
Pertarungan Xi melawan Raja Belalang Sembah berlangsung sangat sengit. Keduanya saling jual beli serangan. Walau Raja Belalang Sembah selalu terkena serangan Xi, namun itu tidak memberikan luka yang begitu berarti untuknya. Karena Raja Belalang Sembah punya pertahanan yang sangat kuat dan sangat keras.
Kekerasan dari cangkang Raja Belalang Sembah sangatlah keras, bahkan lebih keras dari sebuah besi yang murni sekali pun. Sehingga, banyak serangan yang tertuju kepada dirinya, terpantul kembali dan membuat Raja Belalang Sembah hanya menerima sedikit dampak dari serangan yang ia terima.
Ke unggulan Raja Belalang Sembah bukan hanya sekedar dari cangkangnya yang keras, namun juga empat tangannya yang berupa sabit sangatlah tajam. Bahkan mampu memotong batu yang besar dengan sangat mudah. Itu layaknya sedang memotong sebuah keras dengan sebuah pisau yang sangat tajam.
Semua itu membuat Raja Belalang Sembah menjadi monster yang sangat berbahaya, dan dapat di katakan kalau ia, Raja Belalang Sembah, menjadi salah satu monster Rank S terkuat dari jajaran monster Rank S lainnya. Bahkan bisa saja ia menjadi monster dengan tipe Insects terkuat di dalam dungeon ini.
Dalam pertarungan yang telah berjalan selama lima menit itu, Xi hanya memberikan sedikit luka pada Raja Belalang Sembah. Walau mereka sama - sama menempati Rank S, namun pertahanan milik Raja Belalang Sembaj tidak dapat di remehkan. Itu jauj lebih kuat dari Belalang Sembah lainnya.
" Benar - benar merepotkan... Serangan sihir hampir tidak bisa melukainya karena Resistensi nya yang tinggi. Terlebih lagi, dia punya cangkang yang keras dan membuat serangan fisik menjadi terpantul... Walau begitu, dalam pertarungan ini aku menyadari sesuatu... " Gumam Xi dalam hatinya, sambil menghindari setiap serangan yang di lancarkan oleh Raja Belalang Sembah kepada dirinya. " Ada waktu dimana pertahanan miliknya akan menjadi melemah... Seperti, dia tidak bisa menahan serangan sihir dan serangan fisik secara bersamaan. " Lanjut Xi sambil melepaskan sebuah serangan sihir api yang kuat. Sihir api itu menghantam Raja Belalang Sembah dengan telaknya sehingga membuat Raja Belalang Sembah terbakar oleh api tersebut.
Namun, hal itu belum cukup untuk melukai Raja Belalang Sembah. Karena Resistensi sihirnya yang tinggi, membuatnya menjadi kebal terhadap serangan sihir seperti itu. Raja Belalang Sembah pun memertawakan tindakan sia - sia yang di lakukan oleh Xi.
" Apa yang sedang kau tertawakan? " Tanya Xi kepada Raja Belalang Sembah.
Mendengar itu, membuat Raja Belalang Sembah sangat terkejut. Karena tanpa ia sadari, Xi telah berada di belakangnya. Tampak tepat di belakangnya, Xi memegang sebuah senjata berupa Katana yang berwarna hitam. Merasa kalau itu sangat berbahaya, segerah Raja Belalang Sembah berbalik dan menyerang Xi.
Namun, Xi dengan cepatnya melesat dan menebaskan katananya, tepat sebelum Raja Belalang Sembah menyerangnya. Dan hal itu, membuat salah satu dari tangan Raja Belalang Sembah terpotong. Raja Belalang Sembah pun berteriak kesakitan, karena salah satu tangannya di potong oleh seorang petualang.
Ia tidak pernah mengira hal tersebut, karena setiap petualang yang datang menemui dirinya, akan berakhir dengan kematian di bawah empat sabitnya yang sangat tajam. Namun, kali ini ada seseorang yang memotong salah satu sabit kebanggaannya, dan itu benar - benar membuatnya marah.
Raja Belalang Sembah sangat marah. Ia menyerang Xi dengan tiga sabit tajamnya yang masih tersisa. Walau begitu, tidak se inci pun Xi bergerak dari tempatnya. Ia hanya diam sambil menatapi Raja Belalang Sembah yang menyerang nya dengan sangat marah.
Di waktu yang bersamaan, dua sosok muncul tepat di belakang Raja Belalang Sembah. Kedua sosok itu, dengan sangat cepat melesat ke arah Raja Belalang Sembah yang ingin menyerang Xi. Kedua sosok itu pun menebas tiga sabit yang tersisa dari raja belalang sembah dengan sangat kuat. Sehingga membuat ketiga sabitnya terpotong sekaligus.
Raja Belalang Sembah pun berteriak sangat kesakitan, dan kini dia tidak memiliki senjata apa pun untuk menyerang. Pada saat itu, walau ia seekor monster. Terlintas dalam instingnya sebagai seekor monster, memintanya untuk melarikan diri untuk menyelamatkan hidupnya.
Ia pun berbalik dan pergi meninggalkan Xi. Namun, baru saja ia berbalik dan pergi beberapa langkah, tiba - tiba banyak akar tumbuhan muncul dari bawah tanah dan menjerat kaki - kakinya dengan sangat kuat. Karena akar tanaman menjerat kakinya dengan sangat kuat, membuat dirinya terjatuh dengan sangat keras. Ia pun bengun dan melihat kakinya yang telah terjebak itu.
Raja Belalang Sembah bingung. Ia berpikir bagaimana caranya untuk melepaskan kaki - kakinya dari jeratan tersebut. Karena kini ia tidak memiliki satu tangan pun untuk memotong akar tanaman yang menyebalkan itu.
