LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 51


__ADS_3

Saat para monster menyerang, kedua sosok muncul secara tiba - tiba dengan cepat keduanya langsung melewati gerombolan serigala api yang menyerang. Pada akhirnya, mereka di hentikan oleh monster berukuran besar T - Rex Api. Karena T - Rex api yang menyerang mereka dengan brutal, membuat mereka berdua harus memilih untuk menghindari nya. Saat mereka berlari ke atas tebing, mereka di kejutkan oleh kedatangan monster lainnya.


" Sialan... Kadal api... " Ucap salah satu dari dua sosok tersebut saat mereka baru saja menginjak kan kaki mereka di atas tebing.


Kadal Api, monster dengan atribut api. Monster ini memiliki kemampuan pertahanan yang sangat hebat, serta resistensi mereka sangat tinggi terhadap api. Walau rank rata - rata mereka hanya D - C Rank, namun tak jarang ada beberapa dari mereka yang berada di rank C+. Dan panjang dari kadal api ini mencapai satu meter.


Kadal Api merayap ke arah mereka dengan cepat, dan menyerang mereka. Di saat itu, mereka berdua tidak mengira akan bertemu dengan kadal api dengan jumlah yang sangat banyak.


" Di atas tebing ada kadal api... Dan di bawah ada T - Rex api dan juga serigala api... Ini merepotkan! " Ucap salah satu dari sosok berjubah tersebut. Mereka di sibukan dengan banyaknya kadal api yang ada di atas sana. Jumlah mereka lebih banyak dari serigala api yang ada di bawah.


Sementara di sisi lain tebing, terdapat dua orang lagi yang di kejar oleh T - Rex Api dan juga ribuan kadal api. Saat itu keduanya berlari menuju curam lembah untuk menghindari sergapan sari para monster tersebut. Namun saat mereka ingin melakukan nya, tiba - tiba ada ledakan yang cukup kuat dari arah yang mereka tujuh.


Dengan ledakan itu, mereka mengetahui kalau ada orang di sana sedang berhadapan dengan monster - monster yang kuat.


Saat sedang berlari menuju ujung curam lembah, seorang wanita bertanya kepada pria muda berambut putih. " Xi - Sama, apa yang harus kita lakukan? Di depan sana tampaknya ada monster juga! " Tanya wanita tersebut dan harus melakukan apa dengan situasi saat ini.


Mengingat di depan mereka juga ada monster. Saat itu pria berambut putih mengatakan kepada wanita tersebut. " Kita terus berlari kesana Airis... Jika ada satu T - Rex api lagi, maka kita dapat lepas dari pandangan semua monster ini. " Ucap pria berambut putih itu, dan bersama dengan wanita itu melompat dari punjak lembah menuju ke bawah.


Para monster yang melihat itu, mereka tanpa ragu juga ikut melompat ke bawah. T - Rex api dengan percaya dirinya ia langsung melompat. Sedangkan kadal api, mereka merayap di tebing - tebing untuk turun ke bawah.

__ADS_1


T - Rex api yang jatuh dari ketinggian itu, menghantam tanah dengan sangat keras hingga membuat sekitarnya bergetar. Namun tampak monster tersebut tidak mengalami luka yang berarti untuknya, dan kini kedua T - Rex Api saling bertemu satu sama lain, dan saling menyerang.


Kedua T - Rex tersebut saling bertukar serangan. Dan tak jarang mereka melepaskan serangan bola api yang besar satu sama lain, hingga menyebabkan terjadinya ledakan api yang kuat.


Kadal api yang terkena ledakan tersebut, tidak mengalami luka sedikit pun di karenakan mereka tanah terhadap serangan api yang kuat. Bahkan mereka dengan santainya merayap melewati api dan lava yang panas itu.


Kedua T - Rex bertarung cukup lama, sehingga keduanya mengalami luka yang serius. Di detik - detik akhir mereka, seorang pria berambut putih muncul dari langit, dan melepaskan serangan tombak es yang besar kepada kedua monster tersebut.


Dua tombak es besar dengan cepat jatuh ke arah kedua monster tersebut, dan akhirnya menimpa mereka tanpa bisa menghindari nya, karena kondisi mereka yang sedang terluka. Keduanya pun terbunuh di bawah tombak es yang dingin itu. Namun hanya dalam waktu singkat, tombak es yang besar itu langsung meleleh karena subu di sana sangatlah panas.


