LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 228


__ADS_3

Ledakan berskala besar terjadi dan itu menewaskan White Tiger King yang terkena serangan tersebut. Pertarungan yang sangat sengit dan berjalan selama berhari - hari, mereka semua lalui tanpa adanya istirahat sedikit pun. Tempat di mana mereka bertarung, kini telah menjadi tempat yang begitu rusak dan hancur, serta mengalami kerusakan permanen terhadap tempat tersebut.


Iklim yang berada di sana menjadi tidak teratur, badai salju yang muncul, dan hujam yang bersimbahan darah. Air yang begitu panas, dan tanah yang sangat dingin, tidak ada satu pun kehidupan di tempat tersebut kecuali mereka berempat, bahkan sebuah rumput sekali pun tidak dapat bertahan di iklim yang sangat gila tersebut.


Kini mereka memulai bertarung lagi, dengan ke tiga Apocalyps yang mengelilingi Xi yang seorang diri. Ia telah menghadapi tiga Apocalyps, namun hanya menerima luka goresan pada wajahnya, dan itu bukalah luka yang berarti untuknya.


Sedangkan ketiga Apocalyps tersebut sangat kewalahan untuk menghadapi Xi, setiap strategi yang mereka rancang. Dengan mudahnya di patahkan oleh Xi, dan membuat mereka menjadi kacau. Namun dalam pikiran Eve, sebuah strategi baru muncul dalam kepalanya, segerah ia membertahukan strateginya tersebut kepada kedua temannya.


Dan itulah kenapa sekarang mereka mengepung Xi dari segala arah. Aliran sihir yang padat mengalir pada tubuh mereka, mata mereka bertiga menyalah terang dengan tatapan mereka yang sangat serius kepada Xi.


" Penyatuan Domain. TAMAN MAKAM ABADI!! " Mereka bertiga saling bekerja sama dan saling menyatukan domain milik mereka. Perluasan domain mereka sangat luas, bahkan dapat mencakup sampai seisi wilayah tersebut, dengan barier yang menyegel pergerakan lawan agar lawan tidak dapat keluar dari Domain tersebut.


Suhu di dalam domain tersebut panas dan dingin secara bergantian, tanah yang berupa campuran antara mayat monster iblis dan juga es. Serta sebuah kepala serangga berukuran raksasa yang berada di tengah - tengah Domain.


" Waktunya membunuh si bajingan ini! " Ujar Apocalyps King of Insect. Ia menciptakan sebuah sabit yang besar, sabit besar berwarna hijau dan memgerikan ia pegang. Sabit itu di penuhi dengan energi sihir miliknya. Sabit besar serta tajam yang terbuat dari kulitnya sendiri, akan ia gunakan untuk membunuh Xi.


" Aku setuju... Bajingan ini harus mati! " Lanjut Apocalyps of Demon Lord. Ia memunculkan sebuah api biru yang besar di tangannya, dan dari dalam api tersebut terbentuk sebuah pedang yang berupa sebuah Longsword.


" Ya gak ada pilihan lain selain membunuhnya. " Ujar Apocalyps of Monarch Memories. Es yang super diri ia ubah mejadi sebuah tombak yang panjang untuk di jadikan sebagai senjatanya.


Di dalam domain tersebut, kekuatan mereka meningkatkan sangat drastis. Dan lagi di dalam sana waktu menjadi lambat, itu sangat menguntungkan untuk mereka untuk berhadapan dengan Xi yang pergerakannya terlalu cepat.


Apocalyps King of Insect, ia memegang sabit besarnya erat - erat. Enam buah tangan raksasa muncul di belakang dirinya, memgitari dirinya. Eve memunculkan banyak sekali tombak es di belakangnya, tombak es tersebut telah di lapisi dengan sihir yang sangat luar biasa. Dan sebagai pembuka Apocalyps of Demon Lord menyerang dengan menggunakan Devil Canon.


Sinar cahaya biru keluar dari mulutnya dan dengan cepat mengarah kepada Xi, seperti yang mereka harapkan Xi masih dapat memblokir serangan tersebut dengan sebelah tangannya. Dan kini mereka saling menebaskan senjata mereka untuk menyerang Xi.


