
Pemimpin dari salah satu menara kecil guardian, sekaligus orang yang memimpin para guardian turun untuk memusnahkan Xi. Ia malah mati di tangan Xi tanpa adanya perlawanan yang berarti.
Semua Guardian yang turun bersama, mereka sangat terkejut saat melihat pemimpin mereka mati dengan mudah.
" A apa yang harus kita lakukan! " Ujar salah satu guardian yang panik saat pemimpinnya mati.
" Memangnya apa lagi, kita bunuh dia! " Ujarnya dengan kesal.
" Ta tapi... HIKKKK!!! "
Mereka sangat ketakutan dengan aura membunuh yang terpencar dari Xi. Aura yang kuat itu, seperti mereka sedang menghadapi kematian.
" Apa kalian tidak akan melawanku? " Tanya Xi dengan dingin kepada mereka semua.
Ribuan guardian yang ada di sana, hanya menggelengkan kepala mereka, tidak ingin berhadapan dengan Xi. Mereka sangat takut, sampai - sampai sayap mereka juga bergetar.
" Baik, kalian bisa pergi. " Ucap Xi.
Mereka jelas terkejut saat mengatak kalau mereka boleh pergi, walau mereka tidak tahu apa maksud dari Xi yang sebenarnya, mereka mulai mundur perlahan demi perlahan.
Saat seorang guardian menoleh kebelakang melihat Xi tidak bergerak dari tempatnya, ia merasa berayukur, namun saat ia memerhatikan dengan baik apa yang Xi pegang, dirinya sangat terkejut.
Xi memegang satu kepala Guardian yang telah pergi, di saat bersamaan. Para Guardian yang pergi sebelumnya berjatuhan seperti hujan.
" A apa... Yang... Ter... " Wajahnya sangat pucat saat melihat semua rekannya mati, saat ia sedang berbicara dengan gagap, Xi muncul di depannya dengan tatapan yang dingin.
" Aku hanya mengatakan kalau kalian boleh pergi... " Ucap Xi dengan dingin, di saat yang sama satu tangannya menembuh tubuh guardian itu yang berlapiskan zirah yang tebal. Membuat darahnya memenuhi tangan Xi, " Bukan berarti kalian tidak akan mati. " Lanjutnya, lalu mengoyak tubuh guardian itu dengan sangat kejam.
Setelah itu ia pergi dan kembali ke istana sebelum malam tiba, sesuai janjinya, ia kembali sebelum menjelang malam, dan di depan pintu Istana Yumiko telah menunggu kepulangannya.
" Kenapa tidak menunggu di dalam saja? " Tanya Xi dengan ringan.
" Karena aku mau menunggumu pulang, siapa tahu kau akan menyelinap masuk ke dalam tanpa memberitahuku. " Jawab Yumiko sambil cemberut.
Xi menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu ia berkata. " Walau itu bisa aku lakukan, tapi..
__ADS_1
. Aku tidak akan melakukan hal seperti itu. " Ucap Xi.
" Karena kau sudah kembali... Ayo masuk aku akan memasak makanan untukmu. " Ucap Yumiko sambil merangkul tangan Xi. Sambil berjalan masuk Yumiko bertanya akan satu hal. " Oh iya, apa kau berhasil membawa ibumu kembali? " Tanya Yumiko dengan penasaran.
" Iya, walau ada yang mengganggu tadi, tapi... Semua sudah aku bereskan. " Jawab Xi dengan ringan.
Namun sebelum mereka ke ruang makan, mareka terlebih dahulu ke ruangan lain yaitu kamar. Xi meletakkan ibunya di atas kasur yang lembut dengan hati - hati, ia tidak mau membangunkan ibunya yang tertidur itu.
" Xi... Ibumu... Dia masih sangat muda, aku rasa dia lebih muda dari ibu ku. " Ucap Yumiko setelah melihat rupa dari ibu Xi.
" Tidak, ibuku sudah jauh lebih tua dari ibumu, bahkan dari kita semua yang ada di sini. " Ucap Xi dengan ringan dan pelan.
" Bahkan dari Fai dan Noir? " Tanya Yumiko.
Xi mengangguk membenarkan perkataan Yumiko, lalu ia berkata. " Menurut apa yang di ceritakan oleh Fai mau pun Noir, mereka berdua tercipta setelah perang antara Ayahku melawan Dewa lainnya selesai. " Ucap Xi.
" Pada saat itu, penguasa Galaksi Bahamut menciptakan dua sosok yang akan melayaniku setelah aku tumbuh. Mereka adalah Fai dan Noir. "
" Walau Noir adalah salah satu dari leluhur iblis, si primordial hitam. Namun ia sangat berbeda dari yang lainnya, setelah ia di ciptakan, ia telah mendapatkan sebuah perintah untuk melayaniku sampai akhir. "
" Iya, dia hanya salah satu dari 9 leluhur iblis. " Jawab Xi. " Tapi, dimana yang lainnya? Kenapa aku tidak melihat mereka? " Tanya Xi kepada Yumiko.
