
Pertempuran melawan iblis masih berlanjut dengan sangat sengit. Kedatangan Xi serta dengan pasukan kegelapannya membuat pertempuran yang awalnya di ungguli oleh para iblis, kini kian berbalik. Para iblis sangat kerepotan menghadapi pasukan arwa yang tidak bisa mati, walau mudah di hancurkan oleh mereka, pasukan kegelapan itu dapat hidup kembali seperti sebelum saat mereka belum di hancurkan.
Sementara itu, Gideon berhadapan dengan salah satu iblis tingkat Arc Duke. Mereka berdua bertarung dengan sangat sengit, keduanya saling menghancurkan satu sama lain. Energi sihir yang di pancarkan dari keduanya sangat luar biasa kuat, bahkan sampai membuat beberapa petualang yang ada di sekitarnya merasakan tekanan yang amat luar biasa. Bukan hanya petualang biasa yang merasa tertekan, bahkan untuk petualang Rank S sekali pun juga merasakan tekanan yang luar biasa dari pertarungan itu.
Sebelumnya, saat iblis meraja lela dalam pertarungan. Kemunculan lima iblis tingkat Arc Duke membuat mereka sangat putus asa. Pasalnya tidak satu pun dari mereka yang pernah berhadapan atau pun memiliki pengalaman dalam menghadapi Demon Arc Duke. Satu Iblis Arc Duke yang di kenal sebagai Astaroth, merupakan salah satu iblis tingkat tinggi yang langka. Karena iblis ini merupakan keturunan iblis kuno dari klan iblis Astaroth.
Di dunia iblis, Klan iblis Astaroth dulunya adalah salah satu Klan tertinggi yang menguasai dunia abyss. Kejayaan mereka merupakan sebuah bencana untuk dunia cardinal sekaligus dunia iblis. Klan iblis Astaroth sangat terkenal di masalalu, mereka sangat suka sekali berperang dan bertarung, dan selalu mencari lawan yang kuat untuk mengukur kekuatan mereka.
Dulu mereka memiliki suatu tujuan, yaitu untuk menjadi penguasa mutlak di dunia. Menjadi makhluk dengan kasta tertinggi, dan menjadi satu - satunya Klan yang mutlak penguasa dunia.
Klan iblis Astaroth, dulunya di pimpin oleh Evil King Astaroth. Sosok yang di juluki sebagai Raja Iblis yang paling di takuti di dunia. Evil King Astaroth berwujud seperti manusia memiliki sepasang sayap kelelawar, memegang sebuah pedang yang terbuat dari tubuh ular paling beracun, yang racunnya dapat mengikis jiwa dari lawan - lawannya. Membuat Evil King Astaroth menjadi salah satu Raja Iblis yang di akui serta di takuti oleh seluruh dunia.
Astaroth menyebarkan ketakutan nya pada seluruh dunia dengan waktu yang sangat lama. Itu sekitar 1.000 tahun lamanya. Sampai akhirnya Klan Astaroth berhasil di runtuhkan oleh generasi sembilan master pedang dan satu dewa pedang dunia, yang di kenal dengan " Nine Blademaster and God of Blademaster " di kenal oleh dunia sebagai generasi pedang terbaik sekaligus terburuk di dunia.
Gideon bertarung dengan sangat sengit menghadapi iblis Astaroth. Di saat itu Astaroth menyerang Gideon dengan membabi buta, setiap tebasan pedangnya di penuhi dengan kemarahan yang sangat menggila. Setiap kali ia menebaskan pedangnya, membuat area di sekitarnya menjadi hancur.
Walau begitu, semua itu dapat di atasi oleh Gideon dengan mudah. Gideon dapat menepis semua serangan pedang dari Astaroth.
Astaroth memusatkan sihirnya pada pedangnya yang besar, menebaskan pedangnya pada Gideon dengan penuh kemarahan. Tebasan pedang itu menghantam Gideon dengan telaknya, dan membuat sebuah ledakan yang amat luar biasa. Pemukaan tanah hancur karena ledakan yang di hasilkan, gelombang kejut menyebar dengan sangat cepat menghantam semua yang ada di sekitarnya.
" Kekuatan mereka sangat mengerikan...! " Kata Mizams. Ia sedikit terpukul oleh gelombang kejut yang di hasilkan.
" Kita terlalu meremehkan iblis itu, tapi kesatria hitam itu baru saja menerima serangan langsung! Apa dia baik - baik saja terkena ledakan sekuat itu? " Kata Naboraki , menahan dirinya untuk tetap berdiri sambil mengamati pertarungan Gideon dan Astaroth.
Kekuatan ledakannya sangat luar biasa, asap tebal memenuhi tempat terjadinya ledakan, membuat mereka semua yang ada di sekitarnya tidak dapat melihat apa yang terjadi di dalam sana. Asap tebal benar - benar membutakan pandangan.
Semua orang sangat penasaran dengan kondisi kesatria hitam yang membantu mereka melawan iblis Astaroth. Mereka ingin bergerak dari tempat mereka, berjalan menghampiri kesatria hitam yang ada di dal sana. Namun, tidak satu pun dari mereka ada yang berani masuk ke dalam sana, karena mereka tahu kalau iblis Astaroth masih hidup dan menunggu di dalam sana. Mereka pasti sudah mati jika melangkahkan kaki mereka masuk ke dalam sana.
Angin kencang berhembus, memudarkan asap tebal yang terjadi di tempat ledakan. Di sana, asap tebal perlahan menghilang, terlihat sosok humanoid berukuran besar berdiri di sana sendirian.
Semua orang yang melihat sosok tersebut sangat terkejut, menelan ludah dengan berat saat melihatnya berdiri di sana. Wajah mereka pucat serta keringat dingin membasahi tubuh mereka. Sontak setelah melihat iblis Astaroth, semua orang kehilangan harapan. Karena sosok kesatria hitam yang membantu mereka telah di habisi oleh iblis itu sampai tidak ada sisa dari tubuhnya.
" Lemah... Kau sangat lemah Gideon! Aku tidak percaya kalau Klan ku runtuh karena orang lemah seperti mu! Ini benar - benar sangat menjijikan... Tapi, aku sudah membalaskan dendam ayahku, Nine Blademaster and God of Blademaster aku lah yang akan menghabisi kalian dengan tanganku sendiri... Aku bersumpah akan membalas perbuatan kalian yang telah kalian lakukan pada klan ku! Akan aku lumuri pedangku dengan darah kalian semua! " Kata Astaroth, memandang jijik Nine Blademaster and God of Blademaster yang pernah meruntuhkan klan nya. Ia sangat geram serta malu karena klannya di habisi oleh para swordman rendahan yang tidak memiliki kemampuan. Astaroth benar - benar merasa sangat jijik kepada mereka semua.