" Kau pasti sedang berpikir untuk melepaskan diri kan? " Ucap seseorang yang berdiri di hadapannya. Raja Belalang Sembah pun sangat terkejut melihat Xi yang tiba - tiba muncul di hadapannya. Padahal beberapa saat yang lalu, Xi berada di belakangnya. Ia benar - benar tidak dapat merasakan hawa keberadaannya. " Jangan terlalu keras untuk berpikir seperti itu, aku yakin otak serangga mu itu tidak akan mempu untuk memikirkannya... Lebih baik sekarang kau diam saja dan terimalah kematianmu, akan aku pastikan kau tidak akan menerima rasa sakit lebih dari ini. " Lanjut Xi. Dan secara bersamaan, beberapa Darkness Army muncul dengan memegang senjata mereka.
Raja Belalang Sembah yang melihat prajurit - prajurit hitam itu, hanya bisa memandangi mereka dengan mata yang terbuka lebar, serta dengan rasa takut yang menghantui dirinya. Para prajurit - prajurit hitam itu, pada akhirnya pun menancapkan senjata mereka pada tubuh Raja Belalang Sembah. Dan itu menjadi akhir dari kehidupan Raja Belalang Sembah yang telah banyak mengalahkan para petualang yang melakukan raid di dungeon ini.
[ Anda telah mengalahkan salah satu Bos lantai Dua, Raja Belalang Sembah ]
[ Anda Naik Level ] [ Anda Naik Level ]
[ Xi Arcadia ] Rank : S+ Level : 134. Exp : 1500000. Class : King of Darkness. Skill : Calamity Advent, summon the army of Darkness, Speed Regeneration, Flame Beart, Steahlt, Strike of Darkness, Black Dragon Armor, Gluttony Symbol Lord Beelzebub. Statistik : STR : 276. VIT : 278. SEN : 227. AGI : 333. INT : 230. Point Statistik : 47.
" Lamanyan... Aku naik dua level sekaligus. Memang layak ini menjadi Dungeon tingkat tinggi, monsternya saja sekuat ini... " Ucap Xi dalam hatinya. Setelah melawan Raja Belalang Sembah yang sangat kuat itu, Xi benar - benar mengakui kalau ini adalah dungeon tingkat tinggi.
Sekarang, cerita tentang para petualang yang di kirim oleh kekaisaran Fafnir semuanya di bantai habis oleh monster yang ada di dungeon ini adalah sebuah kebenaran. Melihat kekuatan yang di miliki oleh para monster di lantai dua saja, sudah cukup untuk membunuh seorang Rank S dengan sangat mudah. Terlebih lagi, Bos nya sangatlah kuat dan tidak mudah untuk terluka. Itu pasti akan membuat petualang lain yang menghadapi bos nya sangat frustrasi.
" Walau aku sudah menjadi lebih kuat dari sebelumnya, namun tetap saja akan sulit menghadapi musuh berukuran besar yang memiliki resistensi... Terlebih lagi monster itu dan aku berada di Rank yang sama. Sudah jelas kalau cuma beradu dalam kekuatan, aku lah yang akan kalah. Sepertinya, aku harus menggunakan semua tulang - tulang yang aku dapatkan dari ghaca untuk meningkatkan kekuatan fisikku. Berjaga kalau musuhnya memiliki resistensi sihir tinggi. " Kata Xi sambil merenungkan hal - hal yang ingin ia lakukan setelah keluar dari dungeon ini. Xi memperhitungkan segelanya dalam mengambil tindakan, supaya ia tidak salah dalam mengambil suatu keputusan.
Setelah Raja Belalang Sembah di kalahkan oleh Xi. Airis, Astia dan yang lainnya berlari menghampiri Xi yang ada di sebelah mayat Raja Belalang Sembah. Tampak senyum senang di wajah mereka, serta rasa legah karena dapat menyelesaikan dungeon yang berbahaya ini, yang telah merenggut banyak nyawa. Ini merupakan pencapaian terbesar mereka dalam penyerangan dungeon ini.
" Selamat Tuan, anda berhasil mengalahkan Raja Belalang Sembah! " Puji Sanzun kepada Xi.
" Tuan, anda benar - benar sangat hebat! " Kata Rots dengan terkagum kagum. Sedari awal Rots sudah sangat mengagumi kehebatan Xi, namun sekarang ia semakin tambah kagum dengan Xi. Karena Xi mampu mengalahkan monster kuat sendirian. " Tuan, saya sangat mengagumu, aku akan mengikuti mu selamanya! " Lanjut Rots mengutarakan kesetiaannya kepada Xi lagi. Namun kali ini ia lebih tulus dari sebelumnya, karena saat itu ia mengikuti Xi dengan terpaksa karena di paksa oleh kakak tertuanya.
Setelah kekalahan Raja Belalang Sembah, kekhawatiran yang terdapat di dalam hati semua orang telah menghilang. Dan kini semua kekhawatiran itu telah berubah menjadi sebuah pujian kekaguman mereka tehadap Xi. Terkagum dengan strategi, metode serta kekuatannya. Semua yang di lakukan oleh Xi benar - benar sangat hebat, dan dapat di katakan sebagai yang terbaik karena selalu memperhatikan setiap hal - hal kecil.
Tatapan matanya yang setajam mata harimau, membuat dirinya mampu mencakup seluruh arena pertarungan. Sehingga ia dapat melihat setiap kelebihan dan kekurangan dari lawan - lawannya. Apa yang bisa di lakukan, dan apa yang tidak bisa di lakukan oleh lawannya dapat ia ketahui. Dan itu benar - benar membuatnya menjadi seorang predator yang sangat mengerikan bagi setiap musuhnya.
" Hei hei hei " Suara seseorang yang tertawa. Tawa itu tertuju pada mereka semua yang ada di sana.
