LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 278


__ADS_3

Kebangkitan monster kuno yang jutaan tahun lalu menyebabkan kehancuran dunia, ikut bergabung ke dalam peperangan beserta dengan puluhan juta pasukan mereka. Daratan dewa benar - benar di penuhi oleh suara teriakan para monster yang haus akan pertempuran.


Pasukan dari tiga monster kuno dengan brutal langsung menyerang para guardian, demigod, bahkan monster - monster yang di pimpin oleh para dewa jahat pun menjadi sasaran mereka. Para guardian mau pun demigod di buat kerepotan menghadapi puluhan juta monster yang datang layaknya sunami.


Sementara itu, ketiga monster kuno yang bangkit menghancurkan apa saja yang ada di sekitar mereka. Mereka terus menembakkan sinar laser yang sangat banyak, dan menghancurkan daratan dewa dengan sangat mudahnya.


Dewa Cahaya, yang melihat ketiga monster kuno itu menghancurkan daratan dewa merasa tidak terima. Ia merapatkan giginya dengan sangat marah, dan terbang sangat cepat menghampiri ketiga monster kuno itu.


" Kalian dasar monster b*jingan! " Kata Dewa Cahaya sambil berteriak keras. Memadatkan kekuatanya hingga berbentuk sebuah pedang yang amat besar. Ia gunakan pedang itu untuk menyerang dan menghancurkan ketiga monster kuno tersebut.


" Matilah kalian sialan! " Lanjut Dewa Cahaya sambil melepaskan serangannya.


BOOM! DUAAR! Pada saat pedang cahaya yang amat besar menghantam ketiga monster kuno itu, terjadi sebuah ledakan yang amat dahsyat. Sehingga menyebabkan kehancuran di sekitarnya. Asap tebal pun memenuhi tempat tersebut.


Akan tetapi, serangan kuat yang di lepaskan oleh dewa cahaya untuk membunuh ketiga monster kuno itu tampak tidak berguna. Tampak ketiganya tidak mengalami luka sedikit pun setelah menerima serangan kuat dewa cahaya. Dewa cahaya tidak bisa mempercayai apa yang dia lihat itu. Bahkan dengan serangan terkuatnya, tidak membuat luka yang berarti untuk ketiga monster kuno yang baru saja bangkit kembali.


" Apa - apaan mereka ini? Inikah kehebatan monster kuno yang di segel oleh Dewa Kematian? " Kata Dewa Cahaya dengan wajah penuh keringat. Tidak habis pikir dalam pikirannya bagaimana cara untuk mengalahkan ketiga monster itu. Bahkan Dewa Kematian di masa lalu hanya bisa menyegel mereka.


Di sisi lain, Xi yang terhempas di udara karena di serang oleh sosok misterius, mengalami luka yang cukup parah. Dua tulang rusuknya patah dan lengan kanannya pun juga patah di buatnya.


Walau luka seperti itu tidak terlalu menyakitkan untuknya karena dapat pulih kembali dalam waktu singkat. Namun, ia masih memikirkan siapa yang baru saja memukulnya dengan sangat keras itu hingga membuat ia terluka. Menurutnya, itu tidak mungkin dapat di lakukan oleh para dewa suci, karena ia telah memperhitungkan kemampuan mereka semua berkat informasi yang ia dapat dari Dewa Kehancuran.


" Xi, apa kau baik - baik saja? " Tanya seseorang kepada dirinya dengan khawatir.


Mendengar suara yang penuh kekhawatiran itu, Xi pun segerah menoleh. Ia pun terkejut bagaimana mereka bisa ada di tempat ini. " Yumiko? Apa yang kau lakukan di sini? Dan kalian juga... " Kata Xi dengan ekspresi terkejutnya bertanya kepada mereka.


" Padahal kau sedang terluka, tapi kau masih mengkhawatirkan kami. Kau benar - benar suami yang sangat baik sayang! " Kata Yurika dengan wajah yang sedikit memerah karena dikhawatirkan oleh Xi.


" Kami datang kemari menggunakan empat batu inti lautan. Kau pernah bilang kalau keempat batu itu bisa membuka portal menuju ke daratan dewa... Jadi kami mencobanya dan sampai ke tempat ini. " Kata Yumiko sembari memegangi tangan Xi yang patah. " Tapi... Siapa yang membuatmu sampai terluka seperti ini? Apa kau tidak apa - apa dengan cidera ini? " Lanjut Yumiko sambil bertanya dengan khawatir.


