xi tidak salah paham dan tidak menganggap enteng Green Forest walau menjadi tempat ini menjadi wilayah yang paling di sukai oleh para petualang. Bukan hanya dari segi medannya yang mudah untuk di jelajahi, tapi karena banyaknya material yang berharga yang terkubur di dalamnya.


Xi yang mendengar penjelasan tersebut mengerti maksud Ciarra. Sejak awal, Xi tidak pernah menanggap Green Forest ini enteng. Tidak adanya informasi apa pun mengenai Green Forest di tangan Xi, membuatnya selalu waspada, dan tidak terlena dengan harta yang tersimpan di dalamnya. Bagaimana pun, Xi menganggap nyawa mereka sangatlah penting, ketimbang dirinya, Xi akan melakukan apa pun dengan caranya sendiri jika dia bergerak sendirian. Tapi, karena adanya yang lainnya bersamanya, membuat Xi tidak dapat bertindak gegabah dan harus memikirkan matang - matang segala lengkah yang akan di ambilnya.


" Aku mengerti kekhawatiranmu, aku juga tidak berfikir kalau Green Forest ini sepenuhnya aman. Tapi, itu jauh lebih baik dari kedua tempat lainnya kan? Karena kalian juga cukup mengenal daerah ini. " Ucap Xi kepada Ciarra yang mana kata - katanya membuat Ciarra, Nue, dan Yumiko merasa legah. " Tapi, aku tidak berjanji jika tidak terjadi masalah apa pun, karena aku berniat untuk menjelajahi kedua wilayah lainnya. Kalian tidak perlu cemas, aku tidak akan maksa kalian untuk mengikutiku ke dua tempat lainnya. " Lanjut Xi.


Mendengar itu membuat mereka terkejut sekaligus berkeringat dengan dahi yang menghitam. Bahkan setelah mendengar kedua tempat lainnya itu sangat berbahaya dan mematikan, Xi masih bersih keras untuk menjelajahi dua tempat lainnya. Yang mana itu membuat mereka takut, dan khawatir. Karena, Xi akan pergi sendirian jika mereka tidak ikut bersamanya.


Namun, itu berbeda dengan Airis dan Astia. Mereka sudah terbiasa berada di tempat yang sangat berbahaya bersama dengan Xi.


" Entah seberapa berbahaya nya tempat itu, Tuan pasti akan tetap pergi kesana walau sudah di peringati. Toh, itu sudah menjadi kebiasaannya, aku juga sudah terbiasa dengan itu. Sebenarnya aku juga penasaran seberapa mengerikannya tempat itu sampai - sampai orang - orang ini tidak ingin pergi ke sana? " Ucap Astia sambil tersenyum dan menganggukkan pelan kepalanya. Jalan pikir tuannya sudah tertanam di kepalanya, Astia juga sudah tidak heran lagi. Seberapa pun berbahaya nya tempat itu, tuannya pasti akan tetap kesana. Tempat yang paling berbahaya adalah tempat yang sempurna untuk mengasa kemampuan, dan kau akan tahu seberapa kuat dirimu jika bertarung melawan musuh - musuh yang kuat pula.


" Selama itu tuan, aku yakin tidak akan kenapa - kenapa. Walau harus menyebrangi lautan dan magma sekali pun, aku tidak akan ragu mengikutinya. " Ucap Airis dalam hatinya melimpahkan segala kepercayaan nya kepada Xi. Jiwa dan raganya selamanya dia persembahkan kepada Xi.

__ADS_1


" Mari kita bicarakan itu nanti, kita harus mulai bergerak, ku rasa kelompok yang lainnya juga sudah mulai berburu. Kita tidak boleh ketinggalan! " Ucap Xi meminta kepada yang lainnya untuk tidak memikirkan hal - hal yang merepotkan itu terlebih dahulu. Xi pun mengajak mereka semua untuk mulai berburu monster - monster yang tinggal di dalam hutan Green Forest agar tidak ketinggalan atau pun terdahului oleh kelompok lainnya.


__ADS_2