LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 170


__ADS_3

Di lantai selanjutnya mereka berhadapan dengan monster air, banyak predator air yang bermunculan untuk membunuh mereka. Namun semua monster itu gagal kerena mereka membeku.


Lima hari berlalu mereka telah merangsak hingga sampai ke lantai 81, mengalahkan banyak monster yang berjaga di lantai sebelumnya. Banyak item yang telah mereka dapatkan, dan di lantai 81 mereka berhadapan dengan sebuah patung raksasa yang sangat kuat.


" Patungnya sangat keras, bahkan tebasanku tidak mampu memotongnya. " Ucap Airis yang kesulitan dalam menghadapi patung berukuran raksasa tersebut.


" Sihir kami juga tidak berpengaruh. " Ucap Yumiko. " Sepertinya, patung ini punya resistensi terhadap sihir dan fisik yang tinggi. " Lanjutnya.


Sementara itu, Xi dengan dua dagger di tangannya, menebas ke segala arah pada patung raksasa itu. Mulai dari kepalanya hingga ke kakinya, ia mencoba untuk mencari kelemahan patung tersebut.


' Benar - benar keras... ' Gumam Xi sambil menyerang dan menghindari serangan dari patung tersebut. ' Aku sudah menyerangnya terus menerus, serangan fisik dan sihir tidak banyak memengaruhinya. ' Lanjutnya.


menghindari serangan yang patung itu lancarkan padanya, saat ia melihat sebuah celah kecil di patung besar itu. Ia memukul patung tersebut dan membuatnya memiliki lubang di bagian mulutnya.


Xi dengan genggam yang kuat, ia mempertahankan dirinya untuk tidak jatuh dari patung tersebut. Api hitam menyelimuti tangannya, dan ia lepaskan ke dalam patung tersebut melalui lubang yang ia ciptakan.


" Dasar berengsek, kau merepotkan sekali! " Ucap Xi dengan kesal.


Ia membakar patung tersebut dari dalam dengan api hitam miliknya. Membuat suhu patung tersebut naik sangat drastis dan menjadi retak, perlahan - lahan, mereka yang mengetahui patung tersebut mulai melemah. Melancarkan serangan kuat kepada patung tersebut dan berhasil menghancurkannya.


" Huu, sunggu melelahkan. " Ucap Xi. ' Walau pertahanannya tidak sekuat dragon awakening, tapi... Itu cukup merepotkan memilik resistensi terhadap dua serangan sekaligus. ' Gumamnya.


Setelah mengalahkan patung tersebut, sebuah peti muncul dari kepingan patung yang hancur. Xi membuka peti tersebut dengan santai, dan melihat isinya.


Saat ia melihat isi dari peti tersebut, isinya adalah sebuah telur berwarna hitam ke biruan.


" Sebuah telur? " Ucap Xi.


" Xi apa kau tahu telur apa itu? " Tanya Yumiko.

__ADS_1


Xi menggelengkan kepalanya, yang mengertikan dirinya tidak tahu.


" Satu telur saja belum menetas, dan sekarang aku dapat telur lagi... Lupakan saja ayo lanjut ke lantai selanjutnya. " Ucap Xi sambil menyimpan telur tersebut ke dalam inventory.


" Oke "


Mereka lanjut ke lantai 82, di lantai tersebut, mereka berhadapan dengan monster laba - laba gua. Mereka dapat mengatasinya dengan mudah dan lanjut ke lantai 83. Di lantai selanjutnya, mereka berhadapan dengan seorang lich.



Saat berhadapan dengan Lich, mereka saling melepaskan sihir satu sama lain. Selain itu ada banyak monster yang mengganggun, pertarungan mereka.


" Menarik, keluarlah! " Ucap Xi, para pasukan Shadow muncul, dan dengan cepat menghabisi para monster yang mengganggu.


Astia dan Lich tersebut saling beradu sihir, kekuatan dari seorang ArchWizzard bintang 6 melawan Lich bintang 5 berlangsung sangat lama. Kedua ahli sihir yang saling bertarung, saling melancarkan sihir kuat mereka.


Menciptakan banyak ledakan setiap serangannya, pertarungan mereka yang sengit dengan kemampuan sihir di atas rata - rata, membuat mereka bertarung sangat lama. Setelah 30 menit mereka saling menukar serangan, akhirnya pertarungan di menamgkan oleh Astia.


Mereka berada di daratan yang suhunya sangat panas, walau tempat itu bukan gunung berapi. Tanah berubah menjadi merah kerena panasnya energi dari makhluk yang di segel. Dan seseorang sedang berusaha untuk melepaskan makhluk tersebut.


" Hei hei, apakah masih perlu waktu lama untuk melepaskan makhluk itu? " Ucap Apocalyps King Insect, dengan santai.


