LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 128


__ADS_3

Petemuan mereka berlangsung sangat baik. Mereka cukup lama berbincang - bincang mengenai beberapa hal dan tentu saja Xi juga menceritakan perjalan dirinya bersama Airis dan yang lainnya hingga sampai ke tempat ini. Tentu tidak semua di jelaskan oleh Xi karena ada beberapa banyak hal yang tidak ingin dia beritahukan kepada orang lain.


Setelah mereka selesai berbincang - bincang, Yumiko membawa Xi berjalan - jalan untuk melihat lihat istana. Istana yang terlihat mega ketika di lihat dari luar, bahkan juga terlihat mega ketika di lihat dari dalam. Beberapa tempat dari ruangan - ruangan yang ada di istana terbuat dari bahan - bahan terbaik bahkan terlindungi oleh sihir yang kuat. Di sertakan banyaknya penjagaan di setiap ruangannya membuat istana ini tidak memiliki celah sedikit pun untuk di lewati.


Mereka masih terus berjalan sampai akhirnya mereka berdua sampai di halaman belakang yang merupakan sebuah taman yang indah dan di penuhi oleh salju - salju putih yang menambah ke indahan dari taman tersebut.


Keduanya duduk di sebuah tempat yang ada di sana. Dan tampak membicarakan sesuatu.


" Tempat ini, sangat damai dan tenang... Ku lihat selama beberapa hari ini aku tinggal di sini, semuanya sangat tentram. " Ucap Xi. Xi sangat mengagumi kedamaian di negara ini. Sulit untuk membayangkan dan membandingkan negara ini dengan negara - negara yang pernah di laluinya. Negara bersalju ini sangat bersih dari yang namanya sampah dan minim nya tindak kriminal.


Yumiko senang Xi karena Xi menyukai tempat tempat ini. Itu artinya tempat ini telah memberikan sebuah kesan yang baik kepada Xi.


" Aku senang karena kau merasa nyaman di sini, tapi... " Ucap Yumiko dengan senang. Namun tiba - tiba dia menundukkan kepalanya dan terlihat bingung.


Xi mengangkat satu alisnya melihat Yumiko yang tiba - tiba menjadi murung. Terlihat dari ekspresi wajahnya, seperti ada sesuatu yang membuat Yumiko merasa tidak nyaman. Xi pun berdiri dari tempat duduknya kemudian berjalan mendekati Yumiko.


Xi berada di hadapan Yumiko dan kemudian ia turun dan menatap wajah Yumiko.


" Apa yang terjadi? Kau terlihat bingung dan sedih. " Ucap Xi sambil membenarkan rambut Yumiko yang menutupi wajahnya yang cantik dengan lembut.


" Sebenarnya aku tidak ingin melibatkan orang lain dalam hal ini tapi... Xi, apakah kami bisa meminta bantuan kepadamu? Aku rasa hanya kau lah satu - satunya orang yang bisa aku percaya saat ini. " Ucap Yumiko dengan pelan. Sebuah masalah yang terjadi akhir - akhir ini di negara bersalju membuat Yumiko mau pun Elsia bingung. Banyak kejadian aneh yang membuat beberapa warganya menghilang secara misterius tanpa jejak sedikit pun. Bahkan keluarga dari korban pun tidak mengetahuinya.


Karena hal itu pula juga terjadi beberapa perdebatan yang membuat orang - orang berkerja sendiri - sendiri tanpa mempercayai rekan - rekannya. Hal tersebut menambahkan kebingungan bagi Elsia selaku orang yang memimpin negara ini.


Yumiko yang melihat ibunya kesulitan dalam mengatasi masalah ini dia sangat sedih karena tidak dapat membantu ibunya menyelesaikan masalah yang terjadi.


" Akan aku bantu, selama itu masih dalam jangkauan ku akan aku bantu. " Ucap Xi.


Yumiko yang mendengar itu sangat terkejut karena Xi mau membantunya. Yumiko pun memegang tangan Xi dengan erat membuat perasaan gelisah di dalam hatinya menjadi lebih tenang.


