LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 90


__ADS_3

( Kebangkitan Legendary Beast )


Izika San, Aoi Ozora, Akiyama Arta, dan rekan - rekannya bertemu dengan Xi di ruangan terakhir dari ruangan rahasia. Melihat Xi yang keluar dari ruangan tersebut, Izika San menyipitkan matanya menatap Xi dengan tajam.


Melihat Xi yang muncul dari ruangan terakhir, membuat Izika San berpikir kalau Xi telah mengambil semua barang berharga di dalam sana. " Sialan... Sejak kapan anak ini berada di dalam sana? Anak ini... Pasti mengambil semua yang ada di dalamnya... Ini tidak boleh dibiarkan! " Kata Izika San dalam hatinya.


Izika San pun tersenyum, tampak senyum serakahnya ia tunjukkan kepada Xi. Sambil mengacungkan tangannya, ia berkata kepada Xi. " Hei nak, serahkan artefak dan barang berharga lainnya yang kau dapatkan dari ruangan itu. Kalau kau menyerahkannya dengan baik - baik, kami akan mempertimbangkan untuk melepaskan mu karena sudah berani mengambil hak kami. " Kata Izika San dengan senyum jahatnya di ikuti oleh yanh lainnya juga.


Tampak tatapan merendahkan dan sombong mereka arahkan pada Xi yang sendirian itu. Mereka masih meninggikan diri mereka dengan status keluarga yang mereka miliki. Pada saat itu pun mereka juga mengancam Xi untuk menyerahkan semua harta yang ia miliki kepada mereka.


Namun, Xi hanya berdiri diam dan tidak membalas apa pun. Sontak hal itu membuat Arta marah karena Xi mengabaikan Izika San yang sedang berbicara. Seolah, ia membuat Izika San berbicara dengan tunggul batu.


Izika San yang melihat Xi tidak meresponnya sedikit pun, ia sangat marah. Ia mengepalkan tangannya kuat - kuat dengan ekspresi wajah yang penuh dengan urat yang bermunculan. Saat itu pun ia bergumam " Bocah Berengs*k! Berani sekali kau mengabaikan diriku! Aku adalah Izika San dari keluarga bangsawan Duke Izika, mengabaikan aku sama saja seperti mengabaikan seorang Duke. " Katanya dalam hati sambil menatap Xi dengan tajam.


Arta pun berjalan menghampiri Xi. Sambil berjalan ia berkata " Hei, sialan! Apa kau tidak dengar apa yang di katakan nya tadi? Apa kau tuli!? " Ujar Arta dengan sangat kesal. Arta yang berada di dekat Xi, ia melepaskan niat membunuhnya karena Xi yang tidak mau patuh. Saat itu, Arta telah siap untuk membunuh Xi kapan pun ia mau.


Sementara itu, Xi yang di hampiri oleh Arta, tampak ia tenang - tenang saja seakan ia tidak peduli dengan kehadiran dari Arta. Namun, setelah Arta melepaskan niat membunuhnya, itu langsung membuat Xi kesal dan membuat Xi menatap Arta dengan mata merah menyalah yang penuh dengan niat membunuh. Walau begitu, Arta tidak dapat merasakan niat membunuh dari Xi karena Xi mampu dengan baik menyembunyikan niat membunuhnya.


Arta yang kesal dengan sikap Xi, segerah ia menarik pedangnya dan memberikan sebuah tebasan yang cepat kepada Xi. Pada jarak yang sangat dekat itu sangat mustahil untuk menghindari serangan dari Arta. Tebasan Arta pun mengenai Xi dengan telaknya.


SLAHSS! Suara tebasam yanh amat cepat. Arta tersenyum saat menyerang. Ia sangat yakin, kalau serangannya sangat kuat hingga tidak mungkin dapat di hindari dan tidak dapat di blokir dengan mudah. Namun, itu hanyalah kenyataan palsu yang di berikan oleh Xi kepada Arta.

__ADS_1


Karena pada saat itu, Xi dengan mudahnya memblokir tebasan pedang Arta hanya dengan ujung dagger miliknya. Saat itu tampak Xi tidak kesulitan sedikit pun dalam memblokir serangan kuat Arta.


Arta dan yang lainnya terkejut. Dan yang paling terkejut adalah Izika San yang melihat Xi memblokir tebasan pedang Arta dengan mudahnya. Melihat itu ia berbicara dalam hatinya " Ba bagaimana mungkin?! Dalam jarak sedekat itu dia masih bisa memblokir serangan Arta? Bahkan jika itu aku, tidak mungkin aku memiliki kesempatan untuk memblokir serangan Arta yang tiba - tiba. " Katanya dalam hati dengan raut wajah penuh dengan keringat. Ia tidak bisa percaya sekaligus tidak habis pikir kalau Xi dapat memblokir nya tanpa kesulitan.


Arta terkejut dengan mata yang terbuka lebar saat melihatnya. Sedangkan Xi, menatap Arta dengan tatapan dingin. Xi membalas serangan Arta dengan sangat cepat menggunakan dagger miliknya. Dengan tambahan skill Bash yang membuat kekuatan serangannya meningkat, ia dengan mudah memotong salah satu lengan Arta.


Arta saat itu hanya bisa melongok terdiam saat melihat lengannya telah hilang satu. Ia sangat terkejut dengan keadaannya yang sekarang, dan ia pun berteriak kesakitan sambil berguling - guling di lantai.


