LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 115


__ADS_3

Dua hari berlalu di dalam dungeon. Bos dari dungeon tingkat tinggi ini adalah seekor ratu semut. Memiliki struktur tubuh humanoid seperti manusia, namun memiliki empat tangan dan empat mata. Berbeda dengan bos monster di lantai sebelumnya, bos monster ini dapat menciptakan sebuah domain secara luas dan memjadikan sarangnya sebagai wadah untuk domain nya. Sehingga, bos dungeon mendapatkan peningkatan yang drastis terutama pada pertahanannya.


Di tambah, ia memiliki ribuan pasukan Knight Insects, yang sangat mirip dengan Knight pada umumnya. Yang membedakan hanyalah karena mereka serangga, armor mereka keras karena mereka miliki sejak lahir exoskeleton. Dan rata - rata Rank dari para Knight Insects ini adalah Rank B dengan Level 70 - 80. Itu adalah pasukan serangga terkuat yang ada di dalam dungeon ini. Terlebih lagi, mereka semua dapat berpikir layaknya manusia normal pada umumnya.


Pertarungan antara kedua belah pihak tidak dapat terelakkan. Pertarungan antara pasukan Insects melawam pasukan Kegelapan terjadi dengan sangat sengit. Karena tubuh mereka yang keras berkat exoskeleton yang menjadi armor mereka, membuat prajurit kegelapan berank normal dan elite kesulitan menghadapi mereka. Bahkan regenerasi super dari para pasukan kegelapan pun tidak mampu mengimbanginya.


Namun, berbeda dengan pasukan Kegelapan kelas atas. Mereka yang berada di Rank Master, mereka mampu berhadapan dengan beberapa Knight Insects sekaligus bahkan sampai mengalahkan mereka. Dan untuk mereka yang berada di Rank Elite Master, seperti IGRIS, GIDEON dan CELIA. Mereka mampu mengalahkan Knight Insects dengan mudah.


Terutama IGRIS dan GIDEON mereka berdua adalah pasukan kegelapan yang berguna dalam pertarungan. Karena pengalaman mereka dalam dunia pertarungan dan peperangan sangatlah tinggi. Dan pertarungan kelompok Insects yang berjumlah ribuan, hanyalah bagian kecil dari perjalan mereka dulu. Semua itu di buktikan dalam pertarungan ini, karena mereka berdua lah yang berada di puncak pertarungan. Serta kedua sosok pasukan kegelapan yang selalu di atas angin di antara pasukan kegelapan lainnya.


Akan tetapi, Domain yang di ciptakan oleh Ratu Semut membuat semua pasukannya mendapatkan buff kekuatan dan pertahanan. Sehingga setiap Knight Insects menjadi lebih kuat, dan masing - masing dari mereka setara dengan petualang Rank A awal. Dan itu cukup untuk memberikan tekanan pada Pasukan kegelapan. Mereka terus - menerus di hancurkan, dan perlahan jumlah mereka semakin berkurang.


Namun, semua itu dapat di atasi ketika Xi membuka Domain miliknya. Dan secara bersamaan menghancurkan Domain milik Ratu Semut. Sehingga membuat semua Buff yang di berikan kepada Knight Insects menghilang. Saat Xi membuka Domain miliknya, itu telah menjadi kekalahan telak untuk Ratu Semut.


[ Anda Telah mengalahkan Bos Dungeon Ratu Semut Abadi ]


[ Anda naik level ] [ Anda naik level ] [ Anda naik level ]


[ Quest telah di selesaikan ] [ Hadia telah di berikan ] [ Semua Stat bertambah 10 poin ]


[ Xi Arcadia ] Rank : S+ Level : 137. Exp : 1500000. Class : King of Darkness. Skill : Calamity Advent, summon the army of Darkness, Speed Regeneration, Flame Beart, Steahlt, Strike of Darkness, Black Dragon Armor, Gluttony Symbol Lord Beelzebub. Statistik : STR : 286. VIT : 288. SEN : 237. AGI : 343. INT : 240. Point Statistik : 57.


[ Darkness Army yang di miliki 4.952 ] [ Batas penyimpanan : Null ]


[ Item Drop telah di dapat ]


[ Cincin Ratu Semut Abadi ] Rank : A+. INT : + 20. STR : + 20. Efek : Memberikan perlindungan terhadap " Gas Beracun " dalam radius lima meter. Efek : Membatalkan segela jenis kutukan kematian.