" Terimakasih Xi, aku tidak tahu bagaimana aku harus membalas kebaikan mu setelah ini. " Ucap Yumiko.


" Jangan pikirkan tentang balas budi terlebih dahulu. Jika kau ingin menyelesaikan masalah ini, kau harus memikirkan jalan terbaiknya. Mengenai masalah yang kau maksud aku juga tidak mengetahui apa pun, apa kau bisa sedikit menceritakan nya kepadaku? " Ucap Xi. Meminta kepada Yumiko untuk bercerita mengenai masalah yang terjadi. Walau hanya sedikit informasi yang ia dapatkan. Pestinya itu sedikit beguna untuknya menyelesaikan masalah ini.


Yumiko menceritakan apa yang dia ketahui kepada Xi.


Beberapa waktu lalu terjadi sebuah insiden dimana hewan - hewan ternak mati dengan cara yang mengenaskan. Hewan - hewan itu mati dengan perut yang berlubang dan bagian tubuh yang hilang hanyalah jantung dam hati dari setiap hewan ternak yang ada. Insiden itu membuat kerugian besar bagi negara Bersalju dan menyebabkan timbulnya krisis makanan karena langkah nya daging hewan ternak saat ini.


Ke adaan itu di perparah dengan adanya beberapa orang yang menghilang secara misterius. Bahkan beberapa prajurit yang berpatroli juga terbunuh dengan beberapa bagian tubuh yang menghilang.


Seorang prajurit yang selamat mengatakan kalau ada beberapa orang yang menyerang mereka. Orang - orang itu sangat kuat bahkan hanya dengan sekali pukulannya saja menebus armor yang mereka pakai. Di tambah bau busuk dari orang - orang yang menyerang mereka sangat menyengat.


Sebelum orang - orang itu pergi dengan membawa hasil buruan mereka, seorang prajurit berhasil merobek sebuah mantel yang di pakai oleh orang - orang itu. Dari sobekan mantel yang di dapatnya terdapat sebuah simbol aneh terlukis di sana.


Simbol tersebut adalah sebuah tangan yang berlumuran darah yang sedang menggenggam sebuah jantung. Dan masalah ini tidak terjadi hanya di negara bersalju saja. Ada juga terjadi di kota - kota kecil yang berada di bawah perlindungan negara Bersalju serta negara - negara lainnya yang ada di area bersalju.


Ketika mendengar jenis simbol yang di katakan oleh Yumiko, Xi seperti mengenal simbol tersebut.


" Tangan yang menggenggam jantung? " Gumam Xi.


Yumiko yang mendengar itu bertanya " Kenapa Xi? Apa kau mengetahui sesuatu? "


" Sepertinya begitu, sepertinya aku pernah melihat sebauh simbol yang sama persis dengan apa yang kau ceritakan. Tangan yang berlumuran darah dan menggenggam sebuah jantung... Sepertinya masalah ini terjadi karena perbuatan dari Organisasi Gremory Switf. " Ucap Xi.


Yumiko pun terkejut ketika Xi mengatakan itu. " Organisasi Gremory Switf? Apa yang kau katakan itu benar? " Tanya Yumiko lagi kepada Xi.


Xi menggelengkan kepalanya sambil berkata " Aku tidak tahu apakah itu benar atau tidak. Tapi saat ini aku hanya bisa mempercayai kalau semua ini perbuatan dari Organisasi Gremory Switf... Untuk lebih jelasnya, kita memerlikan informasi lebih dan kemungkinan ada peluang jika tebakan ku ini benar. " Ucap Xi. Mengenai kejadian - kejadian yang di ceritakan oleh Yumiko, hal itu sama persis dengan kejadian yang pernah terjadi di kekaisaran Fafnir. Sebuah organisasi yang menculik banyak orang untuk di jadikan sebuah percobaan pembuatan chimera.


Saat itu Organisasi Gremory Switf telah di hancurkan oleh Xi. Tapi saat itu, ia masih tidak yakin kalau Organisasi Gremory Switf telah berakhir begitu saja. Ada sebuah kemungkinan masih ada organisasi yang sama atau memang Organisasi Gremory Switf yang tersebar ke banyak tempat.