Di sisi lain, debu tebal yang menutupi tempat tersebut. Debu yang di hasilkan dari pertarungan yang sangat hebat yang membuat kehancuran di sekitarnya. Debu - debu hasil dari pertarungan tersebut perlahan menghilang. Terlihat beberapa banyangan hitam di balik debu yang perlahan menghilang.
Beberapa orang muncul dengan membawa senjata yang terlihat sangat kuat, serta armor lengkap yang mereka pakai sangat berkilauan. Berjalan mendekati Xi dan bawahannya dengan senyum jahat terlukis di wajahnya. Memandang rendah Xi serta yang lainnya, memandang mereka dengan tatapan mata yang jijik.
" Hahaha, apa - apaan ini... Apakah ada sebuah pesta di sini? " Tanya seorang pria berbadan kekar dengan rambut panjang yang di ikat seperti ekor kuda. Pria itu datang bersama rekan - rekan party nya.
Dalam partynya terdapat sekitar ada 17 pria dengan senjata lengkap dengan armor mereka yang terbuat dari kulit monster dan juga besi. Salah satu dari 17 pria itu termasuk pria berbadan kekar yang rambutnya di ikat seperti ekor kuda. Mereka semua dengan serempak tertawa kecil sambil senyum - senyum jahat kepada Xi dan bawahannya. Dan ada enam orang wanita bersama mereka. Ke enam wanita itu memakai armor lengkap dengan senjata mereka yang berupa pedang. Ke enam wanita itu menatap Xi dan yang lainnya dengan tatapan tajam penuh kewaspadaan.
Xi dan yang lainnya melihat kedatangan party tersebut setelah mereka mengalahkan Raja Belalang Sembah beserta bawahannya tanpa sisa merasa terkejut. Karena mereka sebelumnya tidak merasakan ada kehadiran lain di sekitar mereka. Mareka juga mengecek area sekitar, dan mereka yakin kalau tidak ada orang lain di sana.
" Apa yang terjadi? Bukan kah tidak ada orang lain di sekitar sini selain kami? " Kata Zapdas dalam hatinya. Ia bingung dari mana munculnya orang - orang yang terlihat memiliki niat tidak baik kepada mereka itu.
Semua orang merasa sangat tidak dengan kedatangan orang - orang itu. Melihat dari tampang -tampang mereka yang aneh yang selalu memandang jijik Xi dan lainnya, dapat mereka simpul kan kalau orang - orang itu bukanlah orang yang baik. Orang - orang itu terlihat seperti para petualang yang suka mengambil barang milik petualang lainnya demi kepentingan mereka.
" Apakah kalian yang mengalahkan semua monster ini? " Tanya pria berbadan kekar dengan rambut kuncir kuda kepada mereka. Pria itu adalah ketua dari party tersebut. Ketua party, Petualang Rank A, BEN, Class Swordman. Party tingkat B. " Jika ingin nyawa kalian tentap utuh, katakan yang sebenarnya! " Lanjut BEN sambil memberikan sebuah ancaman kepada mereka.
BEN mengerutkan dahinya, nemunjukkan raut wajah seriusnya kepada mereka. Melepaskan energi sihir nya yang besar untuk mengintimidasi Xi dan yang lainnya. Serta ia ingin menunjukkan kehebatan dirinya kepada mereka semua, kalau ia bukanlah orang yang lemah.
Merasakan ledakan energi dari BEN, membuat Airis merasa sangat kesal. " Orang ini... Sedang merendahkan kami... " Kata Airis dalam hatinya. Ia sangat kesal dengan orang sombong itu, yang memandang rendah orang lain.
Sementara itu, Astia yang merasakan gejolak energi sihir yang di lepaskan oleh BEN ia berkata. " Dia memang kuat, dengan ini ia memang mampu memberikan orang lain rasa takut tapi... Itu hanya untuk orang - orang lemah, dan orang - orang yang Ranknya berada jauh di bawahnya... Jujur saja melakukan itu tidak akan berguna kepada kami... " Kata Astia dalam hatinya dengan tenang. Menunjukkan ekspresi datarnya pada orang - orang yang ada di depan sana.
" Ya, kami lah yang mengalahkan monster - monster ini... Apakah ada masalah? " Tanya Bass kepada BEN sambil mengangkat sebelah alisnya.
BEN terdiam sesaat. Matanya terbuka lebar karena terkejut. Mengedipkan matanya beberapa kali karena sakit terus melotot. Kemudian ia tersenyum sambil tertawa kecil. Memegang kepalanya dan tertawa sangat keras.
" HAHAHAHA! Kau sangat lucu bocah, mengaku - ngaku sekelompok petualang rendahan seperti kalian memgalahkan monster - monster tingkat atas ini HAHAHA! " Kata BEN sambil tertawa keras menertawakan mereka semua. Apa yang di katakan oleh Bass hanya di anggap sebuah lelucon olehnya.
Walau begitu, tidak ada salahnya untuk BEN tertawa. Karena siapa juga yang percaya sekelompok kecil petualang dapat mengalahkan kelompok monster belalang sembah beserta Bos nya juga. Bahkan pasukan elite dari kekaisaran Fafnir pun tidak mampu untuk mengalahkan monster - monster ini.
Bass yang di rendahkan seperti itu, ia merasa sangat kesal dan tidak terima. Dengan raut wajah kesalnya, menunjuk BEN dengan kesal sambil berkata " Apa... Apa kau tidak percaya dengan apa yang aku katakan?!! " Balas Bass.
BEN tersenyum lebar kemudian ia tertawa sangat kecang. Dan itu juga di ikuti oleh anggota party nya, sehingga membuat suara tawa mereka bergema ke seluruh ruangan. Bass yang melihat sikap BEN dan teman - teman nya, merasa terkejut dan merasa sangat aneh dengan sikap tersebut. Ia bingung kenapa BEN dan yang lainnya tiba - tiba saja mereka tertawa keras.