" Hasilnya sesuai dengan kesulitan yang di alami... Berkat dungeon ini, aku mendapatkan banyak darkness army yang kuat. Yah, walau bos nya tetap gak guna sih karena gak bisa bertarung. " Kata Xi sambil memasangkan cincin tersebut pada tangannya. Setelah ia memasang cincin itu di tangannya, stat INT dan STR miliknya naik 20.


Setelah memasangkan cincin itu pada jarinya. Sontak Xi terdiam sesaat, diam di tempat dan mematung tanpa ada alasan yang jelas. Beberapa saat berlalu, namun ia masih diam saja dan tidak bergerak sedikit pun dari tempatnya. Ia benar - benar tidak bergerak sedikit pun, itu terlihat seperti sebuah patung sungguhan.


Namun, beberapa lama berlalu akhirnya ia berbicara kembali dengan nada yang dingin dan jengkel " Jadi, apa sudah puas menatapi ku sejak tadi? " Kata Xi dengan dingin. Perlahan ia menoleh kebelakang dengan mata merah menyalahnya. Matanya di selimut oleh niat membunuh yang sangat dalam. " Itu sangat menyebalkan... Kau tahu. " Lanjut Xi sambil melihat sesuatu di balik kegelapan yang sangat gelap di dalam Domain miliknya. Entah apa yang di lihatnya itu dengan mata kepalanya, karena yang ada di belakangnya saat itu hanyalah kegelapan yang mendalam dan tanpa dasar.


Kegelapan yang ada dalam Domainnya, hatinya, dan pikirannya. Kini sesuatu yang berbahaya muncul. Perlahan sebuah cahaya mulai bersinar di kegelapan yang sangat pekat itu. Saat kemunculan cahaya itu, Domain milik Xi bergetar. Kegelapan yang pekat dan sangat mengerikan sangat ketakutan. Semua darkness army miliknya, yang tidak memiliki rasa takut akan kematian. Kini mereka sangat, sangat, sangat ketakutan, dan tidak satu pun dari mereka ada yang berani untuk mengangkat kepala mereka. Ya... Tidak satu pun. Bahkan IGRIS dan GIDEON sekali pun tidak berani menangkat kepala mereka.


Di saat semuanya terjatuh dan kembali ke dalam kegelapan Xi dengan kepala yang menunduk. Hanya Xi lah satu - satu nya orang yang masih berdiri tegak sembari menatapi kemunculan sosok tersebut dengan dingin dan tampa rasa takut sedikit pun. Bukan hanya raut wajahnya yang tanpa takut, melainkan tubuh, otak, darah, sel, bahkan hatinya tidak memiliki rasa takut sedikit pun akan kehadiran sosok tersebut.


Sepasang cahaya merah yang bersinar di balik kegelapan itu semakin lema semakin terang dan semakin membesar. Semakin besar kedua cahaya itu, seakan itu semakin dekat kepada dirinya. Saat cahaya itu berhenti membesar, dan tampak telah berhenti. Terlihat jelas oleh Xi saat itu, cahaya merah yang sangat terang itu ternyata adalah sepasang mata yang sangat besar dan mengerikan. Mata yang mirip seperti mata naga, namun, ia sangat kuat dan sangat mendominasi dari pada mata naga lainnya.


Ia adalah keberadaan tertinggi dari setiap makhluk yang ada di dunia ini. Tidak... Dia adalah yang tertinggi di galaxy, sosok yang menjaga keseimbangan dan keamanan galaxy ini dari makhluk - makhluk pendatang dari galaxy lainnya. Konon ia yang di katakan sebagai yang tertinggi, dan terlahir dari ledakan seribu super nova yang terjadi di galaxy ini. Konon ia juga di katakan kalau ia terlahir karena kehendak alam semesta itu sendiri.


Raja dari segala raja. Penguasa dari segala penguasa. Sang penguasa galaxy... Bahamut!


" Hehe, Menarik... " Kata Bahamut sambil tertawa kecil ketika melihat Xi yang sedang menatap dirinya dengan dingin bahkan tanpa rasa takut sedikit pun. " Bahkan kau bisa mengetahui aku ada di sini ketika aku sudah bersembunyi dengan baik, kau benar - benar sangat mirip dengannya. " Lanjut Bahamut. Ia sedikit memuji kemampuan yang Xi miliki. Ya... Walau itu masihlah bukan apa - apa jika di hadapannya.


Mendengar Bahamut sedang menyamakan dirinya dengan orang lain. Membuat dirinya sedikit terkejut. Dalam hal itu muncul banyak pertanyaan di dalam kepala Xi mengenai orang yang di maksud oleh Bahamut.


