
Munculnya empat naga di markas guardian membuat ke empat demon lord yang ada di sana kebingungan, apa lagi yang muncul adalah dragon king yang tidak dapat di anggap remeh.
Sementara itu, Yumiko yang telah terbongkar identitasnya di sana melihat ke empat naga itu ia tidak terkejut. " Sesuai dengan apa yang di katakan oleh Xi... Mereka punya senjata rahasia. " Ucap Yumiko dengan ringan.
Walau begitu mereka tetap melanjutkan pertempuran, dan juga berhadapan dengan ke empat naga yang baru saja muncul.
" Hei kau, dimana pria itu?!! " Ucap Karaks dengan kesal sambil menunjuk ke arah Yumiko yang sedang santai membekukan banyak musuh.
" Ha? Siapa yang kau maksud? " Balas Yumiko kepada Karaks.
" Yang aku maksud pria berambut putih itu, aku bisa merasakan sisa energinya darimu. " Balas Karaks.
Yumiko mengerti siapa yang Karaks cari, dengan seyum yang indah ia berkata. " Kau mencari kekasihku? Tunggu saja sebentar lagi, dia akan datang. " Ucap Yumiko sambil tersenyum manis.
Namun Karaks sangat kesal karena ia di permainkan oleh Xi sebelumnya.
Sementara itu Zyx yang bertarung melawan semut dari pihak Guardian, semut itu telah mengalami luka yang parah, ia sama sekali tidak di berikan kesempatan untuk menyerang oleh Zyx selama pertarungan.
Bahkan Guardian yang ada di sekitar Zyx terbunuh dengan mudah, Zyx sama sekali tidak merasa kerepotan saat menghadapi musuh dengan jumlah yang banyak, walau ia sedang bertarung dengan musuh yang kuat.
" Kau sangat sombong sebelumnya, bahkan kau berani untuk menunjuk Yumiko - Sama dengan tanganmu... Aku tidak akan mengampuni dirimu. " Ucap Zyx sambil berjalan mendekat mendekati semut yang telah tersungkur itu.
Saat Zyx sedang berjalan mendekati semut itu, ada seseorang yang mendorong Zyx dengan sangat kuat.
" HAA... Kau pikir aku tidak ada ha!! " Ucap Kansas sambil mendorong Zyx dengan perisai besar miliknya.
Zyx hanya dengan sebelah tangan menahan dorongan dari Kansas, ia menatapi Kansas dengan tatapan yang tidak senang.
" Kau sungguh mengganggu! " Ucap Zyx dengan kesal karena ada yang mengganggunya, saat ia ingin memberikan seseorang pelajaran karena berani tidak sopan kepada Yumiko.
" Ha?! Pikirkan dirimu bodoh!! " Ucap Kansas lalu mundur ke arah Semut tersebut. Di saat yang sama Zyx terkena nafas api dari seekor naga, dan naga itu berhasil memuskan apa saja yang ia serang.
Namun untuk Zyx itu bukan masalah, ia sama sekali tidak terluka sedikit pun saat naga itu menyemburkan nafas apinya kepada dirinya.
Di saat yang sama pula naga itu terjatuh karena di pukul oleh seorang wanita berambut putih. Ia Amelia, menumbangkan satu naga dengan satu pukulannya, dan membuat banyak orang terkejut. Sedangkan ke tiga naga lainnya di tanah oleh teman - temannya yaitu Zero, Freyja dan Dia.
Ke empat orang itu menghadapi ke empat Dragon King agar mereka tidak menganggu jalanya pertempuran.
Sementara itu aliran sihir yang kuat memenuhi tempat tersebut, dan dapat di rasakan oleh mereka semua. Aliran sihir yang kuat itu menciptakan sebuah lingkaran sihir yang besar dan menyeret banyak monster ke dalamnya dan mengunci monster - monster tersebut, di atas juga tercipta lingkaran sihir yang besar, dan secara bersamaan saling menabrakan serangan.
Monster yang berada pada dalam lingkaran sihir langsung musna tak tersisa, kedua serangan yang saling bertabrakan dan memusnakan apa saja yang ada di sekitarnya, dan itu juga meluas dengan cepat.
__ADS_1
" Matilah kalian semua! Ini adalah skill Awakenku hahahaha!! " Ucap Alva dengan senang.
Ia terlarut dalam kesenangan, sehingga ia lupa jika ia sedang berada di dalam pertempuran, dan lagi ada banya musuh yang kuat berada di dalam pertempuran.
Dalam kelarutannya itu, IGRIS mengambil sekempatan tersebut untuk membunuh Alva, ia pun menusukkan pedangnya tempat mengenai jantung dari Alva hingga menembus tubuhnya.
" HUAAKK... Ba bagaimana mungkin... BRUKK! " ucap Alva sebelum kematian dirinya.
Bersamaan dengan itu, Zyx menghajar semut itu dan juga Kansas dengan mudahnya, Perisai milik Kansas hancur saat menahan pukulan dari Zyx terus - menerus.
" ARRGGG RASAKAN INI!! " Ucap Kansas sambil menebaskan pedang besarnya kepada Zyx yang ada di depannya.
Akan tetapi pedangnya dapat di tahan hanya dengan satu tangan oleh Zyx, ia menggenggam pedang besar milik Kansas dengan kuat, hingga menyebabkan pedang tersebut hancur.