Ketika mereka sedang berduaan membicarakan sesuatu. Seseorang datang dan berteriak dengan suara yang berat.


" Hei, kau! Apa yang kau lakukan kepada tuan putri?! " Seorang pria berzirah tebal dengan raut wajah yang mengerikan terlihat marah ketika melihat Xi berada di dekat Yumiko. Orang itu tidak lain adalah Kansas.


Xi melirik Kansas dengan mata merahnya yang menyala. Ketika itu dia berkata " Orang ini sedari awal memang tidak menyukai kehadiranku. Sepertinya dia berencana untuk membuat masalah denganku? Akan ku ikuti alur permainan mu untuk saat ini, kebetulan juga aku lagi bosan. " Ucap Xi dalam hatinya.


Xi berdiri dari tempat dan menatap kansas sambil berkata " Kau siapa? " Tanya Xi.


Dengan penuh percaya diri dan penuh ke banggaan Kansas menjawab. " Aku Kansas, kapten yang memimpin pasukan kesatria elit kerajaan. Beraninya rendahan sepertimu menyentuh tuan putri! " Jawabnya. Kansas bangga ketika memperkenalkan dirinya namun setelah itu dia marah karena Xi berada di dekat Yumiko. " Tuan putri lihatlah ini, akan aku ungkap semua kebohongan bocah rendahan ini di depanmu. Dan kau akan melihat betapa lemahnya dirinya. Hanya aku lah yang layak menjadi pria yang selalu ada di samping mu tuan putri. " Ucap Kansas dalam hatinya. Raut wajahnya sepenuhnya menunjukkan niat jahatnya kepada Xi.


" Oh, gitu doang? " Ucap Xi menaikkan satu alisnya.

__ADS_1


Kansas yang mendengar itu seketika kesal. Kesannya menurut pandangan dia, dirinya telah di remehkam oleh seorang anak muda yang tidak berpengalaman.


" Apa maksudmu ' gitu doang '? Kau bocah kurang ajar yang tidak tahu tingginya langit masih berani membual kalau kau itu orang yang kuat? " Ujar Kansas dengan marah sambil mengacungkan jarinya kepada Xi.


Xi menghelakan napasnya dan berbicara sambil membuang wajahnya. " Aku kuat? Huh, biasa saja kok... " Balas Xi.


Kansas di buat sangat kesal dengan sikap Xi yang seakan tidak peduli dengan apa pun. Terlebih lagi sikapnya yang buruk bahkan tidak menghormati orang yang lebih tua membuatnya menjadi orang yang tidak layak untuk berada di sisi Yumiko.


" Kau bocah sialan! Berani kau membuang muka ketika sedang bicara dengan ku. Hari ini, aku kansas menantangmu untuk berduel dengan ku satu lawan satu. " Ucap Kansas. Dia melepaskan sarung tangannya dan kemudian di lemparkannya kepada Xi. Sebagai tanda kalau dia menantang Xi untuk berduel.


Melihat hal tersebut Xi hanya diam saja dan tidak berkata apa pun. Melihat itu Kansas menjadi yakin kalau Xi itu hanya seorang pengecut yang banyak omong kosong.


" Hahaha, ada apa? Kau takut berduel denganku? Bagaimana kau bisa menolong tuan putri kalau kau saja takut berduel denganku! Apa yang kau katakan kepada tuan putri sepertinya hanya omong kosong. Kau hanya ingin mendapatkan perhatian darinya ia kan? " Ucap Kansas sambil mengolok Xi.


Xi menanggapi olokan tersebut dengan sebuah senyuman. Dia menatap kansas dam berkata " Baiklah, aku menerima tantanganmu. Ayo bertarung. " Ucap Xi dengan tenang menerima tantangan berduel melawan Kansas. " Kebetulan aku sedikit bosan akhir - akhir ini karena belum bertarung. Aku ingin tahu seberapa kuat Rank A yang satu ini. " Ucap Xi dalam hatinya. Xi menerima tantangan Kansas bukan hanya sekadar untuk memuaskan rasa bosannya, namun juga ingin menguji kemampuan dari kepala kesatria Elite.