" Terlalu lemah, aku tidak percaya orang lemah seperti bisa mendapatkan gelar sebagai Blademaster...! " Lanjut Astaroth. Ketika ia selesai berbicara, dia di buat terkejut.
Tepat di hadapannya, terdapat Gideon berdiri di sana. Memegang erat pedang besar dan lebar dengan kedua tangannya.
Sebelumnya, serangan yang di lancarkan oleh Astaroth berhasil di tanah oleh Gideon menggunakan pedangnya. Ledakan besar itu terjadi karena benturan pedang mereka berdua yang sama - sama di aliri oleh sihir yang besar. Dari ledakan itu, Gideon hanya terpukul mundur beberapa meter dari tempatnya berdiri sebelumnya. Itu terlihat jejak dari Gideon yang terseret ke belekang karena ledakan tersebut.
Energi sihir di sekitar Gideon meningkat dengan sangat pesat, berputar mengitari Gideon menciptakan sebuah badai yang gila. Badai angin hitam muncul di tengah pertempuran, menarik perhatian dari semua orang yang ada di sana. Bukan hanya sekadar petualang, namun para iblis juga. Mata mereka tertuju penuh pada badai tersebut.
Badai angin hitam perlahan - lahan mengecil, itu seperti badai tersebut masuk ke dalam tubuh Gideon yang berupa spirit. Setelah badai angin hitam menghilang, terlihat Gideon yang penampilannya sedikit berbeda dari sebelumnya. Kini armornya lebih mengkilap dan terlihat sangat kuat dan keren. Armor hitam pekat yang melapisi tubuhnya, dengan cahaya merah yang bersinar di beberapa bagian, seperti telapak tangan, mata, armor dada, dan juga telapak kaki. Dua tanduk di bahu Gideon bersinar terang dengab cahaya berwarna merah juga, itu terlihat seperti sebuah cula badak yang sangat tajam.
Aura di sekitar Gideon menjadi sangat mengerikan, lebih mengerikan dari sebelumnya. Energi sihir yang ada pada dirinya juga berubah menjadi lebih padat.
[ Atas Berkat dari King of Darkness, Gideon dapat naik tingkat ]
[ Nama : Gideon. Level : 5 ] Rank : Cristal.
Gideon menggenggam pedangnya dengan sangat erat, melompat ke arah Astaroth sambil menebaskan pedangnya dengan sangat kuat.
Astaroth menahan serangan Gideon dengan pedang besarnya, memegang pedang dengan kedua tangannya untuk menopang dirinya agar tidak jatuh. Serangan Gideon tidak sampai di situ saja, ia menambahkan kekuatan dalam serangan itu untuk menjatuhkan Astaroth.
Karena serangan Gideon yang bertambah kuat, membuat Astaroth terjatuh dan pedangnya hancur. Astaroth sangat terkejut dengan hal tersebut, ia tidak mengira kalau Gideon dapat melakukan hal tersebut. Bukan hanya membuatnya jatuh, tapi juga menghancurkan pedang kebanggaannya.
Sebuah pedang bagi seorang Swordman adalah nyawa. Kehilangan pedangnya juga kehilangan nyawanya.
Gideon mempersiapkan serangan terakhir nya untuk membunuh Astaroth yang menjadi musuhnya. Melihat itu, Astaroth tidak tinggal diam saja, ia berlari dan menghampiri Gideon untuk menyerangnya.
" Kau pikir aku akan membiarkanmu melakukan itu!! " Teriak Astaroth dengan keras sambil menyerang Gideon yang sedang bersiap merilis skill miliknya.
Gideon menyipitkan matanya, menatap tajam pada Astaroth yang sedang berlari menuju ke arahnya. Saat ini energi sihir yang sangat melimpah berpusat pada pedang Gideon yang besar. Pedang besar itu di lapisi aura merah yang sangat ganas dan menyala - nyala. Gideon pun menebaskan pedangnya dengan sangat kuat, mengarahkan tebasan pedangnya pada Astaroth.
Blademaster crazy destruction sword slash! Gideon menebaskan pedangnya dengan sangat kuat. Tebasan pedangnya berhantaman dengan pukulan kuat dari Astaroth. Namun, tebasan pedang Gideon yang sangat kuat membuat Astaroth terhempas dengan sangat cepat hingga menabrak bangunan serta menghantam tanah dengan sangat keras. Dalam hal itu terjadi ledakan yang sangat besar yang mengguncang tempat.
Semua orang yang menyaksikan kekuatan dahsyat itu, rahang mereka jatuh ke tanah. Pasalnya kekuatannya sangat dahsyat, bahkan sampai menghancurkan permukaan tanah yang ada di sekitar area ledakan tersebut. Hanya efek dari gelombang kejutnya saja, membuat beberapa petualang di bawah Rank C pingsan karena kuatnya gelombang kejut yang di rasakan.
Dari ledakan itu, iblis tingkat Arc Duke di bunuh oleh Gideon dengan sangat mengenaskan. Setengah dari tubuhnya hancur karena kuatnya serangan dari Gideon.
" Dia benar - benar membunuh iblis itu sendirian! Siapa sebenarnya kesatria hitam itu...? " Tanya Naboraki dengan wajah yang berkeringat. Ia tidak bisa membayangkan kekuatan macam apa yang bersembunyi di balik kesatria hitam itu. Membunuh iblis Arc Duke sedirian, itu adalah sesuatu hal yang paling mustahil untuk di lakukan. Bahkan satu iblis tingkat Arc Duke dapat menghancurkan sebuah negara kecil dengan mudah.
Di sisi lain, Dua Iblis Arc Duke lainnya telah terbunuh oleh anggota Darkness Army lainnya. Kematian semua iblis tingkat Arc Duke membuat semua orang menjadi tenang, mereka berpikir kalau mereka akan berhasil melalui hari yang sangat sulit ini. Namun, semua belum berakhir, mereka belum bisa bersantai - santai. Karena bos dari Gate S clasa belum di kalahkan.
Kini bos dari Gate S class ini sedang berhadapan dengan beberapa orang Rank S. Dua di antaranya adalah Airis dan Astia, kombinasi keduanya sangat hebat dan sempurna, bahkan untuk monster dengan tingkat Demon King di buat kerepotan menghadapi setiap serangan yang di arahkan kepadanya.
Khususnya adalah Astia, dengan sihir cahayanya, ia menyerang Demon King tanpa henti. Itu membuat beberapa luka pada Demon King.
