LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 255


__ADS_3

Di halam istana malam hari, tepatnya di halaman belakang istana yang luas. Terdapat sebuah danau yang cukup besar, dan airnya sangat bersih dan juga jerni. Terdapat banyak monster tipe elemen Air, es dan kayu tinggal di sekitarnya. Dan di bibir danau, terdapat beberapa monster yang sedang berbincang dengan Xi saat itu.


" Selamat kepada Xi - Sama karena telah di promosikan sebagai seorang dewa. " Ucap seekor ular hijau yang memiliki tanduk seperti naga, panjang tubuhnya lima puluh meter seperti seekor ular. Aura nya sebagai seekor monster Mythical Beast sangatlah kuat, dan tubuhnya bahkan dapat menutupi bulan saat itu.


" Piton tanduk naga hijau, kau begitu sopan? Sejak kapan kau belajar sopan santun? " Tanya Xi kepada monster tersebut.


" Semenjak pertemuan pertama kita, aku telah menjadi palayan mu Xi - Sama. Mohon maafkan ketidak sopanan ku ini. " Ucap Piton tanduk naga hijau sambil menundukkan kepalanya.


Xi mengangkat tangannya dan tidak mempermasalahkan hal tersebut. " Itu tidak masalah, tapi... Bagaimana dengan para monster yang ada di sana? Apa mereka semua sudah datang kemari? " Ucap Xi dengan santai sambil bertanya kepada piton tanduk naga hijau.


Monster itu mengangguk dan menjawab. " Sudah semuanya, mereka yang hidup di daratan berada di dalam labirin di awasi oleh tuan Zyx. Dan mereka yang ada di air ada di danau ini. " Jawab piton tanduk naga hijau dengan sopan.


" Bagus, tapi... Aku tidak menyangka ular satu ini sudah tumbuh besar lagi. " Ucap Xi sambil menatap ular berwarna biru dengan kepala yang berkobar api biru. Ia berada di dekat piton tanduk naga hijau.


Ular es saat itu menundukkan kepalanya kepada Xi dan berkata " Sudah lama tidak bertemu Xi - Sama. " Ucapnya sambil menundukkan kepalanya.


Xi pun melihat ke arah lainnya, tepatnya pada monster kalajengking berlian hijau, ulat sutra salju, ulat api, Kaisar roh es, dan beruang naga petir biru. Kelompok monster tersebut, adalah monster - monster Mythical Beast kelas atas, namun tidak untuk Beruang naga petir biru, dan ular es. Mereka berdua belum sampai le tahap Mythical Beast.

__ADS_1


Xi berbalik dan berjalan pergi meninggalkan mereka sambil berkata. " Hari sudah malam, kalian istirahat lah. " Ucap Xi sambil melambaikan tangannya.


" Selamat malam Xi - Sama! " Ucap mereka semua dengan serempak saat itu.


Dua minggu berlalu dengan sangat cepat, dan perkembangan di hutan kematian sangatlah pesat. Banyak bangunan yang mengah berdiri di sana, dan perumahan - perumahan yang nyaman. Hutan kematian kini telah berubah sangat drastis, layaknya negara - negara besar di luar sana, walau di sekitarnya masih di kelilingi oleh hutan yang sangat lebat.


Bangunan yang mengah telah banyak berdiri, dengan adanya sekolah/academi, bar, penginapan, restoran, Guild petualang, tokoh besi, tokoh senjata, dll. Jalan yang sebelumnya tanah, telah berubah menjadi bata padat yang kuat, bahkan berkali - kali lebih kuat dari beton.


Berdirinya semua bangunan yang ada di hutan kematian yang mengelilingi istana, sesuai dengan sketsa dan rencana milik Xi. Dengan adanya banyak pekerja, mudah untuknya membangun sebuah baginya untuk mendirikan suatu negara.


Semua orang yang ada di sana telah menjalankan aktivitas mereka seperti biasanya, seperti, berdagang, berpetualang, dan banyak dari mereka yang mendaftar menjadi prajurit.


