
Xi yang memanfaatkan para petualang yang rakus itu untuk menjadi umpan dari pohon Akkatra. Sedari awal, ia memperhatikan pohon itu dengan baik - baik, dan di balik lubang kecil yang ada di batang pohon itu, terdapat sebuah benda merah di dalamnya yang seperti berdetak. Saat itu, ia mengerti kalau pohon Akkatra itu hidup dapat dapat menyerang.
Jadi ia dengan sengaja memancing para petualang untuk mendekati pohon tersebut, dengan buah yang telah di petik semunya. Dengan bagitu, pohon tersebut akan langsung menyerang saat semua buahnya telah di petik. Ia memanfaatkan itu, untuk melihat kemampuan dari pohon Akkatra dalam menyerang. Setelah memahami pola serangan dari pohon tersebut, ia memutuskan untuk muncul dan berhadapan dengan pohon tersebut.
" Pohon ini jangkauan serangannya sekitar 20 meter, dan dapat menembakkan sebuah akar yang kecil dalam jangkauan lima meter. Selain itu, pohon Akkatra ini juga di lindungi oleh monster - monster yang ada di sekitarnya. " Ucap Xi dalam hatinya, sambil menatap ke arah depan. Menatap segerombolan monster yang melindungi pohon Akkatra. Saat itu, ia memegang sebuah bola merah di tangannya. Itu adalah storage ball, ia membeli bola tersebut dari shop system untuk kedua kalinya.
" Yoss... Aku sudah siap untuk mengalahkan nya. Bangkitlah! " Ucap Xi membangkitkan pria besar yang telah ia bunuh tadinya. Ukuran dari Shadow tersebut, menjadi lebih besar, dan mengerikan dari sebelumnya.
Sontak shadow tersebut berteriak dengan keras ke arah para monster, dan langsung menyerang mereka saat itu. Shadow tersebut, yang menyerang para monster, membuat perhatian dari pohon Akkatra, terfokus pada shadow tersebut.
Pohon Akkatra melepaskan serangan akarnya kepada shadow tersebut sampai membuatnya hancur. Namun shadow tersebut pulih kembali dalam waktu singkat, dan membuat shadow tersebut memegang akar - akar dari pohon Akkatra. Di saat yang sama, Xi melemparkan sebuah storage ball, ke arah para monster. Dan membuat monster yang ada di sekitar storage ball, terhisap masuk ke dalam sana.
Selagi para monster telah teralihkan, dan pohon Akkatra juga fokus pada shadow baru miliknya. Xi berlari dengan cepat, menutupi jaraknya dengan pohon Akkatra. Walau ia juga tidak lepas dar serangan pohon tersebut, namun ia dapat menghindari nya dengan mudah. Setelah ia sampai di depan pohon Akkatra, ia melayangkan tinjunya kepada pohon tersebut, namun tinjunya tidak menembus kulit keras dari pohon tersebut.
" Keras sekali... HUH! " Ucap nya setelah merasakan kulit keras pohon Akkatra. Sebuah serangan akar mengarah kepada dirinya, ia dengan cepat menghindari semuanya.
Xi berpindah dengan cepat, dan muncul di belakang pohon Akkatra. Ia melapisi tinjunya dengan energi sihir, dan melayangkan tinjunya kembali.
KRACKK! Hasilnya, tinju dari nya berhasil menembus kulit keras pohon Akkatra. Terilah di dalam batang pohon itu, terdapat sebuah benda berwarna merah yang mirip dengan jantung. Xi pun dengan sigap mengambil benda merah tersebut, dan menghancurkan nya.
[ Anda berhasil mengalahkan Pohon Akkatra ]
[ Anda mendapatkan 10 beni pohon Akkatra ]
__ADS_1
[ Anda mendapatkan batang keras pohon Akkatra ]
Seketika saat inti dari pohon tersebut hancur, sebuah air berwarna biru mengalir dengan deras dari lubang tempat di mana intinya hancur.
Karena penasaran, Xi menyentuh Air tersebut, dan tidak mengira air itu begitu murni dan dapat mengembalikan energi yang hilang, dan memulihkan luka dalam yang di derita.
" Ini... Air pohon Akkatra... " Ucap setelah ia mendapatkan air tersebut. Setelah ia mendapatkan itu, sebuah notifikasi system muncul dan memberitahukan nya sesuatu.
[ Apakah anda ingin menggunakan Air Pohon Akkatra, Bunga kehidupan, Dan Embun Lava bening, untuk di jadikan sebuah potion air Kehidupan? ]
Notifikasi system saat itu memberikan kepada dirinya sebuah potion.
" Potion air kehidupan? " Ucap Xi sambil bertanya. Seketika layar biru muncul di hadapannya dan menampilkan informasi tentang potion air kehidupan.
