
Pagi hari yang cerah, banyak orang berkumpul di alun - alun kota sembari menunggu event di buka. Disana, tidak hanya terdapat banyak petualang, namun juga pedagang yang menjual beberapa makanan untuk para petualang, serta beberapa peralatan petualang untuk mereka survive di alam liar.
Dari semua pedagang yang ada, yang paling banyak diminati adalah pedagang yang menjual healing potion, dan beberapa jenis potion lainnya.
Beberapa party teratas dari setiap guild yang ada di ibu kota datang untuk mengikuti event. Dan salah satu dari party teratas itu tentunya juga ada party Caron yang akhir - akhir ini selalu menjadi bahan perbincangan hangat di setiap Guild petualang.
Keadaan pun semakin ramai takala party Caron tiba langsung di kerumuni oleh setiap orang yang ada.
Di samping itu, ketua Asosiasi petualang yang melihat ramainya orang yang hadir pada tahun ini begitu takjub. Beberapa anggotanya di bawa untuk mengamati situasi sekitar, berjaga - jaga bila ada keributan yang tidak di inginkan.
" Ketua, semua orang telah siap di posisi mereka. " Ujar seorang petualang melapor kepada ketua Asosiasi petualang.
Ketua Asosiasi petualang mengangguk dan mengiyakan laporan tersebut. " Bagus, sekarang lanjutkanlah tugasmu! " Ucap Ketua Asosiasi petualang kepada petualang itu. Dia pun meminta kepada petualang itu untuk kembali dalam kelompoknya dan menjalankan tugas yang sudah di berikan.
" Benar - benar ramai, ini lebih ramai dari pada yang di kota Jisa sebelumnya tuan. " Ujar Airis kegirangan melihat banyaknya petualang yang datang demi mengikuti event langkah yang hanya di adakan satu tahun sekali di negara bersalju.
Airis melihat adanya banyak orang - orang kuat yang hadir dalam acara ini. Membuatnya semakin bersemangat dan tidak sabar untuk menghadapi mereka semua nanti ketika di dalam dunia tersembunyi.
" Ya, ini jauh lebih padat... Bahkan belum lama para pedagang itu datang, stok mereka juga sudah habis karena di beli oleh para petualang itu. " Ucap Xi sembari mengamati sekelilingnya. Dia melihat ada beberapa pedagang yang telah berkemas - kemas karena barang - barangnya sudah habis terjual. Dan beberapa juga mengeluarkan stok lainnya untuk di jual lagi kepada para petualang sebelum mereka masuk.
Di saat yang sama, Xi juga menunggu kedatangan seseorang. Xi mencoba melihat - lihat sekelilingnya, untuk mencari keberadaan orang tersebut. Namun, orang itu tak kunjung datang dan Xi juga tidak dapat menemukannya. Xi beranggapan kalau dia belum sampai, Xi dengan sabar menunggu kedatangannya.
Tidak lama Xi dan yang lainnya menunggu, seseorang yang di nantikan oleh Xi telah tiba. Orang itu adalah seorang wanita cantik berambut biru, yang semalam habis - habisan bertarung melawan Xi.
" Tuan, maaf membuatmu menunggu lama. " Ujar Nue menyapa Xi dan meminta maaf karena telah membuatnya menunggu.
Sementara itu, Shadow Queen yang melihat Nue datang dan memanggil Xi dengan sebutan tuan sangat terkejut. " Huh? Bagaimana kau bisa ada di sini? Dan... Dan kenapa kau menyebutnya tuan? " Tanya Shadow Queen kepada Nue mengenai perihal Nue yang tiba - tiba muncul dan memanggil Xi dengan sebutan tuan. Shadow Queen sangat kebingungan, dan masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar tadinya. Shadow Queen merasa kalau telinganya sedang sakit, sehingga seperti itu membuatnya salah mendengar.
Sementara itu, Nue yang melihat Shadow Queen juga terkejut. Pasalnya, Assassin terbaik nomor tiga yang di kenal oleh banyak orang sebagai pembunuh berdarah dingin ada disini dan bersama dengan tuannya.
Mengingat apa yang tuannya tadi malam katakan, Nue pun sadar, dengan yang di maksud lainnya juga termasuk Shadow Queen.