Zyx mengepalkan tangannya dengan erat, memukul Kansas dengan kuat. Pukulan dari Zyx membuat tubuh Kansas yang berlapis dengan armor yang sangat kuat hancur, dan hanya menyisakan tubuh bagian bawah saja, dan Kansas pun mati.
" Sekarang pengganggu itu sudah mati, waktunya untuk memberikanmu hukuman. " Ucap Zyx dengan nada yang berat. Ia memukul semut tersebut hingga membuat lubang pada tubuhnya, hingga semut itu terbunuh.
Yumiko yang bertarung menghadapi Venessa, ia sangat tenang. Ia tidak hanya menyerang Venessa dengan sihir esnya saja, tapi ia juga menyerang monster yang ada di sekitarnya.
Di saat yang sama, kegelapan menjulang ke atas dari bayangan mereka semua. Dari kegelapan itu muncul seorang pria tampan yang sedang memikul seorang wanita.
" Xi... Si siapa wanita itu? " Tanya Yumiko kepada Xi.
" A dia orang yang menyerang kita kala itu. " Ucap Xi dengan ringan.
" Sebelum kita jatuh ke Abysskah? " Tanya Yumiko lagi.
" Ya, itu benar. "
" Apa kau sudah membunuhnya. " Ucap Yumiko.
Xi menggelengkan kepalanya, lalu ia berkata. " Terlalu mudah untuknya apa bila di jatuhkan hukuman mati, aku punya ide yang lebih baik dari itu. " Ucap Xi dengan ringan.
Saat ia sedang berbicara dengan Yumiko, sebuah serangan api mengarah padanya, namun serangan api itu menghilang karena kegelapan yang melahapnya.
" Tidak sopan menyerang seseorang saat sedang berbicara. " Ujar Xi dengan dingin sambil menatap Karaks dengan tatapan yang sinis.
Xi menjatuhkan Heilen yang ia pegang, lalu berjalan menuju Karaks dengan santainya. Dalam sekejap Xi telah muncul di depan Karaks, mencengkeramnya dengan kuat lalu membantingnya ketanah.
Saat dirinya di banting ke tanah dengan keras, karaks kesakitan dan juga bingung, kanapa ia bisa merasakan rasa sakit padahal serangannya hanyalah serangan biasa.
__ADS_1
Tidak terima dengan apa yang di lakukan oleh Xi, ia mengeluarkan serangan api berkekuatan tinggi. Api yang sangat panas dan besar menjulang tinggi ke langit, menciptakan pilar api yang mengerikan pada saat itu.
Karaks terseyum senang, ia sangat percaya diri serangannya tadi pasti telah menghanguskan Xi sampai tidak tersisa.
Akan tetapi, saat debu telah menghilang, ia sangat terkejut melihat orang yang dia serang masih baik - baik saja tanpa adanya luka sedikit pun.
" Ba bagaimana bisa... Kau... " Ucap Karaks dengan kepala yang berkeringat.
" Entahlah... " Balas Xi sambil mengepalkan tangannya, melapisi tangannya dengan kegelapan dan membentuk armor yang sangat keras.
Memukul Karaks dengan sangat kuat hingga membuat markas Guardian berguncang. Semua orang terkejut dengan kekuatan yang sebesar itu.
Karaks terluka parah, ia merasakan rasa sakit yang luar biasa, rasa sakit pada tubuhnya semakin menjadi seiring berjalannya waktu.
Para monster yang ada di sana, berlarian mengarah pada Xi dan pergi untuk menyelamatkan Karaks.
Xi memandangi mereka dengan dingin, mengangkat tangannya dan menghasilkan kegelapan yang mengerikan. Duri kegelapan muncul dari bawah, duri itu sangat tajam hingga dapat menembus tubuh para monster dalam satu tusukan.
" Ternyata masih banyak juga... " Ucap Xi melihat para guardian empat sayap yang berada di atas langit.
Menarik ratusan Guardian itu dengan sihir Psikokinesis, menabrak mereka semua dan meremas mereka hingga mati.
Pada saat yang sama, muncul dua demon lord di belakangnya, Melvies dan San. Dengan pedang dan palu beaarnya menyerang Xi dari belakang.
Benturan yang kuat menghasilkan ledakan yang besar, membuat tempat di sekitarnya bergetar.
" Apakah berhasil? " Tanya Melvies.
" Tentu saja berhasil... " Ucap Xi dengan dingin, tampak dari balik debu yang tebal, terlihat dengan jelas Xi menahan kedua serangan tersebut dengan kedua tangannya.
" Apa! Serangan kita di tahan hanya dengan tangan kosong! " Ucap San yang terkejut melihat kejadian itu.
" Monster macam apa orang ini? " Ujar Melvies.
Xi menghempaskan mereka berdua kebelakang, memadatkan kegelapan di tangannya, hingga menciptakan tangan kegelapan yang besar, menghantam mereka berdua dengan sangat kuat.
" ARGGH... Kekuatan yang luar biasa. " Ucap San.
" Dari mana datangnya orang ini. " Ujar Melvies.
Pertempuran semakin memanas saat Xi tiba di sana, pasukan Shadow bertambah banyak dalam pertempuran ini. Bahkan kedua Shadow yang baru juga ikut dalam pertempuran, saat yang bersamaan pula satu naga putih yang sangat besar tiba di markas Guardian, meraung ke arah kerumunan yang ada di sana.
__ADS_1