Kansas yang sedari awal tidak menyukai Xi, dia pun tersenyum senang ketika Xi menerima tantangannya.


" Bagus, kerja bagus bocah. Akan aku hancurkan kau ketika sudah di arena. " Ucap Kansas dalam hatinya penuh dengan niat jahat. " Ikut aku, aku tunjukkan tempatnya. " Lanjut Kansas berjalan pergi.


Melihat Kansas yang telah pergi, Xi masih terlihat santai dan seakan tidak mengkhawatirkan apa pun yang akan terjadi.


Yumiko yang khawatir dengan Xi, dia berkata " Xi... Apa kau akan baik - baik saja? Maaf membuatmu terganggu, aku akan melaporkan ini kepada ibu ku. " Ucap Yumiko. Yumiko merasa tidak nyaman ketika Kansas datang dan mencari masalah dengan Xi. Ini merupakan sebuah kesan buruk. Tidak menyangka kalau niat baik seseorang akan di pandang buruk oleh orang lain.


Xi melihat ke arah Yumiko sambil tersenyum, dia pun berkata " Jangan khawatir, aku akan baik - baik saja... Aku akan memberikan kepadanya sedikit pelajaran. " Ucap Xi. Berjalan pergi mengikuti Kansas yang sudah jauh di depan.


Yumiko senang karena Xi tidak mempermasalahkan hal ini, namun, walau begitu Yumiko tetap saja merasa tidak nyaman dengan Xi. Terlebih lagi, orang yang mencari masalah dengan Xi adalah orangnya sendiri.


Melihat keduanya yang sudah pergi, Yumiko juga ikut pergi dan menemui ibunya untuk memberitahu kejadian ini. Berharap dengan adanya Elsia, kesalahpahaman ini dapat terselesaikan dengan baik - baik.


Sementara itu, di sebuah ruangan latihan istana. Di arena Xi dan Kansas berada di sana. Di saksikan oleh banyak prajurit yang menjadi penonton duel mereka berdua.


" Ku dengar mereka akan bertarung! "


" Ya itu benar, mereka akan bertarung hari ini. "


" Aku tidak sabar menunggu lebih lama lagi, aku ingin melihat kehebatan kapten Kansas. "


Orang - orang yang berada di pinggir arena terlihat bersemangat untuk menyaksikan duel keduanya. Banyak orang yang mendukung Kansas dan memperkirakan Kansas akan menang pada duel ini. Dan ada beberapa orang yang mengasihani Xi karena berurusan dengan Kansas.


Mereka yang mendukung Kansas akan menang pada duel ini terus menyoraki Kansas dengan menyebut namanya. Alasan mereka dapat percaya kalau Kansas akan menang pada duel ini karena Kansas adalah kapten kesatria Elite kerajaan yang sangat terkenal dan di percaya oleh Ratu.


Sementara itu, mereka terlihat meremehkan kemampuan Xi dan beranggapan Xi tidak akan menang melawan Kansas. Sebagai pendatang baru yang asal usul kekuatannya saja tidak jelas, makannya semua orang memandang rendah Xi dan menyemangati Kansas yang ada di arena.


Dengan seluruh dukungan dari para bawahannya, Kansas begitu percaya diri dengan duel ini. Bahkan sebelum mereka mulai bertarung, Kansas telah membayangkan kemenangan nya. Dalam khayalan nya itu, Kansas menghajar Xi habis - habisan sehingga membuatnya bertekut lutut serta mengakui kesalahan dan memohon ampunan kepada Kansas. Dan juga, Kansas juga berkhayal dia mendapatkan perhatian penuh dari Yumiko.


