LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 279


__ADS_3

Xi mengembalikan semua serangan yang mengarah kepadanya tadi kepada para monster yang ada di sana. Ledakan pun terjadi dimana - mana, dan menyebabkan banyak ledakan yang menghancurkan daratan. Para monster yang terkena serangan tersebut pun musnah tanpa sisa.


Melihat ribuan monster musnah dalan satu gerakan, membuat Leogosaid ketakutan. Ia pun semakin ketakutan saat melihat tatapan dingin Xi yang mengarah kepada dirinya. Di saat itu ia hendak melarikan diri, namun tidak memiliki kesempatan untuk lari di karenakan rantai kegelapan tiba - tiba muncul dan mengikat dirinya dari bawah. Dia pun di buat kebingungan dengan kemunculan rantai kegelapan tersebut.


Ia mengerahkan segalanya dan memutuskan rantai kegelapan itu satu demi satu. Akan tetapi, Leogosaid tidak mampu untuk melepaskan semua rantai kegelapan yang mengikat dirinya. Ia pun semakin takut karena tidak bisa lepas dari genggaman Dewa Kematian Hitam.


" Ini akan menjadi akhirmu... Matilah! " Kata Xi sambil mengembalikan serangan Leogosaid sebelumnya, dengan di tambakan dengan kemampuan melipatgandakan Evil Dragon Lord Azi Dahaka.


Serangan itu pun langsung menghantam Leogosaid dengan sangat telak. Serangan yang amat kuat itu membuat Leogosaid sampai terdorong mundur, hingga akhirnya serangan tersebut menembus tubuhnya. Leogosaid pun terjatuh hingga membuat daratan bergetar. Tampak sinar di matanya mulai meredup dan menghilang.


Dewa Kehancuran sangat tercengang melihat Leogosaid yang mati dalam satu serangan. Dengan raut wajah terkejut nya, ia pun berkata " Dinding... Dinding yang tidak bisa aku langkahi... Lupakan tentang mengejarnya, aku rasa hari dimana aku dapat setara dengannya hanyalah mimpi... Aku menyerah! " Kata Dewa Kehancuran dalam hatinya. Harga dirinya telah hancur saat melihat kengerian dari kekuatan Dewa Kematian Hitam dalam mengalahkan Leogosaid.


Di sisi lain, pada waktu yang berbeda. Pertarungan antara Dewa Raksasa dan Dewa Perang terus berlanjut dengan sangat sengit. Pertarungan mereka menybabkan kehancuran di daratan dewa. Pukulan pun saling mereka jual belikan, dalam pertarungan itu.


Dalam pertarungan yang telah berlangsung cukup lama itu, tampak Dewa Raksasa sangat mendominasi pertarungan tersebut. Dewa Perang yang selalu bangga akan kekuatannya, terus di pojokan oleh Dewa Raksasa tanpa bisa membalas satu pukulan pun.


Sementara itu, Dewa Raksasa tampak tersenyum gembira saat memukuli Dewa Perang yang tidak berdaya dalam menghadapinya. " HAHAHAHA! Ada apa Dewa Perang?! Apa tinjumu sudah menjadi tumpul? " Kata Dewa Raksasa sambil tertawa keras dan mengejek Dewa Perang yang tidak berkutik sedikit pun melawannya.


Dewa perang yang di pukuli oleh Dewa Raksasa hanya bisa bertahan dengan barier miliknya. Tampak di sana barier miliknya mulai retak karena terus menerima serangan dari Dewa Raksasa. Ia pun sangat kesulitan dalam menghadapi situasi saat ini, karena dia telah salah memperkirakan kekuatan Dewa Raksasa. Perhitungan nya dalam memperhitungkan perkembangan kekuatan Dewa Raksasa sangatlah meleset jauh.


" Sialan... Kalau begini terus, aku bisa di bunuh olehnya! " Kata Dewa Perang sambil menahan serangan Dewa Raksasa.


Dewa Raksasa tersenyum saat melihat wajah cemas Dewa Perang. Ekspresi yang tidak pernah ia lihat sebelumnya di wajah Dewa Perang. " Hahaha! Apa kau mulai cemas sekarang?! Wuahaha tapi sudah terlambat, aku akan membunuhmu! " Kata Dewa Raksasa sambil mengepalkan tangannya dengan sangat erat. Dari tangannya terpancar aura yang amat kuat, dan energi yang sangat padat. " Clahs of Destruction! " Teriak Dewa Raksasa dengan sangat keras.