Enam tangan Raksasa milik Apocalyps King of Insect dengan cepat menghantam Xi, namun semuanya meleset dan di hancurkan oleh Xi hanya dalam satu serangan, dan semua tombak es milik Eve memghilang di dalam kegelapan. Kini pun mereka bertarung dengan menggunakan senjata mereka, ayunan senjata dari ketiga orang tersebut sangat cepat, hingga kejataman senjata dari mereka dapat memotong segela hal yang ada di dalam domain tersebut.


Sementara itu Xi dengan satu dagger kematian di tangannya. Ia dengan santainya menghindari setiap serangan yang di lancarkan oleh ketiga Apocalyps tersebut, saking cepatnya ia menghindari serangan mereka, seolah dirinya sedang menari - nari. Semua serangan dari ketiga Apocalyps itu benar - benar tidak dapat menyetuh dirinya bahkan setelah mereka mempercepat pergerakan mereka.

__ADS_1


Xi menggerakkan tangannya yang memegang sebuah dagger, dan dalam satu tebasan danggernya membuat ketiga Apocalyps tersebut terhempas mundur beberapa meter.


Mereka saling menatap satu sama lain, dan saling bertukar niat membunuh mereka. Energi sihir yang di pancarkan oleh mereka sangat besar sampai membuat angin kencang di sekitar mereka.


Apocalyps King of Predator telah sampai pada puncak ke seriusnya dalam pertempuran. Armornya menjadi lebih keras dari sebelumnya, ia menatap Xi dengan tatapan yang di penuhi dengan niat membunuh yang sangat besar.


" Akan ku bunuh kau bajingan! " Ujarnya, ia mengarahkan sabit besarnya kepada Xi dengan seluruh tubuhnya di lapisi dengan energi sihir yang sangat besar. Energi sihir yang padat menjadi sebuah perisai berlapis untuknya.


Xi menatap mereka semua dengan pandangan yang mengerikan, tampak dari matanya ia menjadi serius bertarung dengan mereka bertiga.


Senjata yang mengerikan saling mereka arahkan, mereka memasang kuda - kuda siap tempur dan langsung menyerang Xi bersama - sama. Pertarungan adu senjata terjadi sangat sengit, setiap tebasan mereka sangat tajam, bahkan tebasan mereka mampu untuk memotong sebuah gunung.


Pertarungan terjadi cukup lama dan sengit, dengan ke tiga Apocalyps tersebut sangat kesulitan untuk melukai Xi walau mereka sudah serius. Mata mereka bertiga di penuhi dengan niat membunuh, namun Xi dengan dingin dan tenang masih dapat memblokir dan memghidari serangan mereka, serta menyerang balik dengan santainya.


Ketiga Apocalyps sangat kewalahan dalam menghadapi Xi, wajah mereka di penuhi dengan keringat. Dalam benak mereka, mereka berkata.


" Gerakannya seperti seorang kesatria yang sangat berpengalaman dan sudah melewati begitu banyak pertempuran. Orang ini sangat merepotkan. " Ujar Apocalyps King of Insect dengan pandangan yang serius, tubuhnya menjadi lebih besar dari sebelumnya dan ia menyerang Xi dengan sabit besarnya.


Ia menyerang terus - menerus dengan membabi buta, tidak peduli apa pun yang ada di depannya. Serangan dari sabitnya sangat cepat dan berbahaya.


" Lord of Death ini... Makhluk macam apa dia?!! Dia bisa bertarung dengan kami bertiga dalam mode serius kami! Bukan hanya sekedar bertarung... Ia juga memanfaatkan serangan sabit dari Apocalyps King of Insect untuk menangkis serangan ku dan juga Demon Lord. " Ujar Eve dalam benaknya. Setiap serangan yang ia lancarkan, tombak miliknya selalu terbentur dengan sabit besar milik Apocalyps King of Insect.


' Aku sudah tidak tahan lagi!! ' Ujar Eve, ia menarik nafasnya. Nafas es dalam mulutnya mulai terkumpul dan siap untuk di lepaskan.


Ia berniat untuk menyemburkan nafas es nya ke Xi angar pergerakan Xi menjadi terbatasi, namun ia lebih mengharapkan kalau Xi membeku dan tersegel di dalam es miliknya.


