
Angis berhembus dengan kencang menciptakan badai topan yang sangat ganas. Langit cerah berubah menjadi gelap dengan seluruh langit dan udara di racuni dengan aura membunuh. Sang dewa kematian hitam telah muncul, menunjukkan dirinya di hadapan dewa laut satu dari 7 dewa utama. Menatap dewa laut dengan sinis dan dingin serta niat membunuh yang menyelimuti matanya.
Mereka saling memandang satu sama lain. Walau tubuhnya gemetar saat merasakan aura membunuh yang sangat luar biasa, namun ia tetap berdiri tegap dan memberikan serangannya kepada Xi.
Dewa laut, menciptakan sebuah bola air berukuran besar dengan kepadatan energi yang luar biasa.
Namun, sebelum serangannya ia lemparkan. Terlebih dahulu Xi menebaskan pedangnya dengan satai, memotong bola api milik dewa laut. Hingga terjadi sebuah ledakan besar karena bola air tersebut meledak.
Setelah serangan dewa laut yang gagal, Xi pun mulai angkat bicara. " Hei Berengsek. Sekarang giliranku untuk menyerang. " Ucapnya dengan tatapan yang dingin dan tajam.
Setelah kata - kata itu jatuh, itu langsung membuat dewa laut menjadi pucat.
Xi melepaskan energi sihirnya dengan jumlah yang sangat banyak. Membuat sebuah pedang merah berukuran yang sangat besar, di penuhi dengan api merah dan petir merah.
Melihat hal itu, membuat dewa laut menjadi pucat dan berkeringat. Dalam hatinya, ia bergumam. " Pedang Kematian darah Ashura! Salah satu kemampuan dari Dewa Shura! Dan lagi, aura membunuh melapisi pedang tersebut. " Gumamnya dengan mata yang terbuka lebar melihat kengerian tersebut.
__ADS_1
Xi mulai mengangkat pedang besar tersebut, dan menebaskannya kepada dewa laut yang ada di hadapannya saat itu. Dewa laut memunculkan banyak perisai yang belapis - lapis untuk menahan serangan tersebut.
Di saat itu, Xi terseyum dingin dan berkata " Sia - sia saja, aku lah yang menang! " Ucap Xi. Dan saat pedang tersebut bersentuhan dengan perisai berlapis itu, menciptakan sebuah ledakan yang sangat dahsyat. Angin berhembus sangat kencang, menyebabkan tanah dan pepohonan menjadi hancur. Serangan yang kuat itu, menyebabkan sebuah ledakan besar permukaan dunia, hingga mempengaruhi langit. Saat ledakan terjadi, dari luar dunia, tampak ledakan tersebut, seperti sebuah meteor raksasa yang jatuh dari langit.
Dewa laut yang menahan dengan sekuat tenaganya, perlahan perisainya hancur. Dan menyebabkan pedang yang kuat dan tajam itu menghantam dirinya dengan sangat telak.
Sebelum pedang tersebut mengenai dirinya, ia berbicara di dalam hatinya " Apa apa ini kematian ku? Sungguh... Aku tidak bisa percaya ini... " Ucap dewa laut dalam hatinya. Dan akhirnya serang tersebut menghantamnya dengan sangat keras.
Saat detik - detik terakhirnya, ia sempat berbicara. " Setelah 1000 kali kami berperang melawan dewa kematian... Kami mengalami 1000 kekalahan. Saat kami mendapatkan sebuah kemenangan... Kami... Kami menciptakan sebuah kematian yang baru... Kematian yang lebih - lebih mengerikan dari sebelumnya... Dewa kematian hitam... " Setelah itu keberadaan dewa laut menghilang dari dunia cardinal dan juga alam dewa suci.
Suara Dunia " Lapor kepada seluruh dunia. Individu bernama Xi Arcadia telah di konfirmasi sebagai Dewa kematian hitam. " Saat itu, suara dunia memberitahukan kepada seluruh dunia kebangkitan dewa yang baru kepada seluruh dunia.
Semua yang mendengari itu, hanya bisa terdiam dan bingung dengan yang di beritahukan oleh suara dunia. Namun untuk makhluk kelas atas, mereka semua yang mendengar itu mulai membuka mata mereka, merasakan ada kehadiran dewa lainnya.
