LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 132


__ADS_3

Setelah pertarungan yang melelahkan yang di menangkan oleh party Caron. Semua orang sangat senang karena mereka dapat mengatasi sekelompok monster Rank A dengan kerjasama mereka. Walau terluka, namun itu bukanlah luka yang parah dan dapat di sembuhkan dengan meminum healing potion dan menggunakan kemampuan penyembuh healer. Tidak ada yang di khawatirkan dari kondisi mereka, semuanya telah aman dan terkendali.


Kini setelah pertarungan mereka mulai duduk dan beristirahat di sana untuk memulihkan stamina mereka yang hilang dalam pertarungan.


" Melelahkan sekali... Aku tidak menduga akan bertemu sekelompok monster yang kuat ketika masuk ke dalam dungeon. " Ujar Arch. Dia sangat lelah dan seluruh tubuhnya berkeringat. Bahkan nafasnya sampai tidak teratur karena bertarung satu lawan satu melawan kambing iblis darah yang kuat.


[ Nama : Arch. Kelas : Pemanah. Rank : A. Level : 93. Exp : 43.100. Spesial skill : One vs One. ]


Arch adalah seorang pemanah yang handal, dan di dalam party di kenal memiliki kemampuan memanah yang hebat dan memiliki akurasi tembakan yang luar biasa. Arch adalah pendukung kedua setelah penyihir dan healer dalam pertarungan. Tidak hanya pintar mencari posisi yang tidak mudah di temukan, Arch juga handal dalam pertarungan jarak dekat dengan menggunakan sebuah belati dan busur silang lengan sebagai senjatanya. Dengan dukungan dari skill One vs One yang di milikinya, memungkinkan Arch untuk dapat mengalahkan musuhnya lebih mudah.


Itu di karenakan skill One vs One miliknya dapat meningkatkan sengala karakteristik seluruh kemampuan nya dalam pertarungan sebanyak 50% dan menurunkan segala karakteristik lawan sebanyak 50%.


" Kau benar, tidak biasanya kita menghadapi monster kuat sebanyak itu. Tapi, mengingat lagi ini adalah dungeon. Kita tidak tahu monster macam apa yang ada di dalamnya. Tapi... Aneh juga kita bertemu monster sekuat mereka di dalam dungeon Rank B, biasanya satu dari mereka ini menjadi bos monster di dungeon Rank B atau bahkan Rank A. " Ucap Caron. Walau legah dapat mengatasi sergapan kambing iblis darah, tapi Caron tidak bisa menganggap enteng masalah ini karena ini sudah melampaui kapasitas normal dari sebuah dungeon Rank B. " 10 kambing iblis darah di dalam dungeon Rank B... Ini sangat mencurigakan... " Ujar Caron dalam hatinya. Dia merasa kalau dirinya sudah di tipu oleh seseorang.


Di saat Caron merenungkan sesuatu yang membuatnya merasa janggal, Riu datang membawa minuman dingin dan memberikannya kepada Caron dan Arch. Sambil memberikan air dingin kepada Caron, Riu berkata " Apa yang sedang kau lamunkan Caron? Sepertinya kau merasa tidak nyaman? " Ujar Riu sambil bertanya kepada Caron.


Melihat itu, Caron mengambil gelas yang berisi air dingin dari Riu dan meminumnya. Setelah meminumnya, Caron pun menjawab. " Bukan kah kau merasa aneh dengan tingkat kesulitan dungeon ini? Mereka bilang kalau dungeon ini adalah dungeon Rank B, tapi kenapa bisa ada sekelompok monster Rank A di dalamnya? Kenapa aku merasa kalau kita telah di bodohi oleh seseorang..." Jawab Caron.


Mendengar jawaban dari Caron, Riu tidak dapat menyangkalnya lagi. Walau dia tidak dapat banyak membantu dalam pertarungan karena dia seorang petualang Rank C, tapi dia dapat merasakan kesulitan dari dungeon ini tidaklah normal.