" Cideranya tidak parah dan bisa sembuh dengan mudah tapi, untuk orang yang membuatku menerima cidera ini... Aku masih belum mengetahui siapa dia sebenarnya... " Balas Xi dengan sedikit berkeringat saat mengingat kembali kekuatan yang begitu luar biasa menghantam dirinya. " Selain itu, aku tidak menyangka kalau kelima Demon Lord juga ada di tempat ini untuk membantu para dewa. Mereka tidak sendiri, karena para Apostel juga berada di pihak dewa. " Lanjut Xi sambil menatap orang - orang yang ia maksudnya dari kejauhan. Walau begitu, orang - orang yang ia maksud tidak menyadari nya kalau mereka sedang di perhatian oleh Xi.


" Lalu, ketiga monster itu? " Tanya Asako sambil menunjuk ke arah tiga monster kuno yang sedang mengamuk.

__ADS_1


Xi menggelengkan kepalanya lalu berkata " Aku tidak tahu... Mereka juga baru saja muncul dan langsung ikut masuk ke dalam peperangan ini... Tapi, yang jelas kalian tidak aku izinkan untuk berurusan dengan ketiga makhluk itu. " Jawab Xi. Ia juga memperingati ketiga istrinya untuk tidak berhadapan dengan ketiga monster kuno itu. Hal itu bukan karena ia hanya khawatir, tapi ia dapat merasakan pancaran energi yang sangat berbahaya dari ketiga monster itu.


" Apa yang di katakan Xi itu benar, sekuat apa pun kalian, aku juga tidak mengizinkan kalian untuk berhadapan dengan ketiga monster kuno itu! " Kata seseorang sambil menghampiri mereka. Seorang wanita yang amat cantik dengan suaranya yang amat merdu dapat menenangkan hati semua orang yang ada di sana.


" Kau juga datang ke tempat ini ibu? " Tanya Xi kepada wanita itu.


Ia adalah Melia yang telah mendapatkan kekuatan Dewi kehidupan nya kembali. Dengan begitu, ia dapat percaya diri untuk bisa ikut berperang bersama dengan Xi. " Fufufu, putraku saja berada di tempat yang sangat berbahaya, bagaimana bisa seorang ibu membiarkan putranya berada di tempat ini seorang diri? " Kata Melia dengan manis. Walau Xi kuat, namun ia tetap khawatir sebagai seorang ibu.


Mendengar itu Xi tidak bisa berkata apa pun. Ia khawatirkan dengan keluarga nya, namun di lain sisi keluarga nya juga mengkhawatirkan dirinya. Karena mereka ingin ikut berpartisipasi dalam peperangan ini bersama dengannya, maka Xi akan dengan senang hati membiarkan mereka ikut.


TAK! Xi menjentikkan jarinya. Sebuah gerbang hitam pun muncul di belakangnya. Gerbang itu terbuka dan beberapa orang pun muncul dari balik gerbang tersebut. Mereka adalah bawahan - bawahan terkuat Xi yang Ranknya setara dengan para Demigod. Yaitu SSS Spesial.


" Wuahahaha! Di sini sangat ramai, ini pasti akan menyenangkan! Akan aku habisi mereka semua dengan cakarku demi kemenangan Tuanku yang agung Xi - Sama! " Kata Fai dengan penuh semangat. Saat ia keluar dari gerbang hitam itu, ia sudah mencium aroma darah yang begitu menyengat, sehingga membautnya sangat bersemangat. Kali ini akan ada banyak musuh yang bisa dia jadikan bahan samsatnya.


" Hahaha! Aku juga tidak sabar lagi! " Kata Noir dengan santai sambil tersenyum penuh haus darah. Begitu juga dengan kedelapan primordial Demon lainnya yang sudah tidak sabar menghabisi semua monster yang terlihat di depan mereka.


" Akan aku potong mereka semua sampai hancur berkeping - keping! " Kata Seiya sambil menunjukkan Bladenya yang sangat banyak melayang di udara.


" Baik, pedangku sudah tidak sabar untuk menebas mereka semua! " Kata Shena sambil memegang pedangnya yang tajam.


Setelah mendengar perintah Xi, semuanya menyerang dengan sangat brutal. Khususnya adalah Fai yang langsung membunuh banyak Demigod yang menghalangi dirinya. Ia benar - benar tidak segan - segan dalam menyerang musuh - musuhnya.