Xi kemudian berbalik, berhadap - hadapan dengan Bahamut. Ia menyipitkan matanya, menatap Bahamut dengan tatapan serius. " " Orang itu " siapa yang kau maksud? " Tanya Xi dengan serius sekaligus juga penasaran dengan orang yang di maksud Bahamut.


Mendengar pertanyaan bodoh dari Xi, membuat Bahamut tersenyum lebar di balik kegelapan itu. Ia pun tertawa sangat keras, dan terbahak - bahak mendengarnya. Baginya, itu hanyalah pertanyaan yang tidak penting dan itu adalah pertanyaan biasa yang selalu di tanyakan oleh anak kecil.


" HAHAHAHAHAHA! Kau sungguh lucu, apa kah orang itu tidak memberitahumu? Hahahaha! " Balas Bahamut sambil tertawa keras. Menganggap pertanyaan Xi hanyalah sebuah lelucon semata untuk nya.


Sementara, Xi yang mendengar itu di buat kesal. Namun, ia tetap menahan dirinya, karena ia tahu kalau ia bukanlah tandingan dari makhluk ini sekarang. Ia mengurungkan niatnya, untuk berhadapan langsung dengan makhluk tersebut. Karena, jika bertarung sekarang, pemenangnya sudaj di pastikan sejak awal.


" Ternyata dia memang tidak memberitahukan kepadamu... Baiklah, aku akan memberitahukannya kepadamu karena kau juga keturunan ku... " Kata Bahamut sambil tersenyum di balik kegelapan.


" Keturunan nya?!! " Teriak Xi dalam hatinya dengan penuh keterkejutan. Mendengar itu dari Bahamut langsung benar - benar membuatnya sangat terkejut.


" Orang yang aku maksud adalah... Ayahmu, orang yang membawamu kembali ke dunia ini. " Lanjut Bahamut.


Xi di buat terkejut lagi oleh perkataan Bahamut. " Ayahku? Kembali ke dunia ini... Mungkinkah... Aku berasal dari dunia yang aneh ini? " Kata Xi dalam hatinya dengan penuh keterkejutan.


Melihat Xi yang terdiam setelah mendengar nya. Membuat Bahamut tersenyum lebar di balik kegelapan itu. " Kau pintar, kau pasti mengerti apa yang aku katakan tadi... Jadi apa kau tidak mau bertanya pertanyaan yang lain sebelum aku pergi? " Kata Bahamut sambil menawari Xi.


Sementara itu, Xi masih merenungkan perkataan Bahamut tentang dirinya yang di bawa kembali ke dunia ini. " Jika aku berasal dari dunia ini, dan bukan dari dunia yang sebelumnya... Jadi orang yang membawaku ke dunia ini adalah ayahku sendiri... Itu berarti... Ayah ku adalah Dewa Kematian yang aku temui saat itu di alam bawah sadarku... " Kata Xi dalam hatinya.


Karena merenungkan hal itu tidak akan ada habisnya, jadi Xi memutuskan untuk tidak memikirkannya lagi karena itu sudah berlalu. Namun, masih ada banyak yang membuatnya penasaran. Jadi, ia memutuskan untuk bertanya kepada Bahamut, selagi dia ada di hadapannya sekarang.

__ADS_1


" Jadi... Dimana ayahku sekarang? Dan bagaimana dengan ibu ku? " Kata Xi dengan pelan bertanya kepada Bahamut.


Melihat sifatnya yang tiba - tiba saja berubah membuat Bahamut menjadi semakin tertarik dengan Xi. Dia dengan senang hati pun memberitahukan apa yang ia tahu.


" Untuk ayahmu... Hmmm entahlah... Entah dia sudah mati atau tidak aku tidak tahu karena ia menghilang begitu saja. Tapi, untuk ibu mu kini dia sedang dalam bahaya... Yah, mungkin dia akan kehilangan nyawanya 10 tahun lagi mulai dari sekarang jika tetap seperti itu. " Kata Bahamut dengan santai. Ia memang memberitahukan sesuatu, namun ia tidak meberitahukan semuanya begitu saja.


Mendengar jawab dari Bahamut yang seperti itu, membuat Xi tidak punya niatan lagi untuk bertanya tentang keluarganya di dunia ini kepada Bahamut. Karena, melihat dari jawaban yang ia dapat dari Bahamut tadi, sudah dapat ia pastikan kalau Bahamut tidak akan menjawabnya dengan serius.


