
Pada suasana siang yang tenang itu dengan di huasi oleh bunga - bunga yang indah dan bersinar tampak seperti pelangi. Angin berhembus sepoi - sepoi menenangkan hati. Suara beast air yang ada di sekitar mereka terdengar sampai telinga mereka dengan lantunan melodi yang sangat merdu.
Langit biru yang cerah enak di pandang dan memanjakan mata. Tampak kesenangan dan senyuman menghiasi mereka. Bunga yang bergoyang oleh hembusan angin mulai menebarkan serbuknya dan tersebar ke segala penjuru hingga terbawa keluar dari tempat tersebut.
Dari dalam istana, suara langkah kaki terdengar. Seseorang dengan anggun berjalan menuju pintu halaman belakang. Senyum yang senang dan bahagia terukir di wajahnya saat ia sedang berjalan. Dengan perasaan senang, ia membuka pintu halaman belakang dengan senang nya.
Pintu terbuka lebar, dan membuat matanya menjadi sangat bersinar terang karena senang. Senyum gembira terus terukir di wajahnya tanpa henti, saat melihat semua orang yang ada di sana.
" AYAAAH!! AKU KEMBALI! " Ia berteriak dengan sangat kecang, sembari melambaikan tangannya.
Suara yang keras penuh semangat itu terdengar oleh mereka. Suara dari seseorang yang mereka kenal. Mereka segerah mengalihkan pandangan mereka, dan melihat ke arah sumber suara itu.
Tampak di sana, seorang wanita muda yang cantik berdiri di depan pintu halaman belakang sambil melambaikan tangannya. Rambutnya panjang, dengan warna merah yang menghiasi seluruh rambutnya. Mata indah dengan warna merah seperti sebuah ruby yang sangat mahal, terlihat sangat jelas menunjukkan kesenangan.
" Rosse?... " Ucap wanita berambut biru dengan tatapan yang tidak percaya saat melihat wanita berambut merah tersebut.
Wanita cantik berambut merah itu mulai berlari menghampiri mereka dengan senang, untuk melepaskan kerinduan nya dengan mereka semua. Sambil berlari, ia juga melambaikan tangannya kepada wanita muda berambut biru itu sambik berkata.
" BLU! Lama tidak bertemu! " Ucapnya dengan senang sambil menyapa wanita itu.
Ya, mereka bertemu kembali setelah waktu yang cukup lama berlalu memisahkan mereka berdua. Rosse adalah adik dari Blu walau mereka tidak sedarah. Namun, mereka berada di bawah naungan orang tua yang sama.
__ADS_1
Pertemuan pertama mereka, saat mereka masih kecil, mereka tinggal di tempat yang paling menyeramkan. Banyak monster yang bentuknya sangat menyeramkan di tempat mereka tinggal sebelumnya, bukan hanya sekedar menyeramkan namun juga kuat. Saking menyeramkannya tempat tersebut, bahkan sampai minimnya tempat aman untuk tinggal di sana. Mereka menyebut tempat mengerikan itu sebagai Neraka.
Tidak, itu lebih menyeramkan dari pada neraka. Itu berada di dalam Abyss, bagian terdalam dari abyss yang lebih menyeramkan dari neraka. Fall Abyss.
Mereka di temukan di waktu yang berbeda oleh seorang pria muda yang ada di bangian Abyss terdalam itu, bersama dengan yang lainnya. Saat pria muda itu menolong Rosse dari seekor monster yang sangat mengerikan, saat itu lah Rosse bertemu Blu yang bersembunyi di belakang seorang wanita muda yang cantik, sesambil memeluk kaki wanita tersebut.
Mulai saat itulah mereka di rawat di bawah naungan orang - orang itu dan merawat kedua anak kecil itu dengan sangat baik dan penuh kasi sayang. Hingga keduanya tumbuh bersama dan menjadi semakin dekat, serta mulai menganggap diri mereka sebagai saudara.
Melihat ke akrapan mereka berdua, membuat pria dan wanita muda itu sangat bahagia, hingga mengangkat keduanya menjadi anaknya. Hingga dua tahun telah berlalu dengan cepat, dan mereka telah tumbuh menjadi dewasa layaknya wanita - wanita kampus yang muda. Karena pengaruh dari waktu Abyss terdalam, serta kepadatan energi sihir yang ada di sana, membuat mereka berdua tumbuh begitu cepat, berbeda dengan makhluk hidup pada umumnya.
