LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 75


__ADS_3

Debu yang tebal telah menghilang dan semua orang melihat dengan jelas sosok Knight yang sangat kuat yang dapat membunuh monster dan petualang dengan mudahnya, terbunuh dengan pedangnya yang tajam di kedua sisinya.


Semua orang terdiam terkejut saat melihat itu. Tidak menyangka kalau ada orang yang mampu memgalahkan salah satu dari Knight tersebut. Namun, masalah mereka tidak berakhir dengan kematian dari Dark Knight IGRIS. Melainkan, masih ada banyak monster laba - laba besar yang menyerang mereka. Para prajurit yang di summon oleh para penyihir, penyihir yang mensummon para prajurit dan penyihir api. Serta masih ada GIDEON yang belum mereka kalahkan.


Tepat di depan IGRIS yang telah terbunuh, terdapat seroang pemuda berambut putih berdiri di hadapannya. Ia manatap IGRIS yang telah ia kelahkan pada saat itu, ia menatapnya dengan menyipitkan matanya, sambil mengingat beberapa waktu sebelumnya.


" Tadi sungguh berbahaya... Untung saja masih dalam perhitungan ku... " Ujarnya dengan pelan sambil mengingat saat - saat terakhir, sesaat saat ia di tarik oleh IGRIS dengan skill Autority Touch milik IGRIS. Itu benar - benar hampir menembus tubuhnya apa bila ia tidak menghindari nya.


" Lupakan itu dulu... Sekarang masih ada yang... " Ucap Xi dalam hatinya dan perlahan berbalik. Namun belum sempat ia berbalik, GIDEON telah berada di belakang nya tanpa ia sadari. Dan saat itu GODEON mengambil kesempatan tersebut untuk menebaskan pedangnya, saat Xi sedang lengah.


BOOM! BANG! Suara benturan yang sangat keras hingga membuat lantai yang padat pun hancur. Debu bertebaran di mana - mana saat GIDEON menebaskan pedangnya kepada Xi. Namun, terlihat dari balik kabut itu tidak ada seorang pun di hadapannya, akan tetapi ada banyak darah yang menetas di sana.


" Sialan! Kapak dia muncul? Hampir saja serangan itu membunuhku! " Ujarnya dalam hati. Ia benar - benar di buat terkejut oleh GIDEON yang tiba - tiba saja muncul di belakangnya, tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Xi mendarat cukup jauh dari GIDEON sesambil memegangi tangan kirinya yang telah terpotong oleh tebasan pedang GIDEON.


" Hanya telat satu detik saja aku menghindar sudah membuatku kehilangan lengan... Tadi benar - benar berbahaya. " Ujarnya dalam hati tenang. Walau ia kehilangan lengannya dan merasakan rasa sakit tersebut. Ia tidak kehilangan ketenangan sedikit pun saat hal itu terjadi.


" Sekarang... Aku perlu rencana untuk mengalahkan nya... Dia ini tidak lebih lemah dari IGRIS. " Ujarnya dalam hati sambil menyipitkan matanya menatap pada GIDEON yang ada di depannya.


[ Pedang Gila GIDEON ] Rank : A+ Level : 120. Exp : 200000. Skill : Wall of Earth. Strike of Destraction. Sword of Evil Fire.


GIDEON memancarkan aura yang sangat mengerikan seperti IGRIS sebelumnya. Saat itu tatapan GIDEON sangat terfokus kepada Xi yang telah mengalahkan rekannya yaitu IGRIS. Ia menyipitkan matanya dan tiba - tiba saja ia menghilang.

__ADS_1


Dalam ia muncul di belakang Xi dan siap untuk menebaskan pedangnya.


Xi yang menyadari pergerakan GODEON ia sangat terkejut sampai - sampai ia membeku terdiam sesaat. Dalam pikirannya saat GIDEON bergerak menghilang, ia berkata " Cepat sekali! " Itu lah yang ia pikirkan saat GIDEON menghilang dari tempatnya.


GIDEON mengarunkan pedangnya dengan cepat kepada Xi yang ada di hadapannya saat ini. Dengan pedang yang berlapis aura yang mengerikan memberikan sebuah serangan telak, dan membuat ledakan yang sangat kuat hingga membuat lantainya menjadi hancur dan tanah pun berterbangan.


Dari balik debu yang tebal, Xi terpental keluar dari sana dengan memuntahkan seteguk darahnya. Ia di hempaskan oleh serangan GIDEON yang sangat kuat itu.


" Itu kuat sekali... Tapi... " Ujarnya dalam hati dan melirik sekitarnya yang di penuhi dengan Tarantula dan prajurit. Ia melepaskan serangan api dan es kepada mereka semua, dan melahap yang lainnya dengan Skill Gluttony. Sebelum akhirnya ia menabrak sebuah dinding raungan tersebut dengan sangat kuat.