Xi pun menghelakan nafasnya, menenangkan dirinya sendiri. Ia membuka matanya perlahan. Terlihat tatapan tenang pada matanya, yang benar - benar bersih dari niat membunuh. Dan itu, membuat Bahamut sedikit terkejut.


" Baiklah... Kalau begitu aku akan bertanya tentang... Trio Dewa Kekacauan. " Kata Xi. Ia penasaran dengan tiga Dewa Kekacauan yang pernah ia lihat dalam ingatan yang ia dapat dulunya.


Bahamut pun memberitahukan tentang Trio Dewa Kekacauan itu. Ketiganya berasal dari planet lain, namun masih berada dalam satu Galaxy. Ketiga Dewa Kekacauan itu, sangat gemar membuat kecauan di mana - mana, dan menybabkan banyak kehancuran di setiap planet yang mereka singgahi. Hingga rasa haus


Bahamut pun memberitahukan tentang Trio Dewa Kekacauan itu. Ketiganya berasal dari planet lain, namun masih berada dalam satu Galaxy. Ketiga Dewa Kekacauan itu, sangat gemar membuat kecauan di mana - mana, dan menybabkan banyak kehancuran di setiap planet yang mereka singgahi. Hingga rasa haus akan kehancuran dan kekacauan mereka semakin menjadi, dan selalu merasa kurang dengan apa yang telah mereka lakukan.


Hingga akhirnya, mereka berpindah planet lagi, mencari planet yang menurut mereka layak untuk di hancurkan. Perjalan mereka di luar angkasa sangatlah lama. Ratusan tahun berlalu mereka terus mencari, hingga akhirnya mereka menemukan planet yang di selimuti oleh banyak sekali energi sihir. Planet itu adalah planet cardinal.


Setibanya mereka di planet cardinal dalam bentuk meteorit. Menyebabkan kehancuran yang besar saat mereka mendarat di permukaan tanah. Saat tubuh mereka telah menyentuh tanah, seluruh pasukan mereka kerahkan untuk menyebarkan ketakutan untuk membuat kekacauan. Makhluk - makhluk yang tingga di dunia cardinal, dengan mudah mereka bunuh semua. Itu seperti mereka sedang menginjak - injak semut yang telah tidak berdaya saat di siram oleh air panas.


Kekacauan yang mereka buat sangatlah mengerikan. Hanya dalam waktu beberapa hari, mereka sudah menghapuskan sebuah benua. Walau itu bukan benua besar, namun mereka dapat menghilangkannya dengan mudah tanpa adanya perlawanan. Hingga akhirnya muncul Dewa Kematian, datang menghentikan mereka.


Terjadi pertempuran singkat di antara mereka. Dan berakhir dengan kemenangan telak Dewa Kematian. Di saat Dewa Kematian memiliki kesempatan untuk membunuh mereka, namun tidak di lakukan. Melainkan Dewa Kematian menyegel tiga makhluk itu di suatu tempat. Dan ketiganya di kenal di dunia cardinal ini sebagai Trio Dewa Kekacauan.


Setelah menceritakan itu, Bahamut pun juga menceritakan hal lainnya kepada Xi. Tentang munculnya 11 Dewa utama di dunia cardinal ini yang memerangi Dewa Kematian dulunya, dan berakhir dengan kematian 4 Dewa utama dari 11 Dewa utama yang mengikuti perang tersebut karena di bunuh oleh Dewa Kematian. Di saat yang sama, semua klan Naga Hitam juga di musnahkan oleh 11 Dewa Utama yang tersisa. Serta Dewa Kematian yang menghilang secara tiba - tiba, dan Dewi Kehidupan yang di segel oleh 11 Dewa Utama yang tersisa.


Setelah perang besar berakhir. Waktu pun berlalu dengan sangat cepat. Lahan yang hancur karena peperangan antar dewa kini telah berubah menjadi tempat yang sangat indah. Namun, di balik ke indahan itu, terdapat kehancuran yang sedang menanti.


Itu adalah hari dimana munculnya makhluk -makhluk kuat yang menyebabkan kehancuran di dunia cardinal. Mereka di sebut sebagai Apocalyps.


kekacauan yang di bawakan oleh para Apocalyps sangatlah besar. Mereka dengan mudah menyebarkan ketakutan dimana - mana. Dan itu membuat 7 Dewa utama harus mengerahkan pasukan mereka. Yang di kenal oleh dunia sebagai utusan para Dewa Guardian Celestial.