" HAHAHAHAHA, Bocah... Kau sangat konyol, Hahahahaha... " Ucap BEN sambil tertawa. Ia tidak bisa menahan tawa itu, saking senangnya ia tertawa, sampai - sampai membuat perutnya sakit. " Bocah... Perutku sakit karena mu hahaha... Tentu saja kami tidak percaya kalau kalian mengalahkan mereka semua. " Lanjut BEN dan kembali ke topik pembicaraan sebelumnya.
__ADS_1
" Kau pikir dengan jumlah ini kalian mampu mengalahkan monster - monster yang ada di dalam sini? Bahkan petualang profesional dari Kekaisaran Fafnir, serta beberapa negara dan kota lainnya pun tidak bisa melakukannya. Bagaimana bisa kami percaya kalau kalian mengalahkan mereka hahaha... Kau tidak bagus dalam hal berpura - pura. " Kata BEN sambil mengejek Bass.
" Apa yang di katakan ketua benar, sekumpulan bocah kayak kalian mana bisa melawan monster yang kuat. Yang ada kaliam hanya akan jadi santapan para monster - monster itu... " Lanjut salah satu anggota party BEN.
Mendengar itu semua, membuat Bass malah menjadi kesal dengan raut wajahnya yang aneh. Matanya berkobaran api yang sangat panas, dan ingin sekali ia menghajar sekelompok petualang yang menjengkelkan itu.
" Hahaha, nak, kami tidak akan mempersulit dirimu... Jadi kenapa kalian tidak pergi meninggalkan tempat ini, dan serahkan semua yang kalian dapat di dungeon ini kepada kami? Mungkin aku akan membiarkan kalian tetap hidup. " Kata BEN. Ia secara tidak langsung ingin memberikan sebuah ancaman kepada mereka, dengan memanfaatkan jumlah anggota party nya yang sedikit lebih banyak dari party Bass. Ya, walau bedanya hanya tiga saja sih, tapi BEN sangat percaya diri dengan anggota party nya.
" B*rengsek! Apa kau mencoba untuk memeras kami!! " Balas Bass penuh dengan kekesalan. Urat - urat di tangan dan wajahnya pada muncul menunjukkan kekesalannya.
Sementara itu, Vind yang melihat sikap BEN yang semena - mena membuatnya merasa sangat aneh. Entah ia merasa kahisan kepada BEN, atau ia harus senang karena penderitaan yang akan BEN dapat jika ia bertindak macam - macam. Namun, yang jelas ia tidak bisa tidak merasa aneh. Karena, party yang sedang di ancam oleh BEN saat ini adalah yang berbahaya.
" Hei hei... Kami tidak memeras kalian, ini hanya bayaran untuk kelangsungan hidup kalian saja... Toh nyawa lebih berharga kan dari pada harta? " Kata BEN sambil bertanya dengan raut wajah datarnya.
Mendengar itu, bukan hanya Bass saja yang menjadi kesal. Namun, semua orang yang ada di sana menjadi kesal dengan sikap BEN. Semua orang yang kesal itu, juga termasuk Xi di dalamnya, ia kesal dengan BEN yang banyak bicara.
" Petualang rendahan seperti kalian tidak akan bisa melakukannya... Aku yakin, ini semua pasti karena ulah makhluk itu, ya pasti makhluk itu... Hanya dia satu - satunya yang bisa melakukan ini... " Kata BEN sambil menyebut - nyebut sesuatu makhluk yang tidak ia ketahui namanya. Namun, ia pernah mendengar tentang " makhluk itu " di serikat Guild petualang. Ada banyak orang yang membahas tentang " makhluk itu " dan seberapa kuat dia. Namun, tidak ada yang tahu pasti seperti apa bentuknya, karena setiap kali makhluk itu bergerak selalu tertutupi oleh kabut putih yang sangat tebal. Sehingga sangat sulit untuk melihat bentuknya, dan yang selalu di lihat oleh para petualang hanyalah mata " makhluk itu " yang bersinar emas.
BEN yang terus bicara itu, membuat Xi menjadi muak. Ia tanpa sengaja melepaskan aura membunuh yang sangat kuat. Kuatnya aura membunuh itu, sampai menciptakan hembusan angin yang sangat kencang, hingga membuat BEN beserta anggotanya terdorong mundur hanya dengan hembusan angin itu.
BEN dan anggotanya, yang terdorong kerena aura membunuh yang sangat kuat itu, mereka sangat terkejut. Ledakan aura yang sangat kuat, serta energi sihir yang sangat padat memenuhi ruangan bos. BEN membuka matanya lebar - lebar menunjukkan keterkejutannya terhadap aura yang mengerikan itu.
" Ini... Aura ini... Sangat kuat... Aku tidak bisa bernafas... " Kata BEN terbantah - bantah karena kesulitan bernafas di bawah tekanan aura membunuh yang sangat kuat. Perlahan wajahnya berubah menjadi pucat, dengan banyaknya muncul keringat yang membasahi tubuhnya.
Saat itu BEN benar - benar tertekan bersama dengan anggota partynya. Ia sampai muntah karena sulitnya bernafas di tempat tersebut. Udara di ruangan itu telah bercampur dengan energi sihir kematian.
Udara yang tercampur dengan energi sihir yang tidak di ketahui oleh manusia, adalah sebuah racun yang sangat mematikan, bahkan dapat membunuh manusia dengan sangat mudah. Akan tetapi, perlahan aura membunuh yang meledak - meledak itu perlahan mulai meredah, dan energi sihir kematian yang tidak di ketahui oleh manusia perlahan pun menghilang.
