
Dewa Raksasa, Dewa Cahaya, Ytoggod, dan Dewa Kematian Hitam. Mareka masih bertarung satu sama lain dengan kecepatan yang sangat luar biasa, melebihi kecepatan cahaya. Pada saat yang sama, pondasi dari dunia dewa mulai bergeser karena tidak sanggup menahan kekuatan dari ke empat Makhluk itu. Daratan mulai bergetar, dan terpisah satu sama lain. Sementara, ke empat nya masih bertarung tanpa henti.
Ytoggod dan Dewa Cahaya menyerang Dewa Raksasa bersama - sama. Akan tetapi, dengan sigap Dewa Raksasa menghindari serangan kedua orang itu, dan membalas serangan mereka dengan pukulan yang sangat keras.
Dewa Cahaya berhasil menghindari serangan mematikan dari Dewa Raksasa. Akan tetapi, berbeda dengan Ytoggod yang terkena serangan itu dengan telaknya. Dan mengakibatkan dirinya menunjam dan menghantam tanah dengan sangat keras.
Bersamaan dengan itu, Dewa Cahaya yang berhasil menghindar, di serang dari belakang oleh Xi. Serangan Xi yang berupa tebasan kematian mengenai tubuh Dewa Cahaya dengan sangat telak, sehingga ia pun muntah darah dan terjatuh. Bersamaan dengan jatuhnya Dewa Cahaya, Xi memberikan serangan lanjutan berupa tijuan tangan raksasa kegelapan. Yang mana itu langsung menghantam dewa cahaya hingga menubruk daratan dengan sangat keras.
DUAAR! Daratan pun hancur di buatnya. Dari bawah Dewa Cahaya menembakkan sebauh serangan sinar cahaya emas yang sangat kuat dan amat cepat kepada Xi. Namun, Xi dapat menepisnya dengan mudah dan membelokkan arahnya tepat ke arah Dewa Raksasa.
Serangan Dewa Cahaya pun berbalok dengan cepat dan melayang ke arah Dewa Raksasa.
Dewa Raksasa yang sadar akan hal itu, ia segerah menghindari serangan sinar cahaya emas milik Dewa Cahaya. Dewa Raksasa pun berhasil menghindarinya dengan sangat mudah dengan terbang tinggi ke atas langit dengan sangat cepat. Di waktu yang sama, Ytoggod terbang dengan sangat cepat ke arah Dewa Raksasa lalu menyerang nya dengan sangat kuat.
Dewa Raksasa yang melihat Ytoggod terbang ke arahnya, ia pun memberikan sebuah serangan beruba sebuah bola plasma yang amat besar dan di leparkan dengan sangat kuat olehnya. Namun, Ytoggod dapat menghindari serangan Dewa Raksasa dengan sangat mudah, dan terus terbang ke arah Dewa Raksasa dengan sangat cepat.
Sambil terbang dengan kecepatan tinggi, Ytoggod pun berkata dengan nada yang sombong " Apa kau pikir serangan lambat itu bisa mengenai aku? " Kata Ytoggod.
Mendengar itu, Dewa Raksasa pun menanggapi perkataan Ytoggod dengan tenang " Heh, hanya karena kau punya sedikit kekuatan... Kau sudah sombong di hadapan ku. Rasakan ini! " Kata Dewa Raksasa sambil melemparkan banyak bola plasma yang sangat besar pada Ytoggod.
Namun, lagi - lagi Ytoggod dapat menghindari setiap bola plasma yang di lemparkan oleh Dewa Raksasa dengan sangat mudah. Sambil menghindari serangan Dewa Raksasa, Ytoggod pun tertawa " HAHAHA! Cuma segini? Sangat lamabat! " Kata Ytoggod sambil tertawa keras. Ia pun mengejek serangan Dewa Raksasa yang sangat lambat. Menurutnya, sebuah serangan yang kuat kalau tidak kena ya tidak ada artinya. Karena hal itu, ia pun mengejek Dewa Raksasa yang tidak pandai dalam menyerang.
Namun, dari atas sana Dewa Raksasa tiba - tiba saja tersenyum. Melihat Senyuman yang terukir di wajah Dewa Raksasa, Ytoggod terkejut dengan di sertai kebingungan.
Lalu, Dewa Raksasa menjentikan jarinya. Bola - bola plasma yang terus ia lemparkan meledak dan berubah menjadi bentuk bola - bola plasma berukuran kecil. Bentuknya tidak lah lebih besar dari sebuah bola basket.
__ADS_1
Dewa Cahaya dengan santai mengendalikan ribuan bola plasma itu untuk menjatuhkan Ytoggod yang sedang terbang ke arahnya. Ytoggod yang menyadari adanya bahaya dari setiap bola plasma itu, segerah ia terbang menjauh menghindari bola - bola plasma milik Dewa Raksasa.