Berkat itu, keganasan dari para Apocalyps dapat di redahkan dengan kemunculan para Guardian Celestial besarta pasukannya. Para Apocalyps sangatlah kuat, dan masing - masing dari mereka memiliki kekuatan yang setara dengan Dragon Awakening dan Mythcal Beast.


Setelah mendengar semua itu, akhirnya Xi dan Bahamut pun harus berpisah. Karena, walau Bahamut adalah penguasa dari Galaxy ini, ia tidak ingin ikut campur dal masalah - malasah yang ada di setiap dunia yang ada di Galaxy. Karena, Bahamut hanya akan ikut campur bila ada suatu masalah yang akan menyebabkan kekacauan pada Galaxy nya.


Namun, sebelum berpisah. Bahamut memberitahukan sesuatu kepada Xi. " Untuk sekarang kau belum siap untuk menggunakan kekuatan aslimu, jadilah semakin kuat agar kau bisa mengganggunakannya di masa depan nanti... Dan aku sudah menyiapkan beberapa hadia untukmu, dalam perjalanmu untuk mejadi kuat hehehe. " Kata Bahamut. Setelah ia selesai berbicara. Ia pun langsung pergi meninggalkan Domain milik Xi.


Malam berlalu dengan sangat cepat, pagi hari pun tiba dengan angin sejuk di pagi hari menghantam wajah mereka semua. Di pagi hari, tampak hanya Xi yang bangun lebih awal. Sementara yang lainnya, saat itu masih tertidur pulas di masing - masing tenda mereka. Semua orang sangat kelelahan karena harus bekerja tanpa henti di dungeon sebelumnya.


Saat ingin pergi jalan - jalan. Xi melihat tumpukan armor dan senjata milik petualang lain yang tidak satu party dengan dirinya. Melihat itu, ia berpikir sambil memegang dagunya. " Hmmmm... Milik siapa ya? Aku rasa tidak ada di kelompok ku yang memiliki armor seperti itu. " Kata Xi dalam hatinya sambil berpikir untuk mengingat. Tidak perlu waktu lama baginya untuk mengingat hal tersebut " A... Benar juga, itu milik Katashi dan teman - teman nya... Astia bilang kalau Katashi dan teman - temannya di tangkap oleh Ratu Laba - laba. Untung saja kau bisa kembali hidup - hidup. " Lanjut Xi sambil berekspresi datar saat mengatakan itu. Ia ingat kalau Katashi adalah seorang Tank ker yang hebat. Namun, dengan kekuatannya itu, tidak mungkin dapat mengatasi setiap serangga yang ada di dalam dungeon tersebut. Apa lagi, serangga - serangga yang ada di dalam sana sangatlah kuat.


" Aaa... Entah bagaimana dia bisa sampai kemari, tapi aku bersyukur karena di selamat. " Ucap Xi sambil berjalan pergi meninggalkan tempatnya.


Umbun tebal di dalam hutan menutupi seluruh perkemahan. Dan membuat jarak pandang normal berkurang sangat drastis, dan hanya bisa melihat sejauh 10 kaki. Hal itu benar - benar sangat menyusahkan.


Belum lama ia meninggalkan tendanya. Langkah kakinya tiba - tiba saja berhenti. Ia melihat sesuatu di balik embun yang tebal itu. Seperti seekor makhluk berkaki empat dengan tubuh penuh dengan rambut berwarna putih. Makhluk itu lebih besar dari pada seekor jaga, taringnya yang panjang layaknya sebuah pisau yang tajam.


Ia berdiri dengan gagah di atas sebuah batu besar. Berdiri dengan pose yang sangat gagah, dengan dada maju kedelapan dan kedua kaki depan tegap lurus. Ia sangat berkarisma tinggi, sehingga dapat di katakan kalau ia penguasa dari hutan ini. Tatapannya yang cerah penuh dengan ke agungan, selalu mengawasi sekitarnya tanpa berkedip sedikit pun.


Xi yang melihat makhluk tersebut dengan mata kepalanya sendiri saat di pagi hari, ia sangat terkejut. Ia tidak menyangka kalau akan bertemu dengan makhluk kuat lainnya secara kebetulan di pagi hari.


" Tidak aku sangka kalau aku akan menemukannya di sini... " Kata Xi sambil mengusap kedua matanya dengan tangannya. Membersihkan embun yang menempel pada wajahnya. " Legendary Beast, Harimau Putih Byakko. Bulunya yang tebal dan terlihat lembut saat angin menghembuskannya, namun sejatinya itu sekeras logam murni. Sosok yang kuat, dan tidak mungkin dapat di taklukkan oleh manusia mana pun. Bahkan iblis sekali pun akan gemetar saat melihatnya. " Lanjut Xi sambil menatap Byakko yang tepat ada di hadapannya.