" Airis, Astia, dan Zurugi melakukan penakluk labirin yang ada di dekat sini. " Jawab Yumiko. " Sementara untuk yang lainnya, mereka sedang berlatih, dan untuk Fai dan Noir mereka sedang berduel memperebutkan posisi pertama dalam adu kekuatan. " Lanjutnya sambil menjelaskan apa yang sedang di lakukan Noir dan Fai.
Xi mengerti, lalu ia berkata kepada Yumiko. " Aku lapar, apa ada makanan di dapur? " Tanya Xi kepada Yumiko.
Yumiko terseyum manis lalu berkata. " Tunggulah sebentar di ruang makan, aku akan memasakan makanan untukmu. " Ucap Yumiko, lalu mereka pergi dari kamar.
Yumiko berada di dapur dan memasak makanan untuk Xi, sedangkan Xi menunggu di ruang makan bersama Mizuki yang sedang bermain tadinya.
Mereka makan bersama dengan tenang sambil menikmati makanan yang Yumiko masak.
Dua hari berlalu, Ibu Xi telah bangun, ke adaanya sehat dan normal, hanya saja kekuatannya yang menurun drastis, dari awalnya ia yang merupakan seorang Dewi, kini kekuatannya hanya pada peringkat SSS.
" Dunia menjadi kacau sesuai dengan apa yang di katakan oleh ayahmu Xi. " Ucap Ibunya, ia bernama Melia.
__ADS_1
" Seperti yang di katakan ayah? " Tanya Xi dengan bingung.
Melia menganggukkan kepalanya, lalu ia berkata. " Walau Krey adalah dewa kematian, tapi... Semua kekacauan ini adalah rencananya. " Jawab Melia dengan ekspresi wajah yang sedikit sedih.
' Rencana dari ayah? Kekacauan dunia ini?! ' Ujarnya dalam hati. Bencana yang begitu besar terjadi di dunia ini, banyak monster yang bermunculan, dan Gate yang terus bertambah banyak. Semua itu telah membuatnya menjadi bingung karena semua ini adalah rencana ayahnya sediri.
" Melihat ekspresi wajahmu, mungkin kau sangat bingung kenapa ayahmu melakukan ini. Demikian juga aku juga bingung. " Ucap Melia.
" Tapi setelah apa yang ia lakukan saat itu, aku mulai mengerti. Ia dengan sengaja menyegel banyak monster kuat di dunia ini, dan dua dewa yang di segel dengan sengaja itu, bertujuan untuk menghancurkan dunia ini. " Lanjutnya.
" Ia tidak ingin dunia ini di ambil alih oleh para dewa suci karena ia sudah tahu sifat dari dewa - dewa itu. Karena tahu dirinya tidak akan bertahan lama, lebih baik ia menghancurkan dunia ini dari pada di ambil alih oleh mereka. " Ujar Melia menjelaskan situasi saat ini dan apa yang sebenarnya Krey ingin lakukan.
Setelah mendengari semua itu, Xi berfikir sejenak, tidak mungkin ayahnya ingin menghancurkan dunia ini begitu aja dengan entengnya. Seharusnya dengan kekuatan yang ayahnya miliki, sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan dunia ini menjadi abu.
Ia sangat bingung kenapa ayahnya melakukan hal tersebut, sampai saat ia tersadar dari lamunannya, ia tahu kenapa ayahnya melakukan hal tersebut.
" A aku mengerti. " Ujar Xi.
" Apa? Apa yang kau mengerti Xi? " Tanya Melia.
" Tentu saja rencana ayah, dia tidak mungkin menghancurkan dunia ini begitu saja dengan monster - monster itu. Ia juga memasukkan diriku ke dalam rencananya. " Jawab Xi, ia sangat yakin kalau dirinya sendiri sudah di perhitungkan oleh ayahnya.
Sebelum ia lahir, dirinya telah masuk ke dalam rencana dari dewa kematian itu sendiri. Kematian dari sang dewa kematian itu adalah tanda dari rencananya sudah di mulai.
" Apa maksudmu Xi? " Tanya Melia.
" Ayah ingin aku berperang dengan para dewa yang dulunya ia lawan, jika aku tidak sanggup, maka semua monster yang di segel akan langsung lepas bersama sama, begitu juga dengan dua dewa yang di segel. " Jawab Xi.
" Namun jika diriku sanggup, monster - monster yang di segel akan lepas satu demi satu, entah saat diriku menjadi dewa atau pun tidak. Yang jelas ayah ingin, aku, para monster itu, dan juga para dewa saling berperang menentukan hasil akhir dari renacanya. " Lanjut Xi.
Mendengar itu dari Xi, jelas Melia sangat terkejut, ia tidak menyangka kalau Krey sudah merencanakan semua itu sebelum kematiannya. Dan rencananya membuat para dewa tidak mau bergerak begitu saja.
" Ta tapi... Bagaimana jika para dewa suci yang memenangkan peperangan ini? " Tanya Melia lagi.
Xi menggelangkan kepalanya, bahwa ia tidak tahh apa yang akan terjadi jika dewa suci yang memenangkan peperangan ini.
__ADS_1