" Aku tidak menyangka kalau tuan juga bisa menjinakan yang satu ini... Padahal orang ini biasanya begitu dingin dan mengerikan. Tidak aku sangka kalau dia juga berakhir sama seperti diriku, mungkin itulah mengapa alasannya akhir - akhir ini aku tidak mendengar kabarnya... Tuan memang sangat hebat, sepertinya pilihanku untuk melayaninya sudah tepat. " Ucap Nue dalam hatinya. Nue tidak menyangka jika Shadow Queen juga sudah berada di bawah kendali Xi. Bagi Nue, Shadow Queen adalah Assassin berbakat yang bahkan dirinya tidak bisa membuatnya menjadi tunduk. Namun, tepat di depan matanya sekarang, orang yang sangat ingin dia rekrut menjadi anggotanya, kini berada di bawah naungan orang yang sama.
Menjawab pertanyaan Shadow Queen, Nue berkata " Oh, itu karena aku di minta oleh tuan untuk ikut juga bersama kalian. Jadi tidak perlu terkejut seperti itu, bukankah sekarang kita sudah menjadi rekan? " Ucap Nue kepada Shadow Queen dan juga yang lainnya. Nue juga meminta kepada Shadow Queen untuk tidak perlu mewaspadai dirinya, karena dia juga sudah bersumpah setia kepada Xi.
Namun, Shadow Queen yang mendengar itu malah terasa aneh. Assassin nomor satu, dan di katakan sebagai yang terbaik di antara yang terbaik menjadi bawahan tuannya. Tapi, mengingat kemampuan hebat dari tuannya yang dapat membuatnya tidak berkutik bahkan setelah berjuang keras, Shadow Queen tidak heran jika hal itu juga terjadi pada Ghost Queen. Namun, dirinya tetap mewaspadai Ghost Queen, karena menurutnya, bagaimana pun Ghost Queen adalah orang yang berbahaya. Lebih berbahaya dari pada dirinya yang membunuh diam - diam di balik bayang - bayang.
Melihat Ciarra yang merasa tidak nyaman berada di dekat Nue, Xi pun menghentikan itu dan meraih pundaknya sambil berkata " Sudah hentikan itu Ciarra. Dia rekan kita, tidak perlu waspada seperti itu. " Ucap Xi meminta kepada Ciarra atau Shadow Queen untuk menganggap Nue sebagai rekan dam bukan sebagai musuh. " Jika kau memiliki beberapa dendam atau permusuhan dengannya, cobalah selesai dengan kekeluargaan. Tidak enak jika kalian bertengkar di sini dan... Coba lihat sekelilingmu, ada banyak orang yang memperhatikan kita. " Lanjut Xi.
Mendengarkan saran dari Xi, Ciarra mengangguk pelan. " Baik tuan. " Ucap Ciarra menurunkan kedua tangannya.
" Dan untuk semuanya, dia rekan baru kita namanya Nue. Cobalah untuk akrab dengannya dan jangan coba - coba cari keributan. " Ucap Xi memperkenalkan anggota baru kepada semua orang.
" Salam kenal semuanya, aku Nue. Mulai sekarang kita adalah rekan, mohon bantuan dan bimbingan kalian. " Ucap Nue secara formal memperkenalkan dirinya kepada yang lainnya demi dapat menjalini hubungan baik dengan yang lainnya sesuai dengan apa yang di harapkan oleh tuannya.
Semua orang mulai memperkenalkan dirinya secara pribadi kepada pendatang baru yang tidak lain adalah Nue. Dan di antara yang lainnya, Airis lah yang paling antusias memperkenalkan dirinya kepada Nue karena merasa kalau Nue orang yang kuat.
Airis dengan bangga memperkenalkan dirinya kepada Nue " Namamu Nue kan? Aku Airis seorang Beastman dengan kelas swordman. Aku merasakan ada aura yang kuat tersembunyi dalam dirimu, karena kau di rekrut oleh tuanku langsung, kau pasti bukan orang biasa. " Ucap Airis dengan penuh semangat. Suaranya yang keras membuat dirinya menjadi pusat perhatian dari semua orang. Airis yang tidak merasakan tatapan semua orang merasa baik - baik saja, namun yang lainnya merasa malu karena Airis begitu terlalu bersemangat sampai - sampai tidak memperhatikan sekitar.
Nue yang mendengarnya tersenyum canggung. Nue merasa Airis ini adalah orang yang aneh, karena bisa begitu mudahnya memperkenalkan dirinya dan menyebutkan kelasnya begitu saja kepada orang lain tanpa ragu - ragu.
