
Serangan sihir menghujani mereka, Airis, Astia, Glaamy, Yanzams terluka parah. Sementara Zurugi kehilangan satu matanya karena tidak dapat menghindari serangan yang berketerusan itu.
Xi menggunakan Gluttony Symbol dengan paksa untuk menutupi mereka semua, melapisi diri mereka dengan sebauh perisai sihir yang terletak di bawah Gluttony Symbol.
Melihat ke adaan Yumiko yang hamper mencapai batasnya, Xi sangat marah. Kemarahan terus menghantui dirinya, memaksa dirinya untuk membunuh apa saja yang ada di depannya tanpa berpikir.
Namun dalam suasana hati yang marah dan tidak senang itu, ia masih dapat berfikir. Ia memutuskan untuk tidak gegabah, musuh di luar sana sangat kuat, jika hanya mengandalkan kemarahannya saja dan menyerang musuh dengan membabi buta, dan lagi musuh belum tentu dapat di kalahkan, maju tanpa berpikir ke sana sama saja seperti bunuh diri.
Walau begitu pikirannya terus di hantui amarah, dan terus mendapatkan bisikan untuk membunuh semua manusia, dan juga monster. Suara itu berbunyi seperti " Bunuh... Bunuh manusia "
" Bunuh.... Bunuh... "
" Bunuh... Bunuh monster... Bunuh... "
" Bunuh merek... Lampiaskan amarahmu... "
" Bunuh semuanya... "
" Bunuh bunuh bunuh bunuh bunuh "
Itu terus menerus teriang iang di kepalanya, matanya menyalah terang dan ekspresinya mengerikan. Kali pertama baginya, di dalam hatinya membenci semua manusia, hanya karena satu manusia yang berulah, ia menjadi membenci semuanya.
" Mereka pasti akan aku bunuh!! " Ucapnya dengan penuh amarah.
Gluttony lepas, dan perisai hancur. Serangan sihir yang bertubi - tubi menghujani mereka, dan memperpara ke adaan mereka. Saat yang sama ia melihat para manusia yang melempari mereka dengan serangan sihir, yang tidak di ketahui alasannya. Rasa kebenciannya semakin menjadi saat setiap serangan mereka lemparkan dan mengenai orang - orangnya.
Heilen dan Kara mempersiapkan serangan terakhir mereka, mengumpulkan sihir mereka di satu titik. Angin berhenbus kencang saat mereka berdua sedang mengumpulkan sihir mereka, seolah semua yang ada di dekat mereka di tarik.
Melepaskan serangan yang kuat bersama - sama, serangan energi cahaya yang sangat kuat, serta plasma biru yang mematikan saling bertabrakan satu sama lain. Menciptakan ledakan yang begitu hebat, hingga membuat pulau tempat dimana mereka bertarung, menjadi hancur, dan hanya menyisakan sebagian kecil pulau saja.
Apocalyps Queen Of The Ocean dan Queen Of Insect yang menonton pertempuran itu dari tadi, mereka sudah tidak bisa merasakan energi yang aneh dan menganggu itu.
" Energi aneh itu sudah hilang, sepertinya orang yang memiliki energi aneh itu tidak bisa bertahan dari serangan barusan. " Ucap Queen Of Insect sambil melihat kerusakan yang terjadi.
Pulau yang luas tadinya, setelah dua kekuatan besar berbenturan, menghilangkan lebih dari 79% bagian pulau. Dan membuat lubang besar di lautan, seakan laut sedang runtuh.
__ADS_1
" Sepertinya begitu... " Apocalyps Queen Of The Ocean sambil membuat sebuah Gate di belakang mereka berdua. " Ayo kita pergi, ini sebentar lagi kita akan mengubah dunia ini menjadi neraka yang sesungguhnya. " Apocalyps Queen Of The Ocean sambil memasuki Gate yang ia buat tadi. Lalu pergi meninggalkan Queen Of Insect.
" Benar juga... Kara berhenti bertarung dan cepat pergi dari sini, bawalah semua pasukan barumu itu. " Ucap Queen Of Insect dan pergi melalu Gate yang di buat oleh Apocalyps Queen Of The Ocean.
Air yang membentu sebuah pilar yang tinggi runtuh saat mereka berdua minggalkan tempat tersebut.
" Ratu ku sudah pergi... Maka aku harus pergi. " Ucap Kara dan membuat sebuah Gate yang sangat besar, lalu memasukinya.
Kedua monster yang lepas dari segel itu juga ikut masuk, beserta dengan para bawahannya, meninggal tempat pertempuran itu begitu saja.
Sementara itu, " Mereka pergi... " Ucap Heilen yang hanya bisa melihati para musuhnya kabur.
" grand marshal, apa yang harus kita lakukan sekarang? " Tanya salah satu Guardian kepada Heilen.
Sebagai grand marshal salah satu dari Guardian Lord yang memimpin pasukan utama barisan depan, dengan suara yang tergas ia menjawab. " Pertempuran hari ini telah selesai! Kita telah menghilangkan satu musuh yang berbahaya, walau banyak dari kita yang gugur, hari ini adalah kemenangan kita! " Ucap Heilen dengan keras.