[ Anda telah naik Level ]


Notifikasi dari system muncul dan memberitahukan kepadanya bahwa dirinya telah mencapai Rank A. Pada saat yang sama, GIDEON yang ada di sana masih dapat merasakan nafas dari Xi, dan ia melesat dengan cepat ke arah Xi untuk menyerangnya dengan tebasan pedang kuatnya.


Namun, belum ia sampai di tempat Xi berada. Sebuah serangan dari tombak - tombak kegelapan melayang dengan cepat ke arahnya. Dengan sigap ia menyadari itu dan menangkis semuanya dengan mengayunkan pedang besarnya.


Ia yang berhasil memblokir setiap serangan dari tombak kegelapan yang mengarah kepadanya. Ia melirik Xi yang ada di sana, dan itu membuatnya membuka matanya lebar - lebar karena terkejut.


Tepat di depannya aura yang sangat kuat dan pekat terus mengalir penuh dengan kengerian dan menutupi langit - langit dengan kegelapan. Pancaran yang sangat mengerikan, dari pancaran aroma kematian yang sangat mengerikan.


Dari reruntuhan dinding itu sesuatu muncul dan melangkahkan kakinya di ikuti dengan kegelapan. Kegelapan telah merubah wujudnya dengan sangat mengerikan. Mata merahnya menyalah terang seperti mata naga yang haus akan darah dan selalu tidak puas dengan mangsa yang mereka mangsa.

__ADS_1


Tangannya di penuhi dengan sisik naga berwarna hitam yang sangat keras dan padat. Bahkan udara sekali pun tidak dapat melewati sela - sela sisik naga tersebut. Satu tangannya yang telah putus, kini beregenerasi dan pulih kembali serta menjadi sebuah tangan naga yang mengerikan.


Pandangannya terfokus pada GIDEON yang ada di hadapannya saat ini. Ia menyipitkan matanya, menatap GIDEON dengan tajam.


GUAAAR! Ia berteriak dengan sangat keras hingga membuat ruangan tersebut berguncang seakan akan runtuh. Tarantula yang ada di sana mulai berhenti bergerak dan terjatuh karena pingsan. Teriakan itu semakin keras dan semakin keras layaknya seekor naga yang sedang meraung menunjukkan ke agungannya.


Semua petualang yang ada di sana pun terkena dampaknya tak terkecuali Tota dan yang lainnya, bahkan Airis sekali pun. Dan hanya menyisakan GIDEON, para prajurit yang di summon dan beberapa penyihir yang masih hidup.


GIDEON mengangkat pedangnya bersiap untuk menyerang Xi yang telah berhenti meraung itu. Akan tetapi tiba - tiba saja Xi muncul di belakangnya dan memukulnya dengan sangat keras hingga membuat nya terpental hingga menabrak dinding dengan keras. Dan salam satu pukulan itu membuat lubang di tubuh GIDEON yang berakibat ia pun terbunuh.


Setelah GIDEON di kalahkan, pandangan berali pada para prajurit yang menyerang dirinya. Namun, dengan mudah ia mengalahkan semua musuhnya dalam hitungan detik. Kecepatan yang sangat luar biasa di dalam ruangan bahkan sampai tidak dapat di lihat dengan kemampuan ' Deteksi ' milik para penyihir.


Sementara masih tersisa enam penyihir di dalam sana, dua dari mereka merapalkan sihir api. Namun, keduanya langsung terbunuh sebelum selesai merapalkannya. Di saat yang sama, muncul sebuah benda berukuran besar di belakangnya yang langsung menyerang dirinya.


BANG! BOOM! Sebuah serangan yang kuat dengan telak mengenai Xi. Tapi, serangan kuat dari Golem Armor dapat di tahan hanya dengan satu tangannya. Ia pun memukul Golem Armor itu dengan kuat hingga membuat Golem Armor tersebut hancur berkeping - keping. Akan tetapi, ke empat penyihir yang masih hidup, mensummon lima Golem Armor lagi untuk menghentikan Xi yang sedang dalam bentuk manusia setengah naganya.


Dengan kerjasama mereka, mereka menciptakan Golem Armor dengan tumpuk Armor dari prajurit yang mereka Summon. Kelima Golem Armor pun menyerang Xi dengan ganasnya atas perintah keempat penyihir itu.


Tapi Xi dengan santai berjalan dan memukul kelima Golem Armor itu. Satu pukulan satu Golem Armor pun melayang. Sampai akhirnya semua Golem Armor di kalahkan, ia membunuh ke empat penyihir tersebut dengan nafas api hitamnya.


[ Selamat Anda telah menaklukkan Dungeon ]

__ADS_1


__ADS_2