" Kau memang benar ini tidaklah normal tapi... Sekarang bukan saatnya kita memikirkan ke anehan itu, karena kita sudah tahu dungeon ini melebihi ekspetasi kita, kita harus lebih memikirkan bagaimana cara kita mengalahkan bos dari dungeon ini untuk keluar dari tempat ini. Terlebih lagi, gerbangnya sudah menghilang, tidak mungkin kita dapat keluar dari sini kecuali dengan mengalahkan bos nya. Sekarang kita hanya perlu memikirkan cara untuk membunuh bosnya terlebih dahulu. " Balas Riu.


Caron yang mendengar kan saran Riu, dia mengangguk setuju. Dan berkata " Benar yang du katakab oleh Riu... Saat ini aku tidak boleh memikirkan masalah yang lainnya terlebih dahulu. Yang perlu di pikirkan adalah, bagaimana cara bertahan dan menghadapi situasi ini... " Ujar Caron dalam hatinya. Wajah Caron sedikit berkeringat ketika memikirkannya. Caron tidak sepenuhnya yakin dapat menghadapi situasi ini. Namun, dia harus bertahan untuk rekan - rekannya yang selalu setia menemani dirinya bahkan dalam ke adaan sesulit ini.


Caron menatap rekan - rekannya yang sedang beristirahat. Terlihat tawa gembira mereka yang membuat Caron tidak dapat menolak untuk tidak menyerah demi melindungi senyuman mereka semua.


" Bahka di situasi berbahaya ini kalian masih tertawa gembira... KRAKK! " Ucap Caron dalam hatinya. Dia mengepalkan tangannya dengan keras hingga berbunyi. Caron merasa senang, bangga memiliki teman - teman yang setia seperti mereka, dan Caron juga merasa terhormat dapat memimpin orang - orang hebat dan berbakat seperti mereka. " Kalian semua adalah harta yang tak ternilai harganya bagiku... Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk melindungi senyuman kalian... Bahkan jika itu berarti herus kehilangan nyawaku. Aku sebagai seorang kapten dan Tanker akan selalu melindungi kalian... " Lanjut Caron dengan seluruh kenyakinan penuh dan percaya selalu kepada kemampuannya kalau dia pasti bisa melindungi teman - temannya... Atau bisa di katakan sebagai Keluarganya.


Di sisi lain, melihat semua orang sedang beristirahat, Xi yang tadinya melihat pertarungan mereka, Xi sangat lah kagum dengan kerjasama serta keragaman kemampuan yang mereka miliki.


" Sekarang aku mengerti kenapa party ini sangat terkenal, dan kenapa bisa menjadi list ke tiga dalam party yang paling di minati oleh semua orang. Mereka memiliki kemampuan yang hebat serta kerjasama yang baik. Terlebih lagi, mereka memiliki pemimpin yang hebat seperti Caron yang tidak takut mau pun ceroboh. Dan mereka punya dua penyihir yang dapat memanggil makhluk untuk membantu mereka bertarung berhadapan dengan monster... Dan... Seperti yang aku perkirakan, anak Duke Esteban memang tidak bisa di remehkan! " Ucap Xi. Melirik Putri yang sedang berbincang dengan orang lain. Sembari itu dia berkata " Walau Ranknya masih Rank B, tapi dia sudah membuat kontrak dengan dua roh spirit. Satu Roh api tingkat menengah dan satu Roh air tingkat tinggi... Sepertinya bakatnya terwarisi dari ibunya, mengingat Duke Esteban adalah seorang ahli pedang. " Lanjut Xi. Xi menebak bakat yang di miliki oleh Putri adalah warisan dari ibunya yang seorang spiritualis. Seorang spiritualis mampu memanggil berbagai jenis spirit yang ada di dunia untuk menjalini kontrak dengannya. Dan mampu membedakan mana Roh jahat dan Roh baik, sehingga saat melakukan kontrak tidak terjadi kesalahan atau salah memilih Roh kontrak.


[ Nama : Putri Pon Neklus. Kelas : Spiritualis. Rank : B. Level : 73. Exp : 15.523. Spirit Contrack : Roh Api dan Roh Air. ]


" Haha, hari ini aku bertemu banyak orang hebat dalam satu party. " Ucap Xi sambil menghelakan nafasnya. Dirinya merasa beruntung karena menerima permintaan Yumiko untuk menemani Putri dalam Raid kali ini.


