
Hutan kematian, di sana terdapat banyak orang dari berbagai kerajaan berkumpul untuk menaklukkan labirin. Bukan hanya para petualang yang ada di sana, tapi ada banyak monster yang bukan berasal dari hutan kematian mengungsi ke hutan kematian karena tempat mereka telah di ratakan oleh para monster lainnya.
Di dalam labirin tepatnya di lantai seratus di dalam istana, Xi telah kembali dan membawa raja dari negara salju merah serta membawa raja mayat juga. Xi menyerahkan jasad Mulan kepada Yumiko dan Elsia, mereka merasa sangat sedih karena Mulan kembali dengan keadaan yang tidak di inginkan.
Setelah memakamkan jasad Mulan, Yumiko dan Elsia menyiksa raja dari negara salju merah dengan kejam di dalam labirin, sementara itu Xi sedang menyelesaikan Eksperimennya di dalam ruangan eksperimen.
Di hadapannya sekarang ada tiga makhluk humanoid yang sedang ia kerjakan. Xi menciptakan tubuh mereka menggunakan energi sihirnya, serta ia menggunakan daranya sendiri untuk memperkuat ketiga makhluk tersebut.
" Tubuh mereka sekarang sudah selesai dan dapat mengalirkan aliran sihir dengan sangat baik. Dan yang tersisa sekarang adalah hanya jiwa dan pikiran... Dari tempat makam naga hitam, aku sangat beruntung karena mendapatkan jiwa yang tersegel di sebuah kristal. " Ucap Xi sambil memegang tiga kristal yang berisi jiwa dari tiga makhluk dengan kekuatan yang berbeda - beda.
Ia memecahkan segel yang menyegel ketiga jiwa tersebut, menghapus ingatan mereka dengan menggunakan skill Thread of life and death dan memberikan ingatan yang baru kepada mereka, sebuah ingatan mutlak untuk melayani dirinya.
Menggabungkan ketiga material tersebut menjadi satu, Tubuh, jiwa dan pikiran. Menciptakan makhluk yang sangat luar biasa. Dalam proses kebangkitan ketiga makhluk itu, membutuhkan banyak sekali energi sihir, demi keberhasilannya Xi menggunakan energi sihir miliknya, hingga setengah dari energi miliknya terkuras.
Setelah menyerap energi sihir milik Xi, ketiga makhluk tersebut bangun dan memancarkan energi sihir yang mengerikan. Pancaran dari mereka bertiga membuat tekanan di sekitarnya, menyebabkan getaran di dalam ruang eksperimennya.
Mengangkat kepala mereka setelah bangkit, membuka mata secara perlahan dan melihat sosok yang ada di depan mereka. Kaki mulai mereka gerakkan untuk melangkah, menghampiri Xi perlahan.
Masing - masing dari mereka memiliki penampilan yang berbeda - beda. Satu dari mereka tubuhnya di tutupi oleh armor kulit di seluruh tubuhnya dan di punggungnya terdapat enam kaki laba - laba, satu memiliki rambut indah berwarna merah muda ke merahan, dengan mengenakan armor kesatria, dan yang terakhir rambutnya yang indah dan panjang berwarna putih dengan parasnya yang sangat cantik, serta dengan dua sayap di punggungnya menambah kencantikannya. Setelah berada lebih dekat dengan Xi, perlahan mereka menekukkan kakinya, berlutut untuk memberikan hormat mereka.
Melihat mereka yang berlutut dan tidak berbicara, membuatnya sedikit bingung. " Kenapa kalian berlutut? " Tanya Xi kepada mereka bertiga.
Mereka saling memandang satu sama lain, dan salah satu dari mereka mulai membuka mulutnya dan berbicara. " A itu... Itu karena anda adalah pencipta kami. " Ucap salah satu dari mereka.
" Lalu, apakah kalian senang mendapatkan kehidupan kedua ink? dan apa yang akan kalian lakukan setelah mendapatkan kehidupan kedua ini? " Tanya Xi kepada mereka bertiga.
__ADS_1
Mereka saling memandang lagi, saling menganggukkan kepala mereka, dan menjawab pertanyaan Xi sambil menundukkan kepala mereka.
" Dengan kehidupan kedua tang kami dapat, tentu saja kami akan melanyani anda yang telah memberikan kami kehidupan yang baru, kami sangat senang karena mendapatkan kehidupan untuk kedua kalinya. " Ucap salah satu dari mereka.
" Terimakasih Yang Malia! " Ucap Mereka dengan serempak sambil bersujud.
" Tidak perlu bersujud seperti itu, baiklah mulai sekarang kalian terbiasakan diri kalian dulu dengan tubuh baru Kalina. " Ucap Xi sambil berbalik dan akan pergi.
Sebelum Xi pergi salah satu dari mereka angkat bicara. " Yang mulia... Mohon merikan kami sebuah nama. " Ucap salah Saturday dari mereka.
Mendengar itu Xi berhenti berjalan dan memikirkan nama untuk mereka bertiga. " Baiklah, untukmu, namamu sekarang adalah Hanari, dan untukmu Hanna, dan yang terakhir Shena. " Ucap Xi memberikan nama untuk mereka bertiga, dalam diri mereka terukir di jiwa mereka sebuah nama yang baru, Hanari untuk wanita berambut putih dengan sayap di punggungnya, Hanna untuk wanita dengan kaki laba - laba di punggungnya, dan yang terakhir Shena untuk wanita berambut merah muda yang mengenakan armor kesatria.
