LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 80


__ADS_3

Namun, dengan tatapan nya yang dingin. Xi menoleh dengan aura membunuh telah menyelimuti matanya. " Alangkah baiknya kalau kau mengatakan tujuanmu yang sebenarnya pak tua? Walau aku lebih muda dari mu, tapi aku tidak akan segan dengan mu! " Balas Xi dengan dingin dan ekspresi wajah yang datar.


Hansu cukup terkejut dengan keberanian dari pemuda itu yang langsung mengetahui tujuan nya yang sebenarnya. Tidak menyangka kalau omong kosongnya akan langsung ketahuan oleh pemuda tersebut. Tentang bagaimana dia akan menjadikan pemuda itu sebagai pria hebat di masa depan, itu hanyalah sebuah kebohongan belaka.


Hansu tersenyum senang karena pemuda yang di temukan olehnya cukup menarik dalam pendangannya. " Hehehe ketahuan ya? Baiklah, baiklah, aku akan jujur... Tatapanmu sangat mengerikan pria muda. " Ujar Hansu sambil tertawa kecil seperti sedang meremehkan Xi. Walau begitu dalam pandangannya, ia menganggap kalau Xi tidaklah sebanding dengan dirinya. " Aku akan bertanya kepada satu hal... Apa kau melihat seorang wanita berambut putih yang lari ke arah sini? Dia berhasil kabur dari genggaman tangan ku saat pertarungan. Padahal tadi kalau aku menang aku akan mendapatkan makan malam yang tidak terbayangkan. " Tanya Hansu mengenai seorang wanita berambut putih yang ia kejar.


Melihat dari sikap Hansu yang aneh seperti sedang berhayal itu, Xi mengerti niatan apa yang akan ia lakukan kepada wanita yang ia cari itu. Maksud dari makan malamnya adalah menikmati tubuh wanita itu pada malam yang indah.


Xi pun mencibir dengan penuh kejijikan saat mendengar itu. Dalam pikirannya ia bergumam " Sungguh tua bangka yang tidak tahu malu. " ujarnya dalam hati saat itu. Saat Hansu berbicara seperti itu sudah dapat di pastikan berapa banyak wanita yang telah di lecehkan oleh pria tua itu selama ini.


Di saat yang sama Xi juga melihat status milik Hansu. Dan pria tua itu berada pada Rank A, yang mana memiliki Rank yang sama dengan Xi. " Levelnya lebih tinggi beberapa level dari ku... Tapi itu tidak masalah, dan lagi aku rasa pria tua ini cuma pura - pura bodoh. " Ujarnya dalam hati. Ia menganggap kalau ia ingin berurusan dengan Hansu, ia harus berhati - hati. Karena ia merasa kalau kekuatan fisik dari Hansu lebih kuat dari Tota, namun lebih lemah beberapa kali lipat dari IGRIS dan GIDEON ketika mereka masih hidup.


" Tidak. Aku tidak melihatnya. " Jawab Xi atas pertanyaan yang Hansu ajukan tadinya.


Mendengar itu Hansu mengangguk mengerti lalu berbalik badan dan berjalan pergi meninggalkan Xi. Dalam sekejap ia menghilang dari tempatnya, dan tiba - tiba ia muncul di belakang Xi dan langsung memukulnya.


Namun, dengan sigap Xi langsung menghindari pukulan dari Hansu itu dan menjaga jarak darinya. Pukulan Hansu sangat kuat hingga menumbangkan beberapa pohon yang ada di sekitarnya.


" Sudah aku duga kau akan melakukan itu. " Ujar Xi yang telah mengetahui rencana Hansu sebelumnya.


" Kekeke, tidak aku sangka kau bisa membaca rencana ku. Yang artinya kau bukan lawan yang mudah di hadapi karena bisa membaca rencanaku dalam sekejap mata. " Ujar Hansu yang mengakui kepintaran dari Xi karena dapat membaca rencana yang ia susun untuk membunuh Xi sebelum nya.


Kalau saja itu petualang biasa, mungkin mereka sudah terjebak ke dalam jebakan Hansu tentang pertanyaan yang Hansu berikan. Walau Hansu memang sedang mencari wanita berambut putih yang melarikan diri dari pertarungan mereka, namun pertanyaan yang Hansu lontarkan hanya untuk membuat siapa pun orangnya akan menurunkan penjagaan mereka, karena berpikir kalau Hansu tidak memiliki niat jahat kepada mereka.

__ADS_1


Namun, kali ini rencananya tidak sejalan dengan apa yang ia rencanakan karena orang yang menjadi mangsanya memiliki kepintaran yang setara dengannya.


" Nak, kau cukup pintar. Apa kau tidak mau mempertimbangkan tawaranku sebelumnya? " Tanya Hansu kembali kepada Xi mengenai tawaran yang Hansu berikan sebelumnya.


Namun Xi menjawab " Biasanya, anj*ng tua yang mengatakan hal itu, tidak berakhir dengan baik. " Jawabnya dengan santai tanpa memperdulikan kemarahan atau pun ancaman dari Hansu.


Mendengar itu Hansu sangat kesal dan marah. " Oh, sekarang kau berani menyebut diriku sebagai seekor Anj*ng tua? " Ujar Hansu dengan raut wajah kesalnya.


" Aku tidak pernah mengatakan itu... Tapi kau lah yang mengakuinya sendiri. " Balas Xi dengan santai.


Hansu sangat kesal dan marah karena Xi mempermainkannya. Saking kesal dan marahnya, hingga membuat wajahnya berubah merah dengan banyaknya urat - urat kepala yang muncul karena kesal.


