
Xi yang terdiam di tempat dengan mata merahnya yang menyalah, merasakan koneksi langsung dengan shadownya.
Sementara itu Yumiko bingung kenapa dia hanya diam saja, dan dia pun bertanya. " Xi ada apa? " Tanya Yumiko dengan lembut.
Mendengar itu Xi melirik Yumiko dengan dingin, dan menarik tangan Yumiko dan membuatnya dalam pelukannya. Seketika Yumiko terkejut dan malu, wajahnya memerah karena hal itu. Di depan kerumunan banyak orang yang melihat sikap mereka, dia merasa sangat malu, tapi juga senang.
Dengan malu Yumiko beratanya. " Xxxx... Xi... Kenapa.... Tiba - tiba... " Ucap Yumiko kepada Xi.
Dengan tenang Xi berbicara. " Saat ini kita tidak bisa kembali... " Ucap Xi, dari bawah kaki mereka berdua. Bayangan di kaki Xi menutupi bayangan lainnya dan meluas. " Ada hal yang penting yang harus kita lakukan dengan cepat. " Lanjutnya.
Yumiko bingung apa yang di maksud Xi, namum dari bawah kaki mereka muncul perlahan muncul sebuah punggung naga yang besar dengan sepasang sayap yang membentang lebar. Naga itu meraung dengan keras di kerumunan, dengan ukuran tubuhnya yang besar. Raungannya terdengar hingga ke penjuru kota, semua orang yang ada di bawah mereka sangat panik dengan kemunculan naga itu.
Munculnya naga hitam yang besar, membuat mereka ketakutan. Semua orang berlarian ke sana ke mari seperti ayam, karena ketakutan dengan naga besar itu.
" Drozan terbanglah dengan cepat menuju shadoe lainnya! " Perintah Xi kepada Drozan.
" Baik Raja ku. " Drozan membentangkan sayapnya dan terbang ke atas langit dengan cepat.
Di tengah kebingungannya Yumiko bertanya lagi. " Xi sebenarnya ada apa? " Tanya Yumiko dengan penasaran.
" Ada sesuatu yang bangkit... Dan aku rasa mereka tidak bisa mengatasinya. " Jawabnya dengan ringan. Namun matanya menyalah terang.
Di sisi lain, semua orang sangat ke repotan karena harus berurusan dengan para monster dan juga pasukan dari Satoo.
Jumlah mereka terus berkurang, di bawah kengerian monster itu. Tempat munculnya monster itu telah membuat banyak hal membeku, tidak satu pun dari monster yang keluar dari segel di kalahkan. Tak ada dari mereka yang sanggup melakukannya.
Para pemimpin negara kerepotan dengan semua ini, dan Elsia yang masih belum pulih dari lukanya. Dia menjadi target bagi para monster, namum para monster di halangi oleh Shadow yang ada di sana.
Bos monster membuka mulutnya lebar - lebar dan menyemburkan nafas es yang kuat, sehingga membuat semuanya membeku. Para prajurit yang ada telah di sapu bersih oleh semburan itu, hanya menyisakan para pemimpin negara dan juga Satoo beserta pasukannya.
Monster itu membuka sedikit mulutnya yang sudah siap untuk menembakkan semburan es lagi. Elsia hanya bisa pasrah, dia benar - benar tidak dapat melakukan apa apa lagi, bahkan untuk melindungi dirinya sendiri. Di bawah kengerian monster itu yang siap menyemburkan nafas esnya kapan saja, Air mata mulai jatuh dari wajah yang cantik, dan bergumam. ' Yumiko... Maafkan Ibu tidak bisa menemani mu lagi... ' Gumamnya dengan pasrah sambil menutup matanya.
__ADS_1
Seketika saat Elsia menutup matanya dan monster itu ingin menyemburkan nafas esnya. Sesuatu yang berukuran besar menghantam kuat monster itu hingga terjatuh dan menyebabkan Guncangan.
Elsia terkejut dengan guncangan yang terjadi dan dia membuka matanya. Tepat di hadapannya, di depan matanya, ada seekor naga hitam yang di selimut kegelapan menginjak monster itu dan meraung dengan keras ke wajah monster yang dia pijak.