__ADS_1
" Jika aku memberitahukan kelasku kepadanya, mungkin itu akan membuat semua orang menjadi heboh... Sebaiknya aku secara formal saja. " Ujar Nue dal hatinya tertawa canggung dengan sikap Airis yang ceroboh. " Iya, aku harap kita bisa akrab Airis. " Balas Nue kepada Airis.
Mendengar itu, Airis menjadi senang karena mendapatkan teman baru. Tidak biasanya hal seperti ini terjadi, setelah Ciarra, dan sekarang ada Nue. Dua orang Assassin hebat tanpa dia sadari sudah menjadi rekannya.
Astia mendorong wajah Airis menjauh dari Nue, disana ia langsung memperkenalkan dirinya kepada Nue dengan anggun. " Namaku Astia, senang berkenalan denganmu Nue. Karena sekarang kau juga anggota kami, aku harap kita bisa akrab kedepannya. " Ujar Astia, menjulurkan tangannya kepada Nue mengajaknya untuk berjaba tangan.
Melihat sikapnya yang dewasa, dan berbeda dengan Airis yang terlalu bersemangat dan ceroboh, Nue tersenyum dan merasa serta yakin dirinya pasti dapat berteman baik dengan Astia. Nue pun membalas sambil menjaba tangan Astia " Iya, mohon bantuannya Astia. " Ujar Nue kepada Astia.
Setelah berkenalan dengan Astia, Nue melihat dua orang lainnya. Ada seorang Demi human yang berada di dekat Tuannya, orang itu terlihat malu untuk berkenalan dengan Nue. Karena rasa takutnya terhadap orang - orang baru, yang berpikiran jika orang lain pasti tidak akan menyukainya karena memiliki tanduk dan ekor naga. Dalam pandangannya, dia berpikir orang lain pasti memandangnya dengan tatapan jijik.
Perlihal itu membuat Nue kebingungan untuk mendekatinya. Karena saat Nue melihatnya, Glaamy langsung bersembunyi di belakang orang berjubah hitam.
" Dia kenapa? Apa aku terlihat menyeramkan dimatanya? " Tanya Nue kepada dirinya sendiri.
Melihat reaksi Nue, Astia menjelaskan sambil menghelakan nafasnya. " Apa kau kesulitan dengannya? " Ucap Astia sambil menunjuk Glaamy. " Namanya Glaamy, dia juga belum lama ini bergabung dengan kami. Rasnya cukup langkah karena dia seorang Dragonewt. " Ujar Astia. Saat berbicara tentang Glaamy, Astia mendekatkan wajahnya dan berbisik kepada Nue.
Mendengar penjelasan Astia Nue juga terkejut karena Glaamy seseorang dengan ras yang langkah. Tapi, itu tidak menjawab rasa penasaran dengan Glaamy yang bertingkah seperti itu, dia terlihat waspada kepada dirinya.
" Apa dia selalu seperti itu? " Tanya Nue kepada Astia.
Astia menggelengkan kepalanya, dan menjelaskan lagi kepada Nue " Tidak, itu karena dia merasa takut dengan orang baru. Dulu saat Ciarra juga masuk dalam kelompok kami, dia juga bersikap seperti itu. Sebenarnya dia itu anak yang baik, tapi terlalu pemalu dan juga takut dengan orang - orang sekitarnya. Dia selalu berpikir jika orang - orang menganggapnya makhluk yang aneh karena memiliki ekor dan tanduk. Padahal tidak begitu, kau bisa menganggapnya sifat pemalunya ini terlalu berlebihan. " Jawab Astia.
Mendengar penjelasan Astia mengenai Glaamy, Nue mengangguk mengerti dan tidak mempermasalahkan hal tersebut. Baginya, wajar untuk Glaamy bersikap seperti itu kepada orang lain yang baru dia temui karena takut orang lain akan mengejeknya.
" Aku mengerti, tapi aku berharap bisa lebih dekat dengannya. " Ucap Nue kepada Astia.
" Ya, tidak perlu terburu - buru, nanti juga kalian akan dekat. Aku yakin itu. " Balas Astia.
Namun, itu hanyalah sekedar asumsi mereka. Mereka tidak mengetahui Yanzams yang merupakan seorang undead. Sebelumnya, ketika hidup sebagai manusia, Yanzams adalah seorang pria yang tergila - gila dengan sihir.
Jadi, kebenarannya adalah kelompok yang di bentuk oleh Xi dominan memang hampir di isi oleh wanita, hanya ada dua orang pria dalam kelompok tersebut. Yaitu Xi sebagai seekor naga, dan Yanzams sebagai seorang undead.