Sementara itu, Putri yang sedang berbincang - bincang dengan anggota party lainnya. Dirinya merasa aneh karena kedua spirit kontraknya merasa gelisah. Bingung dengan kegelisahan spirit kontrakan nya, Putri berusaha menenangkan mereka dengan bertanya melalui telepati antara mereka.


" Hei, apa yang terjadi kepada kalian berdua? Kenapa kalian begitu gelisah? " Tanya putri kepada kedua Roh kontraknya.


Mendengar telepati dari Putri yang berbicara kepada mereka dengan bertanya. Roh api menjawabnya dengan berkata " Orang itu... Orang yang datang bersamamu... " Ucap Roh Api dengan ragu - ragu. Dia takut untuk mengatakannya yang sebenarnya.

__ADS_1


Putri yang mendengar itu bingung, dia pun bertanya lagi. " Maksudmu Xi? Ada apa dengannya? " Tanya Putri kepada Roh api.


Roh api terdiam sesaat dan diam - diam melirik Xi yang sedang duduk diam sambil menutupi matanya. Merasa kalau dirinya sudah aman karena Xi tidak memperhatikannya, dia pun berkata " Dia sangat berbahaya! Orang itu sangat berbahaya! " Ujar Roh api.


Mendengar Roh api yang gelisah dan mengatakan kalah Xi orang yang berbahaya, membuat Putri menjadi bingung. Namun, dia juga merasa aneh karena Roh kontraknya bisa begitu ketakutan kepada seseorang yang bahkan tidak di ketahuinya.


" Ini baru pertama kalinya terjadi... Biasanya Roh api yang paling berani dan paling bersemangat... Tapi, melihatnya seperti ini aku merasa kasihan. Terlebih lagi, dia takut dengan pria yang di bawa oleh kakak Yumiko... Tapi aku tidak merasakan apa pun sesuatu yang mengancam darinya, bagaimana bisa Roh api mengatakan kalau Orang ini berbahaya? " Ucap Putri dalam hatinya, sambil diam - diam milirik Xi yang tengah duduk diam di sana.


Di samping itu, Roh air berkata " Tuan Putri, apa yang di katakan Roh api itu benar, dia sangat berbahaya. Terlebih lagi, sepertinya pria itu sudah menyadari keberadaan kami berdua yang berada di dalam tubuh tuan putri. " Ucap Roh air.


Ketika Roh air mengatakan itu, Putri sangat terkejut, karena sebelumnya dia tidak pernah menunjukkan atau pun memberitahukan kepada siapa pun mengenai kedua Roh yang dia miliki. Putri pun bingung bagaimana cara Xi dapat mengetahui kalau dia memiliki kontrak dengan spirit.


" Ba bagaimana mungkin? Apa kau serius? Orang yang mengetahui aku berkontrak dengan spirit hanya ayah dan ibu, bagaimana dia bisa mengetahui nya? " Ucap Putri sambil bertanya kepada Roh api dan Roh air. Putri merasa cemas dengan fakta tersebut, dia takut kalau Xi akan memalukan sesuatu kepada dirinya.


Roh air menjelaskan yang dia ketahui " Aku tidak tahu persis bagaimana dia bisa mengetahui keberadaan kami. Tapi yang pasti, dia dapat melihat kami berdua walau kami sudah bersembunyi. Itu seperti kami tidak bisa bersembunyi dari matanya, semuanya seakan akan terlihat jelas di matanya tanpa halangan. " Ucap Roh air. " Terlebih lagi, aku dapat merasakan aura yang sangat jahat dan gelap dari dalam tubuhnya walau itu terlihat samar. Kegelapan yang ada di dalam dirinya sangat besar, itu terlihat seperti kematian. Sangat mengerikan dan sangat berbahaya. Orang itu patut di waspadai! " Lanjut Roh air. Roh air menyerankan kepada Putri untuk tidak kelilangan kewaspadaan kepada Xi, karena Roh air menganggapnya sabai ancaman dan bukan orang sembarangan.