Saat embun hendak menghilang, Byakko yang ada di sana, segerah berbalik badan dan pergi meninggalkan Xi sendiri di sana. Walau Byakko terlihat sangat mengerikan, karena seekor harimau yang besarnya bahkan sebesar gajah. Di lain sisi, Byakko bukanlah monster yang akan menyerang orang tanpa alasan. Karena merasa kalau Xi bukanlah musuhnya, Byakko pun pergi meninggalkan Xi tanpa perlu menyinggung sedikit pun.


Begitu juga dengan Xi. Ketika Byakko pergi, ia membiarkannya begitu saja. Tidak seperti biasa yang akan menghentikan Byakko yang pergi.


" Haaa... Aku sekarang terlalu malas untuk mengejarnya, mungkin di lain hari saja... " Kata Xi sambil berjalan pergi dan kembali ke kediamannya.


Setelah bertemu dengan Byakko, Xi berjalan kembali ke tendanya. Tidak perlu waktu lama untuknya sampai karena jaraknya tidak jauh. Pada saat sampai, ia melihat Katashi yang sudah bangun dari pingsannya. Terlihat di depan sana Katashi sedang mengambil barang - barang miliknya, yaitu Armor dan pedangnya.


Di sisi lain, Katashi yang sedang mengambil barang - barang miliknya. Tak sengaja ia menoleh dan melihat seorang pemuda di sampingnya.


" UWAAAA! " Teraik Katashi. Ia terkejut karena tiba - tiba saja ada orang muncul di sana. Itu seperti hantu yang suka muncul tiba - tiba dan mengejutkan orang lain.


Nemun setelah ia melihat dengan benar pemuda itu. Ia merasa sangat familiar. Sepertinya ia pernah melihat orang itu di suatu tempat.


" A... Kak Xi! " Ucap Katashi setelah mengingat nama orang itu. Terlebih lagi, ia tidak mengira kalau mereka akan bertemu lagi di tempat ini. " Kak... Apa yang kau lakukan di tempat ini? " Tanya Katashi.

__ADS_1


Mendengar itu, Xi sedikit mengangkat alisnya. Kemudian ia menghelakan nafasnya sambil memejamkan matanya. Melihat tingkah Xi, membuat Katashi menjadi bingung. Sebenarnya apa yang di lakukan oleh Xi di tempat yang berbahaya ini. Akan tetapi, di sisi lain ia juga bersyukur karena ada orang yang menyelamatkan dirinya dari bahaya yang ada di dalam sana.


" Seharusnya itu yang menjadi pertanyaan ku... " Balas Xi dengan tenang. " Lalu, bagaimana kau bisa ada di tempat ini tidak... Maksud ku di dalam dungeon itu? " Tanya Xi kepada Katashi.


Mendengar pertanyaan Xi yang mengatakan dungeon. Katashi terkejut karena Xi tahu kalau ia sebelumnya ada di dalam dungeon. Jadi dengan raut wajah terkejutnya ia pun berkata " Kau tahu itu?... Tunggu, apa kau yang menyelamatkan aku kak? " Kata Katashi sambil bertanya balik.


Xi menanggapi pertanyaan tersebut dengan menjawab. " Bisa di bilang seperti itu... Tapi juga tidak. Secara keseluruhan aku lah yang menaklukkan dungeon ini, tapi yang menyelamatkan mu di sarang laba - laba adalah Airis dan yang lainnya. " Ucap Xi.


Mendengar nama Airis, Katashi tidak terkejut lagi. Karena Airis memang selalu mengikuti Xi kemana pun Xi akan pergi. Namun yang lainnya... " Jadi maksud mu Tota ada di sini? " Tanya Katashi lagi.


Xi menggelengkan kepalanya. Mengisyaratkan Tota tidak ada di tempat ini. " Dia tidak ada di sini, dan juga aku belum bertemu denganya lagi... Yang menyelamatkan mu dan teman - teman mu itu adalah kelompok ku. " Kata Xi. " Jadi... Apa kau tidak berniat untuk menjawab pertanyaan ku tadi? " Lanjut Xi sambil mengangkat sebelah alisnya.


