LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 70 Tidak ada monster


__ADS_3

[ Semua Goblin dan Troll berhasil di kalahkan ]


Pada saat itu, mereka semua berdiri di atas tumpukan mayat para Goblin dan juga Troll yang telah mereka kalahkan. Semua barang yang di kumpulkan oleh Shadow Golden Goblin langsung masuk ke dalam inventory. Setelah itu ia menyimpan semua harta yang ada di sana ke dalam inventory nya, dan tanpa di duga ia menemukan sebuah Artefak yang menurutnya cukup menarik.


[ Spirit of Nature ] Rank : C. Efek : Kecepatan serangan pasukan meningkat 20%. Buff Skill akan aktif apa bila persyaratan terpenuhi. Persyaratan untuk aktif : Memiliki tiga petarung tipe hewan buas.


Skill.


Madness of the Nature. Meningkatkan serangan sebesar 10% dan Meningkatkan kecepatan sebesar 10% selama sepuluh menit.


" Ya aku rasa ini lebih baik dari yang lainnya. " Ucapnya sambil memakai item tersebut di tangan. Sebuah item yang berbentuk seperti sebuah gelang yang terbuat dari kulit. " Mari lanjutkan ke tempat lainnya. " Lanjutnya dan menghancurkan dinding es yang ia buat sebelumnya.


Setelah keluar dari ruangan tersebut, ia melanjutkan dengan membunuh semua monster yang ada di hadapannya saat itu tanpa ampun. Mudah untuk nya mengalahkan semua monster itu.


Sementara itu party lainnya, ada beberapa dari mereka yang kesulitan dalam menghadapi monster - monster yang bermunculan, dan ada beberapa dari mereka pula yang beruntung karena jumlah dan monster yang mereka hadapi bukanlah monster yang sulit.


Semua orang dapat mengatasi masalah mereka masing - masing hingga pada akhirnya mereka sampai di unjung jalan mereka masing - masing. Saat itu tepat di hadapan mereka semua, di ujung jalan sana terlihay sebuah ruangan yang besar. Ruangan tersebut sangat mirip dengan sebuah ruangan yang ada di dalam sebuah kastil.


Salah satu party masuk ke dalam sana, dan tidak terjadi apa pun kepada mereka. Itu membuat yang lainnya pun mengikuti party tersebut, dan ikut masuk ke dalam ruangan yang ada di depan.


Semua party yang masuk ke dalam alas perpindahan, hampir semua nya ada di sana. Mereka yang tidak ada di sana sudah di pastikan telah terbunuh di luar sana atau pun semacamnya. Namun tidak ada satu pun dari mereka yang memperdulikan hal tersebut karena itu bukanlah urusan mereka.

__ADS_1


" Sepertinya tidak ada monster di ruangan ini... Hanya ada dua patung itu saja. " Ucap Bissal sambil memperhatikan sekitar nya bersama dengan rekan rekan partynya.


" Mungkinkah ini hanya Kastil kosong? Kalau iya, sia - sia dong aku datang ke sini! " Ujar Sarfon dengan kesal sambil menendang batu yang ada di hadapannya.


Sementara itu di antara party yang ada di sana, party Tota yang telah sampai di dalam sana cukup lama dengan party lainnya di buat bingung. Mereka sangat kebingungan bagaimana mereka tidak dapat menemukan nya, padahal semua jalur yang ada di dalam sana itu menuju ke satu arah.


" Apa mungkin... Ia terhambat oleh sesuatu di dalam sana? " Ucap Aiko sambil bertanya - tanya kepada teman - temannya.


Semua orang memikirkan apa yang di tanyakan oleh Aiko. Mereka hanya bisa berfirasat kalau saat ini orang itu di hambat oleh banyak monster, atau bagian terburuknya terbunuh oleh monster yang ada di dalam sana.


Namun, di antara mereka semua yang ada di sana. Hanya Airis seorang saja yang percaya kalau tuan nya baik - baik saja dan pasti akan datang ke tempat ini tidak lama lagi. Mengingat kemampuan yang di miliki oleh tuan nya yang dapat mengalahkan raja iblis, Airis sangat yakin jika tuan nya baik - baik saja.


Melihat Airis yang diam saja membuat Tota merasa kasihan kepadanya. Karena itu, Tota bertanya dan mencoba untuk menenangkan Airis. " Airis, apa kau baik - baik saja? " Tanya Tota kepada Airis dengan pelan.


" Mungkin Airis hanya khawatir dengan Kak Xi yang dari tadi belum sampai di sini... Jujur saja aku juga khawatir. " Ujar Yu yang melihat Airis lebih pendiam dari biasanya. Karena biasanya Airis Tota, dan Aiko yang paling ribut di party mereka.