Sinji mengambil kesempatan saat Demon King sibuk menahan serangan dari Astia. Dia bergerak dengan sangat cepat menuju Demon King, menyalurkan pedangnya dengan sihir untuk mempertajam ketajaman pedangnya. Setelah sampai di belakang Demon King, Sinji bersiap untuk menebaskan pedangnya.
" Kau pikir aku tidak tahu kalau kau akan menyerang dari belakang sana! " Kata Demon King dalam bahaya manusia, yang juga umum biasa elf ketahui dan mengerti.
Sinji terkejut ketika melihat Demon King meliriknya. Tubuhnya tidak dapat bergerak setelah ia bertatapan dengan Demon King, tubuhnya gemetaran karena takut. Perasaan aneh yang ia rasakan saat ini membuatnya terdiam membeku seperti patung.
Aura yang di pancarkan oleh Demon King sangat mengerikan. Bahkan untuk orang kuat seperti Sinji sekali pun sampai gemetaran ketika merasakan kuatnya aura yang terpancar dari Demon King. Merasakan aura yang meledak - ledak dari Demon King, Sinji berkata " Aura kuat macam apa ini... Aura ini sangat mengerikan... " Kata Sinji dalam hatinya.
Ketika Sinji bergumam, tanpa ia sadari sebuah tinju yang sangat kuat dan keras menghantam dirinya. Itu membuatnya terhempas dan menabrak sebuah batu dengan sangat kuat. Dalam satu pukulan itu, membuat Sinji, salah satu petualang terkuat di kerajaan Elf terbunuh dengan mengenaskan. Seluruh tulang rusuknya hancur, dan dadanya berlubang.
" Sudah mati? Selemah itu kah? Menyedihkan! " Kata Demon King kecewa. Namun, baru selesai ia mengutarakan kekecewaan nya, sebuah serangan mendarat tepat pada wajahnya. Walau begitu, itu tidak membuatnya terluka walau serangan itu kuat.
Demon King tersenyum setelah mendapatkan serangan tersebut, menoleh dengan raut wajah yang mengerikan. Manatap orang yang menyerangnya diam - diam dengan tatapan tajam. Itu adalah Astia, menggunakan sihir cahaya untuk menyerang Demon King.
Astia berdiri di sana dengan raut wajah dingin dan menghitam. Bersamaan dengan itu, sejak berjalannya pertarungan. Airis terus memerhatikan Astia, dapat di rasakam oleh Airis setiap serangan yang di lemparkan oleh Astia kepada Demon King memang akurat. Namun, setiap serangannya di penuhi dengan kemarahan.
" Sepertinya... Dia punya kebencian dengan iblis itu... Entah apa yang telah iblis itu lakukan kepadanya, tapi aku dapat merasakan kalau dia sangat marah sekarang... " Kata Airis dalam hatinya.
Airis pun sedikit khawatir dengan Astia yang sedang marah pada lawan yang sedang mereka hadapi.
Demon King adalah salah satu Ras iblis tertinggi yang ada di dunia iblis. Keberadaan nya jauh lebih tinggi dan lebih langkah dari Ras iblis Demon Arc Duke. Di dunia iblis, Demon King biasanya memiliki beberapa legion di bawahnya. Jika seorang Demon King datang ke daratan dunia Cardinal, bahkan jika itu sebuah negara besar sekali pun akan kesulitan untuk menghadapinya. Kekuatan yang di miliki oleh Ras iblis Demon King sangatlah kuat, dan tidak dapat di bandingkan dengan iblis - iblis yang lain yang ada di bawahnya.
Di sisi lain, Demon King yang ada di hadapan Astia saat ini adalah Demon King yang memberikan dirinya kutukan. Iblis yang membuat dirinya sangat menderita selama puluhan tahun, setelah kekalahan nya melawan Demon King dan berakhir menjadi Demon spirit.
Sejak saat itu ia sangat menderita, ia di usir dari Gaia ( Dunia para Spirit / tempat tinggal bagi setiap jenis spirit ). Di jauhi oleh semua roh yang tinggal di dunia Gaia. Sampai akhirnya, ia terlepas dari kutukannya, saat ia bertemu dengan Xi, ia sudah dapat merasakan keberadaan yanh sangat mengerikan darinya, sesuatu yang lebih mengerikan dari Demon King. Saat itu ia berpikir kalau ia akan mati, namun ia tidak mengira kalau dirinya bisa kembali lagi menjadi seperti dirinya dulu, bukan hanya kembali seperti dulu tapi menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
" Demon King, aku tidak akan pernah memaafkan perbuatan yang pernah kau lakukan kepadaku! " Kata Astia dengan marah. Sebuah lingkaran sihir emas muncul, bersinar terang dengan kilatan cahaya emas.
Lingkaran sihir emas itu memancarkan energi sihir yang sangat kuat, semua orang yang ada di sana dapat merasakannya energi yang begitu luar biasa. Setelah persiapan selesai, Astia menembakkan sebuah serangan cahaya yang sangat kuat pada Demon King.
Magic Light Canon, sebuah serangan sihir jarak jauh yang dapat menyebabkan kerusakan yang sangat besar. Magic Light Canon sangat cocok untuk membunuh iblis, karena efek dari serangan ini dapat melemahkan pertahanan yang di miliki oleh iblis ketika terkena. Sehingga efek dari ledakan Magic Light Canon dapat berdampak besar pada iblis.
__ADS_1
" Magic Light Canon... Itu memang serangan yang kuat dan dapat membunuh iblis dengan mudah tapi... " Kata Demon King sambil tersenyum sinis. Magic Light Canon melayang ke arahnya dengan sangat cepat. Demon King hanya diam di tempatnya, menunggu Magic Light Canon. Ketika sudah dekat, Demon King menghancurkan Magic Light Canon hanya dengan menipisnya dengan satu tangan. " Itu tidak akan berguna di hadapan ku! " Lanjut Demon King sambil menatap Astia.
Astia sangat terkejut karena Magic Light Canon dapat di hancurkan hanya dengan tepisan tangan saja. Padahal Magic Light Canon yang ia rapalkan telah di perkuat dengan beberapa sihir lainnya, ia tidak menyangka kalau Demon King menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
" Hoho jadi kau roh cahaya yang waktu itu, kau memang telah bertambah kuat tapi tetap saja serangan receh seperti itu tidak dapat mengalahkan aku! " Kata Demon King dengan sombong.
Astia yang melihat sikap sombong Demon King, ia menjadi sangat kesal. Ingin rasanya ia membunuh Demon King dengan kedua tangannya, namun ia tahu kalau dirinya tidak akan mampu membunuh Demon King jika sendirian.