" HUAAA... HAAA... HAAA... HAA... UHUK UHUK... " BEN terjatuh dengan dua lututnya terjatuh ke tanah bersama dengan kedua tangannya. Matanya memerah karena air mata yang terus mengalir tanpa henti di bawah tekanan yang sangat kuat itu.
BEN mengangkat kepalanya, melihat sosok yang melepaskan aura membunuh yang sangat amat kuat itu. Dengan penasaran, ia pun melihat nya dengan mata yang terbuka. Melihatnya membuat mata BEN terbuka semakin lebar, seakan matanya ingin keluar dari kepalanya saat melihat sosok itu.
BEN menatap sosok itu dengan penuh keringat serta rasa tidak percaya " Apa... Apaan ini... ? " Ia benar - benar di buat terkejut, sekaligus tidak percaya dengan apa yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri. Ia berkali - kali mengedipkan, dan mengusap matanya. Namun apa yang ia lihat tidak berubah sedikit pun.
" Aura yang tadi aku rasakan itu setidaknya adalah orang dengan peringkat Rank S... Tidak... Itu... Itu lebih kuat lagi... Tapi, tidak aku sangka orang itu masih lah seorang bocah yang bahkan belum berusia 20 tahun... Ini benar - benar tidak masuk akal... " Kata BEN dalam hatinya. Menatap pemuda berambut putih dengan mata yang merah menyalah. Pemuda itu kini sedang menatapnya. Ya, sedang menatapnya dengan tatapan yang dingin dan mengerikan.
Itu bukan tatapan yang biasa di miliki oleh seorang manusia. Tatapan itu jauh lebih mengerikan dari tatapan manusia, namun itu juga bukan tatapan dari seorang iblis. Itu jauh lebih mengerikan dari pada iblis yang suka membuat kehancuran. Tatapan itu, seperti tatapan sebuah makhluk absolut yang mendominasi makhluk lainnya. Memandang rendah serta jijik setiap makhluk lainnya, dan selalu menempatkan makhluk lainnya di bawah telapak kakinya.
Tanpa sadar BEN gemetaran tanpa henti. Saat pemuda itu menatapnya, seluruh tubuhnya gemetaran tanpa henti karena takut. Seluruh sel yang ada di dalam tubuhnya pun juga gemetaran tanpa henti, dan seakan tidak ingin untuk bekerja lagi. Rasa takut itu seperti sebuah kematian sedang menghampiri dirinya.
Mata BEN gemetar saat menatap mata merah yang menyalah dari pemuda itu. Ia merapatkan giginya, mencengkram tanah dengan sangat kuat sampai meninggal bekas yang di iringi dengan darah.
" Tidak mungkin... Tidak mungkin aku takut hanya karena seorang bocah... " Ucap BEN dalam hatinya. Ia tidak terima dengan perlakuan yang ia dapatkan dari seorang bocah yang membuatnya terpaksa harus bertekuk lutut memohon ampunan. Dia benar - benar tidak dapat menerima, saking tidak terima dirinya akan perlakuan itu... Membuat dirinya menjadi marah. " Tidak mungkin kau memiliki sesuatu seperti itu!!! Kau hanya seorang bocah!! " Teriak BEN dengan keras sambil berdiri. Memegang pedangnya yang besar dengan tangannya.
Berdiri dengan kedua kakinya yang masih gemetaran. Menatap pemuda berambut putih itu dengan raut wajah marah tanpa rasa takut. Tatapan penuh kebencian terhadap pemuda itu di matanya sangat dalam. Walau begitu, itu tidak cukup untuk membuatnya mengubah rasa takut dalam hatinya. Karena, memegang pedang yang melambangkan dirinya pun, ia tidak bisa memegangnya dengan benar karena tangannya yang gemetaran.
BEN menoleh kebelakang. Melihat anggotanya yang terduduk diam di sana dengan semua orang menunjukkan raut wajah takut serta pucat. Semua orang menangis saat BEN melihatnya.
Melihat anggotanya yang sudah dalam kondisi gangguan serangan mental, membuatnya menjadi sangat marah. Karena marah ia pun berteriak memarahi semua anggotanya.
Walau sudah berteriak dengan sangat keras, namun semua orang yang ada di sana hanya bisa terduduk diam ketakutan. Seolah mereka semua tidak bisa mendengar apa yang di perintahkan oleh BEN. Namun, berbeda dengan ke enam wanita yang ada di sana. Walau pun mereka ketakutan, tapi mereka di paksa untuk berdiri karena sebuah paksaan dari kalung budak yang mereka miliki.
Karena tidak mematuhi perintah dari BEN membuat mereka tersetrum. Dan itu sangatlah menyakitkan, mengingat tubuh manusia terdiri dari lebih dari 50% air. Sehingga membuat listrik yang menyengat mereka, semakin kuat.
Karena adanya dorong tersebut. Membuat ke enam wanita itu pun berdiri, walau dengan tubuh yang gemetaran. Mereka berenam berlari ke arah Xi sambil membawa senjata mereka.
" HAHAHA, sekelompok sampah ini jauh lebih berguna dari apa yang aku bayangkan! Mereka bangun untukku! Hahaha! " Kata BEN sambik tertawa saat melihat ke enam budaknya datang dan berlari menyerang pemuda berambut putih itu.
Melihat itu, Xi menyipitkan matanya. Menatap tajam pada BEN yang tertawa. " Sebagai ketua party... Alih - alih memimpin anggotanya untuk mengalahkan lawannya, tapi sampah sepertimu berdiri di garis belakang dan membiarkan mereka menyerang... Heh, kau tidak lebih dari seorang pengecut! " Kata Xi dengan dingin.