Karena munculnya pasukan kegelapan yang masuk dalam peperangan, membuat banyak monster mau pun Guardian berjatuhan. Sehingga daratan pun di banjiri dengan darah mereka semua. Kemunculan pasukan kegelapan layaknya sebuah gelombang sunami yang amat besar, sehingga menguncangkan daratan.


Banyaknya monster yang telah di jatuhkan, membuat mereka semua bangkit kembali menjadi pasukan kegelapan dan langsung memangsa mereka yang menjadi musuh Dewa Kematian Hitam dengan ganas. Mau itu para Guardian, Demigod, pasukan Dewa Kejahatan, bahakan pasukan Tiga Monster Kuno. Semua yang telah mati di bawah pasukan kegelapan, mereka akan bangkit kembali menjadi Darkness Army.


Sementara itu, Xi yang masih diam di tempatnya memerhatikan jalannya peperangan tersebut. Ia dapat melihat dari atas sana, bahwa pasukan kegelapan nya dapat mendominasi peperangan. Namun, mereka tidak luput pula dari kehancuran karena para monster ganas yang menyerang. Di samping itu, ia juga melihat Dewa Cahaya yang sedang di sibukan dengan tiga monster kuno.


Karena Dewa Cahaya yang telah sibuk dengan Tiga Monster Kuno, ia pun memutuskan membantu Dewa Kehancuran yang sedang kewalahan menghadapi Leogosaid. Dengan sabit hitamnya, ia langsung memotong kedua lengan Leogosaid dengan mudah. Dan itu pun menyelamatkan Dewa Kehancuran yang hampir di hancurkan oleh Leogosiad.


Dewa Kehancuran terbang menjauh dari Leogosaid mendekati Xi. Sesampainya ia di tempatkan Xi berada, ia pun berkata " Kenapa kau lama sekali? Aku sangat kerepotan tadi melawan Dewa Cahaya dan Leogosaid! " Kata Dewa Kehancuran yang mengeluh karena harus berhadapan dengan dua Makhluk kuat sekaligus.


" Kau masih bisa mengeluh? Aku juga di seret ke bawah tanah oleh Dewa Pedang Suci, dan harus berhadapan dengan Ytoggod juga beserta pasukannya sendirian. " Balas Xi dengan tenang walau ia telah mendengar Dewa kehancuran yang mengeluh. " Lalu, bagaimana dengan Ifaraige? " Tanya Xi mengenai Dewa Naga kehancuran Ifaraige yang dikatakan oleh Dewa Kehancuran, bahwa Ifaraige akan mengkhianati mereka.

__ADS_1


" Belum... Aku rasa ia masih menunggu waktu yang tepat... " Balas Dewa Kehancuran sambil mengusap keringat yang ada di dahinya. Ia belum bisa memastikan kalau Ifaraige akan benar - benar akan berkhianat, atau hanya pura - pura berada di pihak mereka sekarang karena belum menemukan kesempatan yang bagus untuk menunjukkan wajah munafiknya.


" Oh... Kalau begitu kita habisi dulu Leogosaid. " Ajak Xi kepada Dewa Kehancuran untuk mengalahkan Leogosaid terlebih dahulu.


Dewa Kehancuran pun setuju dengan usulan Dewa Kematian. Saat ini yang akan menjadi masalah adalah Leogosaid. Walau ada tiga monster kuno yang sedang mengamuk, namun ketiga monster itu tidak masuk ke dalam mata Dewa Kehancuran. Karena ia merasa ketiga monster kuno itu tidak bisa di bandingkan dengan Leogosaid.


Leogosaid, kedua lengannya yang telah di potong oleh Xi pun mulai beregenerasi dan utuh kembali. Ia sangat marah kepada Xi yang telah menghilangi dirinya yang hampir saja menghancurkan Dewa Kehancuran. Ia pun meraung sangat keras kepada Xi menunjukkan Kemarahannya.


ROOAAR! Teriak Leogosaid dengan sangat keras. Dari mulunya ia langsung menembakkan sinar cahaya yang amat terang dan langsung mengarah kepada Xi. Akan tetapi, sinar cahaya yang dapat memusnahkan apa pun itu di lahao oleh kegelapan Xi dan di uban menjadi energinya kembali.


" Kau pikir serangan receh ini bisa melukai ku? " Kata Xi dengan tatapan sinis. Ia pun langsung menebaskan sabitnya kembali dan beberapa serangan yang berbentuk seperti bulan sabit melayang ke arah Leogosaid.