" Aku benar - benar ingin membunuhnya... Tapi perbedaan kekuatan di antara kami terlalu besar, hanya tuan yang dapat bersaing melawannya saat ini tapi... Tuan saat ini sedang sibuk berhadapan dengan naga besar yang keluar bersama Demon King tadi. Yang bisa aku lakukan sekarang adalah hanya mengulur waktu bersama dengan Airis sampai Tuan datang membantu kami. " Kata Astia dalam hatinya.
Astia merapalkan beberapa sihirnya bersiap untuk menghadapi Demon King. Demikian juga Airis, ia sudah bersiaga sejak tadi. Ia tidak bisa memandang remeh musuh yang di hadapinya saat ini, karena musuhnya bukan monster biasa, tapi salah satu dari Ras tertinggi para iblis Demon King.
Melihat mereka bersiap untuk menghadapinya, Demon King tersenyum senang. " Ohw... Menarik, kalian juah lebih baik dari efl bodoh itu, heh dia sungguh sampah! " Kata Demon King memuji keberanian dari Airis dan Astia, bersamaan dia juga mengejek para Elf yang angkuh. " Berjuang lah sesuka hati kalian, akan aku buat kalian merasakan rasa ketakutan yang mengerikan! " Lanjut Demon King.
Saat kedua belah pihak saling memandang satu sama lain, mereka bersiap untuk menyerang kapan pun dengan setiap skill yang sudah mereka aktifkan. Demon King membuat gerakan pertama, melesat ke arah Airis dan Astia dengan kecepatan yang sangat luar biasa.
Astia menyerang dengan serangan cahaya beruntun untuk menghentikan pergerakan dari Demon King, namun semua serangannya dapat di hindari dengan mudah oleh Demon King. Pergerakan Demon King yang terlalu cepat membuat Astia bingung saat menyerang, semua serangannya terasa sangat sia - sia.
" Terlalu cepat... Dia terlalu cepat! Ini membuatku sulit untuk menyerangnya... " Kata Astia dal hatinya. Pada saat ia selesai bergumam, Demon King tiba - tiba muncul di belakangnya dalam posisi siap menyerang Astia.
Itu benar - benar membuat mereka berdua sangat terkejut karena Demon King memgabaikan Airis yang ada di depan Astia.
" Kena kau! " Kata Demon King mengayunkan tinjunya yang sangat kuat kepada Astia.
Menyadari Demon King ada di belakangnya Astia terkejut, melihat sebuah pukulan melayang kepada nya. Tinju dari Demon King berlapis dengan sihir iblis yang sangat kuat, api merah menyelimuti tangannya berbentuk seperti sarung tangan yang tebal.
Hal itu membuat Astia menjadi panik serta bingung harus melakukan apa untuk menghindari serangan dari Demon King. Dalam jarak sedekat itu, tidak mungkin untuknya memiliki kesempatan untuk merapalkan sihir untuk menahan serangan dari Demon King.
Ketika tinju berlapis api itu ingin menghantam Astia, sebuah seburan api yang sangat kuat menghantam Demon King terlebih dahulu. Semburan api itu membuat Demon King gagal mendaratkan pukulannya pada Astia, serta itu membuatnya terjatuh. Astia dan Airis terkejut melihat Demon King di jatuhkan seperti itu, segerah mereka melihat ke arah semburan api itu berasal.
Di sana terdapat seorang pemuda berambut putih berjalan dengan santai sambil menggendong naga putih di tangannya. Kedatangan pemuda itu, membuat Airis mau pun Astia senang.
" Tuan! Xi - Sama! " Kata Astia dan Airis serempak. Menyambut kedatangan Xi dengan senangnya.
" Apa kalian baik - baik saja? " Tanya Xi kepada mereka berdua dengan sedikit khawatir.
Keduanya menganggukkan kepala dan berkata " Kami baik - baik saja... Tapi maaf tua karena kami tidak mampu mengalahkannya... " Kata Astia sambil menundukkan kepalanya. Ia merasa sedikit kesal kepada dirinya sendiri karena tidak mampu mengalahkan Demon King, bahkan ia tidak memberikan luka yang berarti untuknya.
" Tidak masalah, mulai dari sini serahkan saja padaku... Pegang ini! " Balas Xi dengan tenang memberikan naga putih yang ia pegang kepada Astia.
Saat Xi memberikan seekor anak naga putih kepada Astia, saat itu Airis mau pun Astia bingung dari mana anak naga ini berasal. Mengingat mereka tidak pernah melihat tuan mereka memiliki sebuaj talur naga atau pun semacamnya.
" Tuan menjinakkan seekor anak naga? Apa ini sungguh... Ini benar - benar hebat! " Kata Astia dengan kagum dalam hatinya. Ia terus memandangi anak naga putih yang berada di pelukannya.
Saat itu anak naga putih menatap Astia dengan ratapan wajah yang sangat manis dan imut. Hal itu membuat Astia langsung tersentuh, wajahnya memerah saat melihat keimutan dari anak naga tersebut. Dengan erat Astia memeluk anak naga putih seperti sebuah boneka.
" Kyaaa manis sekali! " Ucap Astia dengan senang.
" Hei, kau curang! " Kata Airis yang iri dengan Astia.
Sementara itu, orang - orang yang melihat perdebatan kecil antara Astia dan Airis, mereka hanya bisa diam saja. Bahkan IGRIS dan Gideon tidak mau ikut campur dalam perdebatan tersebut, mereka berdua memalingkan wajah mereka dan pergi menjauh dari Airis dan Astia yang sedang berdebat.
" HEEEEEEEE... Bahkan keduanya sampai pergi saat melihat mereka berdebat... " Ucap Light yang tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Saat itu ia hanya bisa memerhatikan dari jauh dengan tatapan anehnya.
Di sisi lain, Demon King yang di jatuhkan oleh Xi sebelumnya kini ia berdiri kembali. Luka yang di derita dirinya saat terkena serangan api dari Xi kini kian menyembuhkan dengan kemampuan regenerasi super nya. Bahkan luka - luka yang di derita dari pertarungan sebelumnya pun juga di sembuhkan.
" Apa... Apaan itu tadi... Sekilas aku merasakan rasa takut dari manusia ini...? Tidak... Itu tidak mungkin, aku Demon King yang terhormat tidak mungkin takut hanya dengan seorang manusia! " Kata Demon King dalam hatinya, menolak untuk mengakui apa yang barusan terjadi pada dirinya sendiri. Harga dirinya yang tinggi akan tercoreng bila ia takut dengan seorang manusia yang di anggapnya sebagai Ras rendahan.