" A... Apa yang terjadi? " Ucap Elsia dengan bingung.
Di saat dia sedang dalam kebingungan, ada seseorang yang memanggilnya dengan cemas, dan turun dari naga itu berlari menuju Elsia. Itu adalah Yumiko yang khawatir dengan kondisi ibunya. " Ibu... Apa kau baik - baik saja? " Tanya Yumiko kepada ibunya dengan penuh ke khawatiran sambil memeluk ibunya dengan lembut.
" Ibu tidak apa - apa... Hanya sedikit terluka saja... " Ucap Elsia sambil mengelus kepala Yumiko dengan lembut dan bertanya kepada Yumiko. " Tapi... Kenapa kau bisa ada disini? Dan kenapa kau bisa bersama dengan naga itu? " Ucap Elsia sambil melirik Drozan yang sedang bertarung sengit melawan monster itu.
Dengan pelan Yumiko menjawab. " Naga itu milik Xi... Aku kemari bersama dengannya. " Jawabnya.
Elsia jelas terkejut. Bagaimana mungkin seseorang bisa menjinakkan seekor naga, dan lagi naga itu besar dan kuat.
Di saat situasi sedang terkendali karena munculnya Drozan. Satoo menjalankan aksinya lagi dan berkata kepada Yumiko. " Kekeke... Oh Yumiko... Kau ada di sini untuk menolong ibumu ya. " Ujar Satoo. " Situasi saat ini tidak lah bagus. Aku bisa membantu kalian, tapi... Dengan syarat kau harus menikah dengan putraku. " Lanjutnya dengan seyum yang licik.
Dengan cepat dan tegas Yumiko langsung menolaknya. " Itu tidak akan terjadi!! Kau hanya berimimpi di siang hari. " Ucap Yumiko sambil menghina Satoo.
Di saat yang sama muncul dua monster besar di belakang Yumiko dan Elsia yanh ingin menyerang mereka berdua. Kemunculan kedua monster itu membuat Yumiko dan Elsia terkejut, dan membuatnya tidak sempat untuk membuat sebuah perisai es.
Namun saat yang sama juga, kedua monster itu mati karena serangan dari atas yang menghantam mereka dengan kuat. Itu adalah serangan dari Xi, kekuatan serangannya sangat kuat hingga membuat kedua monster itu mati hanya dalam satu serangan.
" XI! " Ucap Yumiko dengan senang.
" Ya... " Xi melihat kondisi Elsia yang sedang terluka dengan pakaian yang telah di sobek - sobek. Xi melepaskan jaketnya dan memberikannya kepada Elsia, dan memulihkannya. " Recovery " Ucap Xi dan memulihkan luka yang di derita oleh Elsia.
Elsia sembuh seketika namun dia masih sulit untuk bergerak. " Xi... Kenapa ibu masih belum bisa bergerak? " Tanya Yumiko dengan bingung
Xi pun menjawab pertanyaan Yumiko itu dengan ringan. " Karena Recovery hanya memulihkan, bukan menyembuhkan. " Jawabnya sambil memberikan sebuah Healing Potion tingkat tinggi yang dia beli dari Shop system. " Untuk sekarang pergilah ke tempat yang aman terlebih dahulu dan menyembuhkannya. " Lanjutnya.
Yumiko mengangguk mengerti dan mengambil potian yang Xi berikan. Namun saat mereka ingin pergi, sekelompok prajurit mengahalangi mereka. Itu adalah para prajurit yang di perintahkan oleh Satoo.
__ADS_1
" Kekeke... Kalian pikir kalian bisa pergi? " Ucap Satoo dengan sombong.
Seseorang berjalan mendekati Satoo, dia adalah pria yang gemuk dan jelek. Saat dia berada di sebelah Satoo dia berkata. " Yumiko... Kemarilah dan pulang bersamaku. Selama kau menurut, kau dan ibumu akan baik - baik saja. " Ucapnya sengan seyum yang menjijikan.