Terbunuhnya dua T - Rex api, membuat semua orang yang ada di sana terkejut. Monster yang amat kuat dan tidak mudah untuk di hadapi, keduanya mati hanya dalam satu serangan.


" T - Rex api nya... Mati? "


Ucap kedua sosok tersebut dengan wajah yang tercengang karena mereka sendiri tidak dapat menggores monster tersebut.


Setelah mengalahkan dua T - Rex Api, Xi dan Airis berlari menuju ke gunung api dengan cepat. Namun di belakang mereka masih terdapat banyak kadal api yang mengejar mereka. Mereka terus berlari dan menambahkan kecepatan mereka, hingga sampai di ujung tebing di dekat gunung berapi.


Tanpa ragu mereka melompat dari atas sana dan langsung menuju ke bawah. Dan saat mereka melihat ke bawah, betapa terkejutnya mereka, di bawah sana terdapat kolam lava yang sangat panas.

__ADS_1


" Uwaaa... Kolam lava!!! " Teriak Airis dengan keras.


Xi yang melihat hak tersebut hanya diam. Namun ia juga memperhatikan kolam lava yang ada di bawahnya. Terlihat dengan jelas olehnya di bawah sana, ada kadal api kecil yang keluar masuk dari lava tersebut.


Karena mereka jatuh dengan cepat, membuat mereka tidak memiliki kesempatan untuk mebelokkan arah jatuh mereka. Dan akhirnya mereka tercebur di dalam kolam lava yang panas itu.


Saat berada di dalam kolam lava, Xi membuka matanya. Ia terkejut karena kolam lava inj tidaklah sepanas yang ia kira, dan lava nya cukup hangat dan juga jerni dari dalam sana. Tidak seperti tampilan luarnya yang sangat mengerikan.


' Lava panas yang di penuhi dengan api tapi suhu di sini hanya sekitar 25 saja, dan tidak terlalu panas untuk ku. Kolam lava ini, adalah kesempatan untuk kami menghindari gerombolan monster itu. ' Ucapnya sambil melihat ke sekeliling nya. Terlihat di bawah sana, terdapat sebuah mulut gua di bawah kolam lava itu. Xi pun berenang masuk ke dalam sana.


Airis yang melihat itu, ia juga ikut berenang ke san dan masuk ke dalam gua. Sesampainya mereka di permukaan, tepatnya di dalam gua dekat gunung api. Mereka keluar dari kolam lava itu.


Airis yang baru saja keluar dari sana, ia berkata " Aku pikir aku akan mati terpanggang di sana... " Ucapnya dengan mata yang berputar - putar.


Namun Xi tampak masih tenang dalam situasi yang mereka hadapi saat ini. Walau sebelumnya mereka seperti ingin mengantarkan nyawa kepada kematian, namun mereka masih dapat selamat karena buruntung kolam lava itu tidak sepanas yang mereka pikirkan. Dalam situasi itu, Xi tampak tenang walau dirinya hampir saja mati.


" Tidak aku sangka kalau kadal - kadal itu banyak banget... Itu lebih banyak dari pada pasukan raja iblis. " Ucap Airis yang mengeluh karena jumlah kadal api terlalu banyak saat mereka hadapi sebelumnya. Lalu Airis pun menatap Xi dan bertanya " Xi - Sama, bukan anda mengatakan ingin menjinakan kadal api tersebut? Kenapa anda tidak menjinakannya? " Tanya Airis tentang perihal tersebut yang merupakan rencana Xi ingin menangkap kadal api.


" Bukannya aku tidak ingin... Hanya saja jumlahnya tidak sesuai dengan perkiraan ku... Kalau mau menangkap mereka dengan jumlah sebanyak itu, kita memerlukan sebuah perangkap. Untuk menjebak mereka. " Jawab Xi saat itu.

__ADS_1


" Mari lupakan itu terlebih dahulu, dan ayo ambil dulu, bunga jambul phoenix nya. " Ucap Xi sambil berjalan pergi mengikuti jalur gua tersebut. Xi mamanggil satu shadownya yang berupa kadal api. Ia meminta untuk di tunjukkan jalan menuju bunga jambul phoenix tersebut melalui shadow kadal api yang ia summon.


__ADS_2