DUAAR! Terjadi ledakan yang besar dan membuat guncangan yang hebat di sekitarnya. Magma panas memenuhi permukaan tanah layaknya gunung api yang meletus, dan memuntahkan magma panasnya.


Pada saat itu, Dewa Perang terlempar dengan sangat cepat. Serangan Dewa Raksasa sangat kuat, hingga membuat Dewa Perang muntah darah saat terhempas. Dewa Perang pun melayang di udara dengan sangat cepat, dan perlahan mulai menurun dan terus terseret di tanah, hingga menabrak sebuah kastil yang amat besar dan megah.


BOOOM! Dewa Perang menabrak dinding kastil yang megah itu dengan sangat keras. Saking kerasnya, sampai membuat lubang besar di kastil. Di sekujur tubuh Dewa Perang pun di penuhi dengan luka yang sangat parah. Para Demigod yang melihat Dewa Perang terluka sangat parah, mereka segerah bergegas berlari dan membantu Dewa Perang.

__ADS_1


" Tuan Dewa Perang... Apa anda baik - baik saja? " Tanya salah satu Demigod itu, sambil membantu Dewa Perang untuk berdiri.


Dewa Perang batuk di sertai dengan darah. Ia memegang dadanya yang terasa sakit itu. Ia dapat merasakan hampir semua tulang rusuknya hancur karena keganasan serangan dari Dewa Raksasa.


" Tidak bisa di katakan kalau aku baik - baik saja, tapi... Luka seperti ini tidak akan mengancam nyawaku... " Kata Dewa Perang. Ia pun menatap Demigod lainnya yang ada di dekatnya. Mengacungkan jarinya pada salah satu Demigod itu lalu berkata " Kau... Cepat perintahkan semua Demigod, dan Guardian yang ada di seluruh kastil ini untuk ikut masuk ke dalam medan perang! Saat ini, banyak dari kalian yang telah tumbang karena kemunculan makhluk - makhluk yang tidak di perhitungkan. " Kata Dewa perang. Ia menyuruh Demigod itu untuk menyampaikan pesannya kepada semua orang yang ada di dalam kastil, untuk ikut berperang bersama Dewa - Dewa lainnya yang masih berperang di luar sana.


Demigod itu memganguk mengerti. Lesak ia berlari dengan cepat untuk menyampaikan pesan tersebut kepada semua penghuni kastil. Sementara itu, Dewa Perang yang masih terluka parah sangat mustahil untuk kembali ke dalam medan perang. Jadi, ia berpikir untuk ke altar terlebih dahulu untuk memulihkan dirinya, dengan di bantu oleh para Demigod.


Sesampainya ia di ruangan altar, tampak di sana terdapat sebuah orb emas yang amat besar, memancarkan energi suci yang begitu luar biasa kuat. Dewa Perang, segerah melangkah mendekati orb tersebut.


" Inti energi suci yang abadi... Aku harus segerah memulihkan diriku dengan cepat, untuk kembali ke dalam peperangan kembali... " Kata Dewa Perang sambil berjalan mendekati Inti energi suci yang abadi.


BRUK! BRUK! Akan tetapi, beberapa langkah sebelum ia sempat meraih Inti energi suci yang abadi. Terdengar suara seperti orang yang terjatuh. ia menjadi penasaran dengan suara tersebut. Segerah ia melihat kebelakang.


Saat ia melihat kebelakang, ia sangat terkejut melihat para Demigod yang menemaninya terbunuh. Tampak seorang pria membunuh semua Demigod itu dengan mudahnya. Melihat pria itu yang membunuh bawahannya tanpa alasan yang jelas, ia pun bertanya dengan bingung. " Apa yang kau lakukan? Kenapa kau membunuh mereka? " Tanya Dewa Perang kepada pria tersebut. Ia tahu, pria yang ada di depannya itu adalah hasil eksperimen yang baru saja selesai beberapa hari yang lalu. Pria itu adalah senjata tempur terkuat mereka, yang bahkan tidak bisa di bandingkan dengan Leogosaid lagi Ytoggod. Karena yang satu ini terbuat dari sesuatu yang sangat hebat dan lagi berbahaya untuk mereka dulunya.


Demi mencapai tujuan mereka, para Dewa melakukan eksperimen ini berkali - kali selama puluhan ribu tahun demi mendapatkan hasil yang maksimal. Selang 20.000 tahun berlalu, dan beberapa hari sebelum para Dewa Jahat datang ke daratan Dewa. Mereka telah menyelesaikan eksperimen tersebut, dan mendapatkan hasil yang sangat sempurna.