Leogosaid pun panik melihat serangan dari Dewa Kematian. Ia berusaha untuk menghentikan serangan Dewa Kematian dengan menggunakan serangan kuatnya. Akan tetapi, nafas api miliknya malah terbelah oleh serangan Dewa Kematian. Sehingga membuat serangan Dewa Kematian mengenai dirinya.


GUAAAA! Leogosaid teriak kesakitan setelah terkena serangan dari Dewa Kematian. Kedua tangannya terpotong kembali oleh Dewa Kematian, dan itu membuatnya semakin marah.


Sementara itu, Dewa Kehancuran yang melihat serangan Dewa Kematian dapat melukai Leogosaid dengan mudah sangat terkejut. Ia pun terdiam sesaat setelah melihat kekuatan Dewa Kematian Hitam yang serius. Di tambah, Dewa Kematian Hitam belum sepenuhnya serius dalam peperangan ini.


Dia pun menyadari dinding di antara mereka sangatlah besar. Mungkin ia tidak akan bisa mengejar kekuatan Dewa Kematian Hitam selama sisa hidupnya. " Benar - benar sangat mengerikan! Jurang di antara kami berdua sangatlah besar! Mungkin... Ini adalah dinding yang tidak bisa kulangkahi! " Kata Dewa Kehancuran di dalam hatinya dengan dahi yang penuh keringat saat melihat kekuatan dari Dewa Kematian Hitam. Ia tidak dapat membayangkan bagaimana jadinya kalau saat itu Dewa Kematian Hitam bertarung serius menghadapi dirinya.


Walau Leogosaid telah di hantam oleh kekuatan yang amat kuat dua kali, namun ia tidak berniat untuk menyerah. Ia pun bangun kembali dan bersiap untuk menyerang Dewa Kematian Hitan dengan kekuatan penuh. Seluruh tubuhnya pun bersinar dengan sangat terang, dan melelehkan tanah di bawahanya menjadi magma yang amat panas.


BRUUAA! Leogosaid melepaskan serangan pamungkasnya kepada Dewa Kematian Hitam. Sebuah Nafas Api yang bercampur dengan kekuatan yang amat mengerikan mengarah kepada Dewa Kematian Hitam yang ada di dekat Dewa Kehancuran.


Melihat itu Dewa Kehancuran hendak menghindari nya. Akan tetapi, Xi hanya mengulurkan tangannya ke depan, dan melahap serangan pumgkas Leogosaid dengan sangat mudah. Ia terus melahap Leogosaid sampai Leogosaid menghentikan serangannya.


Leogosaid pun di buat sangat terkejut dan tercengan. Setelah menerima serangan pamungkasnya, Dewa Kematian Hitam sama sekali tidak menerima luka sedikit pun. Dan sebaliknya, sekarang ia menjadi target dari Dewa Kematian Hitam. Ia pun berkeringat dingin saat Dewa Kematian Hitam menatap dirinya. Bahkan sampai membuat semua sel - sel monster di dalam dirinya gemetar ketakutan.


Bersamaan dengan itu, para monster yang berada di pihak Dewa Cahaya menyerang Dewa Kematian Hitam dengan serangan terkuat mereka. Namun, semua serangan itu di lahap kembali oleh Dewa Kematian Hitam. Semua monster pun saat itu langsung ketakutan saat melihat Dewa Kematian Hitam menatap mereka semua.


Perlahan mereka semua melangkah mundur perlahan - lahan untuk menjauh dari Dewa Kematian Hitam.


Sambil mengepalkan tangannya, Xi pun tersenyum dingin kepada mereka semua. Xi menggerakkan tangannya. Tampak di balakang mereka muncul sebuah lingkaran hitam yang tampak seperti sebuah portal. Melengkung dan menghakangi jalan kabur mereka.

__ADS_1


Semua lingkaran hitam yang tampak seperti portal itu bergetar, dan menembakkan banyak serangan ke arah parah monster. Itu adalah serangan para monster yang tadi di lahap oleh Xi. Saat itu ia pun mengembalikan semua itu kepada mereka dengan mengalilipat gandakan serangannya dengan skill Evil Dragon Lord Azi Dahaka.


" Aku kembalikan kepada kalian! " Kata Xi sambil tersenyum dingin. Dan saat itu, terjadi ledakan dimana - mana yang menyababkan kehancuran, dan memusnahkan para monster yang ada di sana. Tidak peduli apa itu, semuanya di hancurkan sampai tidak ada sisa.


__ADS_2