Di sebuah ruangan di dalam istana. Tamu yang datang dari negara terdekat, seorang ratu dari negara Desar Ratu Jessi, bersama dengan putri nya Emil datang berkunjung untuk menjalin hubungan kerjasama dengan Negara monster yang Xi bangun, yaitu negara Asgar.


Di dalam ruangan tersebut, Jessi dan Jessica berbincang - bincang.


" Emil, Gunakan kekuatan itu untuk membimbing raja Asgar dengan cara yang menguntungkan negara kita. Gunakan kemampuan Classmu, Strategist. " Ucap Jessi kepada Emil. Perkataan itu, membuat Emil terkejut karena ini bukanlah hal yang mudah. Terlebih, negara Asgar berisi banyak sekali makhluk superior. " Yang mulia Lord of Death and Darkness, mungkin ia terlihat dingin dan tampan, tapi nyatanya dia masih anak kecil yang memiliki kekuatan besar saja. Ibu rasa dia tidak sepintar itu untuk mengendalikan penuh negara ini. " Lanjut Jessi.

__ADS_1


" Ta tapi... Ibu ini sangat berbahaya... " Ucap Emil dengan wajah yang berkeringat.


" Ta tapi, itu benar - benar sangat menakutkan yang mulia. " Ucap Knight Jessi yang ada di belakangnya dengan wajah yang penuh keringat.


Walau Jessi tahu kalau Lord of Death itu berbahaya, namun ia tidak ragu untuk menjalankan rencananya. " Berpikir kalau dia akan memanggil naga saat dia sedang marah, tapi, dengan satu atau lain cara ini sudah sesuai rencana. Saat ini, Mata Lord of Death terfokus pada perkembangan negara ini. " Ucap Jessi dengan santai dan anggun. " Dengan rencana ini, perang kita dengan kerajaan lain akan usai, aku akan mengubah peta dunia ini. " Lanjutnya sambil terseyum jahat. " Aku bersumpah akan melakukan nya dalam waktu dua tahun... " Lanjutnya sambil melihat peta pada dunia yang ia bawa.


Beberapa waktu kemudia, Yumiko datang keruangan dengan sangat anggun. Setelah masuk ke ruangan ia menyapa Ratu Jessi, lalu duduk di kursinya dengan anggun. Ratu Jessi memberikan berkas aliansi, kepada Yumiko saat itu, dan Yumiko pun membacanya.


Ratu Jessi juga menjelaskan tentang aliansi yang saling menguntungkan ini kepada Yumiko saat itu juga.


" ... Dan itulah inti dari aliansinya, bagaimana menurutmu? " Tanya Ratu Jessi dengan sopan kepada Yumiko yang ada di hadapannya.


Melihat Yumiko yang hanya diam saja, membuat ratu Jessi yakin kalau ini berjalan sesuai dengan rencana yang ia buat. Walau Yumiko terlihat anggun dan kuat, namun ia masihlah gadis kecil yang kurang pemahaman akan dunia politik.


" Aku mengerti, tapi... " Ucap Yumiko dengan santai, seketika sorot matanya menjadi tajam pada putri emil. " tentang Dokumen yang terlampir ini, Class milik Putri... " Lanjut Yumiko sambil menatap mereka dengan tajam.


Hal itu membuat mereka semua berkeringat karena pancaran kuat yang di pancarkan oleh Yumiko. Walau begitu, mereka berusaha untuk tetap tenang, dan tidak mengacaukan situasi mereka. Melihat ketenangan mereka, Yumiko menarik kembali auranya yang kuat itu.

__ADS_1


Melihat itu, Ratu Jessi menjadi tenang dan yakin kalau rencananya akan berjalan sesuai dengan rencana yang ia bangun. " Gadis ini... Menarik... " Ucapnya dalam hati sambil terseyum senang. " Dengan kemampuan nya saja, sudah cukup untuknya membuat negara lainnya menyerah, kalau ia menyetujui ini... maka negara ini akan berada di bawah kendali ku, dan aku bisa memanfaatkan kekuatan mereka semua sesai dengan keinginan ku. "


__ADS_2