LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 171


__ADS_3

Di lantai seratus, di penuhi dengan banyaknya jumlah skeleton yang tak terhitung. Terjadi bentrokan anatar pasukan skeleton, dan pasukan bayangan. Pertarungan di lantai seratus sangat sengit, semua petinggi di pasukan Shadow menghajar setiap skeleton yang ada tanpa ampun.


Xi dengan santainya, dia menerobos ke belakang dengan ganas, dan menghancurkan pintu yang di jaga oleh para Skeleton itu. Saat pintu di hancurkan, terlihat di balik pintu itu, terdapat banyak Skeleton yang mengenakan armor yang jumlahnya tidak kalah dari yang ada di luar.


Dengan memegang Dragon Flame Sword King Drozan di tangannya, ia menyerang para skeleton yang berada di dalam, setiap terbasan yang ia lakukan, menghasilkan serangan api dan membakar yang terkena serangan tersebut.


Sambil menyerang, ia juga melepaskan sihir api, seperti Fire Ball, Fire Arrow, Strom Fire, Fire Ring, dll. Walau begitu, jumlah skeleton yang ada masih banyak, dan sulit untuknya meju ke ruangan selanjutnya.


" Para kerangka ini cukup mengganggu... Freeze! " Ucap Xi sambil melepaskan sihir es. Musuh dalam jarak sepuluh meter membeku karena sihirnya. Walau freeze adalah sihir tingkat rendah, tapi saat ia menggunakannya, sihir itu menjadi lebih kuat dari yang seharusnya.


" Aku tak akan bermain - main dengan kalian... Api dan Es... " Ucap Xi, pedangnya mengeluarkan api yang sangat panas, sementara tangan kirinya mengeluarkan suhu yang dingin. " Fire Strom and Ice Strom! " Lanjugnya dan melepaskan kedua sihir berbeda secara bersamaan.


Pusaran sihir api dan es yang kuat membekukan musuh dan membakar mereka hingga menyisakan setengah dari mereka.


" Nah... Metilah!! " Ucap Xi, sambil menebaskan pedangnya dengan kuat. Mengalahkan banyak skeleton yang ada di depannya. Di saat yang sama ia memotong pintu ruangan terakhir hingga berkeping - keping.


Di dalam pintu terakhir, ia cukup terkejut dengan jumlah skeleton yang ada di sana. " Apa - apaan ini? " Ucap Xi yang terkejut melihat jumlah pasukan skeleton tersebut.


Ruangan terakhir dari rantai seratus, di isi dengan ratusan ribu skeleton. Banyak skeleton biasa dan skeleton yang lebih kuat. Ada skeleton yang mengenakan armor berlapis emas, dan ada juga yang mengnakan armor hitam. Banyak pasukan skeleton yang berbentuk beast, dan di antara para skeleton itu, ada tiga skeleton terkuat yang ada di lantai seratus, yang berada paling belakang dari para skeleton.


" Ini, akan menyenangkan... " Ucap Xi, dan semua orang yang telah selesai di ruangan pertama, sekarang mereka telah berada di belakang Xi dengan pasukan Shadow.


Saat yang lainnya melihat jumlah undead yang ada di ruangan terakhir, mereka sangat terkejut, karena ruangan itu benar - benar hanya di isi oleh skeleton.


" Sebanyak ini? " Ucap Zurugi.


" Xi, apa kita harus mundur? " Tanya Yumiko kepada Xi.


" Sudah terlambat untuk mundur, karena... Mereka sudah melihay kita semua. " Jawab Xi. " Walau kita mundur, ini akan lebih merepotkan apa bila mereka naik ke permukaan. Akan lebih sulit mengatasi mereka. " Lanjutnya.

__ADS_1


" Jadi... Sebelum mereka naik ke permukaan, kita... Harus menghentikan semua undead ini. " Ucap Yumiko.


Xi hanya menganggukkan kepalanya, saat mereka sedang berbincang. Satu dari tiga skeleton terkuat di dalam sana, skeleton yang mengenakan zira emas dan memegang sebuah tombak yang tajam. Ia memerintah semua undead untuk menyerang.


Seketika para Undead menyerang saat mendapatkan perintah, mereka menyerbu Xi dan yang lainnya.


" Habisi mereka! " Ucap Xi, sambil berjalan maju dengan cepat ke arah para undead. Satu tebasan darinya membunuh ratusan undead yang ada di depannya.