" Bocah, apa kau dengan suara dukungan - dukungan itu? Haha mereka sangat bersemangat bukan? Masih belum terlambat untukmu mengaku menyerah dan mengakui kesalahanmu. " Ucap Kansas kepada Xi. Memamerkan dukungan dan pertahian dari setiap orang kepada Xi. Menyarankan kepada Xi untuk angkat tangan dan mengakui kekalahannya.


Xi yang melihat menanggapinya dengan biasa - biasa saja. Dia pun berkata " Kau benar... " Ucap Xi.


Ketika mendengar itu, Kansas terlihat bangga karena Xi sadar akan dirinya sendiri. Kansas pun beranggapan kalau Xi akan menyerah dan mengakui kekalahannya di depan semua orang. Itu akan membuatnya sangat malu karena cuma omong besar di depan Yumiko. Akan tetapi...


" Mereka terlalu berisik. " Lanjut Xi.


Kansas pun terkejut ketika mendengar suara itu. Raut wajahnya yang tadinya terlihat bangga dan senang, kini berubah menjadi merah karena kesal.


" Bocah ini... Dia berpura - pura sok tenang padahan dalam hatinya dia sangat panik. Sungguh orang bodoh yang sok keren tapi tidak punya kemampuan. Akan aku buat kau merasa rasa penderitaan dan terhina di sini... " Ujar Kansas dalam hatinya. Kansas telah merencanakan sesuatu di dalam kepalanya yang akan membuat Xi merasakan penderitaan.


" Bocah, dengan kemampuan mu, aku ragu kau dapat bertahan dari seranganku. Kau yang tidak memiliki sihir sebaiknya menyerah saja dari pada membuang nyawamu dengan sia - sia... " Kansas masih memandang rendah Xi dan dirinya masih begitu percaya diri dapat mengalahkan Xi dengan kemampuan nya hanya dalam satu gerakan. Namun, ketika ia sedang berbicara, tiba - tiba Xi menyela nya dengan berkata...


" Bukan kah kau terlalu banyak mengoceh? Dari pada mengoceh terus, lebih baik kau buktikan kemampuanmu dengan tinjumu dari pada ocehanmu yang gak berguna itu. " Ucap Xi kepada Kansas dengan santai. Terlihat Xi bahkan masih terlihat tenang dan tidak takut sedikit pun kepada Kansas yang tubuhnya bahkan lebih besar darinya.


Kansas yang mendengar itu keluar dari mulut Xi, dia sangat marah. Dengan rautnya wajahnya yang penuh dengan urat, Kansas berkata. " Baiklah, aku tidak akan menahan diri. " Ujar Kansas. Kansas sudah geram dengan sikap Xi yang menanggapinya terlalu santai seakan meremehkan dirinya yang merupakan seorang kapten kepala kesatria elite.


Xi tersenyum saat melihat Kansas menjadi serius. Dia pun berkata " Kalau begitu... Duelnya di Mulai... " Ucap Xi. Saat Xi sedang berbicara, tiba - tiba Kansas melesatkan serangan terbaiknya kepada Xi. Sebuah tusukkan pedang yang di lapisi oleh aura pedang menambahkan ketajaman dari pedang tersebut. Di tambah dengan kecepatan yang di miliki oleh Kansas, dengan mudahnya Kansas menutupi jarak antara dirinya dan Xi dalam waktu singkat. Sehingga serangan yang di lepaskan oleh Kansas mengenai Xi dengan telak dan tanpa Xi dapat bereaksi untuk menghindarinya.


Kansas yang melakukan inisiasi serangan pertama dalam duel ini berhasil menyerang Xi dengan telak. Akan tetapi, Kansas merasakan sesuatu yang aneh. Pedangnya terasa ringan dan tidak terasa seperti mengenai seseorang.


Semua orang termasuk Kansas terkejut karena Xi muncul di belakang Kansas.


" Berhasil di hindari ya? Aku rasa aku tahu kenapa dia begitu percaya diri... Dia punya sedikit kemampuan. " Ucap Kansas dalam hatinya sambil berbalik menatap Xi. " Gerakan nya yang cepat dan tanpa suara ini, seharusnya hanya bisa di lakukan oleh seseorang yang memiliki Class sebagai Class pembunuh / Assassin. Sepertinya Class orang ini adalah Assassin, dan sepertinya dia bukan lah Assassin biasa. " Lanjut Kansas.