Dewa Perang yang bertanya tidak sedikit pun pria itu membalasnya. Ia menghiraukan pertanyaan Dewa Perang mengenai dirinya yang membunuh para Demigod. Sambil berjalan mendekati Dewa Perang, pria itu menunjukkan ekspresi seramnya.


" Apa yang ingin kau lakukan? " Tanya Dewa Perang sekali lagi kepada pria itu.


Akan tetapi, lagi - lagi pria itu mengabaikan nya, dan langsung berlari ke arah Dewa Perang lalu memukulnya dengan sangat keras. Armor kuat milik Dewa Perang pun langsung hancur di buatnya. Sambil menarik Dewa Perang yang terluka, dengan ekspresi wajahnya yang tampak ada emosi sedikit pun ia memukul Dewa Perang sekali lagi.


BOOM! Pukulan yang sangat hebat sampai membuat ruangan Altar pun hancur di buatnya. Tampak Dewa Perang tergeletak lemas dan tidak berdaya karena pukulan kedua dari pria tersebut. Sambil mencekik Dewa Perang, ia pun mengangkatnya dengan sangat kasar. Menatap Dewa Perang dengan sinis lalu berkata " Kalian hanya para Dewa bodoh tidak layak untuk memerintahku, aku berterimakasih kepada kalian karena sudah mencitakan diriku, tapi... Lebih baik kalian mati saja. Karena, aku lah yang akan membuat kehancuran untuk alam semesta ini. " Kata pria itu sambil tersenyum jahat.


Mendengar itu sambil melihat senyum jahat dari pria tersebut. Dewa Perang pun sangat terkejut. Dalam hatinya ia bergumam " Bagaimana bisa... Dia... Dia membuat kesadaran dan emosi sendiri? " Gumam Dewa Perang dengan ekspresi wajah yang tidak percaya dengan apa yang ia lihat di hadapannya saat ini. Ia tidak bisa menyangka kalau senjata yang mereka ciptakan akan berbalik menyerang tuannya. Itu seperti sebuah senjata hebat yang memakan tuannya.


Pria itu pun membunuh Dewa Perang dan mengambil kekuatannya. Lalu ia menyerap kekuatan Dewa Perang, bersamaan dengan ia menyerap Inti energi suci yang abadi yang menjadi pusat kehidupan di alam dewa. Dengan menghilangkan Inti energi suci yang abadi dari alam Dewa, membuat kehidupan yang berada di alam Dewa pun mati, seperti Tumbuhan ( Rumput, Bunga, Pepohonan ) menjadi layu, tanah yang sangat subur menjadi tandus tanpa adanya air sedikit pun. Pada saat Inti energi suci yang abadi menghilang, membuat alam Dewa seperti sebuah dunia tanpa kehidupan.

__ADS_1


Sementara itu, Dewa Raksasa tampak sangat senang saat dirinya dapat mengalahkan Dewa Perang. Ia pun tertawa dengan sangat keras sambil membanggakan dirinya. Dengan kekuatan yang ia miliki, ia dapat mengalahkan Dewa Perang salah satu dari tujuh dewa utama. Namun, ia belum puas dengan kekuatan yang ia miliki. Ia pun menginginkan kekuatan yang lebih, lebih kuat dari yang sekarang.


" Para Raksasa dengankan perintahku! Datanglah kemari dan lindungi aku! " Kata Dewa Raksasa dengan sangat keras, memerintahkan semua raksasa yang masih hidup untuk berkumpul dan melindungi nya.


Pada saat yang sama, jutaan raksasa yang masih hidup pun berkumpul melindungi Dewa Raksasa. Tampak Dewa Raksasa sedag menyerap energi yang sangat banyak. Energi itu berasal dari tempat tinggal Dewa Raksasa, yang berupa sebuah tempat yang di penuhi dengan magma panas dan api yang menyalah. Sebuah Core Essensi Raksasa yang ada di istana, ia serap tanpa henti. Terjadi perubahan terhadap tubuh Dewa Raksasa. Sekarang tubuhnya di penuhi dengan aura Raksasa kuno yang amat padat, dan tubuhnya yang besar menjadi di lapisi sebuah armor perang raksasa kuno. Sepasang tangan pun muncul di punggungnya, menjadi lengan tambahan saat ia menyerap Core Essensi Raksasa.