Mendengar sindiran dari Xi membuat BEN menjadi sangat kesal. Dengan raut wajah kesalnya, ia berkata dengan keras " HAHAHA! Anggota? Tidak, tidak, tidak... Memangnya apa pedulimu, mereka adalah budakku yang aku beli dengan uang ku sendiri, jadi sesuka hatiku ingin aku apakan mereka. Bahkan jika aku menyuruh mereka mati, mereka akan melakukannya untuk ku! " Balas BEN sambil tersenyum senang saat ia mengatakan hal tersebut.
Mendengar kata - kata itu keluar dari mulut BEN, membuat semua orang yang mendengarnya menjadi kesal dan jengkel. Kata - kata yang keluar dari mulut BEN sangatlah kotor untuk mereka, karena BEN sama sekali tidak memperdulikan nyawa seseorang.
Sementara itu, Xi yang mendengar balasan tersebut dari BEN ia berkata. " Kau ada benarnya juga, dulu aku seperti itu walau sedikit berbeda... Dulu aku suka membunuh orang tanpa alasan yang jelas, dan mungkin itu masih berlaku sekarang... " Balas Xi dengan dingin. " Airis... Penggal kepalanya untukku, Astia jatuhkan mereka berenam, mereka akan sedikit berguna untuk ku. " Lanjut Xi memberikan perintah kepada Airis dan Astia.
" Baik Tuan, Xi - Sama! " Kata mereka berdua dengan serempak.
Segerah setelah mereka mendapatkan perintah tersebut, bergegas mereka menjalankannya. Astia tanpa perlu merapalkan sihirnya, membuat enam lingkaran sihir sekaligus.
Dari lingkaran sihir itu muncul rantai - rantai emas yang berkilau. Rantai - rantai itu dengan cepat terbang ke arah ke enam wanita budak yang di paksa itu. Dan mengikat mereka dengan sangat kaut, hingga membuat ke enamnya tidak dapat bergerak.
BEN yang melihat ke enam budaknya telah di jatuhkan dan tidak dapat bergerak lagi, membuat nya sangat terkejut. " APA?!!! Dia bisa menjatuhkan enam budak ku sekaligus? Padahal mereka itu Rank C... Sialan pedagang budak itu pasti menipu ku, dia bilang kalau mereka adalah kualitas terbaik! " Kata BEN dengan keras. Sambil mengeluhkan ke enam budaknya yang ternyata sangat lemah dan mudah sekali di jatuhkan. Ia juga mengeluh pada pedagang yang menjual ke enam budak itu. Ia telah menghabiskan banyak uang untuk ke enamnya, namun mereka hanyalah sekelompok sampah yang tidak berguna.
Di saat hidupnya yang sedang berada di ujung sabit kematian. Ia masih memperdulikan hal sepele seperti itu. Dan tidak menyadari kalau seseorang telah berada di belakangnya.
" Kau benar - benar memikirkan hal sepele itu di saat nyawa mu ada di ujung tanduk... Kau benar - benar sampah! " Ucap Airis dengan mata yang bersinar terang. Sembari itu, ia menebaskan pedangnya dengan sangat cepat.
BEN yang sebelumnya tidak sadar kalau seseorang ada di balakangnya. Itu membuatnya sangat terkejut karena tiba - tiba saja seseorang muncul di belakangnya. Karena itu, ia langsung berbalik dan menebaskan pedang besarnya pada orang yang ada di belakangnya.
Namun, ia sudah terlambat. Karena saat ia berbalik, pedang Airis telah berada tepat di lehernya. Dan saat ia baru memgangkat pedangnya beberapa inci, kepalanya telah melayang di udara dengan banyaknya darah yang keluar dari tubuhnya seperti air mancur.
" AAAA... Ketua.... Ketua mati... "
" Tidak... Apa yang harus kita lakukan... "
Semua orang ketakutan, sampai - sampai membuat mereka kesulitan untuk berbicara. Saat melihat ketua mereka telah terbunuh, mereka semua semakin ketakutan dan bingung harus melakukan apa. Mereka ingin melarikan diri namun kaki mereka tidak sanggup untuk menopang mereka lagi.
" Xi - Sama, apa yang harus saya lakukan pada orang ini? " Tanya Airis kepada Xi sambil mengacungkan pedangnya kepada orang - orang itu dengan dingin.
Sontak hal tersebut membuat mereka semua terkejut ketakutan. Wajah mereka pucat penuh dengan keringat.
Xi menyipitkan matanya, menatap tajam kepada orang - orang itu sambil berkata. " Merekq tidak berguna, bunuh saja! " Kata Xi dengan dingin.
Dengan itu, Airis pun bersiap untuk membunuh mereka semua. Saat Airis mengangkat pedangnya, orang - orang itu memohon kepada Airis sambil menangis.
__ADS_1
" Aku... Aku mohon... Jangan bunuh aku... "
" Aku masih ingin hidup... Tolong maafkan aku... "
" Aku mohon lepaskan aku... "
Mereka semua benar - benar bersujud dan memohon ampunan kepada Airis. Demi hidup mereka, kini mereka telah membuang harga diri mereka sebagai party petualang Rank B. Karena, kini semua harga diri dan kehormatan tidak ada gunanya di depan sebuah kematian.
Melihat itu, Airis dengan tatapan sinis dan jijik berkata " Perintah tuan ku itu mutlak jadi... Tidak ada yang akan menyelamatkan hidup kalian! " Kata Airis sambil menebaskan pedangnya.
Semua yang mendengar itu hanya bisa terdiam. Kini mereka tahu kalau apa yang mereka lakukan sejak tadi adalah tidakan yang sia - sai dan percuma. Semua orang telah putus asa dengan hidup mereka, dan sekarang mereka hanya perlu menunggu pedang itu sampai kepada mereka.
