
Kumpulan asap memenuhi daratan yang hancur. Kepingan baru besar berserakan, udara di aliri oleh mana dalam jumlah besar sehingga menjadikan mana tersebut sebagai racun bagi makhluk lainnya.
Krey sebagai seorang Dewa Kematian berdiri tegak dan terlihat tidak bergeser sedikitpun dari tempatnya berdiri.
Bagaikan gunung yang berdiri sangat kokoh, dia sama sekali tidak terpengaruh pada kehancuran dunia yang ada di sekitarnya. Ini adalah Kray, Sang Dewa Kematian yang memiliki kekuatan setara bahkan lebih kuat dari seorang Pengusaha Galaxy lainnya.
Walau kekuatan yang dimilikinya sangat besar. Tetapi Kray tidak pernah menyombongkannya kepada orang lain, dan hanya akan di pamerkan ketika di hadapan musuhnya. Bukan semata-mata untuk membuatnya terlihat keren, tetapi untuk menguncangkan metal musuhnya, supaya dia jadi lebih mudah lagi untuk mengalahkan musuh-musuhnya.
Sejauh ini. Di antara semua makhluk yang ada tidak ada satupun yang dapat bersaing seimbang dengan dirinya, bahkan para leluhurnya yang terdahulu tidak memiliki kekuatan yang layak untuk di sebutkan.
Satu-satunya makhluk yang dapat bertarung seimbang dengannya, serta membuatnya serius adalah Bahamut. Sosok yang di gadang-gadang sebagai penguasa Galaxy terkuat yang pernah ada.
Keduanya pernah bertarung, menyebabkan kekacauan di alam semesta serta menimbulkan retakan antar Galaxy akibat benturan kekuatan mereka. Dalam pertarungan yang sangat mengerikan itu, hasilnya sangat misterius, tidak ada yang mengetahui siapa yang menjadi pemenang nya.
Semua orang akhirnya berspekulasi keduanya seri.
Dan saat ini, sebagai salah satu yang terkuat sedang berdiri selayaknya orang hebat.
Dihadapannya, terdapat sesosok penguasa Galaxy lain yaitu Kirin Hitam. Sosok yang paling kuat dan paling Mulia di Galaxy nya sedang bergetar di hadapan kekuatan yang sangat dahsyat.
Kumpulan asap itu menghilang dibawa oleh hembusan angin yang kencang. Keduanya kembali saling menatap satu sama lain.
Kray menatapi Kirin Hitam dengan tatapan tajam sebagai Dewa Kematian sekaligus Raja para Naga. Dia tampak tenang, dan terkesan terlihat seperti orang dingin yang tidak banyak bicara.
Sementara itu. Kirin Hitam tampak membuang pandangannya. Wajahnya sedikit berkeringat, dan dia mencoba tuk menyembunyikan nya.
'Aku Kirin Hitam, seorang Penguasa Galaxy ketakutan hanya karena di tatapan olehnya? Dewa Kematian... Kau ini sebenarnya apa? Mengapa seorang Dewa Sepertinya yang tinggal di bintang kecil ini memiliki hawa keberadaan yang mengerikan?'
Kirin Hitam bertanya-tanya, sebenarnya dari mana asal muasal kekuatan Dewa satu ini. Bahkan dengan kemampuannya, dia tidak mampu untuk melihat asal kekuatannya.
"Apakah kalian sudah selesai bermainnya? -
Kray membuka suaranya dengan nada dingin. Tatapan mata merahnya memberikan rasa takut kepada dua sosok penguasa Galaxy itu. Dia bertanya, namun saat dia baru selesai berbicara, terjadi ledakan besar yang mengejutkannya.
DUAR! Suara ledakan yang begitu dahsyat. Gelombang kejut dari jarak ratusan ribu mil masih dapat di rasakan oleh ketiganya dengan sangat jelas.
Dorongan nya begitu kuat, sungguh tidak dapat di bandingkan dengan tabrakan sebuah sunami besar. Ini lebih kuat dari itu, bahkan puing-puing tanah sebesar gunung melayang melintas di atas kepada ketiganya bagaikan kapas.
