LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 57


__ADS_3

Toko tersebut terlihat sangat buruk di dalam, karena barangnya berserakan dimana - mana. Tampak di dalam seperti tempat yang di tinggalkan dan tidak di rawat. Namun ia tidak mempermasalahkan hal tersebut, ia masuk ke dalam dan mengecek apakah ada orang di dalam sana.


Saat ia berada di dalam, tiba - tiba terdengar suara pintu yang di buka. Terlihat di depan pintu terdapat seorang pria berjanggut tipis datang dengan mabuk. Pria tersebut melihat ada orang di kediamannya, dengan ke adaan nya yang mabuk itu, ia bertanya.


" Siapa kau? Apa yang kau lakukan di tempat ku? " Tanya pria tersebut dengan ke adaan mabuk dan sempoyongan. Kata - katanya sedikit ngawur dan tidak jelas.


Namun pria berambut putih yang ada di hadapannya berkata " Seorang pelanggan. " Jawabnya dengan singkat.


Mendengar itu, pria tersebut sedikit terkejut karena masih ada orang yang datang ke tempat nya padahal tempatnya sangat buruk. Walau ia mabuk dan sedikit ngawur, namun ia masih dapat berpikir dan kesadarannya masih ada.


" Tidak... Tidak lihat kah kau... Aku telah berhenti menempa? " Balas pria tersebut. " Apa kau tidak bisa melihat semua barang ini... Barang - baranh busuk ini? " Tanya pria tersebut kepada pria berambut putih itu.


Pria berambut putih itu hanya diam saja saat mendengar pertanyaan tersebut. Namun ia membalasnya saat itu. " Ya bisa ku lihat tempat ini sangat buruk. " Jawabnya.


Pria berjanggut tipis itu pun kesal mendengar perkataan tersebut. Ia melemparkan botol birnya kepada pria berambut putih itu dengan kuat. Botol bir pun melayang pada pria tersebut, namun pria tersebut dengan mudahnya menghidari hal tersebut. Di bandingkan menangkap botol bir tersebut, ia lebih memilih untuk menghindari nya.


Pria berjanggut tipis itu berkata dengan keras kepada pria tersebut " Kalau ku sudah tahu kenapa kau datang kemari?!! " Ucapnya dengan keras sambil menunjuk wajah pria yang ada di depannya.


" Bukan kah sudah jelas? " Balas Xi sambil bertanya dengan ekspresi wajah yang tenang.

__ADS_1


Tentu saja pria tersebut tahu kedatangan pria berambut putih itu ke tempat nya ingin sebuah senjata. Namun ia berlagak seperti tidak tahu apa tujuan dari pria berambut putih itu.


" Melihat mu seperti ini... Sepertinya punggung mu udah gak kuat angkat palu ya? " Tanya pria berambut putih tersebut sambil mengejek pria berjanggut tipis itu.


Mendengar perkataan itu, jelas membuatnya kesal dan langsung naik darah. Ia memang sudah tua, namun tulangnya tidak setua yang ia pikirkan. Ia masih sanggup untuk mengangkat beban yang berat sekali pun itu sebuah palu dengan berat 20 kg.


Dengan ekspresi wajah yang kesal serta nada yang keras. Pria berjanggut itu berteriak kepada pria berambut putih tersebut dengan keras " Kau bocah kurang ajar! B*jingan cilik! Bocah Bi*dap! Bocah Gak ada akhlak! Berani kau mengejek ku! Akan aku tunjukkan kepada mu kemampuan menempa ku yang sebenarnya! " Ucapnya dengan keras sambil menunjuk pria berambut putih itu.


Lalu dengan santainya pria berambut putih itu pun membalas. " Bukan kah kau sudah pensiun? " Balas pria muda tersebut sambil bertanya.


Mendengari itu, membuatnya menjadi malu karena perkataan yang ia lemparkan barusan. Sambil berbalik badan serta dengan batuk yang di buat - buat, ia pun berkata. " Uhuk... Uhuk... Khusus untuk mu hari ini, aku akan menempah. " Ucapnya sambil menyembunyikan rasa malunya tersebut.