Airis tanpa ragu membunuh mereka semua. Setiap kali pedangnya di ayunkan, tidak ada keraguan sedikit pun dalam ayunan tersebut.
Setelah semua orang itu di bunuh oleh Airis. Xi menatap para budak yang di ikat oleh Astia karena ia yang meminta.
" Astia, lepaskan ikatan mereka. Kalian akan menjalankan ruangan selanjutnya bersama mereka. Sementara aku akan lanjut ke ruangan selanjutnya sendirian. " Pinta Xi kepada Astia. Dan memberitahu kepada mereka semua kalau mereka akan bergerak secara terpisah.
" Baik tuan, akan saya lakukan yang terbaik. " Ucap Astia dengan sopan.
Xi berbalik dan berjalan pergi meninggalkan mereka tanpa mengucapkan apa pun lagi. Di dalam ruangan bos itu, terdapat dua pintu untuk ke lantai selanjutnya. Di mana salah satu pintu itu akan membawakan mereka kepada bos akhir dari dungeon ini.
Xi pun memilih pintu yang ada di sebelah kiri. Yang dimana pintu tersebut memiliki gambar di atasnya. Gambar tersebut adalah gambar seekor kelabang yang besar, di mana kelabangan itu di kelilingi oleh kelabang yang lebih kecil darinya.
Saat ia sampai di dalam. Sesuatu yang mirip seperti ekor kelabang melayang dengan sangat cepat. Menghantam tanah dengan sangat keras hingga membuat permukaan tanah menjadi hancur.
Seekor kelabang merah berukuran besar, tanpa henti menyerang dengan mengibaskan ekornya dengan sangat kuat. Sehingga sangat berbahaya jika tidak di hindarinya.
" Kekekek, apa kau cuma bisa menghindar seperti tikus? Hahaha tapi mau bagaimana lagi, kau hanyalah manusia biasa... Tidak mungkin kau bisa mengalahkanku, kau akan mati sangat menyedihkan di tempat ini. " Kata monster itu sambik tertawa. Meninggikan dirinya sendiri sebagai monster yang kuat, dan merendahkan makhluk lainnya sebagai makhluk rendahan.
[ Raja Kelabang Merah ] Rank : S. Level : 125. Exp : 1000000. Skill : Pengerasan, racun asam, gigitan vatal, summon.
Raja Kelabang Merah sangat senang ketika ia bisa menyerang musuhnya tanpa adanya halangan. Ia tanpa henti terus menyerang dan mengejar petualang yang masuk ke dalam wilayahnya.
" Hahaha... Apa kau tikus? Kau cuma bisa menghindar saja... " Kata Raja Kelabang Merah sambil tertawa. Ia mencoba untuk memprovokasi orang yang sedang ia lawan.
Xi pun menanggapi provokasi tersebut dengan mengatakan. " Ohw... Aku baru tahu kalau ada serangga yang bisa bicara. " Kata Xi dengan santai sembari menghindari setiap serangan dari Raja Kelabang Merah.
Mendengar perkataan itu, membuat Raja Kelabang Merah menjadi marah. Karena, apa yang di katakan oleh Xi, secara tidak langsung merendahkan dirinya. Dan menyamakan dirinya dengan serangga rendahan lainnya yang tidak dapat berpikir mau pun berbicara.
" B*jingan Berengsek... Kau berani menyamakan aku dengan serangga rendahan! " Teriak Raja Kelabang Merah dengan marah. Sambil menyerang Xi dengan ekor merahnya yang sangat keras.
BOOM! Hantaman yang sangat keras. Xi terkena serangan dari Raja Kebalang Merah dengan sangat telaknya. Serangan itu sangat kuat sampai menyebabkan kehancuran di sekitarnya. Debu tebal memenuhi ruangan membutakan mata.
" Kekeke, rasakan itu dasar rendahan! Manusia rendahan sepertimu, tidak seharusnya meremhkan aku! " Kata Raja Kelabang Merah sambil tertawa senang.
Beberapa saat berlalu, Raja Kelabang Merah merasa aneh. Jika itu manusia, seharusnya akan ada sedikit becek dari darah manusia yang menempel di tubuhnya. Namun, ia sama sekali tidak merasakan adanya darah yang membasahi tubuhnya.
Debu perlahan menghilang. Raja Kelabang Merah menatapi tempat ia menyerang dengan serius. Setelah semua debu itu menghilang, Raja Kelabang Merah terkejut. Matanya terbuka sangat lebar, dengan sedikit keringat membasahi wajahnya.
" Ba... Bagaimana mungkin... " Kata Raja Kelabang Merah terkejut. " Kau... Masih hidup?! " Tariak Raja Kelabang Merah dengan keras. Ia benar - benar tidak dapat mempercayai apa yang ia lihat.
Karena, tepat apa yang ada di hadapannya saat ini. Seorang pemuda berambut putih berdiri tegak sambil menatapnya dengan tajam. Pemuda itu, dengan santainya menahan serangan kuat dari Raja Kelabang Merah dengan satu tangannya.
" Serangan lemah kayak gini, tidak bisa membunuhku! " Balas Xi dengan dingin sambil menatap Raja Kelabang Merah dengan tajam.
Raja Kelabang Merah yang melihat hal tersebut ia berkeringat dingin. Namun, segerah ia menyerang lagi untuk melihat apa yang ia lihat adalah kebenaran atau tidak.
" Aku tidak percaya ini!! " Teriak Raja Kelabang Merah dengan tidak percaya. Ia kembali menyerang Xi untuk memastikan hal tersebut.
Serangan itu mengarah pada Xi dengan sangat cepat. Namun, Xi lebih memilih untuk menghindari serangan tersebut dari pada menahannya. Ia melompat tinggi untuk menghindari serangan dari Raja Kelabang Merah. Saat berada di udara, ia tepat berada di atas kepala Raja Kelabang Merah.