Katashi terkejut mendengar itu. Jika mengingat dengan benar, Xi juga menanyakan sesuatu kepada dirinya. " A benar... Aku akan menjawabnya... Sebenarnya aku dan teman - teman ku ada di sini karena mengambil Quest di serikat petualang. Quest yang kami ambil itu, meminta kami untuk membawakan antena dan mata ratu semut hitam. Tapi kami tidak menemukannya sejak masuk ke dalam sana, malahan kami mala di sergap oleh sekelompok laba - laba. " Jawab Katashi mengenai dirinya dan rekan - rekannya yang berada di tempat ini. " Tidak aku sangka kalau kami akan bertemu dengan monster yang kuat... Bahkan kami tidak memiliki kesempatan untuk menyerang saat itu... Kami benar - benar sial... Hahaha... " Lanjut Katashi sambil sedikit ketawa canggung.


Mendengar itu, Xi hanya diam dan tidak berkata apa pun. Namun, melihat Katashi yang masih hidup setelah di sergap oleh sekelompok monster Rank B, itu benar - benar membuatnya merasa aneh dan bingung. Dalam pikirannya, Xi pun berpikir " Mungkin mareka hanya di jadikan stok makanan... Mungkin itu sebabnya mereka masih hidup. " Kata Xi.


Saat mereka berdua sedang berbincang - bincang, beberapa rekan Katashi telah sadar dari pingsannya. Saat bangun dan keluar dari sebuah tenda, mereka semua bingung. Bagaimana mereka semua bisa berada di sini karena seingat mereka, sekarang mereka semua merasa bingung karena mereka tidak tahu ada dimana.


" Aduh... Kepala ku sakit... " Kata seorang wanita manis sambil memegangi kepalanya yang sakit. Ia masih merasa pusing setelah tersadar dari pingsannya.


" Hanaka... Apa kau baik - baik saja? " Tanya Seorang pemuda berambut pirang yanh ada di sampingnya dengan khawatir. Pemuda ini, ingat kalau mereka semua telah di serang oleh para laba - laba dungeon.


" A aku baik - baik saja tapi... Dimana Katashi? " Balas wanita manis yang bernama Hanaka. Ia adalah wanita yang kepalanya sakit saat bangun. Ia juga bertanya kepada temannya tentang Katashi yang tidak ada bersama mereka.


Sebelum pemuda berambut pirang itu menjawabnya. Terdengar suara orang yang sedang berbicara. Karena itu, membuat ia menjadi penasaran dan pergi ke belakang tenda untuk melihat siapa yang sedang berbicara.


" Jago... Kau ingin kemana? " Tanya Hanaka kepada pemuda berambut pirang itu. Namanya adalah Jago.


Namun, jago tidak menjawabnya. Ia berjalan ke belakang tenda untuk melihat orang yang sedang berbincang itu, serta ia juga ingin bertanya. Saat ia sampai dan melihat orang yang sedang berbincang. Ia cukup terkejut karena orang yang sedang berbincang itu adalah Katashi dengan pemuda berambut putih.


Ia bingung siapa pemuda berambut putih yang sedang berbicara kepada Katashi. Karena khawatir dengan kondisi Katashi yang saat itu juga di tangkap oleh monster, ia pun datang menghampiri Katashi sambil menyapanya. " Katashi... " Sapa Jago memanggil Katashi.


Mendengar ada seseorang memanggil namanya. Katashi menoleh untuk melihat siapa yang memanggil dirinya. Saat itu, ada seorang pemuda berambut pirang sedang berlari menghampiri dirinya.


" Jago, kau sudah bangun... Baguslah kau baik - baik saja! " Kata Katashi dengan ramah. Ia senang melihat temannya baik - baik saja.


" Emmm... Seperti yang kau lihat, tapi... Apa kau baik - baik saja? Lalu, siapa itu yang di samping mu? " Balas Jago sambil bertanya kepada Katashi mengenai kondisinya, serta pemuda berambut putih yang berdiri di samping Katashi.


" Aku baik - baik saja, tidak perlu khawatir... Dan ini adalah Kak Xi, orang yang menolong kita saat di dalam dungeon. " Jawab Katashi dengan ramah sambil memperkenalkan kenalannya pada Jago. " Kak, ini temanku Jago... Dia petualang Rank B class Swordman. " Lanjut Katashi.


Mendengar itu, Jago terkejut karena pemuda yang ada di depannya lah yang menyelamatkan mereka. Melihat dari penampilan nya, usia mereka tidaklah berbeda jauh. Namun, perbedaan kekuatan di antara mereka sangatlah besar, layaknya langit dan bumi.