__ADS_1


Sementara itu, Xi yang berhasil menghindari serangan kejutan dari Kansas dia berkata. " Dia menyerangku sebelum aku selesai berbicara... Rasanya sangat nostalgia dengan kejadian ini. " Ucap Xi dalam hatinya. Namun entah kenapa, itu membuat perasaan senang pada hati Xi.


Kansas berancang - ancang dengan mengambil kuda - kuda siap untuk menyerang. Lagi dia melapisi pedang melikinya dengan aura pedang dengan di tambah sebuah skill yang dapat menambahkan kecepatan.


" Mungkin kau bukan seorang Assassin biasa, tapi aku sudah menghadapi banyak orang yang seperti dirimu... " Ucap Kansas dal hatinya. Dia berlari ke arah Xi dengan sangat cepat dan sampai di tempat Xi berada dalam waktu singkat. Dengan aura pedangnya, Kansas menebas kan pedangnya ke arah Xi. " Menghadapimu sama seperti menghadapi seekor semut! " Lanjut Kansas sambil menebaskan pedangnya.


Tebasannya sangay cepat dan akurasi nya sangat baik. Bahkan hembusan anginnya dari pedangnya sangat lah kuat hingga mempu membuat goresan di lantai.


Dari tebasan itu, Xi berhasil menghindari nya untuk kedua kalinya. Saat berada di tempat yang aman dan dengan jarak yang cukup untuk menjaga dirinya Xi berkata. " Dia memang berbeda dengan orang - orang Rank yang lain, mungkin itu karena dia Rank A Spesial. Dia sangat lah kuat. " Ucap Xi dalam hatinya.


Kansas tidak percaya serangan keduanya berhasil di hindari oleh Xi dengan begitu mudah. Kansas pun berbalik dan melompat dengan cepat ke arah Xi dan memberikan banyak tebasan pedang kepada Xi.


Walau di hadapi dengan ratusan tebasan pedang yang menghujaninya, Xi masih terlihat tenang dan bahkan dapat menghindari semuanya tanpa masalah sedikit pun. Bahkan tidak sedikit pun Xi mengeluarkan kemampuannya dalam menghindari tebasan - tebasan pedang itu.


" Dia memang luar biasa, tapi... Serangannya bukanlah masalah, masih bisa kuhindari. " Ucap Xi sambil tersenyum. Dia terus menghindari serangan Kansas tanpa kesulitan.


Dalam pandangan mata orang lain tebasan pedang Kansas sangat lah cepat dan mungkin bahkan mereka sulit atau bahkan tidak dapat melihatnya. Namun, bagi Xi, semua itu terlihat sangat lambat atau pergerakan Kansas yang terlihat melambat dalam pandangan nya. Sehingga Xi mampu menghindarinya dengan mudah.


Hal itu bisa terjadi karena perbedaan level dan rank yang cukup jauh. Jarak antara Rank A dan Rank S sangatlah besar, mungkin jumlah energi dapat di abaikan. Namun, peningkatan jumlah kekuatan dari segala statistik sangatlah berbeda.


" Apa dia dapat menghindari semuanya? Bahkan masih sambil tersenyum? " Ujar Kansas dalam hatinya. Kansas sangat terkejut karena Xi masih terlihat tenang. Kansas pun bingung bagaimana Xi bisa melakukan semua itu.


Sementara itu di pinggir arena. Tanpa mereka sadari Ratu Elsia dan Yumiko mengamati pertarungan Xi melawan Kansas. Keduanya terlihat serius ketika mengamati pertarungan itu di antara para penonton yang sedang hebo.


Merasa duel ini sudah melebihi batas dari duel pada umumnya, Yumiko memberikan saran untuk menghentikan duel tersebut.


" Ibu, bagaimana kalau kita hentikan duel mereka... In ini sudah berlebihan. " Ucap Yumiko. Ia menyarankan kepada Elsia untuk menghentikan duel antara Xi dan Kansas.