" AAAAAAAAAAAAAA! " Teriak Arta sambil berguling guling di lantai.


Semua orang di buat terkejut dengan tindakan Xi yang memotong lengan Arta. Melihat temannya terluka sangat parah, Aoi sangat marah. Ia pun melompat ke arah Xi dan melepaskan bentuk manusia binatang nya, yang berupa seekor serigala biru. " Mati kau! Sialan! " Teriak Aoi sambil melompat ke arah Xi. Ia berniat untuk membalaskan dendam dari Arta.


Namun, sebelum ia sampai di tempat Xi berdiri. Tiba - tiba sebuah dagger melayang dengan cepat ke arahnya, dan menancap tepat di kepalanya itu. Karena hal itu pun langsung membuat Aoi terbunuh seketika, di saat yang sama, sebuah Rune Stone terlempar keluar dari tubuh Aoi bersamaan dengan sebuah kantung yang berlambangkan keluarga Aoi.


" Ya, bisa kau lihat sendiri kan bocah. " Balas Xi dengan dingin dan seakan ia tidak memperdulikan siapa yang telah ia bunuh.


" A Aoi itu anak dari seorang Duke! Apa kau tidak takut akan terkena masalah? " Tanya Izika San kepada Xi dengan keras.


Dengan ekspresi dinginnya, ia menjawab pertanyaan Izika San dengan mudah " Tidak... Toh aku pernah membunuh seorang Duke dulunya. Dan untuk itu, apa kau tidak berniat untuk menyelamatkan temanmu ini? Dia sepertinya memohon untuk di selamatkan. " Jawab Xi dan sambil bertanya kembali kepada Izika San mengenai temannya yang sedang Xi injak itu.


Izika San yang mendengar itu sangat marah. Ia sangat tidak terima dirinya di rendahkan oleh orang lain, karena marah, ia pun memerintahkan bawahannya untuk menyerang Xi. " Apa yang kalian lihat?!! Cepat serang bocah itu!! " Teriak Izika San dengan keras.

__ADS_1


Mendengar itu pun mereka segerah melesat ke arah Xi dengan cepat. Saat mereka akan sampai di tempat Xi berdiri, mereka semua tertusuk oleh banyaknya senjata berwarna hitam yang menembus tubuh mereka. Hal itu pun langsung membuat mereka terbunuh. Pada saat yang sama, Izika San mengambil kesempatan tersebut untuk melarikan diri.


" Sepertinya, temanmu menjualmu kepadaku untuk menyelamatkan nyawanya sendiri. " Ucap Xi kepada Arta yang sedang di injaknya.


Arta menangis saat mendengarkan itu, dan sangat marah kepada Izika yang meninggalkan mereka di tangan orang yang sangat kejam. Pada saat itu, tiba - tiba terjadi sebuah gempa di makam naga. Gempa itu memberikan guncangan yang sangat kuat, bersamaan dengan munculnya Gempa, suara yang sangat mengerikan terdengar sangat keras.


BOOM! Sebuah ledakan yang besar terjadi di makam naga. Pada saat itu muncul seekor monster berukuran cukup besar berada di atas langit. Monster itu memancarkan aura yang sangat mengerikan dan mengintimidasi semua makhluk yang ada di sekitarnya.


Seekor monster yang berupa seperti seekor burung phoenix, namun dengan seluruh tubuh di penuh dengan bulu berwarna hitam yang di selimuti dengan aura kematian. Monster itu meraung sangat keras di langit, dan menembakkan sebuah laser berwarna merah. Dan mengubah apa pun yang terkena laser itu berubah menjadi batu yang pada.


Legendary Beast, Evilsky telah bangkit ke permukaan dan membuat kekacauan di dalam hutan. Ia menyerang apa saja yang ada di hadapannya, dan mengubah semua nya menjadi batu. Pada saat kebangkitan nya, ia sangat marah karena ada seseorang yang memganggu tidurnya. Evilsky pun menembakkan laser merahnya berkali - kali dan merubah setengah hutan yang ada di dekat makam naga menjadi batu.


Pada saat yang sama, di dalam ruangan rahasia. Xi yang masih menyandra Arta. Ia melihat di tubuh Arta terdapat sebuah botol berwarna ungu berlapis dengan permata. Ia pun mengambil botol tersebut dan melihat apa isi dari botol tersebut.


[ Selamat anda telah memicu Hidden Quest ]


[ Mendapatkan Air Suci 1/1 ] [ Mengalahkan party Izika San 5/7 ] [ Mengalahkan Evilsky Legendary Beast 0 ]


[ Hadia : Semua Stat meningkat +20 ]


" Aku dapat Quest... Hadianya lumayan juga. " Ucap Xi sambil melihat layar system yang ada di hadapannya. Setelah itu ia menatap kembali Arta dengan dingin. Arta pun sangat berkeringat saat itu. " Kau sudah tidak berguna... Mati saja sana. " Ucap Xi dan menghancurkan semua tulang rusuk Arta, hingga membuatnya terbunuh dengan cara menginjaknya dengan kuat.

__ADS_1


" Sekarang sudah 6 hanya tinggal satu lagi, tapi yang satunya sudah kabur... Walau begitu, aku akan menghadapi Evilsky terlebih dahulu. " Ucap Xi sambil berlari keluar dari ruangan rahasia tersebut. Dan menuju ke tempat Evilsky berada.


__ADS_2