" Gelandangan seperti dirinya tidak pantas untukmu yang seorang putri kerajaan. Kau hanya layak bersamaku yang sesama anak dari sebuah kerajaan. " Lanjutnya sambil merendahkan Xi.
Dengan jijik Yumiko berbicara. " Mimpimu terlalu tinggi. Memangnya siapa dirimu? Kau bahkan tidak layak untuk di pandang. " Ucap Yumiko sambil mencibir.
Hal itu membuat mereka kesal. Dengan kesal Satoo berkata. " He kau masih menolaknya! Walau begitu... Bagaimana kau bisa keluar dari sini? " Ucap Satoo. Dan memanggil semua pasukannya.
Ada lebih dari 2000 prajurit dengan rank B dan 3000 prajurit dengan rank C. Dengan seyumnya yang licik itu dia berbicara. " Karena kau menolak, maka kami akan membuatmu menyesal dan kau harus melayani 5000 orang ini dengan tubuhmu. " Ucap Satoo dengan sangat keras.
Yumiko dan Elsia memandangi mereka semua dengan tidak senang. Namun dengan santainya Xi berbicara. " Apa hanya itu saja? Sungguh konyol membuat orang bodoh sepertimu menjadi seorang raja. Itu sangat memalukan kau tahu. " Ucap Xi sambil merendahkan Satoo.
Mendengar ucapan dari Xi jelas membuat kesal. Satoo pun berkata. " Cecunguk seperti mu bisa apa di hadapan lima ribu pasukanku dan juga para monster yang ada di sini. " Ucap Satoo dengan kesal. Dan menbuat dirinya sendiri berada di atas segalanya.
" Xi... Kau pergilah dan bawa Yumiko juga... " Ucap Elsia sambil meminta Xi pergi bersama Yumiko.
Dengan singkat Xi langsung menolaknya. " Aku menolak itu... " Ucap Xi dengan ringan. Tiba - tiba pandangannya berubah menjadi dingin dan matanya di selimuti dengan niat membunuh yang kuat. " Hei bodoh... Tadi kau bilang bisa apa aku di hadapan lima ribu pasukan... " Xi mengeluarkan sebuah pedang besar milik demon king yang Yumiko kalahkan dan memegangnya. Dan saat yang sama bayangannya meluas dan membesar. Langit di tutupi oleh kegelapan dan cahaya matahari di telah oleh kegelapan yang hebat dan membuat suasana seperti malam hari. "
Shadow Moon Of Hell " Ucap Xi.
Dari bayangan itu muncul lah para Shadow, dari kegelapan terlahir para pasukan kematian yang sangat banyak berada di belakang Xi. Kengerian dari para pasukan Shadow menyelimuti semangat juang dari para prajurit milik Satoo.
Yumiko dan Elsia sangat terkejut dengan kekuatan Xi yang mengerikan. Kekuatan itu layaknya seorang raja kematian yang turun ke bumi. Kekuatan kematian yang sangat kuat sekaligus mengerikan.
' Sebenarnya... Siapakah anak ini? ' Gumam Elsia sambil bertanya kepada dirinya sendiri. ' Bagaimana mungkin energi yang begitu kuat dan mengerikan berasal dari pemuda sepertinya. ' Lanjutnya.
Satoo yang melihat kebangkitan pasukan shadow di hadapanyan, dia sangat - sangat terkejut. Wajahnya menjadi pucat dan banyak mengeluarkan keringat dingin. Dia sudah tak bisa berkata apa - apa lagi dengan banyaknya jumlah pasukan kematian yang muncul.
" Tadi kau berkata apa? Aku lupa dengan perkataanmu tadi. " Ucap Xi dengan sinis. Dia pun mengarahkan pedang besarnya itu ke arah Satoo dan berkata. " Aku ingat... Kau tadi bilang apa yang bisa aku lakukan di hadapan lima ribu pasukan... Akan aku tunjukkan kepadamu, sebuah kematian yang sangat mengerikan... Aku sendirilah yang akan menghabisi kalian semua. " tatapan nya yang dingin dan aura membunuh yang begitu luar biasa terpancar darinya dan membuatnya sangat ketakutan.
__ADS_1