Rosse berlari mengahmpiri Blu. Dengan senang ia memeluk Blu dengan erat, hingga membuat Blu hampir kehabisan nafasnya karena pelukan yang Rosse berikan sangatkan sangatlah kuat. Jika itu orang normal, mau pun petualang kelas S+ di bawahnya, tulang mereka dapat hancur hingga tidak berbentuk.
" Blu, aku merindukan mu! " Ujar Rosse dengan senang sambil memeluk Blu dengan erat.
Rosse melepaskan pelukannya dari Blu saat Blu memintanya. Saat itu, Rosse hanya tersenyum manis dan tidak mengatakan apa pun lagi.
Namun, hal itu membuat Rosse kesal dan berkata kepada Blu. " Apa kau tak berencana untuk minta maaf? " Tanya Blu dengan ekspresi wajah yang kesal kepada Rosse tentang tindakan Rosse yang berencana untuk meremukan nya.
Sambil memalingkan wajahnya serta memeletkan lidahnya seperti anak kecil, Rosse membalasnya " Memangnya apa salah ku? Aku kan cuma mau memelukmu saja. " Balas Rosse dengan tatapan tak bersalahnya.
Namun, Blu tidak percaya dengan tatapan tak bersalah Rosse yang seperti kucing itu. " Oh... Berapa persen niatanmu mau memelukku karena kengen? " Tanya Blu kepada Rosse dengan cepat ekspresi tenangnya.
__ADS_1
Dengan bangganya, Rosse menjawab. " Tentu saja 20%! " Ucapnya dengan keras dan bangga.
" Lalu 80% itu apa? " Tanya Blu lagi kepada Rosse.
" Tentu saja, niat jahat yang khusus untuk isengin kamu aja. " Jawabnya sambil tersenyum manis.
Mendengar itu Blu dalam hatinya langsung berkata dengan ekspresi seramnya. " Ni orang... Ku makan aja sekalian biar kau gak balik - balik lagi! " Ucapnya dalam hati dengan sangat geram ingin mencabik - cabik Rosse yang baru saja kembali itu.
Walau Blu kesal dengan sifat Rosse, namun ia tidak melakukan apa pun kepada Rosse karena itu sudah menjadi kebiasaan Rosse saat masih kecil.
Setelah menyapa Blu dengan keramahannya, Rosse menoleh dan melihat ke belakang Blu. Tampak di sana, ada tiga orang yang sedang duduk santai sambil tersenyum ke arahnya. Dengan cepat ia menghampiri mereka dan memeluk salah satunya.
" AYAH! AKU KEMBALI! " Ucap Rosse dengan keras sambil memeluk pria muda berambut putih yang sedang duduk santai di sana.
Melihat putrinya yang tampak senang dan bahagia itu, ia mengusap kepalanya dengan lembut dan berkata kepada Rosse. " Ya, kau kembali dengan selamat... Baru saja aku berencana untuk menjemput mu tadi, dan aku rasa itu sudah tidak di perlukan. " Ucapnya sambil mengusap kepala Rosse.
" Ya. Kau sudah pergi cukup lama, sampai membuatnya menjadi khawatir. Untung saja kau kembali tanpa luka... Kalau ada sedikit luka aja di tubuhmu, mungkin ayahmu itu akan ngamuk. " Ucap Wanita muda berambut putih yang cantik sambil tertawa kecil.
Rosse pun berdiri sambil membanggakan dirinya. Ia meletakkan tangannya tepat di dadanya dengan percaya diri sambil berkata " Ayah tidak perlu khawatir, Rosse ini kuat! " Ucapnya dengan percaya diri.
Mendengar itu mereka semua hanya bisa tertawa melihat Rosse yang bertingkah seperti anak kecil walau dirinya sudah tumbuh menjadi wanita dewasa. Menurut mereka, sifat Rosse itu tidak ada bedanya dengan Rosse yang dulu saat mereka tinggal di dalam Abyss yang sangat suka membuat masalah.
__ADS_1
Dalam suasana yang tampak harmonis itu, Rosse teringat sesuatu yang ingin ia katakan kepada mereka mengenai apa yang ia dapatkan setelah ia meninggalkan tempat tersebut.
" Ayah, aku ingin memberitahukanmu sebuah informasi yang aku dapat dari sana tentang... Leogosaid! " Ujar Rosse yang tatapan nya seketika berubah menjadi tampak serius saat mengatakan sesuatu yang mengerikan ' Leogisaid '