Demon King menatap Xi dengan kedua matanya dan berkata " Apa kau yang tadi menyerangku manusia? " Tanya Demon King kepada Xi.
Mendengar pertanyaan itu, Xi meresponnya dengan menjawab. " Ah... Maaf, tadi tanganku kepleset! "
Mendengar jawaban itu membuat Demon King menjadi kesal. Ia mengerutkan keningnya bertanya kembali kepada Xi. " Jad itu benar kau... Kau berani juga mendatangiku sendirian, apa kau pikir kau bisa mengalahkan aku jika sendirian? " Kata Demon King kepada Xi sambil bertanya.
Dengan cepat Xi menjawab pertanyaan dari Demon King " Aku tidak tahu... Tapi, mungkin saja itu bisa terjadi! " Balas Xi dengan tenang.
Jawaban yang di berikan oleh Xi cukup membuatnya menjadi kesal, karena ada seroang manusia yang berani menghina dirinya. Di sisi lain, Demon King juga senang karena ia dapat merasakan kalau pemuda yang ada di hadapannya lebih kuat dari pada petualang Rank S lainnya yang ada di kerajaan Hallnas. Itu membuatnya menjadi bersemangat kembali sekaligus kesal dengan sikap sombong dari Xi.
Demon King menatap Xi dengan tajam, memasang kuda - kuda siap serangnya saat itu juga. Di sisi lain, Xi menghunuskan pedangnya pada Demon King, Sannoha sebuah item yang berupa Katana yang berada di Rank S+ dan menjadi satu - satunya senjata Xi yang pernah membunuh Fire Drangon King Drozan.
Keduanya saling menatap satu sama lain, bertukar tatapan tajam penuh dengan keseriusan. Tidak ada satu pun yang membuat mereka mengendurkan kefokusan mereka.
Sebuah tembuk dari bangunan yang hancur, perlahan bergoyang sedikit karena angin yang berhembus cukup kencang. Itu membuat sebuah bagian kecil dari bangunan itu terjatuh, dan terjatuh ke tanah. Ketika batu kecil itu jatuh ke tanah, Demon King dan Xi melesat dengan sangat cepat dan saling bertemu dengan saling menyerang.
Terjadi sebuah ledakan gelombang energi yang sangat luar biasa, area di sekitar ledakan itu menjadi hancur. Sebuah pukulan yang sangat kuat bertabrakan dengan sebuah katana yang sangat tajam, terlihat dalam serangan pertama itu, kedua imbang dalam hal kekuatan.
Demon King menggerakkan dua tangan lainnya yang ada di bahu atanya, menyerang Xi dengan pukulan yang sangat kuat berlapis dengan api merah yang penas.
Dengan sigap Xi mendorong tinju Demon King yang tadi berhataman dengan katananya, melompat mundur kebelakang untuk menghindari serangan ganda dari Demon King. Dampak dari serangan Demon King yang meleset membuat permukaan tanah menjadi hancur karena ledakan yang di hasilkan. Itu cukup kuat bahkan sampai menghancurkan permukaan tanah.
Ketika serangannya meleset, Demon King tidak sedikit pun mengendurkan padangannya pada Xi yang berhasil menghindari serangannya. Namun, ketika Xi melompat mundur, saat iti juga ia kehilangan jejak dari Xi. Karena apa yang ia lihat di depannya benar - benar kosong, hanya ada bebatuan dan permukaan tanah yang hancur.
Demon King melihat sekelilingnya, mencari keberadaan Xi dengan raut wajah bingun. " Bagaimana bisa... Aku sama sekali tidak dapat merasakan keberadaannya? Bahkan jika dia menggunakan skill Steahlt, aku masih bisa merasakannya... Tapi, ini benar - benar tidak bisa di rasakan, seolah keberadaan telah menghilang dari pemukaan... " Kata Demon King dalam hatinya dengan panik. Mencari kesana kemari.
Dari atas, sebuah tebasan yang sangat kuat mendarat tepat di punggungnya. Itu membuat Demon King terkejut sekaligus merasakan rasa sakit pada punggungnya.
Sebelum Demon King berbalik dan menyerangnya, Xi berlari ke arah Demon King dengan sangat cepat sambil menebaskan pedangnya dengan Skill Strike of Darkness. Tebasan yang sangat kuat membuat sebuah luka yang cukup para di bagian perut Demon King, armor kulit yang sangat keras milik Demon King tidak mampu untuk menahan serangan tersebut.
Demon King sebenarnya sangat percaya diri dengan armor kulit miliknya. Karena kekerasan armor miliknya tidak mungkin dapat di tembus oleh senjata manusia biasa, apa lagi sebuah pedang yang terbuat dari besi tidak akan mampu menggoresnya. Namun, ia merasakan ada sesuatu yang aneh pada perutnya.
" Aneh... Kenapa aku merasakan udara di dekat perutku? " Kata Demon King dalam hatinya dengan bingung. Ia pun menundukkan kepalanya untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Saat ia melihatnya, ia cukup di buat terkejut saat itu " Apa... Armor kulitku yang sangat keras! " Kata Demon King dengan raut wajah terkejutnya.
" Armor kulit ku ini sangatlah kuat, ini setara dengan item tipe pertahanan peringkat S kelas atas. Seharusnya tidak ada senjata dari manusia yang dapat menembus armor kulit ku! Tapi, hanya dalam satu tebasan itu sudah membuat armor kulit ku menjadi robek, apa mungkin senjata yang di pakai orang itu adalah item yang berada di atas kelas S? " Kata Demon King dalam hatinya.
Xi perlahan sedikit menoleh, melirik Demon King yang terdiam di belakang sana. Saat itu, ia membalikkan badannya lalu menyerang Demon King dengan menggunakan Sannoha miliknya. Demon King yang melihat hal tersebut tidak tinggal diam, dia meladeni Xi dengan memberikan sebuah tinjuan yang sangat kuat.
Seketika kedua serangan saling bertemu satu sama lain. Ketika keduanya saling bertabrakan, terjadi ledakan energi sekali lagi, namun kali ini terjadi lebih besar dari sebelumnya. Dan kali ini pun, Xi di pukul mundur oleh Demon King. Terlihat sebuah jejak di tanah yang memperlihatkan Xi yang terseret mundur walau dirinya tidak jatuh.
Xi mengunuskan katana nya kembali kepada Demon King. Melihat itu, Demon King sangat kegirangan karena senang. " Hahaha, menarik! Terus hibur aku manusia! " Kata Demon King sambil tersenyum lembar. Melompat dengan sangat tinggi ke udara. Mendendang dengan ke dua kakinya dengan kekuatan yang sangat kuat.