Mendengar permintaan Yumiko, Elsia termenung sesaat memikirkannya. Menurut pemikirannya, duel ini sangatlah bagus. Bukan hanya sekadar untuk di tonton, namun juga sebagai pembelajaran bagi Kansas untuk memperbaiki sifat sombong dan angkuh nya.


" Tidak perlu, biarkan saja tetap berlanjut. " Balas Elsia.


Yumiko sontak terkejut mendengar nya. " A apa? Kenapa? " Tanya Yumiko.


Melihat Yumiko yang bertingkah aneh seolah terlihat khawatir, Elsia menghelakan nafasnya. Sambil tersenyum Elsia berkata " Sayang, aku tahu kau khawatir dengan kekasihmu itu... Tapi, coba kau amati pertarungan mereka baik - baik. Walau terlihat Kapten Kansas lebih unggul, namun kenyataannya saat ini yang menguasai jalannya pertarungan adalah Xi. Dia benar - benar pria yang menarik. Aku benar - benar iri... " Ucap Elsia sembari menggoda Yumiko.


Wajah Yumiko merah merona karena malu. Sikapnya aneh dan glagapan ketika Elsia menyebut Xi sebagai kekasihnya.


" I ibu apa yang kau katakan?!! Aku dan Xi tidak seperti itu... Itu itu... " Ucap Yumiko yang terbanta banta saat berbicara karena malu.


Melihat putrinya yang salah tingkah, Elsia tertawa kecil menertawakan Yumiko.


Yumiko pun menjadi kebingungan karena malu di saat itu. Karena merasa malu, Yumiko akhirnya pun diam menenangkan dirinya. Dia kembali memerhatikan pertarungan Xi melawan Kansas. Dan saat itu, terlihat jelas olehnya apa yang di katakan oleh ibunya adalah benar.


" Sepertinya aku terlalu khawatir... Aku tahu Xi kuat dan pasti akan menang pada duel ini tapi, perasaan aneh apa ini yang ada di hatiku... Aku merasa tidak nyaman dan berat hati melihat Xi bertarung di sana. Aku harap tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan... " Ucap Yumiko dalam hatinya.


Elsia yang melihat Yumiko hanya fokus memerhatikan Xi, dia tersenyum sambil menyembunyikan tawa kecilnya. Ini adalah hal baru yang dia lihat dari putrinya, sebelum nya hal seperti ini tidak pernah terjadi kepada Yumiko. Biasanya Yumiko selalu bersikap dingin kepada laki - laki. Namun kali ini, dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, Yumiko yang sedang mengkhawatirkan seorang lelaki yang di sukainya. Itu benar - benar membuat Elsia merasa senang karena dapat melihat senyuman manis di wajah Yumiko.


" Biasanya anak ini selalu dingin dan tidak peduli terhadap pria mana pun. Tapi kali ini berbeda, dia melihat dan menunggu dengan khawatir seorang pria yang bertarung di sana. Ini sesuatu yang baru, dia sudah tumbuh dewasa. " Ujar Elsia dalam hatinya. Bahagia melihat putrinya senang dan mengkhawatirkan seseorang yang di sukainya. Bagi Elsia, sikap Yumiko adalah hal yang normal. Sikap semacam itu pasti akan muncul ketika melihat seseorang yang di sukai sedang dalam masalah entah itu pria mau pun wanita. Semuanya pasti memiliki perasaan yang sama ketika membicarakan cinta.


" Tapi, anak ini lumayan juga. Ku tahu dia kuat tapi tidak menyangka kalau dia bisa membuat Kansas tertekan. " Ujar Elsia sembari memerhatikan Xi yang sedang bertarung.


Sementara itu, Kapten kesatria putih yang menyaksikan pertarungan tersebut di buat terkejut dan sangat tercengang.