Putri menelan ludahnya dengan berat. Apa yang di katakan oleh Roh air membuatnya menjadi takut.


" Ji jika dia menjadi musuh... A apakah kita memiliki peluang untuk menang melawannya? " Tanya Putri kepada Roh air.


Mendengar pertanyaan dari Putri, Roh air terdiam sejenak memikirkannya. Setelah memikirkannya matang - matang Roh air menjawab. " Tidak. Tidak ada peluang bagi kita untuk menang melawannya! " Jawabnya.


Roh air menjawab dengan memberikan jawaban yang lebih jelas. " Bukan hanya dengan party ini... Bahkan jika mengerahkan seluruh kekuatan di negara ini, kita masih tidak memiliki kesempatan untuk menang melawannya. "


" Apa! Bagaimana kau bisa begitu yakin akan hal itu?! Di negara ini banyak sekali orang dengan peringkat Rank S, dan kakak Yumiko juga Rank S! Bagaimana bisa kau sampai seyakin itu kalau dia tak terkalahkan?! " Ujar Putri bertanya kepada Roh air dengan sangat terkejut dan nada yang keras.


" Tuan Putri, mungkin kamu tidak dapat melihatnya. Tapi... Aku melihatnya walau itu hanya sekilas. Dalam kegelapan yang ada di dalam dirinya, terdapat banyak sekali pasukan yang mengerkan yang sangat kuat dan tidak takut kematian! Beberapa dari pasukannya bahkan ada seekor naga yang sebesar gunung, yang bahkan itu tidak dapat di kalahkan oleh semua orang! Mereka sangat setia dan selalu memunggu perintah dari pria itu. Aku harap hal semacam itu tidak terjadi, tapi... Jika memang dia menjadi musuh, kita hanya bisa melakukan yang terbaik. Untuk sebuah kemenangan... Aku tidak dapat menjaminnya walau satu negara bekerjasama! " Ucap Roh air kepada Putri.


Mendengar itu Putri terdiam membeku dengan wajah yang menghitam. Memikirkannya saja sudah membuatnya menjadi takut apa lagi jika itu benar - benar terjadi. Akan kah mereka semua yang tinggal di negara bersalju akan selamat? Tidak ada yang tahu akan hal tersebut. Semuanya hanya akan terjawab jika memang hal tersebut benar - benar terjadi.


Di samping itu, belum lama mereka semua beristirahat. Gelombang energi yang kuat muncul di dekat mereka dan seketika membuat perasaan yang membuat tubuh merinding.


" Apa... Gelombang apa itu? " Tanya Arch sambil memegang panahnya.


" Semuanya bersiap! Monster datang! " Teriak Caron dengan keras. Meminta kepada semua rekan rekannya untuk bersiap - siap menghadapi serangan monster yang akan datang.


Dari pedalaman hutan, banyan monster Kambing iblis darah keluar dari hutan dan menemui kelompok Caron. Iblis itu menunjukkan tatapan sinisnya kepada Caron yang dia anggap sebegai pemimpin dari kelompok tersebut.


Jumlah Kambing Iblis darah yang menghampiri mereka sangat banyak. Jumlahnya berkali - kali lipat dari total jumlah kelompok Caron. Dan masing - masing dari Kambing iblis darah memiliki kekuatan yang sama, yaitu Rank A. Di bandingkan dengan kekuatan yang ada pada kelompok Caron, jelas hal tersebut sangatlah berbeda jauh.


Melihat seratus monster setingkat Rank A, membuat nyali mereka yang sebelumnya sangat besar dan percaya diri menjadi ciut. Semua orang sangat terintimidasi oleh kengerian yang di pancarkan Kambing iblis darah.

__ADS_1


Caron merasa putus asa melihat jumlah Kambing iblis darah yang menghampiri mereka. Dia sudah tidak dapat berpikir jernih lagi mengenai situasi ini.