Pertempuran sengit melawan ratusan ribu pasukan undead terjadi, banyaknya undead yang ada di sana, seperti tidak ada habisnya saat mereka di kalahkan. Walau banyak undead yang berjatuhan, namun masih banyak undead lainnya yang masih hidup.


" Strike Of Enlightenment!! " Terjadi Ledakan besar di tengah ruangan. Membuat tempat ledakan itu meninggal sebuah bekas.


Saat itu, Xi dengan gampangnya menghabisi para undead dengan pedangnya. Ia mengalahkan banyak undead sendirian di tengah ruangan, dan banyak sekali notifikasi dari system tentang Exp yang ia dapat dari mengalahkan para undead.


Merasa Xi adalah lawan yang layak, seorang Dheat Knight yang mengenakan zirah emas maju dan melompat dengan memegang tombaknya yang tajam itu. Dari atas ia melemparkan tombaknya yang tajam itu kepada Xi.


Sebuah tombak dengan kecepatan tinggi mengarah padanya. Xi yang menyadari hal itu segerah menghindari serangannya.


[ Dheat Knight ( Zirah Emas ) ]


[ Ras : Undead ]


[ Rank : S ]


[ Level : 150 ]


Xi yang melihat Status dari undead tersebut, ia cukup terkejut karena ada undead yang sekuat Yanzams. " Benar - benar bukan undead biasa walau tidak dapat berbicara. " Ucap Xi dengan dingin.


Dheat Knight itu mengarahkan tombaknya ke arah Xi, dengan cepat Xi menanggapi gerakan Dheat Knight itu. "Sebuah tantangan ya, aku terima. " Ucap Xi, dan dalam sekejap ia berada di depan Dheat Knight. Memukulnya dengan pandangannya yang ia pegang dengan kuat.

__ADS_1


Dheat Knight itu menahan serangan Xi dengan tombaknya. Karena hal itu terjadi sebuah benturan kuat di ruangan. Lantai di bawah kaki undead tersebut hancur karena menahan serangan Xi.


" Kuat juga... " Ucap Xi, ia melanjutkan serangannya. Pertarungan antara pedang dan tombak terjadi cukup sengit, Xi memanfaatkan situasi tersebut dengan sangat baik.


Ia bertarung dengan Dheat Knight sambil bergerak ke arah para undead lainnya. Karena serangan mereka berdua kuat, menyebabkan para Undead yang di sekitarnya terkena imbas dari pertarungan mereka.


Saat pertarungan yang sengit telah berjalan selama 10 menit, Xi dengan tatapannya yang tajam, menatap Undead yang duduk di singgah sana dengann tajam. Kegelapan di tangan kananya muncul menyelimutinya, sambil bertarung dengan Dheat Knight, ia melepaskan serangan kuat kepada Undead yang duduk di singgah sana.


Sebuah tangan kegelapan yang besar mengarah pada Undead tersebut dengan cepat, setiap Undead yang ada di depan tangan kegelapan hancur. Saat serangan Xi hampir mengenai Undead itu, tiba - tiba serangannya terbelah menjadi dua bagian.


Serangannya berhasil di hentikan oleh seseorang Dheat Knight yang mengenakan Zirah hitam, dan menggenggam sebuah pedang besar dan mengerikan di tangannya.


[ Dheat Knight ( Zirah Hitam ) ]


[ Ras : Undead ]


[ Rank : S+ ]


[ Level : 152 ]


Dheat Knight itu menatap ke arah Xi yang sedang bertarung, seketika ia melompat dari tempatnya dan menyerang Xi dengan kuat. Namun Xi dapat menghindarinya, pertarungan dua melawan satu di mulai.


Pertarungan mereka menjadi sangat sengit seiring berjalannya waktu, mereka sudah menghabiskan waktu selama 30 dalam pertarungan itu. Saat mereka dalam pertarungan sengit mereka, sebuah sihir kuat menghantam mereka.


Walau sihir kuat menghantam mereka, namun tidak satu pun dari mereka terkena serangan sihir tersebut. Sihir itu berasal dari Undead yang duduk di singgah sana, ia berdiri dan bersiap melancarkan serangan selanjutnya.


[ Necromancer ]


[ Ras : Undead ]

__ADS_1


[ Rank : S+ ]


[ level : 152 ]


__ADS_2