" Padahal usianya masih muda tapi... Kekuatannya sangat hebat! Aku bisa merasakan nya walau itu samar - samar... Orang ini, dia terlalu kuat. " Kata Jago sambil menatap Xi dengan menyipitkan matanya. " Orang dengan kekuatan sebesar ini... Pasti anak dari keluarga bangsawan atau pun kerajaan... " Lanjut Jago yang mengira - ngira.


Jago membungkuk sambil menundukkan kepalanya di depan Xi. Sambil menutup matanya, ia berkata " Terimakasih... Terimakasih telah menyelamatkan kami! " Ucap Jago.


Mendengar pertanyaan terimakasih yang tulus dari Jago, Xi hanya menganggukkan kepalanya saja. Ia tidak berkata sepata kata pun untuk menanggapinya.


Setelah mengucapkan rasa terimakasihnya pada penyelamatnya. Jago pun mengangkat tubuhnya kembali, kemudian mendekat pada Katashi dan berkata sesuatu " Hei... Katashi, kenapa tadi kau memanggilnya Kak Xi? Apa dia saudaramu? " Tanya Jago sambil berbisik di telinga Katashi.


Jago yang berbisik di telinga Katashi, membuat Katashi merasa geli. Ia pun mendorong Jago, karena ia merasa tidak nyaman jika ada seseorang yang berbisik di telinganya. Katashi selalu memiliki perasaan aneh setiap kali ada seseorang yang berbisik di telinganya.


" Menjauhlah, jangan berbisik di telingaku! Geli tahu! " Kata Katashi sambil sedikit mendorong Jago.


Jago yang melihat tingkah Katashi, hanya bisa memberikan ekspresi datarnya tanpa berkata apa pun.


" Untuk pertanyaan mu itu... Kak Xi bukanlah saudara kandung ku, tapi aku menganggapnya sebagai saudara ku sendiri. Aku bertemu dengan Kak Xi saat alas perpindahan di buka di kota Jisa, walau terlihat masih muda, tapi dia selalu bersikap tenang seperti orang dewasa. Jadi aku menganggapnya sebagai kakak ku. " Lanjut Katashi.


Setelah memberitahukan itu kepada Jago, Katashi pun menyadari sesuatu. Tadi ia sempat bertanya kepada Xi, namun Xi belum menjawabnya. Karena masih merasa penasaran, ia pun bertanya.


" Kak... Apa yang kau lakukan di sini? Apa kau ingin melakukan Raid di dungeon ini? " Tanya Katashi kepada Xi mengenai tujuan dari Xi.


Xi menjawab pertanyaan Katashi hanya dengan menganggukkan kepalanya saja. Melihat respon dari Xi, membuat Katashi pun menjadi sedikit cemas.


" Kak sebaiknya kau tidak melakukan itu, aku tahu kau kuat tapi di dalam sana terlalu banyak monster yang sangat berbahaya... Aku takut kau tidak akan selamat setelah kau masuk kembali ke dalam sana! " Kata Katashi. Ia memberikan sebuah saran kepada Xi untuk tidak mencoba masuk ke dalam dungeon itu lagi.


Jago yang mendengar itu pun juga setuju. " Benar apa yang di katakan oleh Katashi, kami sangat berterimakasih karena kau sudah menolong kami. Tapi, masuk ke dalam sana lagi aku rasa itu sangatlah berbahaya... Dan kemungkinannya kecil untuk kau bisa keluar lagi. Aku sarankan kau tidak masuk ke sana. " Lanjut Jago menyarankan Xi juga untuk tidak masuk ke dalam dungeon itu.


Sementara Xi yang mendengar itu menatapi mereka dengan bingung. Ia mengangkat satu alisnya dengan ekspresi wajah yang datar. Berkata kepada mereka berdua yang tampaknya salah paham " Apa yang kalian katakan? Untuk apa aku masuk ke sana lagi kalau aku sudah membunuh bos nya! Aku bukan orang yang segabut itu sampai - sampai harus masuk ke dalam dungeon yang sudah kosong. " Kata Xi dengan ringan.

__ADS_1


Awalnya Kedua orang itu biasa saja ketika mendengarnya. Malahan mereka bersyukur karena Xi tidak akan masuk ke dalam sana lagi. Namun, setelah mendengar baik - baik apa yang di katakan oleh Xi, mereka berdua terkejut.


" Eh..... " Keduanya terkejut. " Kau sudah mengalahkan bos nya!!! " Teriak Katashi dan Jago dengan sangat keras sampai membuat burung - burung yang ada di hutan itu beterbangan.


__ADS_2