Tatapan demi tatapan semuanya tertuju kepada kelompoknya Xi. Tatapan itu sangat tajam dan terasa sangat mengintimidasi. Itu membuat Xi merinding sampai - sampai berkeringat.
" Padahal belum di mulai... Tapi, sepertinya tanpa sadar aku sudah membuat banyak musuh hari ini... " Gumam Xi merasa tidak nyaman ketika di tatapi oleh semua orang. Yang membuat Xi heran adalah kenapa hanya dia yang di pelototi, bukannya masih ada banyak kelompok lainnya yang berisi wanita? Kenapa mereka tidak mengalihkan pandangannya dariku dan melototi yang lainnya saja?
Melihat keramaian, seseorang datang dan seketika langsung menjadi pusat perhatian dari semua orang. Ketika orang itu datang dan berjalan di antara mereka, tidak satu pun dari mereka melepaskan pandangan dari orang tersebut.
Penampilannya begitu indah, dan wajahnya sangat cantik dan mempesona. Dia terus berjalan di antara kerumunan orang itu menuju ke suatu tempat.
Semua yang terpana dengan kecantikannya langsung melihat arah dari tujuan wanita tersebut. Saat melihatnya, mereka sangat terkejut sekaligus tercengang.
" Apaaaaaaa! Di dia lagiiiiii! " Teriak semua orang dalam hatinya. Tidak dapat mempercayai apa yang mereka lihat, nona muda dari keluarga kerajaan Negara Bersalju. Mendatangi kelompok Xi yang terlihat sedang asik mengobrol satu sama lain dengan anggota kelompoknya.
" Sepertinya kalian sudah datang, apakah aku membuatmu menunggu begitu lama? " saat sampai Yumiko menyapa semua orang. Kehadirannya membuat Airis, Astia, Glaamy, Ciarra, dan Nue terkejut. Karena seorang tuan putri keluar dari rumahnya dan pergi berkeliaran di luar tanpa pengawalan.
Xi dengan dahi yang menghitam dan wajah yang berkeringat, menjawab pertanyaan Yumiko dengan berkata " Tidak, tidak sama sekali... Hanya saja kami lah yang terlalu bersemangat dan datang lebih awal. " Jawab Xi, sangat terintimidasi oleh tatapan - tatapan sinis dari semua orang yang tertuju langsung kepada dirinya. " Sepertinya akan muncul rencana pembunuhan di kepala mereka semua. " Gumam Xi menuju kepada semua orang yang berada di luar kelompoknya.
Melihat Xi yang lesuh, Yumiko bingung, lekas dia bertanya karena mengkhawatirkan kondisinya. Mengingat kemarin Xi sehabis menyelesaikan riad gerbang Rank S, mungkin Xi mengalami beberapa luka yang tidak dia ketahui.
" Apa yang terjadi kepadamu Xi? Kenapa kau begitu lesuh? Apa kau sakit? " Tanya Yumiko dengan khawatir.
__ADS_1
Mendengar Yumiko menanyakan kondisi Xi, Ciarra dan Nue sangat terkejut. Karena, Yumiko mengambil inisiatif untuk menanyakan nya langsung. Ini bukanlah gaya dari seorang anak dari keluarga bangsawan apa lagi Yumiko berasal dari keluarga kerajaan.
Sementara semua orang terkejut, Airis, Astia, dan Glaamy menyipitkan mata mereka dengan raut wajah yang datar. Dalam hati mereka, mereka berkata " Sakit? Bagaimana mungkin? Malahan aku khawatir dengan monster - monster yang ada didalam sana nanti! " Ucap mereka bertiga dengan serempak. Menanyakan hal tersebut kepada Xi menurut mereka itu tidaklah perlu, malahan pertanyaan itu dari pada di berikan kepada Xi, kenapa tidak di tanyakan kepada semua orang yang ada di sini. Ku rasa semua orang sudah sakit hati karena Xi di kelilingi oleh banyak wanita cantik.
" Tidak, aku baik - baik saja. Tapi... Kenapa kau datang sendiri? Apakah dia tidak ikut? " Jawab Xi mengatakan dirinya baik - baik saja, dan berharap Yumiko tuk tidak khawatir karena menurutnya itu akan jadi sangat berbahaya. Di samping itu, Xi juga bertanya kepada Yumiko mengenai Putri yang sebelumnya Yumiko mengatakan ingin mengajak Putri untuk satu party dengannya dalam event kali ini.