Tentu ketiganya di buat terkejut, sontak mereka langsung mengalihkan pandangan mereka setelah dorongan angin dari gelombang kejut itu berhenti.
"Apa... Apaan ini..." Ketiganya berbicara serempak memenuhi keterkejutan mereka. Mata terbuka lebar, dan bulu kuduk merinding seperti bulu bayi.
Pilar kegelapan yang lebih besar dan lebih lebar dari bulan menjulang tinggi kelangit menembus atmosfer.
__ADS_1
Kegelapan menyebar begitu cepat, membawa kematian dalam jejaknya. Semuanya yang tersentuh langsung lenyap, meski tubuh mereka tidak hancur, dan bahkan tidak tergores sedikit pun, tetapi jiwa mereka telah musnah seperti butiran debu.
Xi, Kirin Hitam, dan Elang Emas melindungi diri mereka dari radiasi kegelapan yang mematikan dengan perisai jiwa yang terbuat dari kumpulan Mana yang padat.
"Kegelapan macam apa ini? Kenapa begitu mengerikan?"
"Tidak hanya mematikan, bahkan kegelapan ini mencoba memaksa keluar seluruh energi kehidupan yang kita miliki."
"Sepertinya aku tahu asal dari kegelapan ini... Hei, Burung bodoh! Siapa yang kau kirim kesana?"
Percakapan dimulai dari Elang Emas, Kirin Hitam, dan yang terakhir adalah Krey yang bertanya kepada Elang Emas.
"Ha? Apa maksudmu? Aku tidak mengerti."
"Jangan bertingkah sok bodoh! Selain kalian berdua, aku yakin ada orang lain yang datang bersama kalian kan?!!"
Teringat sesuatu. "Sepertinya kau benar, tetapi aku tidak berharap jika kucing bodoh itu benar-benar melakukannya."
"Kucing bodoh? Apa maksudmu Harimau Bermata keji tujuh warna yang melakukannya?"
"Aku rasa begitu, dia bilang padaku sebelumnya bahwa dia akan menghentikan bencana terbesar dengan menghancurkannya"
Krey mencibir. 'Menghentikannya? Heh, itu konyol. Ini yang kau sebut menghentikan? Kalian malah mempercepat prosesnya!!' didalam hati dengan kesal karena orang-orang itu berbuat seenaknya di wilayahnya.
Setelah mengetahui penyebab kemarahan dari putranya. Krey bergegas menghampiri lokasi tempat dimana Xi berada sekarang.
Meski dia seorang Dewa, tetapi Krey tetap kesulitan untuk menerobos kegelapan yang terus menyayat perisai pelindungnya tanpa henti.
Tahu Istrinya telah tiada, Krey sejujurnya sangat marah dan ingin sekali membunuh para pengacau itu dengan kedua tangannya. Tetapi, sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk mengurusi sampah-sampah seperti mereka, yang terpenting sekarang adalah, bagaimana caranya Krey dapat menghentikan amukan Xi yang sudah lepas kendali ini.
Matanya yang tajam dapat melihat dengan jelas di balik kegelapan yang menutupi seluruh dunia.
"Tatanan dunia mulai runtuh, dunia ini sudah tidak dapat bertahan lebih lama lagi jika terus membiarkan Xi mengamuk. Aku harus bergegas menghentikannya!!!"
Menambah kecepatan terbangnya.
Sesampainya di tempat. Krey merasakan tekanan yang amat dahsyat dari pemadatan Mana, niat membunuh, dan aura kemarahan yang ada di sekitarnya.
Itu langsung menjatuhkan dirinya yang kala itu ada di udara.
"Kuat sekali... Tidak ku sangka sudah sampai seperti ini. Aku harus menghentikannya segerah!!"
Dengan susah payah, dibawah tekanan yang begitu kuat. Krey berjalan tanpa henti menuju ke tempat Xi berada.