Saat nafas es siap di lepaskan, Xi dengan kejamnya menusuk mulut Apocalyps of the Monarch Memories dengan dagger miliknya. Hingga membuat mulut milik Eve sobek. Hal itu membuat Eve tidak dapat melepaskan nafas es miliknya.


Hal itu jelas membuat Eve terkejut karena Xi dapat mengetahui langkah yang ia ambil. ' Sialan... Di dia langsung menyerang ku padahal aku menyerang melalui titik buta. ' Ujar Eve dalam hatinya. Ia tidak dapat percaya jika Xi bisa melakukan hal seperti itu padahal saat itu ia sedang di serang oleh dua Apocalyps lainnya.

__ADS_1


Apocalyps of Demon Lord yang melihat Xi teralihkan dan fokus kepada Eve, ia membuka mulutnya lebar - lebar dan dari dalam mulut muncul cahaya merah yang siap untuk di tembakkan.


' Mati kau sialan! ' Ujar Apocalyps of Demon Lord. Ia menembakkan sinar cahaya merah itu kepada Xi. BUKK! Suara hantaman yang begitu kuat hingga menghasilkan suara yang keras.


Sebelum Apocalyps of Demon Lord melepaskan serangannya, Xi terlebih dahulu menghentikan nya dengan cara memukul rahang bawahnya hingga membuat mulut Apocalyps of Demon Lord tertutup. Hal itu menyebabkan serangan yang ingin ia lepaskan meledak di dalam mulutnya sendiri, sehingga membuat mulutnya terbekar.


Xi menendang Apocalyps King of Insect dengan sangat kuat, hingga dirinya terpental sangat jauh.


Eve mundur beberapa meter dan menjaga jarak dari Xi, sambil menjaga jarak ia juga melepaskan banyak serangan kepada Xi. Serangan - serangan yang Eve lepaskan sangat kuat dan membuat hampir seluruj domain mereka membeku. Panas dan dingin terus beradu dan saling menahan satu sama lain.


Saat itu ia terseyum, ia yakin serangannya dapat melukai Xi.


TUKS!


Sebuah dagger dengan cepat melayang ke arahnya dan mengenai perutnya. Eve terkejut saat sebuah dagger tiba - tiba sudah menancap di perutnya. ' Da dagger? Bukankah ini senjata yang ia juganakan?... ' Ujar Eve dalam hati nya dengan bingung. ' Dia sampai seputus asa ini sampai melemparkan daggernya ke padaku! ' Lanjut nya dengan seyum yang mengerikan. Saat itu kabut salju dan es menyelimuti tempat tersebut dan jarak pandang sangat terbatas.


Eve sangat yakin serangannya berhasil melukai Xi, dalam benaknya ia mendapat intuisi kalau saat ini Xi sudah putus asa karena mereka bertiga. Ini adalah kesempatan mereka untuk membunuh Xi sebelum ia pulih kembali.


Eve menciptakan banyak seragan lainnya, saking senangnya dia karena dapat membunuh Xi sampai - sampai sebuah dagger lagi dapat menancap di tubuhnya.


Itu kedua kalinya dagger menancap di tubuhnya dan kali ini dagger tersebut menancap di pundaknya. Hal itu membuat Eve terkejut, kenapa bisa ada dua dagger berada di tubuhnya.


Ia sangat bingung dan bertanya - tanya kenapa? Eve melihat lagi ke arah kabut tersebut, dan perlahan kabut tersebut menghilang. Terlihat dari balik kabut tersebut terdapat dua orang yang berada di sana.


Eve membuka matanya lebar - lebar dan menatap kedua orang tersebut dengan tidak percaya dengan apa yang ia lihat. " Ba bagiamana mungkin? Demon Lord.... " Ujarnya setelah ia melihat kedua orang tersebut.


Apocalyps of Demon Lord yang berada di dalam kabut tersebut bersama dengan Xi, ia terluka sangat parah dan sebagian tubuhnya telah membeku. Dan saat ini Apocalyps of Demon Lord tidak dapat menggerakan tubuhnya sedikit pun.


" Ka kau apa yang kau lakukan kepadanya? " Tanya Eve kepada Xi yang saat itu berdiri di sebelah Apocalyps of Demon Lord.

__ADS_1


__ADS_2