Dengan sigap Xi menghindari serangan dari Demon King. Kekuatan dari tedangan itu sangat mengerikan, efek dari itu membuat permukaan tanah menjadi hancur berantakan.
Pada saat yang sama, Xi muncul tepat di depan Demon King. Menebaskan katananya dengan kecepatan yang sangat luar biasa. Dalam beberapa detik, Xi telah menebaskan sekitar 200 kali tebasan kepada Demon King. Namun, semua tebasan cepatnya tidak berdampak buruk kepada Demon King. Itu hanya menyebabkan goresan pada armor kulit yang melapisi dirinya saat menerima serangan Xi.
Xi cukup terkejut dengan hasil yang baru saja ia lihat. Tidak menyangka kalau pertahanan milik Demon King sangat mengerikan. Bahkan tebasannya, tidak sanggup untuk memberikan kerusakan yang berarti.
" Defensifnya sekuat ini...? menyebalkan, ini lebih sulit dari apa yang aku pikirkan! " Kata Xi dalam hatinya.
Demon King menyerang Xi dengan sebuah tinjuan yang sangat kuat. Itu sangat cepat, bahkan sulit untuk melihat serangan yang Demon King lancarkan. Namun, semua serangan yang Demon King lancarkan kepada Xi, semuanya dapat di tahan oleh Xi menggunakan katananya.
__ADS_1
Demon King mengepalkan tangannya, sebuah api muncul kemudian memadat dan membantu sebuah wajah iblis yang sangat mengerikan. Memukul Xi dengan tinju iblisnya.
Xi menahan serangan tersebut dengan memebaskan katana nya yang berlapis dengan api hitam. Namun, kekuatan yang di kerahkan oleh Demon King terlalu kuat. Katana yang di pergang sangat erat oleh Xi sampai terlepas dari tangannya dan terpental sangat jauh dari lokasinya berada. Xi pun terkejut ketika senjatanya terlepas dari tangannya.
Bersamaan dengan itu, Demon King memberikan serangan susulan kepada Xi. Menggunakan dua tangan utamanya untuk meremukan tubuh Xi saat itu. " Akan aku hancurkan tubuhmu sampai tidak bersisa! " Teriak Demon King dengan sangat keras. Menyerang Xi dengan pukulan dua tangan yang sangat kuat.
Xi membuka telapak tangannya lebar - lebar, menahan pukulan Demon King dengan kedua tangannya. Ketika ia menerima serangan Demon King menggunakan tangannya, tanah yang menjadi pijakannya menjadi hancur hingga berlubang.
" Uh... Kekuatan yang begitu luar biasa! " Kata Xi dalam hatinya mengakui kekuatan serangan yang di berikan oleh Demon King kepada dirinya. Saat itu, Xi merasa kalau tulang - tulang pada tangannya telah remuk saat menerima serangan Demon King. Xi pun mencoba menahan kedua tangan Demon King dengan mencengkam nya dengan sangat kuat dengan kedua tangannya.
Demon King membuka mulutnya, mengumpul energi sihir ke dalam tubuhnya dan menciptakan sebuah api yang panas yang terpancar langsung ke mulutnya. Itu adalah semburan nafas api Demon King yang dapat menghancurkan segalanya.
" Dalam jarak sedekat ini kau tidak mungkin dapat menghindarinya! " Kata Demon King sambil tertawa.
Xi menyadari hal tersebut, memang dalam jarak sedekat itu tidak mungkin sempat untuk menghindarinya.
Demon king yang telah siap dengan serangannya, menembakkan nafas apinya kepada Xi yang tepat, sangat tepat ada di depannya saat ini. Akan tetapi, sebelum Demon King sempat untuk menembakkan nafas apinya, Xi menarik kedua tangan Demon King dengan kekuatan yang luar biasa. Saat itu tubuh Demon King ketarik oleh Xi.
Xi memberikan sebuah serangan yang tepat mendarat di dagu Demon King. Ia menggunakan lututnya untuk menyerang Demon King sekaligus untuk menghentikan serangan yang akan di lepaskan oleh Demon King kepada dirinya.
Seketika, ketika Xi melakukan hal tersebut, mulut Demon King tertutup rapat. Dan nafas api yang ingin ia lepaskan tadinya meledak di dalam mulutnya sendiri. " AAAAAAAAA! " Demon King berteriak kesakitan ketika nafas apinya menjadi senjata makan tuan. " Keparat! Aku benar - benar akan membunuhmu! " Kata Demon King dengan marah.
Memukul kedua pundak Xi dengan sangat kuat dengan dua tangan tambahannya. Pukulan itu sangat kuat sampai membuat Xi secara paksa harus melepaskan cengkeramanya pada kedua lengan utama Demon King. Seketika, setelah Xi mendapatkan serangan tersebut, kedua tangan Xi menjadi lemas dan sulit untuk di gerakan.
Demon King pun memberikan pukulan kuat yang tepat mendarat di perut Xi. Seketika itu membuat Xi terhempas. Sesaat masih berada di udara, Xi memusatkan sihirnya pada tangan kanannya, bola api hitam muncul sebanyak tiga buah. Xi melemparkan semua itu kepada Demon King ketika dirinya masih di udara.
Tiga bola api hitam dengan cepat melayang pada Demon King. Dan itu memberikan pukulan telak, sehingga Demon King tidak dapat menghindari serangannya.
Xi mendarat dengan mulus di tanah, Mengencangkan kakinya dan melesat ke arah Demon King dengan sangat cepat. Memberikan sebuah tendangan yang sangat kuat pada Demon King, hingga terjadi sebuah ledakan yang mengakibatkan armor milik Demon King hancur.
Pertarungan di lanjut dengan beradu kekuatan mereka berdua, selama lebih dari 5 menit mereka saling bertukar pukulan. Walau Demon King memiliki empat tangan, dan menggunakan semua tangannya dalam pertarungan adu kekuatan. Walau begitu, dalam pertarungan tersebut Xi dapat menepis setiap serangan Demon King dengan gerakannya yang sangat cepat. Pergerakan Xi yang terlalu cepat membuat Demon King kesulitan untuk mengenai pukulannya kepada Xi.
Ketika Demon King memukul Xi dan pukulannya meleset. Xi mengambil kesempatan tersebut untuk menangkap tangan dari Demon King, dengan cengkerama nya yang sangat kuat, Xi membantin Demon King ke tanah dengan sangat keras hingga membuat tanah pun hancur.