Di sisi lain, Xi dan Dewa Cahaya bertarung dengan beradu kekuatan mereka. Mareka saling bertukar serangan dengan sangat cepat. Hanya dalam beberapa pukulan, sudah membuat daratan dewa semakin kacau. Kastil megah milik para Dewa pun runtuh di karenakan kedua orang itu yang sedang bertarung.
Dalam pertarungan itu, Xi sangat di untung kan karena kekuatannya lebih unggul dalam pertarungan satu lawan satu saat berhadapan dengan Dewa Cahaya yang tidak punya ke ahlian dalam pertarungan jarak dekat. Hal itu pun membuat Dewa Cahaya terpojok dan sering kali terkena pukulan kuat Xi yang menyebabkan dirinya terluka.
Bersamaan dengan itu, di saat mereka masih dalam pertarungan jual dan beli serangan. Sesuatu dengan jumlah yang sangat banyak melintasi mereka dan membentuk seperti sebuah rasi bintang yang sangat indah.
Itu adalah bola - bola plasma milik Dewa Raksasa yang bersinar terang di hari yang gelap itu. Namun, dari balik ke indahan itu, tampak bola - bola plasma yang bersinar terang tampak bergerak mengejar sesuatu.
Terlihat oleh mereka berdua di atas sana terdapat Ytoggod yang sedang di kejar - kejar oleh banyaknya bola - bola plasma. Tampak Ytoggod terbang dengan cepat dan semakin cepat demi menghindari bola - bola plasma tersebut.
Ytoggod tampak kewalahan dalam menghindari setiap bola plasma yang terus mengejar dirinya. Dia mati - matian menghindari serangan Dewa Raksasa yang bisa saja bila terkena bisa langsung membunuhnya.
Tampak dari kejauhan, dewa raksasa tersenyum senang melihat ketiga musuhnya kerepotan dalam menghidari setiap serangannya. " Hahaha, sekarang aku bisa melihat para tikus terus berlari menghindari serangam ku! Hahaha! " Kata Dewa Raksasa sambil tertawa dengan senangnya. Ia memamerkan kekuatan yang sangat luar biasa.
Sedangkan, Xi yang terus di kejar oleh bola - bola plasma milik Dewa Raksasa, tampak dengan mudah ia menghindari nya. Dengan santai ia menciptakan sebuah ruang dan mengambil sabit hitamnya kembali. Xi memegang sabit hitamnya dengan sangat erat, lalu mengayunkannya dengan sangat cepat.
Dalam hal itu, bola - bola plasma yang mengejar Xi pun meledak dalam jumlah yang sangat besar. Ia menebas setiap bola Plasma yang salinh bedekatan satu sama lain, sehingga menyebabkan bola plasma lainnya juga terpengaruh oleh ledakan dari bola plasma yang meledak. Sehingga membuat bola plasma lainnya juga ikut meledak.
Di waktu yang sama, Dewa Raksasa melemparkan bola plasma berukuran sangat besar dengan jumlah yang sangat banyak, dan bola - bola plasma itu pun meledak kembali, dan berubah ke dalam bentuk yang sangat kecil.
Dewa Raksasa mengendalikan semua bola plasma itu sembari menatap Xi yang jauh ada di bawah sana. Sembari mengendalikan bola - bola plasma itu, ia pun berkata " Di antara kalian bertiga, yang menjadi ancaman untukku di masa depan hanyalah kau Dewa Kematian Hitam! Jadi aku memutuskan untuk membunuhmu terlebih dahulu! Rasakanlah kengerian dari ledakan jutaan bola plasma ku! " Kata Dewa Raksasa. Ia pun mempercepat pergerakan dari bola - bola plasmanya, dan berputar membungkus Xi dengan sangat padat, bahkan sampai tidak dapat di lihat dari luar. Menurutnya, Dewa Kematian Hitam adalah sosok yang paling berbahaya untuk di hadapi secara langsung di masa depan nanti. Ia takut kalau Dewa Kematian Hitam akan berbalik menjadi musuhnya di masa depan. Dan ia tidak bisa membayangkan seberapa kuat Dewa Kematian Hitam di masa depan jika di biarkan tetap hidup.
Dewa Raksasa pun membungkus Xi dengan jutaan bola plasma nya, tanpa ada celah sedikit pun untuk bisa kabur. Kumpulan bola plasma itu semakin lama semakin memadat dan bersinar dengan sangat terangnya. Saking terangnya sampai menyilaukan pandangan.