Sambil memalingkan wajahnya, Airis mengatakan " Ya, aku memang khawatir tapi... Aku sangat yakin tuan ku akan baik - baik saja, karena ia itu kuat. " Ucap Airis sambil menutup matanya dan membanggakan Xi saat itu.


Mereka yang mendengar itu hanya memberikan tatapan canggung saja. Namun, Aiko meletus dengan kata katanya " Walau Kak Xi itu kuat tapi sangat sulit untuk mengalahkan semua monster itu sendirian! Apa kau tidak punya niatan untuk membantunya? " Ucap Aiko dengan keras hingga menarik perhatian banyak orang.


Airis menatap Aiko dengan ekspresi yang datar setelah Aiko mengatakan hal tersebut. Melihat ekspresi Airis yang seakan tidak peduli membuat Aiko menjadi kesal dengan tatapan Airis itu.

__ADS_1


" Hei! Kalau orang bertanta di jawab dong! Jangan diem aja kayak tunggul di sana! " Ucap Aiko dengan keras sambil menunjuk tunggul batu yang ada di belakang Airis.


Airis melirik tunggul batu tersebut, lalu ia mengabaikannya lagi. Hal itu benar - benar membuat Aiko marah dan juga kesal dengan sikap Airis.


" Aiko tenang lah... Mungkin Airis sedang memikirkan sesuatu. " Ucap Yu sambil menenangkan Aiko yang tampak marah kepada Airis itu. Ia tidak mau melihat Aiko mau pun Airis bertengkar di ruangan ini dengan di lihati oleh banyak orang.


Setelah semua itu, Airis membuka mulutnya dan berkata " Aku memang berencana untuk membantu, namun, aku tidak bisa bertindak gegabah. Jika aku pergi dari sini dan mencari tuan ku di dalam sana tanpa tahu ia ada di jalan yang mana, yang ada nanti aku malah ke sasar. " Ucap Airis sambil menatap mereka semua.


Mendengar itu mereka hanya bisa diam saja. Karena, apa yang di katakan oleh Airis itu ada benarnya. Mereka tidak mengetahui struktur dari tempat ini, dan lagi Kastin tua inu baru pertama kali muncul di tempat ini dalam dalam sejarah alas perpindahan ini. Tidak ada yang tahu apa saja yang ada di dalam kastil tua ini, dan tidak ada yang tahu apakah jalannya akan berubah apa bila mereka keluar dari tempat ini.


Sementara itu Xi yang sudah hampir sampai di ujung jalan, ia di hadapan kan dengan dua bos monster dengan rank B yaitu Tikus tanah besar, dan kelelawar hitam. Ia bertarung melawan kedua monster itu dengan sengit.


Pada saat itu monster kelelawar hitam menyerang Xi dengan serangan gelombang suara yang keras. Akan tetapi, Xi dapat memblokir serangan tersebut dengan kemampuan Gluttony miliknya, dan mengubah serangan yang ia lahap menjadi energi sihir miliknya.


Sembari menghindari serangan gelombang suara dari kelelawar hitam itu. Xi melepaskan tiga bila api ke arah lubang yang di buat oleh tukus tanah. Ketiga bola api itu masuk ke dalam lubang yang di gali oleh tikus tanah tersebut, hingga membuat ledakan di dalam tanah yang menyebabkan monster tikus tanah besar itu keluar dari bawah tanah.


Namun, tikus tanah itu tidak melepaskan Xi begitu saja. Ia melepaskan sebuah serangan jarum tanah dengan cepat ke arah Xi. Serangan tersebut mengenai Xi dengan telaknya, yang menyebabkan benturan yang kuat hingga menghasilkan debu yang tebal.


Tikus tanah itu tampak percaya diri kalau serangan nya mengenai pria yang ia serang. Ia menyombongkan keberhasilan nya itu di hadapan kelelawar hitam tersebut yang telah menjadi saingannya. Kesombongan itu pun membuat kelelawar hitam itu kesal, dan berharap kalau tikus tanah besar yang ia pandang jijik dengan matanya itu untuk mati saja.


Tanpa mereka sadari, pria yang mereka anggap telah tumbang itu muncul di belakang tikus tanah besar sambil bersiap untuk menyerang dengan dagger miliknya. Kelelawar hitam yang melihat itu terkejut karena ia sama sekali tidak menyadari keberadaan dari pria tersebut, dan tiba - tiba aja muncul di belakang tikus tanah besar dan membunuh tikus tanah tersebut tanpa menimbulkan suara sedikit pun.

__ADS_1


" Sekarang giliran mu! " Ucap Xi dengan tatapan dingin yang mengerikan mengarah kepada kelelawar hitam tersebut.


__ADS_2