Raja Kelabang Merah medungak ke atas untuk melihat Xi yang masih berada di udara. Melihat Xi yang masih memberikan ekspresi dingin kepada dirinya, membuat dirinya menjadi marah. Ia pun menyerang Xi, dan berniat untuk memakan Xi saat itu.
" Berengsek! Akan aku makan kau! " Kata Raja Kelabang Merah dengan marah.
Raja Kelabang Merah iku melompat ke atas untuk melahap Xi bulat - bulat. Hal itu pun di tanggapi oleh Xi dengan serius. Ia menyalurkan energi sihirnya pada tangan kanannya. Dan sebuah cakar naga yang terbuat dari gumpalan energi pun terbentuk.
" Bagaimana kalau kau makan ini saja! Dragon Claw! " Kata Xi. Memukulkan cakar naganya pada Raja Kelabang Merah dengan sangat kuat hingga membuat nya terjatuh kembali ke tanah dengan sangat keras. Efek dari serangan Dragon Claw sangat kuat, sampai - sampai meninggalkan bekas pada cangkang Raja Kelabang Merah.
" URGH... Apa itu tadi... " Ucap Raja Kelabang Merah dengan sedikit darah keluar dari mulutnya setelah terkena Dragon Claw. Di sekujur tubuhnya, terdapat tiga bekas cakaran naga yang menembus cangkang kerasnya.
Sesaat setelah Raja Kelabang Merah bangun kembali. Tiba - tiba sesuatu jatuh dari atas menimpa kepalanya dengan sangat keras. Hingga membuat dirinya terbentur dengan sangat keras ke tanah. Di saat yang sama, terjadi ledakan yang menghancurkan sekitarnya.
Itu membuat Raja Kelabang Merah sangat kesakitan. Terlebih, bagian dalam tubuhnya terbakar oleh api yang masuk melalui sela - sela kecil di cangkangnya yang retak. Ia pun bergulingan kesana kemari untuk memadamkan api yang membakar tubuhnya, namun api itu tidak sedikit pun padam.
" Percuma saja... Itu tidak akan bisa kau padamkan. " Kata Xi turun perlahan dari udara dan menginjakkan kakinya ke tanah dengan mulus. " Api hitam yang aku tambahkan dalam ledakan itu, adalah api yang paling mengerikan walau itu masih di tingkat yang paling bawah. Itu tidak akan pernah padam, dan hanya padam ketika targetnya sudah mati. " Lanjut Xi dengan tatapan dingin.
[ Fire and death dragon twin boots ] Rank : S. AGI : + 40. VIT : + 40. Skill : Dragon Revenge Fire Kick : Menghantakan kaki ke tanah, dan mengubah area yang di tentukan penuh dengan api yang meledak - ledak dari bawah tanah. Skill : Death breath urge : Menghentakan kaki pada tanah, dan memberikan sebuah dorongan angin kuat yang bercampur dengan aura kematian. Semua musuh dengan Rank di bawah C akan mati. Skill : Fiery Step : Dapat memumculkan api yang menyebar luas yang membakar apa pun. ( Dapat menimbulkan sebuah ledakan api yang amat kuat bila mendendang dengan sangat kuat ). Efek : - Meningkatkan kecepatan berlari sebesar 30%. - Menghilangkan suara langkah kaki saat bergerak.
" Kieee... Kau b*jingan! Aku akan membunuhmu! " Kata Raja Kelabang Merah dengan marah. Merayap dengan cepat di tanah ke arah Xi yang tepat ada di depannya. Seekor kelabang yang lebih besar dari banteng merayap kepada seseorang, sangatlah mengerikan jika di bayangkan. Apa lagi, ketiga kelabang itu bisa berbicara.
Raja Kelabang Merah membuka mulutnya lebar - lebar. Cairan hijau yang menggumpal di mulutnya terlihat sangat menjijikan. Itu adalah racun asam yang sangat berbahaya, yang bahkan mampu melelehkan baja sekalipun dalam hitungan detik.
Melihat itu, Xi menanggapinya dengan sedikit senyuman kecil di wajahnyan itu adalah senyuman dingin yang memandang rendah lawannya.
" Bodoh... " Kata Xi dengan dingin sambil mengangkat tangannya. Membuka telapak tangannya dan mengarahkannya pada Raja Kelabang Merah. Dari sana, sinar cahaya hijau yang sangat terang muncul. Itu sangat terang dan sangat menyilaukan mata.
Raja Kelabang Merah yang terkena sinar hijau itu pergerakannya menjadi melambat. Perlahan tubuhnya yang sekeras baja, berubah menjadi batu. Dari ujung kaki, hingga kepalanya. Cahaya hijau itu, mengubah seluruh tubuh Raja Kelabang Merah menjadi batu seutuhnya.
" Stone Gaze... Ini sangat berguna. Bahkan monster Rank S sekali pun tidak dapat melawannya. " Kata Xi terkagum - kagum pada artefak sarung tangan yang terbuat dari sarung tangan terkutuk dan mata Medusa.
[ Cursed Eye Gloves ] Rank : A+. VIT : + 30. STR : + 25. Skill : Stone Gaze : Memberikan Efek Debuff kepada musuh, yang mana musuh akan berubah menjadi batu bila menatap mata Medusa. Efek : Memungkinkan untuk dapat menyerang musuh tipe ( Spirit / Roh ).
Setelah mengalahkan Raja Kelabang Merah, Xi pun pergi meninggalkan tempat tersebut. " Sekarang... Hanya tersisa bos terakhirnya... Aku rasa ini tidak akan mudah. " Kata Xi sambil berjalan pergi menuju ke ruangan selanjutnya / ruangan terakhir dari dungeon tingkat tinggi itu.
__ADS_1