Melihat itu, Xi cukup terkejut dengan kegunaan dari potion tersebut. Tanpa ragu ia menyetujui nya, dan meminta system untuk membuatkan dirinya sebuah potion air kehidupan.
System melakukan prosesnya, sambil menunggu system selesai. Ia mengambil kembali storage ball yang ia lemparkan saat itu. Ia melihat ke dalam storage ball, dan di dalam sana, terdapat sekitar 20 monster ada di dalamnya saat itu. Monster - monster tersebut, berupa monster yang melindungi dan menyerang para petualang sebelumnya. Dan ada juga monster bawang yang ukurannya lebih besar dari bawang lainnya.
Di waktu yang sama, party nya telah sampai di tempat pohon Akkarta berada. Dan di sana, mereka melihat Xi yang sedang memegang sebuah bola merah berdiri sendirian di sana. Segerah mereka menghampiri Xi dan langsung bertanya.
" Sakaki, kau sungguh keterlaluan. Meninggal kami dan mengambil buah Akkarta untuk mu sendiri. " Ucap Tota saat itu, dan ia melihat sekelilingnya terdapat banyak bayar petualang, yang mati dengan mengenaskan. " Tunggu apa yang terjadi kepada mereka? " Tanya Tota tentang para petualang yang telah mati itu.
Xi dengan tenang menjawab. " Oh... Mereka mati karena pohon itu. " Balas Xi sambil menunjuk pohon Akkarta yang akarnya berlumuran darah.
__ADS_1
Mereka yang melihat hak tersebut, tidak bisa berkata apa - apa lagi, setelah melihat buktinya. Mereka juga melihat ada beberapa petualang yang terbunuh karena terjerat akar pohon Akkarta.
" Menyeramkan... Selama ini aku berpikir kalau pohon ini hanya pohon biasa yang menghasilkan buah yang hebat. Ternyata aku salah. " Ucap Yu dengan wajah yang pucat melihat kengerian tersebut.
" Mereka terbunuh oleh pohon itu... " Ucap Aiko sambil menutup kedua mulutnya dengan tangannya.
Katashi menatap Xi lalu bertanya. " Kak Sakaki, lalu bagaimana dengan orang - orang ini? Bagaimana mereka semua bisa terbunuh? " Ucap Katashi sambil bertanya tentang perihal para petualang yang terbunuh oleh pohon tersebut.
Sebenarnya Xi sangat malas untuk memberitahu kan hal tersebut. Namun, ia membertahukan apa yang terjadi, dengan cerita yang berbeda dengan apa yang terjadi sebenarnya.
Setelah mereka mendengar cerita dari Xi, mereka cukup terkejut karena setelah para petualang mengambil semua buah pohon Akkarta, pohon tersebut langsung bergerak dan menyerang mereka.
" Jadi seperti itu... Mereka di bunuh oleh pohon Akkarta, saat semua buahnya telah di petik. " Ucap Annya setelah mendengar cerita dari Xi.
Xi mengangguk membenarkannya. Sambil menunjuk ke arah pohon tersebut ia berkata. " Di sana ada lima buah Akkarta. Ambil lah. " Ucap Xi memberikan lima buah Akkarta yang belum di sentu oleh para petualang.
" Kami? Tapi bagaimana dengan mu? Seharusnya untuk kak Sakaki saja karena kakak yang mengalahkan pohon Akkarta. " Ucap Aiko dan ia merasa sedikit ragu untuk mengambil nya karena ia tidak ikut serta dalam mengalahkan pohon Akkarta yang membunuh banyak petualang itu.
Namun Xi menggelengkan kepalanya, dan mengatakan kalau ia telah mendapatkan apa yang ia ingin kan. Jadi ia tetap memaksa mereka untuk mengambil buah Akkarta dengan ekspresi wajah yang dingin.
" Baiklah jika Kak Sakaki memaksa... Kami akan mengambilnya. " Ucap Yu dan bersama yang lainnya mengambil buah Akkarta kecuali Airis. Karena ia tidak membutuhkan buah tersebut.
Setelah mengambil buah Akkarta dari pohon Akkarta yang telah mati itu. Ada sesuatu hal yang membuat Tota penasaran. Yaitu bola merah yang Xi pegang saat itu. Karena ia penasaran, akhirnya ia memutuskan untuk bertanya. " Sakaki, benda apa yang kau pegang? Maaf kalau aku tidak sopan, tapi aku hanya penasaran saja. " Tanya Tota kepada Xi.
__ADS_1
Xi melirik Tota dan yang lainnya. Lalu ia menunjukkan kegunaan dari benda tersebut, dan saat sihir di alirkan, seekor monster muncul dari bola tersebut. Itu adalah monster mulut besar yang menyibukkan para petualang sebelumnya.