Saat di banting ke tanah dengan sangat kuat oleh Xi, seteguk darah di muntahkan oleh Demon King.
Xi melanjutkan serangannya dengan menggunakan cakar naga nya. Namun ketika Xi menganyunkan cakar naganya kepada Demon King, sebelum cakar naga itu mengenai Demon King. Demon King membuka Domain miliknya, sehingga membuat cakar naga milik Xi di batalkan dalam sekejap dan itu membuat mereka berpindah ke suatu tempat yang sangat mengerikan. Yakni sebuah kota yang telah di lahap oleh api yang membarah dan tidak pernah padam.
Kota Iblis Api Kengerian, sebuah wilayah / Domain yang di ciptakan oleh Demon King. Dimana tempat tersebut akan sangat menguntungkan bagi penggunanya, dan sangat merugikan bagi orang yang terjebak di dalamnya karena " Hahaha, sekarang kau berada di dalam wilayah ku... Siapa pun yang telah masuk ke dalam wilayah ku tidak akan bisa keluar hidup - hidup! " Kata Demon King sambil tertawa saat melihat Xi kebingungan. " Di dalam sini aku akan sangat di untungkan, walau energi yang di perlukan besar namun bayarannya setimpal. " Lanjut Demon King.
Dalam domain Demon King, Peningkatan kekuatan dan serangan di terima oleh Demon King, serta beberapa kemampuan khusus pun juga di dapatkan oleh Demon King ketika berada di dalam domain miliknya.
Sementara itu, Xi yang berada di dalam sana terlihat seperti orang yang bingung. Xi tampak sedang memerhatikan sekelilingnya, namun di sekelilingnya hanya terdapat api panas yang terus berkobar dan tidak padam.
" Ini domain yang sempurna, jelas aku tidak akan mampub untuk keluar dari sini karena ada dinding yang menjadi penghalang. Terlebih lagi, Domain ini memiliki efek khusus... Ketika aku berada di dalam sini, walau baru beberapa detik saja... Energi ku menjadi lebih cepat habis, bahkan ketika aku tidak menggunakan sihir sekali pun, energi ku tetap akan terkuras. Ini benar - benar tidak menguntungkan dalam pertarungan jaka panjang! " Kata Xi dalam hatinya sambil melihat kedua tangannya, serta bagian - bagian tubuh lainnya yang dapat ia lihat dengan matanya. Xi dapat melihat energi sihir miliknya keluar dari tubuhnya dengan sangat cepat.
" Sungguh Domain yang merepotkan! Sepertinya tidak bisa lama - lama di dalam sini! " Kata Xi sambil bersiap menyerang Demon King yang ada di hadapannya. " Aneh... Beberapa skill ku tidak dapat di gunakan, dan salah satunya adalah Gluttony Symbol King Beelzebub... Kalau begini aku tidak akan bisa mematahkan domainnya... Mau melawannya dengan domain miliku juga sulit karena energi sihirku terkuras sangat cepat, dan lagi energi ku menjadi tidak stabil. " Kata Xi dalam hatinya.
Melihat Xi yang bersiap menyerangnya, Demon King tersenyum, lalu tertawa dengan sangat keras " Hahahahahaha! Kau masih ingin melawanku setelah berada di dalam wilayahku? Kau benar - benar bodoh! Tapi, aku akan meladenimu di sini, akan aku jadikan tempat ini sebagai kuburanmu! " Kata Demon King. Melompat tinggi dan menyerang Xi dengan tendangan yang sangat kuat.
Xi melompat mundur kebelakang untuk menghindari tendangan kuat dari Demon King.
Demon King terus memperkecil jarak antara dirinya dan juga Xi, ia tidak membiarkan Xi untuk membuat jarak dengannya. Itu membuat mereka berdua bertarung dengan adu kekuatan. Namun, Xi tidak meladeni Demon King hanya dengan kekuatan saja, melainkan dia juga menggunakan beberapa skillnya untuk menyerang.
Walau energi sihirnya tidak stabil karena Domain milik Demon King, namun Xi masih mampu menggunakan sihirnya walau di dalam Domain. Rantai - rantai kegelapan terus bermunculan dan mengikat Demon King tanpa henti. Itu bertujuan untuk menjaga jarak antara dirinya dan Demon King.
Setelah membuat jarak yang cukup jauh dengan Demon King, Xi menembakkan beberapa tombak api dengan kepadatan sihir yang luar biasa. Lima tombak api melayang dengan sangat cepat ke arah Demon King.
Rantai kegelapan yang mengikat Demon King. Dengan mudahnya di hancurkan oleh Demon King dengan kekuatannya. Demon King mengumpulkan energi dalam tubuhnya, mengubah energi sihir yang telah ia kumpulkan untuk menjadi api yang sangat panas. Setelah siap, Demon King menembakkan nafas apinya dengan kekuatan skala besar.
Semburan api yang berbentuk seperti sebuah pilar yang sangat besar menghancurkan kelima tombak api yang di lemparkan oleh Xi dengan mudah ketika di tabraknya. Serangan itu tidak berhenti begitu saja, dan terus bergerak ke arah Xi.
Energi sihir yang kacau dan terus keluar dari dalam tubuhnya, Xi memanfaatkan hal tersebut untuk membuka segel dari Gluttony Symbol king Beelzebub. Setelah beberapa lama, dan melalui proses yang sangat sulit sampai membuatnya satu lututnya terjatuh ke tanah. Xi berhasil membuka segel yang menyegel Gluttony Symbol king Beelzebub.
Kegelapan yang menggila di dalam dirinya pun mulai muncul dengan skala yang besar, melahap semburan api dari Demon King dengan rakusnya.
" Apa! " Demon King yang terkejut melihat semburan apinya di lahap tanpa sisa. " Kemampuan macam apa itu? " Tanya Demon King kepada dirinya sendiri.
" Ka kau... Skill apa itu? " Tanya Demon King kepada Xi.
Xi berdiri kembali dengan tenang, dan dengan ringan berkata " Itu tadi salah satu skill dari seri Seven Deadly Sin's, sang Dosa kerakusan. Gluttony Symbol King Beelzebub! Kemampuan yang dapat melahap segalanya, mau itu makhluk dengan bentuk kehidupan spiritual atau pun makhluk dengan bentuk kehidupan Material. " Jawab Xi sambil berdiri.
" Gluttony Symbol King Beelzebub tidak hanya sekedar melahap segala jenis kehidupan, tapi juga dapat memakan benda mati, energi, dan segala jenis sihir yang di tuju pada diriku, serta mengubah apa pun yang di lahapnya menjadi energi miliku. Bukan kah itu skill yang sangat bagus? " Lanjut Xi sambil sedikit megejek Demon King yang tertegu terdiam di sana.