__ADS_1
Di saat Dewa Raksasa ingin meledaknya, tiba - tiba waktu di seluruh dunia berhenti dan membeku. Tidak satu pun makhluk hidup yang ada di dunia Dewa mau pun Dunia Cardinal dapat bergerak setelah waktu berhenti. Bahkan tiga Dewa yang memiliki kekuatan yang amat besar sekali pun, yang memiliki kemampuan kebal terhadap pembekuan waktu juga tidak dapat melakukan apa pun selain membeku di tempat mereka.
Di saat waktu berhenti, kegelapan muncul dan melahap semua bola plasma milik Dewa Raksasa. Dari kegelapan itu, muncul Xi dengan mata merah menyalah. Ia menghentikan waktu di seluruh dunia dengan skill Crimson of Nightmare yang ia miliki. Sehingga setiap makhluk hidup yang ada di seluruh dunia berhenti bergerak karena waktu yang di hentikan.
Pada skill Crimson of Nightmare yang Xi miliki itu, memiliki kemampuan untuk menghentikan waktu ( Detik, Menit, dan Jam ). Baik itu untuk makhluk hidup, atau pun benda mati. Semuanya akan termakan oleh pembekuan waktu Crimson of Nightmare.
Di saat yang sama, ia juga melahap semua bola plasma milik Dewa Raksasa dengan menggunakan skill Ultimate The Seven of Deadly Sin's ( Gluttony Symbol Lord Beelzebub ). Kemampuan dari Gluttony Symbol Lord Beelzebub dapat melahap apa pun mau itu sebuah serangan, roh, bahkan makhluk hidup yang memiliki bentuk fisik, dan benda mati sekali pun. Tidak hanya sekadar menelan sesuatu, apa yang telah di lahapnya, akan berubah menjadi energi sihir milik sih penggunanya.
Xi tidak hanya melahap bola plasma yang membuat dirinya terukung, ia juga melahap semua bola plasma di ada di langit, bahkan bola plasma yang mengejar Ytoggod. Setelah ia melahap semua itu, ia berpindah dengan cepat ke belakang Dewa Raksasa lalu memukulnya dengan kekuatan yang amat besar. Sehingga membuat Dewa Raksasa jatuh menunjam ke bawah dengan sangat cepat. Sesaat sebelum Dewa Raksasa menyentuh tanah, ia melepaskan kemampuan Crimson of Nightmare dalam menghentikan waktu. Sehingga waktu pun kembali normal dan semua makhluk hidup dapat bergerak lagi.
Di saat yang sama, Dewa Raksasa menghantam daratan dengan sangat keras hingga membuat lubang yang sangat besar di sana. Dewa Raksasa pun tergeletak di sana dengan luka tubuh yang sangat parah, dan hampir membuatnya tidak sadarkan diri.
Bersamaan dengan itu, Dewa Cahaya dan Ytoggod di buat terkejut dengan getaran super kuat itu.
" Apa apaan itu? " Tanya Ytoggod dalam hatinya. Ia masih bingung dengan apa yang terjadi padanya. Ia tidak ingat apa pun kecuali saat ia sedang di kejar - kejar oleh bola plasma milik Dewa Raksasa. Oleh karena itu pun, ia bingung kemana perginya Dewa Raksasa yang tadi tampak mendominasi menyerang mereka semua dengan mudahnya.
Tak lama, Dewa Raksasa sadarkan diri kembali. Di saat ia telah sadar, ia langsung kembali dalam bentuk sempurna nya, yaitu bentuk Raksasa berukuran besar dan memiliki empat tangan. Dewa Raksasa sangat marah kepada orang yang menjatuhkan dirinya dari ketinggian yang amat tinggi, sampai - sampai membuatnya terluka parah.
Dengan marah ia berubah dalam bentuk raksasanya sambil berkata " Akan aku bunuh kalian semua! " Kata Dewa Raksasa sambil berteriak keras dengan penuh amarah. Ia melepaskan energi sihirnya yang sangat besar itu. Sehingga membuat siapa pun yang ada di sekitarnya terhempas.
Dewa Raksasa yang marah, menyerang ketiga Dewa lainnya. Setiap kali Dewa Raksasa menggerakan tangannya, permukaan tanah pun hancur.
" Matilah kalian, Clahs of Destruction!!! HAAA!!! " Kata Dewa Raksasa sambil mengarahkan tinjunya yang sangat besar kepada Dewa Cahaya, Dewa Kematian Hitam, dan Ytoggod.
BOOOM! Pukulan Dewa Raksasa dengan telak mengenai mereka bertiga. Area di sekitarnya berubah menjadi lautan magma yang amat panas terus berguncang sehingga membuat sunami magma yang sangat mengerikan.
__ADS_1