Hansu pun melesat dengan cepat ke arah Xi dengan pukulan yang penuh energi kuatnya. " Mati kau bocah sialan! " Ujar Hansu dengan keras dan memukul Xi dengan telaknya.


Namun, Xi berhasil menghindari serangan Hansu dengan mudah, Hingga menyebabkan pertarungan mereka pun berlangsung kembali.


Hansu dengan menggunakan pukulan kuatnya terus menyerang Xi. Dan Xi pun melakukan hal yang sama seperti apa yang ia lakukan pada Tota sebelumnya. Saat Hansu melemahkan kekuatan nya, ia balas menyerang Hansu hingga membaut Hansu terpukul mundur.


Namun, itu tidak membuat Hansu terjatuh lagi membuat luka. Malahan Hansu semakin marah karena ia di permainkan oleh Xi.


Pertarungan keduanya pun terjadi cukup lama hingga sampai menuntun mereka ke dekat air terjun yang ada di dekat sana. Hansu memberikan sebuah serangan yang sangat kuat kepada Xi.


Namun, sebelum pukulan itu mengenai Xi. Terlebih dahulu Xi membuat sebuah ledakan dengan menggubakan bola api ke arah Hansu hingga membuat asap hitam yang cukup tebal. Hansu yang terkena bola api itu tidak dapat melihat sesaat karena bola api itu tepat mengenai wajahnya, walau tidak menerima luka.

__ADS_1


Namun, ia dapat melihat Xi masuk ke dalam Gua yang ada di balik air terjun tersebut. Dengan kesal Hansu melesat ke arah Xi sambil berteriak dan masuk ke dalam gua yang ada di balik Air terjun. " Akan aku bunuh kau bajingan kecil!! " Teriak Hansu dengan keras yang sangat ingin membunuh Xi karena telah mempermainkan nya.


Hansu pun masuk ke dalam gua itu. Dan di dalam cukup gelap hingga membatasi pandangan. Akan tetapi, Hansu dapat menemukan Xi yang ia cari dan langsung menyerangnya hingga membuat Xi hancur dengan pukulannya.


" Hahahaha Rasakan itu dasar baj*ngan cilik! Hahaha... " Hansu tertawa dengan puasnya saat ia berhasil membunuh Xi yang telah mempermainkan dirinya.


Tapi sesuatu yang tajam menusuk tubuhnya hingga tembus. Itu adalah sebuah Longsword yang tajam di kedua sisinya. Hal itu membuat Hansu terkejut, karena ia yakin kalau ia telah membunuh Xi dengan tangannya sendiri. Ia dapat merasakan itu.


" Sepertinya kau sangat puas saat kau membunuh bawahanku. Bagaimana menurut pak tua? Siapa yang lebih pintar? Kau atau aku? " Ujar Xi dengan tatapan tajam dari belakang Hansu.


Hansu pun menoleh ke arah sumber suara tersebut dengan melihat bahwa Xi baik - baik saja tanpa luka sedikit pun di tubuhnya. " Ba bagaimana... Bisa... Kau... " Ucap Hansu sambil terbanta - banta. Kemudian ia muntah darah yang banyak dan mati.


Saat itu, IGRIS pun menarik pedangnya dari tubuh Hansu yang telah mati. Dengan tatapan tajam Xi melototi Hansu yang telah terbunuh, dan dua shadow Golden Goblin keluar dan melihat barang bawaan yang di bawa oleh Hansu.


Setelah di cek oleh Shadow Golden Goblin, terdapat seribu koin emas, empat ratus koin perak, dan lima tiga pulu tiga koin perunggu. Serta beberapa buku tentang monster, dan " Pak tua ini benar - benar tidak punya malu... Ia membawa ****** wanita di sakunya? " Ujar Xi dengan wajah yang datar setelah melihat isi Inventory nya. Ia pun lalu mengeluarkan pakaian dalam wanita yang di bawa oleh Hansu lalu membakarnya.


Xi merasakan sesuatu yang aneh dari dalam gua yang ia tempati saat ini. Seperti ada sesuatu yang sangat dingin di dalam sana, sampai udara sejuk yang keluar seperti sebuah es. " Ini aneh... Sebaiknya aku periksa saja. " Ujar Xi dan menarik kembali IGRIS dan Golden Goblinya kedalam bayangannya. Lalu masuk ke dalam gua lebih dalam dan melihat apa yang ada di dalam sana.


Setelah masuk cukup dalam, terdapat sebuah penghalang es di sana yang membatasi bagian terdalam gua. Karena penasaran, ia pun melelehkan dinding es tersebut dengan api miliknya, dan memeriksa ke dalam.


Sesampainya ia di dalam, ia tiba - tiba menghentikan langkahnya karena terkejut dengan apa yang ia lihat di dalam sana. Tepat di hadapannya saat ini terdapat seorang wanita muda yang amat cantik. Rambut putihnya seputih salju yang panjang dengan parasnya yang sangat cantik bagaikan seorang dewi.


Tepat pada saat itu di hadapan dirinya terlihat seorang wanita muda yang sedang duduk dengan menyilangkan kakinya hendak memulihkan dirinya. Namun, yang membuat semakin terkejut adalah karena wanita tersebut tidak di tutupi oleh sehelai benang sedikit pun.

__ADS_1


" PFFH! Apa apaan ini? Seorang wanita... " Ujarnya dengab terkejut. " Tapi, sepertinya ia sedang memulihkan dirinya... " Lanjut Xi sambil melihat dan merasakan ada nya sebuah energi dari carian dari sebuah potion dan kristal yang sedang menyembuhkan luka dalamnya.


__ADS_2