" Sial... Ini benar - benar hari yang sial... " Ujar Caron dengan wajah penuh keringat yang di sertai dengan rasa takut.


Dari sana, sala satu dari Kambing iblis darah berbicara dengan menggunakan bahasa manusia. " Mbeek! Manusia, menyerahlah dan ikut dengan kami! Jika tidak! Kami akan membunuh kalian semua! " Ucap Kambing iblis darah sambil mengacungkan pedangnya pada kelompok Caron dan mengancan akan membunuh semua orang jika menolak perintah mereka.


" Apa... Apa barusan monster itu berbicara dengan bahasa manusia? " Tanya Arch tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


" K kapten... " Saut Yurika denga khawatir. Melihat jumlah Kambing iblis darah yang sangat banyak membuatnya menjadi takut.


Caron bingung, serta kesulitan bernafas karena tekanan dari kambing iblis darah. Caron berpikir keras untuk menemukan solusi terbaik dalam masalah ini. Caron sadar kalau kekuatan party nya tidak mungkin akan sanggup untuk menang jika bertarung dengan kelompok Kambing iblis darah.


" Tidak... Kami semua pasti akan matu jika bertarung melawan mereka. Kalau saja aku lebih kuat lagi... Aku pasti bisa membawa mereka keluar dari sini... " Ucap Caron dalam hatinya. Geram akan dirinya sendiri karena terlalu lemah. Dan merasa bersalah kepada semua orang yang ikut bersama dengannya karena mereka semua akan menemui kematian mereka. " Ini... Ini semua salahku... Jika saja aku tidak membeli dungeon ini, kami tidak akan terjebak dalam situasi sekarang ini... " Lanjut Caron dalam hatinya. Dia tidak dapat berhenti menyalahkan dirinya sendiri karena terlalu egois dan ceroboh.


Melihat dirinya di abaikan, kambing iblis darah berteriak keras tepat di depan wajah Caron. Dan berkata " Manusia! Aku sudah cukup sabar berurusan denganmu. Pemimpin kami ingin bertemu dengan kalian. Cepat ikut kami, atau terima akibatnya? " Ujar Kambing iblis darah kepada Caron.


Caron yang mendengar nya berkata dalam hati. " Bos monster ingin bertemu dengan kami? Apa sebenarnya tujuan mereka? " Ujar Caron dalam hatinya sambil mengerutkan wajahnya. Merasa tidak ada pilihan lain dan jalan terbaik adalah menemui bos monster dan lalu memberikannya serangan kejutan ketika lengah. Mungkin memiliki kesempatan untuk keluar dari sini hidup - hidup. Itu lah yang ada di pikiran Caron saat ini. Dirinya berniat untuk memberikan serangan kejutan kepada bos monster lalu membunuhnya. Itu akan memicu distrocsi dungeon yang akan langsung membuka gerbang untuk mereka keluar.


" Baiklah, kami akan mengikuti kalian. " Ucap Caron setuju untuk bertemu dengan bos monster.


Mendengar keputusan dari Caron, Kambing iblis darah itu berbalik sambil berkata " Pilihan yang bagus, ikut kami... Manusia rendahan! Dan jangan coba - coba berpikir untuk melarikan diri! Atau kalian akan mati di tanganku! " Ujar Kambing iblis darah sambil merendahkan martabat manusia. Dia mengancam akn membunuh siapa pun yang mencoba untuk melarikan diri.


Caron mengangguk mengerti dan berjalan mengikuti kelompok Kambing iblis darah menuju ke sarang mereka. Dalam perjalanan, tidak satu pun dari anggota Caron yang terlihat seperti perotes akan keputusan Caron. Mereka semua sangat yakin dan percaya kepada keputusan yang di ambil oleh kapten mereka. Mereka yakin keputusan ini adalah yang terbaik yang dapat di ambil saat ini.