Mendengar hal tersebut keluar dari mulut Xi, itu membuat dirinya tidak dapat menyembunyikan ekspresi terkejutnya. Karena Skill dari seri Seven Deadly Sin's bukanlah skill biasa, dan tidak dapat di samakan dengan skill - skill biasa lainnya. Kasta dari Skill seri Seven Deadly Sin's berada di atas skill lainnya bersama dengan skill seri Seven Heavenly Virtues.
" Ba bagaimana bisa... Skill sekuat itu jatuh ke tangan seorang manusia? Terlebih lagi, itu sudah sampai ke tahap yang lebih tinggi... Skill seri Seven Deadly Sin's itu adalah skill yang paling di cari dan paling di inginkan oleh setiap Demon King yang ada di Sitedel! " Kata Demon King dalam hatinya dengan wajah penuh keringat saat memikirkan hal tersebut. " Ini tidak boleh di biarkan! Dia tidak boleh di biarkan untuk hidup! Apa pun yang terjadi, Skill iblis tidak boleh jatuh ketangan orang lain selain iblis! Aku harus membunuhnya! " lanjut Demon King dalam hatinya dengan raut wajah serius serta iri dengan Xi karena memiliki skill tertinggi dari para iblis.
Demon King berlari dengan sangat cepat, menyerang Xi dengan membabi buta. Setiap serangannya sangat mematikan, di tambah dengan dirinya saat ini berada di dalam wilayahnya sendiri, setiap yang dia lancarkan juga bertambah kekuatannya.
Di saat yang sama, Xi juga membalas setiap serangan dari Demon King sambil menghindari setiap serangan yang dapat ia hindari. Setiap serangan yang sulit ia hindari, dapat di tepisnya sehingga tidak berdampak buruk kepada dirinya.
Walau bisa melakukan semua itu, perlahan pegerakan Xi menjadi melambat karena energi yang berada dalam dirinya meluap keluar. Itu membuat dirinya dengan cepat kehabisan tenaga dalam pertarungan, Domain milik Demon King menguras energi lebih banyak dari apa yang di biasa di gunakan.
" Diam dan menyerah lah! Di dalam domain ini kau tidak memiliki kesempatan untuk menang melawan diriku! " Kata Demon King kepada Xi.
Demon King terus memperpendek jarak di antara dirinya dan juga Xi dalam pertarungan itu. Dan itu benar - benar membuat Xi kesulitan untuk menghadapinya. Dengan sisa energi, Xi menggunakan skill Steahlt untuk menyembunyikan keberadaannya. Berlari dengan cepat setelah menggunakan skill Steahlt ke arah Demon King. Menebas kedua kaki Demon King untuk membatasi pergerakannya, Xi dengan tepat dan akurat memotong urat kaki Demon King dengan dual Dagger miliknya.
Demon King kesakitan saat Xi memotong urat kakinya. Xi pun melanjutkan serangannya dengan menebaskan kedua daggernya dengan sangat kuat tepat di punggung dan tengkuk Demon King. Menahan rasa sakit itu, Demon King menyerang Xi kembali dengan kekuatan penuhnya. Nafas api ia lepaskan dalam sekala besar kepada Xi, akan tetapi semua itu menghilang seketika ketika sebuah dinding kegelapan muncul di hadapan Xi. Dinding kegelapan itu melahap nafas api Demon King tanpa henti, dan akan berhenti ketika Demon King berhenti menembakkan nafas apinya.
Perlahan energi sihir Xi yang terkuras habis karena berada di dalam domain milik Demon King. Xi menyebarkan kegelapan di dalam domain tersebut, dan perlahan Domain milik Demon King di kikis hingga hancur.
Ketika Fondasi dari Domain Demon King mulai hancur, Xi dengan kekuatan nya yang telah terkumpul kembali. Menggunakan melepaskan kegelapan yang sangat gelap dalam dirinya dengan skala yang luas, serta energi dalam dirinya menyebar dengan sangat hebat.
" I ini... Kemampuan perluasan wilayah! Tidak mungkin, apa dia juga mampu menciptakan sebuah Domain? " Kata Demon King dengan raut wajah terkejut sambil bertanya kepada dirinya sendiri.
Ketika kegelapan menyebar luas dengan sangat cepat, seluruh tempat di antara Xi dan Demon King telah di tutupi oleh kegelapan yang sangat pekat. Tidak ada cahaya sedikit pun yang dapat bersinar di dalam kegelapan itu. Di sana hanya ada kegelapan, ya kegelapan yang mendalam.
" Tem tempat apa ini? " Tanya Demon King dengan perasaan bingung. Saat itu ia berpikir apakah Domain milik pemuda berambut putih itu belum sempurna, sampai - sampai menyebabkan kecacatan dalam proses pembentukannya. Namun itu hanya pemikiran dari Demon King semata, karena sepengetahuannya, tidak ada konsep domain seperti ini yang hanya terdapat ruang kosong dan tidak ada apa pun selain kegelapan di dalamnya.
Demon King melihat sekelilingnya, terus melihat sekelilingnya. Semakin lama Demon King berada di tempat itu, membuat dirinya semakin cemas dan khawatir kepada dirinya sendiri. Wajahnya di penuhi dengan keringat, detak jantung yang tidak beraturan mulai terdengar sangat keras, wajahnya perlahan memucat dengan banyaknya keringat dingin membasahi wajahnya.
" Sudah berapa lama aku berada di tempat ini...? Tidak ada apa pun di sini kecuali kegelapan tapi, kenapa aku merasa seperti ada yang sedang mengawasi ku? Itu benar - benar membuatku gemetar? " Kata Demon King dalam hatinya sambil bertanya kepada dirinya sendiri.
Semakin lama kegelapan semakin tebal dan padat, semakin lama Demon King menatap kegelapan, kegelapan itu akhirnya juga menatap dirinya.
Dari belakang, muncul sepasang tangan kegelapan yang besar terlihat sangat mirip dengan cakar naga yang tajam. Perlahan sepasang tangan itu bergerak dekat dan semakin mendekat tanpa Demon King ketahui.
Ketika ia sadar seperti ada sesuatu yang mendekati dirinya ia berkata " Sepertinya... Aku akan mati di tempat ini... " Kata Demon King dengan tatapan kosong. Separang tangan itu kemudian meremuk Demon King dengan sangat kuatnya, hingga membuat tubuh keras dan kuat dari Demon King hancur berantakan.
__ADS_1