Seekor naga besar yang berada di sebuah gunung kecauan, mengangkat kepalanya. Naga tersebut sangat besar, ukurannya mencapai lebih dari 50 meter. Dengan sayapnya yang besar, ia dapat menutupi langit. " Dewa kematian hitam... Hmmm apa mungkin... Orang itu keturunan nya? " Ucap Naga tersebut sambil memandang langit. Salah satu dari dewa jahat. Sang Naga kekacauan dewa jahat Rartaloss.
__ADS_1
Di tempat yang di penuhi dengan api, serta banyaknya raksasa api dengan tinggi mencapai 15 - 20 meter. Semua nya menatap langit. Dan salah satu raksasa yang berada dalam bentuk manusia saat itu duduk di singgah sana nya, membuka matanya perlahan. " Perang antar dewa akan segerah di mulai. Ehehehe aku sudah tidak sabar. " Ucap Raksasa tersebut sambil terseyum mengerkan. Satu dari lima dewa jahat. Dewa Permulaan dari Klan Raksasa Sizard.
Di tempat yang jauh, terdapat seekor ular yang panjangnya mencapai 100 meter. Dengan mudah tubuhnya dapat menutupi sebuah gunung dan sungai. Ia mulai membuka matanya dan bangkit menatap langit. " Dewa laut telah mati... Hanya perlu menunggu tiga bulan lagi untuk jalan menuju alam dewa suci tersebut. " Ucap ular raksasa tersebut dengan senang karena ia sudah tidak sabar untuk naik ke alam dewa suci. Salah satu dari lima dewa jahat. Anakondray sang dewa racun Dokushin.
Di sebuah gua yang besar dan gelap. Terdapat seseorang yang sedang duduk di lantai, sambil memeluk sebuah tongkat putih besar yang mengerikan. Ia membuka matanya saat mendengar kebangkitan dewa baru, serta mendengar kematian dari dewa laut. Saat itu, ia terseyum mengerikan, seolah seyumnya di tunjukkan ketidak sabarannya. " Tidak aku sangka ada dewa baru yang bangit, dan langsung membunuh dewa laut... Dengan begitu tidak perlu menunggu selama 100 tahun lagi untuk naik ke alam dewa suci. Tiga bulan lagi,.gerbang akan terbuka. " Ucapnya sambil terseyum. Kedua matanya bersinar berwarna ungu, dengan aura kehancuran menyelimuti matanya. " Saat gerbang terbuka akan aku hancurkan kalian semua para dewa suci! " Teriaknya dengan keras dari dalam gua. Hingga membuat semua makhluk yang ada di dekat sana gemetar ketakutan.
Di sebuah pulau yang sangat besar, pulau tersebut di huni oleh para naga yang sangat mengerikan. Saat itu, ada satu naga yang berukuran sangat besar, dan memiliki aura yang sangat luar biasa mengerikan.
" Akan aku tunjukkan kehancuran yang sesungguhnya... Sekarang hanya tersisa enam dewa suci. Begitu pun dengan kami 6 dewa jahat. Kuahahaha. " Ucap naga tersebut dengan senang. Dan tidak sabar untuk naik ke alam dewa suci.
Kini, ke enam dewa jahat sudah tidak sabar untuk menghancurkan dewa yang menduduki tanah suci. Kini seolah mereka semua saling menatap satu sama lain, dan saling menunggu munculnya gerbang yang menghubungkan dunia lain terbuka.
Sementara itu, di tanah suci. Enam dewa utama yang mendengar kematian dari dewa laut, serta kebangkitan dari dewa kematian hitam, mereka sangat kesal karena orang yang baru saja menjadi dewa membunuh rekan mereka. Hal itu, menjadi sebuah penghinaan besar untuk mereka karena mereka kalah dengan dewa baru.
" B*jingan! Dewa yang baru saja bangkit membunuh dewa laut. " Ucapnya sambil menampar sebuah meja dengan keras. Ia merapatkan giginya karena marah. " Kalian akan membayar semua ini. " Ucapnya dengan sangat marah.
__ADS_1