Semua bawahannya bersorak untuk pemimpin mereka, seorang guardian yang tidak takut dengan kematian memimpin pasukannya dengan baik, dan berdiri di barisan paling depan. Mereka semua bersorak untuk kemenangan mereka.
Di saat yang sama, jauh di dalam abyss.
Xi yang masih sadar dengan luka yang sangat parah, menahan rasa sakitnya, membagi energi yang tersisa untuk yang lainnya agar dapat bertahan. Di saat keadaan mereka yang sedang keritis itu, seekor monster mengerikan menyerang Xi dengan mengigitnya dengan kuat.
Xi yang di gigit dan berada di mulut monster itu, ia muntah darah dan mendapatkan rasa sakit yang amat menyakitkan. Gigi monster yang tajam itu menembus tubuhnya, dalam rasa sakit itu, ia memegang rahang dari monster itu lalu menghancurkannya dengan penuh kemarahan.
" Bajingan sialan!! " Ucap Xi dengan penuh amarah. Seketika mulut monster itu hancur dan mati di tempat.
Setelah membunuh monster yang mengigitnya itu, ia memiliki lima lubang di tubuhnya. Dan regenerasi tubuhnya melambat karena energi yang ia miliki sangat minim, dalam ke adaanya yang sangat parah itu, ribuan monster telah menunggunya, dan bersiap untuk menyerang, melahap mereka semua hidup mau pun mati.
Di saat ia berada dalam ke adaan terdesak, notifikasi dari System muncul dan memperingati bahaya yang ada di depan mereka, dan sekaligus menunjukkan system Ghaca yang baru.
Sebelumnya ia mengupgret system saat ia di dalam labirin, dan ia belum melihat apa saja yang baru di tambahkan system ada saat itu karena kesibukannya.
[ Anda dalam bahaya ]
[ Anda dalam bahaya ]
__ADS_1
[ Lakukan Ghaca Spesial ]
[ 10000 Koin system untuk 1 kali Ghaca ]
[ 100000 Koin system untuk 10 kali Ghaca ]
Xi yang terdesak serta kebingungan, dan lagi pandangannya yang mulai kabur, ai tidak bisa melihat dengan jelas apa yang tertulis di layar system itu.
Namun ia menjulurkan tangannya dan menekannya secara asal, ia menekan 10 kali Ghaca. System melakukan Ghaca saat Xi telah memilih.
10 kartu muncul di hadapan Xi, dan dua di antaranya berwarna biru terang dan berlapis berlian kuning yang keemasan. Dua kartu istimewa itu bersinar sangat terang, dan memunculkan sebuah lingkaran sihir yang mengrikan, aura yang sangat mengerikan keluar dari lingkaran sihir itu.
Lingkaran sihir pemanggila, terjadi dua ledakan energi yang sangat hebat, menghasilkan hembusan angin yang kencang, di balik energi sihir yang meledak - ledak itu, muncul dua sosok humanoid seperti manusia yang berdiri di depannya, lalu mereka berlutut di depan Xi, yang sedang terluka itu. Satu seorang wanita yang memiliki telinga layaknya serigala, dan kedua tangannya yang salah satunya berupa cakar serigala yang sangat mengerikan, dengan satu penutup mata di wajahnya, dengan rambut keperakan.
Dan yang satunya adalah seorang pria tampan dengan rambut berwarna hitam. Dengan pakian yang keseluruhan hanya berwarna hitam dan merah.
" Kami memberi hormat kepada Raja " Ucap mereka dengan serempak.
Namun Xi tidak menjawab itu karena dirinya tidak dapat mendengar apa yang di katakan oleh keduanya.
Melihat Raja mereka yang terdiam, mereka bingung, namun seketika mereka sadar saat melihat mata Raja mereka melihat ke gerombolan monster yang sedang bersiap untuk memangsa.
Dengan perasaan yang tidak senang, dan ekspresi wajah yang sangat marah, mereka berdua melampiaskan kekesalannya kepada para monster itu.
" Dasar monster biadap sialan!! Berani sekali kalian, karena kalian aku tidak mendapatkan kesan yang baik di hadapan rajaku!! " Ucap pria berambut hitam itu dengan kesal.
" Para keroco ini berani sekali menunjukkan taring mereka pada Rajaku, yang telah aku tunggu selema puluhan ribu tahun. Kalian layak untuk mati!! " Ucap wanita itu dengan ekspresi yang mengerikan dengab wajah cantiknya.
Merasakan hawa yang sangat mengerikan dari kedua orang itu, ribuan monster yang tadinya ingin menyantap Xi dan yang lainnya sebagai hidangan mereka. Kini mereka semua gemetar ketakutan dengan aura yang di pancarkan oleh kedua orang itu.
Dalam padangan para monster, mereka sedang berhadapan dengan dua predator yang paling mengerikan, seolah mereka adalah mangsa yang akan mati hanya dengan satu gerakan.
__ADS_1