Yumiko bersyukur karena Xi baik - baik saja. Tapi, ketika mendengar pertanyaan Xi, Yumiko baru teringat sesuatu. " Benar juga... Putri, dia tidak bisa ikut karena masih lelah saat kejadian kemarin. Sayang sekali, padahal jika dia ikut pasti akan menyenangkan. " Ucap Yumiko kepada Xi. Menyayangkan karena temannya tidak bisa ikut bersama dirinya kali ini pada event negara. Padahal, Yumiko sangat berharap jika putri bisa ikut. Jika bukan karena kejadian kemarin di dungeon S class, sudah pasti Putri akan ikut. Sayangnya kejadian di dungeon S class memberikan trauma kepada dirinya. Sehingga Putri tidak berani untuk memasuki dungeon jenis apa pun untuk beberapa waktu kepada sampai dia dapat melupakan traumanya.
Memikirkan itu, menurut Xi itu adalah hal yang wajar bila itu terjadi. Untuk seorang gadis sepertinya, wajar bila Putri mengalami trauma setelah kejadian tersebut. Tidak ada yang tidak akan ketakutan saat bertemu dengan kematian. Walau pada akhirnya kau selamat dari kematian itu, tidak menutup kemungkinan kejadian yang sama akan terulang kembali di esok hari.
Alun - alun kota kini telah di penuhi oleh para petualang yang sudah tidak sabar untuk masuk ke dalam dungeon skala besar ini. Pastinya dalam kesempatan pada kali ini akan menghasilkan banyak ke untungan bagi mereka semua, mengingat dungeon tipe alas perpindahan adalah dungeon dunia tersembunyi. Sebuah tempat yang sangat jarak di injaki oleh manusia, dan hanya 40% hutan di lantai satu dungeon yang baru saja di jelajahi dan masuk dalam pemetaan. Selebihnya masih belum di ketahui apa dan siapa yang menempati area hutan lainnya, mungkin saja ada monster yang lebih mengerikan ketimbang monster yang ada di sebuah dungeon S class tinggal disana.
Saat melihat - lihat para party petualang yang datang, Xi tidak sengaja melihat seseorang membawa seekor monster bersamanya untuk ikut masuk ke dalam dungeon. Dan melihat jenis monster yang di bawanya, itu terasa familiar baginya.
Monster tipe binatang buas yang langkah, dan sulit untuk ditemukan walau itu di dalam hutan berbahaya sekalipun. Harimau petir emas, adalah monster peringkat A yang sangat unik, dan termasuk monster tipe beast kelas atas.
" Ehmmm... Harimau itu? Kayaknya aku pernah melihatnya. Tapi... Dimana ya? " Gumam Xi sambil berpikir. Mencoba untuk mengingat - ingat pertemuannya dengan harimau petir emas tersebut.
Dilain sisi, terdapat seorang pria berbada besar/gemuk sedang memerhatikan kelompok Xi dari kejauhan. Dia merasa tidak senang ketika melihat Xi berada di dekat Yumiko. Melihat wanita pujaan hatinya berada di pelukan pria lain, membuatnya sangat marah.
Karena kesal dan tidak tahan untuk melihatnya terus, dia pun pergi dengan perasaan marah. Sambil berjalan menjauh, dia berbicara dalam hatinya dengan perasaan marah sambil mengutuk Xi.
" Memangnya apa bagusnya bocah itu sampai - sampai Putri Yumiko tertarik kepada dirinya? Dimataku, dia tidak lebih hanya anjing penjilat. Aku harap kan terjadi kecelakaan yang membuatmu sampai kehilangan nyawa, jika tidak, aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri! Lihat saja nanti ketika sudah di dalam dungeon! " Ucapnya sambil memasang ekspresi marah saat berjalan. Di ikuti oleh yang lainnya, yang menjadi pengawalnya saat berada didalam dungeon nanti.
Xi dan kelompoknya, mereka masih berbincang - bincang sembari menunggu pembukaan gerbang dungeonnya pada alas perpindahan. Di saat itu, Nue teringat sesuatu, tepatnya kejadian tadi malamlah yang membuatnya ingat akan sesuatu.
Nue mendekat dan kemudian mengangkat tangannya lalu meraih Xi. Dia menarik pelan - pelan bajunya untuk mendapatkan perhatian dari Xi.