__ADS_1
Terdapat banyak sekali mayat naga, dan berbagai macam jenis monster binatang buas yang sudah tak bernyawa.
Terus berjalan, semakin dekat, tekanannya semakin kuat.
"Tekanan ini bukanlah sebuah masalah untukku, aku bisa mewajarkan kenapa semuanya mati... Tekanan ini sudah seberat sebuah bintang."
Meski dia mengatakan tekanan yang seberat bintang ini bukanlah masalah untuknya. Walau begitu, dia tidak dapat menyembunyikan wajahnya yang berkeringat karena kewalahan harus berjalan di bawah tekanan yang terus bertambah setiap kali dia melangkah.
Tanah terasa basah, dan bau amis tercium. Ini adalah buah organ dalam yang telah membusuk. Seperti telah membusuk selama beberapa hari. Sangat tidak nyaman untuk di hirup, dan sangat menjijikan. Namun Krey dapat menahannya dengan baik. Karena dia sadar, saat ini dia sedang berjalan di sebuah terowongan besar yang mana terowongan ini adalah tubuh Harimau Putih Bermata Keji Tujuh Warna yang berlubang.
Dia mati karena sebuah serangan yang maha dahsyat.
Tepat di ujung mulut terowongan, disana Krey melihatnya. Melihat anaknya yang berlutut tidak berdaya putus asa. Menangis kencang bersimbahan air mata darah.
Xi menangis begitu kencang, dan membuat kegelapan dan kematian yang bersemayam didalam dirinya keluar semakin menjadi dan meledak-ledak.
Ini adalah kekuatan kegelapan dan kekuatan kematian yang paling murni yang pernah ada. Bahkan sebelum Xi terlahir kedunia, kedua kekuatan ini telah bersemayam di antaranya, menunggu hari dimana mereka akan keluar dan di gunakan oleh Xi.
Tepat di sampingnya, terlihat sebuah kepala naga putih yang indah, di hiyasi oleh kristal yang bersinar terang. Cahayanya terlihat dengan jelas, dan kegelapan benar-benar menjauhi.
Krey mengepalkan tangannya dengan erat, marah, kesal, sedih semuanya bercampur aduk. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Melihat istri tercintanya telah tiada dengan begitu mengenaskan. Dengan kepala yang terpisah dari tubuhnya dalam wujud naga.
Krey segerah tersadar dari lamunannya. Di ingat tujuan awalnya datang kemari adalah untuk menghentikan amukan kekuatan Xi yang setiap detiknya semakin menjadi-jadi.
"Xi... Nak, tenangkan dirimu!! Sadarlah!"
Suara seorang ayah terdengar. Namun tidak kunjung berhenti. Kesedihan dalam hatinya menghilang dalam sekejap mata, dan berubah menjadi kebencian dan kemarahan.
Krey terus berusaha menyadarkan Xi dengan menguncangkan tubuh Xi dengan putus asa. Tetapi, usahanya sia-sia.
Perasaan yang kuat terasa saat Krey merasa putus asa. Sebuah keberadaan yang terasa jelas, dan sangat familiar.
"I ini... Bahamut!"
----------------------------------------------------------------------------------
(Untuk Para Pembaca : Saya Mohon Maaf yang sebesar-besarnya karena telah mengecewakan kalian. Alasan mengapa selama ini saya tidak Upload, itu dikarenakan terjadinya sebuah musibah yang tidak terduga.
Pada Novel Lahirnya Sang Dewa Kematian Hitam yang seharusnya sudah saya selesai harus tertunda dikarenakan HP lama saya rusak parah, serta semua data saya yang saya miliki juga menghilang.
Sehingga mengharuskan saya untuk berkerja kecil-kecilan untuk membeli HP baru.
Pada Kesempatan Kali ini saya akan berusaha sebaik mungkin untuk sambil melanjutkan pendidikan saya, dan bekerja.
__ADS_1
Semuanya, Saya Mohon Maaf😔 dan selamat menikmati😇.