Sembari berjalan memgikuti kelompok Kambing iblis darah. Dalam perjalanan menuju sarang mereka, Caron bergumam dalam hatinya. " Aku sadar jumlah mereka akan jauh lebih banyak dari yang kami lihat sekarang. Dan peluang kami untuk bertahan hidup sudah pasti akan menjadi lebih kecil lagi ketika sampai di sana. Bernegosiasi dengan bos monster bukanlah hal yang tidak mungkin, tapi aku yakin itu percuma karena monster tidak akan melepaskan mangsa nya. Satu - satunya jalan kami sekarang hanyalah dengan membunuh bos monster dengan melakukan serangan kejutan. " Gumamnya. Sebenarnya Caron tidak yakin seratus persen akan keberhasilan dari rencana nya. Tapi, tidak ada pilihan lain yang dapat di pilih lagi olehnya. Jika Caron memilih untuk pergi dan melarikan diri, yang ada mereka hanya akan menjadi mainan buruan bagi Kambing iblis darah dan peluang mereka untuk menemukan bos dungeon sangat lah kecil.


Dengan mengikuti kelompok Kambing iblis darah ini, Caron yakin bahawa mereka akan lebih mudah untuk bertemu dengan bos monster yang menjadi penguasa di dungeon ini.


Dalam perjalanan, Caron teringat sesuatu. Dia pun berjalan terbalik sembari mengikuti kelompok kambing iblis darah yang tidak memerhatikan mereka.


" Tuan Xi. " Pinggil Caron.


" Ya? " Jawab Xi sambil bertanya.


" Kami akan melancarkan serangan kejutan kepada bos monster ketika sampai di sarangnya. Saat itu, anda harus membawa Tuan Putri pergi dari sarang kambing iblis dan mencari tempat yang aman untuk bersembunyi. Tetaplah di sana dan tunggu sampai gerbang nya terbuka lagi, dan setelah gerbang terbuka, keluarlah dari dungeon dengan membawa tuan Putri. " Pinta Caron kepada Xi. Putri dan Xi bukan lah anggota resmi mereka. Caron berpikir akan merasa tidak nyaman jika mereka mati harus membawa kedua orang itu bersama mereka. Terlebih lagi, Duke Esteban telah mempercayai Caron untuk membawa pulang putrinya dengan selamat. Caron sudah berjanji, yang pasti harus di tepati.


Xi mengangguk mengerti dengan tujuan Caron. Dan melihat dari anggota lainnya, mereka semua sepertinya setuju dengan keputusan Caron. Semua itu, Xi hanya bisa menghelakan nafasnya sambil berkata " Mereka ingin mengalihkan perhatian bos monster untuk memberi waktu kami berdua untuk lari menyelamatkan diri. Ini sudah seperti rencana bunuh diri, dan tingkat keberhasilan dari rencana ini juga 50 : 50. Jika berhasil, kami semua masih bisa selamat, tapi jika gagal, itu akan menjadi akhir bagi kita. Melihat dari kekuatan kelompok ini, sebenarnya aku kurang yakin jika kemampuan mereka dapat mengalihkan bos monster. Tapi, biarkan saja mereka mencoba terlebih dahulu, toh ini keputusan mereka bersama. Setidaknya, aku harus menghormati keputusan yang mereka ambil. " Gumam Xi.


" Baiklah, lakukan sesuka. Tapi untuk keselamatan Putri, aku tidak bisa berjanji. " Ucap Xi setuju dengan permintaan Caron yang meminta Xi untuk membawa Putri pergi selagi mereka mengalihkan perhatian bos. " Toh, tidak akan ada yang mati di antara kalian hari ini. Selain di minta untuk menjaga Putri, Yumiko juga meminta ku untuk membawa kalian kembali hidup - hidup. Karena dungeon ini melebihi perkiraan ku, mungkin.... Akan sedikit sulit untuk melakukannya. " Lanjut Xi dalam hatinya. Walau Xi percaya dengan kemampuan nya, namun untuk membawa semua orang kembali dengan selamat. Xi sedikit meragukan hal itu.


" Aku mengerti. Aku harap kau dan putri dapat keluar dengan selamat. " Ucap Caron sambil tersenyum. Caron sudah pasrah, dan menyerahkan semuanya kepada nasib yang akan menentukan kehidupan mereka.

__ADS_1


__ADS_2