Xi yang merasa bajunya sedang di tarik oleh seseorang, menoleh dan melihat Nue yang ada di sampingnya. Melihat Nue yang tampak ingin mengatakan sesuatu, Xi pun mendekat dan kemudian berbicara.
" Ada apa? " Tanya Xi berbisik.
Nue menjawab " Ini... Tuan, tentang kejadian tadi malam... " Jawab Nue.
Xi menunjukkan ekspresi bingung dan menunggu Nue selesai berbicara.
" Ini tentang orang yang ingin membunuh tuan dengan menyewa kami, apakah tuan akan membiarkannya begitu saja? Jika tuan mau, saya dapat mengatasi orang itu sekarang. " Ucap Nue. Dia bertanya kepada Xi mengenai orang yang menyewa dirinya dan kelompoknya untuk membunuh Xi. Apakah orang itu akan di lepaskan begitu saja, atau haruskan dia membunuhnya? Nue menunggu jawaban sekaligus perintah dari Xi. Asalkan Xi memberinya perintah untuk membunuh orang itu, Nue akan melakukannya dengan senang hati.
Tujuannya tidak lain adalah untuk membalas budi dan menunjukkan kesetiaannya kepada Xi. Dengan ini, Nue berharap bisa mendapatkan kepercayaan Xi.
Sebetulnya, tanpa melakukan hal tersebut pun Xi sudah mempercayainya. Yang mana, dengan sumpah setia dan kontrak tuan dan pelayan sudah mereka jalini, tidak ada alasan bagi Xi untuk tidak mempercayainya Nue. Karena, sekali Nue ingin membelot, Xi akan langsung mengetahui nya dari kontrak tuan sumpah setia Tuan dan pelayan. Pastinya, system juga akan memberitahukan pengkhianatan Nue jika benar Nue akan benar - benar berkhianat.
Memahami apa yang di maksud oleh Nue, Xi pun tidak ambil pusing. Dia menjelaskan sesuatu kepada Nue.
" Untuk orang itu aku sudah memiliki rencana tersendiri untuk membunuhnya, jadi tidak perlu khawatir. Dia sudah mencoba dua kali tuk membunuhku, mana mungkin aku akan melepaskannya begitu saja. " Ucap Xi dengan suara yang pelan.
" Tuan, silahkan perintahkan saya untuk membunuhnya. Saya pastikan akan membawa kepalanya kepada tuan! " Ujar Nue, meminta kepada Xi, malasah ini untuk di serahkan kepada dirinya.
Mendengar permintaan itu, Xi menolaknya dan berkata " Tidak perlu, sudah ku katakan kan kalau akulah yang akan mengatasinya. Jika aku mengirimmu untuk membunuhnya sekarang, sudah pasti akan terjadi keributan. Dan itu akan menghambat rencanaku yang lainnya juga. Jika kau seorang Assassin profesional, kau pasti paham langkah selanjutnya yang akan di ambil oleh orang itu ketika mengetahui rencana sebelumnya gagal. " Ucap Xi.
Mendengarnya, sungguh membuat Nue terkejut. Dirinya yang merupakan seorang Assassin nomor satu di daratan sampai tidak kepikiran akan hal tersebut. Nue tidak menyangka tuannya dapat membuat sebuah rencana hanya dalam waktu yang singkat. Itu membuatnya menyadari akan kemampuan lain tuannya, yaitu ahli taktik, strategi dan penyusunan renacan, dan dia tidak memberitahukan kepada yang lainnya, agar dia dapat mengontrol alurnya, sehingga rencana yang disusun berjalan lancar sesuai dengan apa yang dia inginkan. Itu membuat Nue merinding memikirkannya, bahkan dengan ketiga Assassin terbaik di daratan ini, Nue tidak yakin dapat menyaingi pemikiran tuannya.
__ADS_1
" Tidak heran Shadow Queen bersedia untuk mengikutinya, ternyata selain kekuatannya, tuan juga pandai dalam mengatur rencana. Tidak heran saat itu aku dan yang lainnya masuk ke dalam jebakannya. Walau itu terlihat sederhana, tapi keadaan dalam sekejap langsung terbalik. Dari kami yang berniat untuk memburunya, jadi dia yang memburu kami. Sungguh sangat luar biasa! Aku sangat mengaguminya, layak untuk menjadi tuanku! " Ucap Nue dalam hatinya, Nue tidak bisa berhenti kagum terhadap Xi, dan terus menerus memuji kehebatan tuannya dalam hatinya.