" HUAAAAA! " Teriak Dewa Raksasa dengan sangat keras. Kini ia telah selesai menyerap semua energi dari Core Essensi Raksasa. Dan kekuatan Dewa Raksasa pun meningkat berkali - kali lipat. " HAHAHAHA! Sekarang aku lah yang terkuat! " Kata Dewa Raksasa sambil menyebut dirinya sebagai yang terkuat di antara Dewa lainnya.


Di waktu yang sama, di sebuah reruntuhan yang amat dalam di bawah tanah, tampak daging dan sel - sel memenuhi reruntuhan tersebut. Daging - daging itu bergerak dan menyerap mayat - mayat monster yang ada di sekitarnya, sekaligus juga menyerap darah - darah monster yang membasahi tempat tersebut.


Di dalam kolam magma yang sangat panas, terdapat sepasang mata yang bersinar terang. Tampak tubuh Ytoggod yang tenggelam di dalam kolam magma, menyerap semua magma itu masuk ke dalam tubuhnya. Tubuh Ytoggod yang terlihat hancur pun mulai pulih kembali, dan terlihat menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Di dalam kolam magma itu, Ytoggod pun mengangkat kepalanya sambil berkata " Tidak dapat di maafkan kau Dewa Kematian Hitam! Setelah aku baik kepermukaan, akan aku bunuh kau! " Kata Ytoggod dengan sangat marah. Ia sangat dendam dengan Dewa Kematian Hitam yang telah mengalahkannya walau dia saat itu berada di wujud terkuatnya.


Karena dendam dan kemarahan yang sangat besar, membuat Ytoggod tidak bisam menerima kematian yang ia alami. Ia pun menyerap semua mayat - mayat monster yang ada di sekitarnya, dan tak luput pula ia juga memakan mayat Dewa Pedang Suci.


Ular - ular Ytoggod mulai bermunculan kembali. Dan saat itu, mereka mengebor masuk kedalam tanah lebih dalam lagi, sampai mereka menemukan sumber magma yang sangat banyak. Ular - ular itu pun menyerap Magma dalam jumlah yang sangat banyak.


Hal itu, membuat Ytoggod di penuhi dengan kekuatan yang amat besar. Tampak Ytoggod mulai berubah. Merasa kekuatannya masih belum cukup untuk mengalahkan Dewa Kematian Hitam, ia pun naik kepermukaan untuk menyerap monster mau pun Guardian yang ada di sana.


" Aku butuh, kekuatan yang lebih besar untuk membunuh b*jingan itu! " Kata Ytoggod dengan sangat keras di dalam hatinya. Ia benar - benar menyimpan dendam yang amat besar kepada Dewa Kematian Hitam.


BRUKK! BRRUK! BRUKK! Di permukaan, muncul banyak ular - ular Ytoggod yang langsung menyebar dan melahap mayat - mayat monster yang tergeletak di sana. Tidak hanya itu, ular - ular Ytoggod juga menyerang monster mau pun guarian yang masih hidup dan menjadikan mereka sebagai sumber kekuatan.


Namun, Ytoggod masih belum puas dengan semua itu. Ia pun memperluas jangkaunya, dan menyerap semua yang ada dalam jangkauannya.


BOOOM! Terjadi sebuah ledakan yang amat kuat dari dalam tanah. Ular - ular Ytoggod perlahan mulai kembali ke dalam tanah, dan bersatu kembali dengan Ytoggod.


Ytoggod pun berhasil bangkit kembali dengan kekuatan yang jauh lebih besar dari sebelumnya, dengan dengan bentuk yang lebih sempurna, walau pun tubuhnya menjadi lebih kecil dari sebelumnya. Namun, dapat di rasakan oleh semua orang yang ada di sana, Ytoggod memiliki aura yang sangat mengerikan dan lagi mendominasi.


Kini tubuhnya terlihat lebih humanoid dari pada sebelumnya yang tampak seperti seekor monster humanoid yang tidak jelas. Namun, dengan kedua tangannya yang berbentuk seperti sebuah pedang yang amat tajam, serta dengan tentakel di punggungnya. Ia membuka matanya dengan raut wajah yang marah. Lalu dengan marah pun ia berteriak kencang.

__ADS_1


" DEWA KEMATIAN HITAM! AKU AKAN MEMBUNUHMU!!! " Tariak Ytoggod dengan sangat keras. Suaranya sangat keras hingga bisa terdengar sampai ke ujung penjuru perang.


__ADS_2