Setelah itu ia pergi meninggalkan mereka, dan pergi keluar istana karena ada keributan di luar sana. Di luar istana lantai seratus, terdapat banyak monster berwujud humanoid berkumpul di depan istana, dan menimbulkan keributan di luar sana.
" A Xi - Sama! " Ucap mereka sambil memberikan hormat.
" A itu... Sebelumnya ada sekelompok monster yang masuk ke dalam hutan kematian karena melarikan diri, Namun Yumiko - Sama mengatakan untuk membawa mereka semua ke lantai seratus. " Ucap Rose. " Oleh karena itu, maafkan kami karena tidak bisa mengatasi keributan ini Xi - Sama! " Lanjut Rose sambil menundukkan kepalanya.
" Tidak apa jika Yumiko yang memintanya, tapi... Dimana Noir dan Fai berada, seharusnya mereka dapat mengatasi masalah ini. " Tonya Xi kepada Rose.
" Noir dan Rose sedang mengawasi para manusia yang ada di dekat labirin karena Yumiko - Sama yang memintanya. Yumiko - Sama Khawatir jika para manusia itu akan menggagu Xi - Sama yang sedang sibuk. " Jawab Rose.
" Begitukah, Hmm... Kalau begitu antar aku menemui mereka semua. " Ucap Xi.
" Baik Xi - Sama. " Ucap Rose menemani Xi untuk menemui para monster yang ada di depan istana.
__ADS_1
Xi dan Rose pergi menemui semua monster yang ada di depan gerbang istana, suara para monster terdengar sampai ke dalam. Saat gerbang terbuka, semua monster melihat ke arah gerbang, dan mereka langsung tersentak karena tekanan sihir yang sangat kuat hingga mereka merasa kalau tubuh mereka sedang di koyak - koyak.
" E energi sihir macam apa ini? "
" Sungguh energi yang mengerikan! "
Mereka terdiam saat merasakan energi sihir yang begitu kuat, dari balik gerbang muncul seorang pria dan seorang wanita. Pria yang muncul dari balik gerbang itu adalah Xi, saat itu tatapannya sangat dingin dan mengerikan, serta energi sihir yang terpancar darinya sangatlah kuat.
" Kalian terlalu berisik, tidak bisakah kalian mengecilkan suara kalian dari tadi? " Ucap Xi dengan dingin kepada mereka semua.
Sikap yang di tunjukkan oleh Xi membuat seseorang dari mereka sangat marah, karena ke aroganan yang Xi lakukan. " Kau sialan! Memangnya siapa kau? Hanya bidak saja berani untuk bersikap sombong! " Ucap seorang pria dengan telinga yang runcing. Ia adalah salah satu dari Ras monster yang mengungsi ke hutan kematian karena tempat tinggalnya telah di ratakan oleh monster lainnya. Pemimpim dari suku dark Elf.
Rose sangat marah karena seseorang menyebut tuan yang ia layani dan ia kagumi di sebut sebagai bidak. Ia menggerakkan tangannya dengan sangat cepat, memenggal kepala dari pemimpin suku Dark Elf berserta para pengikutnya.
" Dasar makhluk rendahan! Berani sekali bersikap kasar kepada Yang Mulia Xi - Sama. " Ucap Rose dengan keras tangannya di lumuri oleh darah karena membunuh para Dark Elf.
" Apa... Mereka Mati? Bagaimana mumgkin? "
Semuanya terkejut karena para Dark Elf mati di dalam labirin yang katanya siapa pun yang ada di dalam labirin tidak bisa mati.
" Aku tidak mau mendengar ocehan gak guna kalian, labirin ini aku lah yang mengendalikannya, dan lagi apa alasan kalian datang ke hutan kematian? " Ujar Xi dengan dingin, tatapannya mengerikan serta aura yang terpancar darinya menusuk tubuh mereka semua.
" Tuan, k kami berada di hutan kamtian karena kami mengungsi kemari, tempat dimana kami tinggal telah di buming hanguskan oleh sekelompok Monster. " Ucap Seroang pria dengan dua tanduk runcing di kepalanya, mereka sangat mirip dengan manuisa pada umumnya, hanya saja tanduk di kepala mereka yang membedakan mereka dengan manusia lainnya.
" Lalu, kenapa kalian mengungsi kemari? Bukan kah ada tempat lainnya? " Balas Xi.
__ADS_1
Ia sempat terdiam karena tidak tahu mau menjawab apa, namun ia tetap membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan dari Xi. " Tuan maafkan kami karena telah memasukki wilayahmu tanpa izin, ta tapi kami tidak punya pilihan lain. Kami merasa hutan kematian adalah tempat yang paling aman untuk kami berlindung dan lepas dari kejaran para monster - monster itu. " Ucap pria itu dengan wajah yang di penuhi keringat karena melihat tatapan Xi yang mengerikan membuatnya sangat merinding sampai ke sekujur tubuhnya.