" Senjata jenis apa yang kau ingin kan? " Tanya Pria tersebut kepada pemuda itu.


" Crossbow... Aku ingin sebuah Crossbow yang kuat serta anak panah nya. " Pinta pemuda tersebut bahwa ia ingin di tempahkan sebuah Crossbow yang kuat. Alasannya karena ia punya sebuah Shadow Army yang menggunaka Crossbow di anggota hidden masternya.


Mendengar permintaan dari pelanggan nya itu, membuat nya sedikit terkejut karena pemuda tersebut meminta untuk di tempa kan sebuah Crossbow. Tidak banyak orang yang menginginkan Crossbow karena menurut mereka, itu lebih sulit di gunakan dari pada sebuah panah biasa.


Pria tersebut berpikir sejenak untuk permintaan dari pemuda tersebut. Setelah berpikir beberapa waktu, akhirnya ia menyetujui nya. Pemuda tersebut pun memberikan material nya kepada pria tersebut. Sontak dengan material yang di tunjukkan oleh pemuda tersebut, membuatnya terkejut dan tercengang.

__ADS_1


" I ini... Besi Alpa... Biji besi Alpa... Bagaimana kau bisa menemukannya sebanyak ini? Bukan kah biji besi ini hanya ada di lembah api bagian terdalam? " Ucap pria tersebut dengan ekspresi yang terkejut serta berkeringat karena senang. Dan juga bertanya - tanya bagaimana pemuda tersebut bisa mendapatkan banyak biji besi Alpa, yang letaknya berada di dalam gunung api, di dalam lembah api membara.


Banyak bangsawan yang menginginkan biji besi tersebut, karena kualitas nya sangat bagus dan lebih baik dari biji besi biasa. Biji besi Alpa sangat bagus apa bila di buat dan di jadikan sebagai senjata sihir.


" Tidak perlu tahu bagaimana aku mendapatkan nya. Jadi, bagaimana? Kau bisa menyimpan sisanya jika kau mau. " Ucap pemuda tersebut tentang permintaan yang ia ajukan tadi.


Pria itu menganggukkan kepala nya, dan setuju dengan permintaan dari pemuda tersebut. " Tidak usah kau tanyakan lagi... Tentu saja akan aku buat. " Balas pria tersebut sambil tersenyum percaya diri.


Pria itu melihat bahan - bahan nya kembali, dan terlihat di atas meja terdapat banyak tulang dari monster beast yang kuat, serta beberapa botol yang berisi racun yang kuat.


" Ini... Racun Black Spider.... Racun ular ungu bermata tiga, dan Kalajengking hitam... Kau ingin anak panahnya di olesi dengan racun? " Tanya pria tersebut sambil menatap pemuda yang ada di hadapannya.


" Ya... Anak panah yang beracun lebih baik dari pada yang biasa... Itu akan lebih berguna saat berhadapan dengan musuh. " Jawab pemuda tersebut.


Pria tersebut mengerti apa yang di maksud pemuda tersebut. Melihat bahan - bahan nya yang berkualitas, ia memperkirakan kalau pemuda tersebut telah merencanakan ini sejak awal.


Selain racun yang mematikan, senjatanya juga harus kuat dan tajam agar racun dapat menyebar lebih cepat. Pria tersebut sudah memikirkan jenis anak panah apa yang akan ia buatkan untuk pemuda tersebut.


Pria tersebut terseyum lalu menatap pemuda tersebut dengan mata yang serius. " Beri aku waktu dua hari... Aku jamin kau akan puas dengan hasilnya. " Ucap pria tersebut meminta sedikit waktu untuk menyelesaikan senjata yang di minta oleh pemuda tersebut.

__ADS_1


" Dua hari... " Ucap Pemuda tersebut.


" Ya. Aku tahu kau datang ke kota ini untuk ikut serta dalam Raid alas perpindahan... Aku jamin, akan aku selesaikan dalam waktu dua hari. " Lanjut pria tersebut dengan serius.


__ADS_2