" Anak ini, Xi tidak hanya sekadar lumayan hebat saja. Walau dia menerima serangan beruntun dari Kapten Kansas, dia manantang Kapten Kansas untuk melakukan hal yang lebih bahkan membuatnya sampai serius. " Ujar Watt dalam hatinya. Wajahnya penuh dengan keringat menyaksikan pertarungan tersebut. " Serangan beruntun itu sangat mengerikan... Bahkan sulit untukku melihatnya. Tapi, sampai bisa membuat Kapten Kansas sampai ke titik ini... " Lanjut Watt. Menyaksikan Kansas yang di permainkan oleh Xi dalam duel ini bahkan ketika Kansas sudah mulai serius. Membuatnya kehabisan kata - kata untuk menggabarkan sosok Xi yang terlihat mengerikan di matanya. Bahkan sosok Xi di matanya terlihat lebih mengerikan di bandingkan Kansas yang arogan.


Sementara itu, di dalam arena. Kansas masih terus mencoba menyerang Xi dengan kecepatannya. Namun, tidak sedikit pun dari serangan beruntunnya mengenai Xi.


Xi melompat mundur pada serangan terakhir dari Kansas. Di sana dia melihat Kansas yang terlihat kelelahan. Bisa di lihat dari raut wajahnya serta keringat yang membahasi wajahnya serta suara nafas yang tidak teratur. Itu menunjukkan bahwa Kansas benar - benar kelelahan dan mustahil baginya untuk melanjutkan bahkan memenangkan duel ini.


Melihat itu, Xi pun berkata " Kau terlihat kelelahan, kenapa kau tidak menyerah saja? Tidak ada gunanya melanjutkan duel ini... " Ucap Xi kepada Kansas.


Kansas berteraik dan menyela Xi ketika Xi sedang berbicara. Kansas berkata " Cukup sialan! Jangan mengkasihaniku?! Apa kau tidak menganggap serius pertarungan ini? Kau menganggap remeh diriku? " Ujar Kansas. Suara yang keras berserta dengan nada kesal dan marahnya karena Xi mengasihaninya. Kansas bersikeras melanjutkan duel ini dan menolak untuk mengakui kekalahannya. Sontak hal tersebut membuat Xi terdiam sesaat sampai akhirnya Kansas melanjutkan " Aku Kansas tidak akan mengaku kalah dari siapa pun! Maju lah dan hadapi aku dengan serius sialan! Jangan berpikir hanya karena aku tidak mampu melukaimu kau sudah menang! " Lanjut Kansas membentak Xi dengan keras.


Xi yang semulanya hanya ingin menghilangkan rasa bosannya dalam duel ini. Sekarang pandangannya mulai berubah. Xi membuka matanya perlahan dan menatap Kansas dengan mata merahnya yang menyala.


Bersamaan dengan saat dirinya membuka mata, aura hitam yang pekat menyelimuti dirinya. Itu adalah kondisi dimana ketika Xi telah serius dan bersiap untuk bertarung dan menunjukkan kemampuan yang sesungguhnya.


Di tengah arena terjadi sebuah ledakan energi dalam jumlah besar yang langsung menggetarkan arena dan sekitarnya. Semua orang terkejut dengan besarnya energi yang di lepaskan oleh Xi, dan itu benar - benar sangat mengerikan. Semua orang tertekan karena padatnya energi sihir yang di lepaskan membuat udara di sekitar bercampur atau tertekan oleh energi sihir.


Kansas yang menyaksikan itu sangat terkejut. Matanya terbuka lebar seakan bola matanya ingin keluar. Wajahnya penuh dengan keringat dingin dan memucat pelahan di sertai dengan munculnya rasa takut dalam dirinya yang membuat seluruh tubuhnya gementar.

__ADS_1


Melihat Xi yang melangkahkan kakinya dengan langkah yang berat. Kansas sangat ketakutan. Kansas ingin berbalik dan pergi dari arena, namun kakinya tidak dapat di gerakan. Kakinya telah mati rasa dan tidak mengikuti perintah yang di berikan oleh otak. Sehingga Kansas tidak dapat pergi ke mana pun selain berdiam diri di tempatnya berdiri sekarang.


__ADS_2