" Kalau kau punya waktu untuk bersantai, kenapa kau tidak membantu saja? Kau pikir ini mudah, segel ini di buat langsung oleh dewa kematian. " Ucap Seorang pria dengan berpenampilan mengerikan. Wujudnya yang humanoid seperti manusia, ia sedang berusaha untuk menghacurkan segel tersebut. Apocalyps Demon Lord. " Walau segelnya sudah lama melemah, tapi... Tetap saja ini sangat sulit. " Lanjutnya.


Lalu ada seorang pria melakah maju mendekati Apocalyps Demon Lord, ia membantu untuk melepaskan makhluk yang di segel itu. " Segelnya benar - benar rumit, orang itu benar - benar sengaja menyegel makhluk - makhluk ini. " Ucapnya, pria dengan tubuh besar, yang mengenakan pakainya dari kulit monster beast. Apocalyps Lord Predator.


" Ya, kau tahu kan berapa banyak makhluk yang ia segel dengan sengaja. Walau alasannya gak jelas, yang pasti alasannya bukan karena tidak bisa di kalahkan. " Ucap Apocalyps Demon Lord.


" Apa pun alasannya itu, lupakan saja. Sekarang!... " Ucap Apocalyps Lord Predator, ia berasa dengan Apocalyps Demon Lord berhasil menghacurkan segel dari makhluk itu. " Sekarang ayo pergi dan biarkan dia mengamuk. " Lanjutnya sambil membuat sebuah gate dengan kukunya yang tajam itu.

__ADS_1


" Akhirnya, aku duluan. " Ucap Apocalyps King Insect, dan pergi setelah Apocalyps Lord Predator dengan memasuki gate yang sama.


" Bajingan itu seenaknya saja. " Ucap Apocalyps Demon Lord dan meninggalkan tempat tersebut.


Setelah segel itu hancur, api mulai naik ke permukaan dan merambat dengan cepat, suhu tanah naik sangat drastis membakar apa pun yang ada di atasnya. Bumi bergetar hebat karena kebangkitannya, langit berubah menjadi merah, monster - monster yang di segel di tempat itu mulai keluar memenuhi tempat tersebut.


Para monster itu keluar layaknye semut yang keluar dari sarangnya saat di ganggu, jumlah mereka sangat banyak memenuhi daratan itu. Dan jumlah yang keluar itu belum sampai setengah dari jumlah mereka semua. Dan saat yanh sama, monster dengan ukuran yang paling besar, keluar dari tempatnya di segel, menyemburkan api dari mulutnya ke langit saat ia keluar. Meraung keras ke arah langit, karena kebebasan dirinya.



Semua makhluk yang tinggal di tempat itu sangat ketakutan, akan raungannya yang mengerikan membuat bumi bergetar hebat. Semua monster yang keluar dari sarangnya menundukkan kepala mereka, kepada raja mereka yang telah naik ke permukaan.


Makhluk itu menyemburkan nafas api dari mulutnya dan membakar hutan yang luas, sampai tak tersisa. Monster dengan jumlah ratusan ribu, mulai bergerak membawakan kehancuran di pundak mereka.


Kembali ke tempat labirin, mereka telah mencapai, lantai seratus labirin, yang merupakan lantai terakhir. Lantai seratus, adalah rumah bagi para undead, semua undead skeleton bergaja di lantai seratus. Di belakang banyaknya jumlah skeleton yang berjaga di barisan depan, ada banyak skeleton dengan armor lengkap berlapis perak menutupi tubuh mereka.



Skeleton dengan jumlah yang banyak, lebih dari puluhan ribu menempati lantai seratus. Bukan hanya skeleton biasa yang berbentuk seperti kerangka manusia, tapi masih ada banyak skeleton lainnya. Mereka adalah skeleton dari mayat monster seperti, Troll, Goblin, monster Beast, Orc, dll. Ada juga beberapa Skull Dragon yang menempati lantai seratus.


" Jumlah mereka... Bayak sekali. " Ucap Astia, keningnya berkeringat melihat banyaknya jumlah skeleton tersebut.


" Jumlah para skeleton ini bukan main, bahkan lebih banyak dari pasukan Demon Kinh pada saat itu. " Ucap Airis.


" Berapa banyak yang telah mati di lantai seratus ini? " Ucap Yumiko, sambil menatap para Sketelon itu.


" Apa kita akan bertarung dengan mereka? " Tanya Zurugi dengan gugup melihat banyaknya jumlah dari para monster. Ia bahkan belum pernah melihat jumlah yang sebanyak ini.


" Astaga, jumlah mereka ratusan kali lebih banyak dari jumlah pasukanku. " Ucap Yanzams.

__ADS_1


" Sepertinya akan memakan banyak waktu di lantai seratus. " Ucap Glaamy.


Sementara mereka sedang sibuk menghitung jumlah monster yang ada di depan mereka. Xi mengeluarkan semua pasukan Shadow miliknya, untuk berhadapan dengan para skeleton yang jumlahnya sangat banyak. Beberapa monster yang ada di dalam storage ball juga ia keluarkan untuk berhadapan dengan monster - monster tersebut.


__ADS_2