
Dua hari berlalu dengan cepat, Kazuki selama dua hari pergi meninggalkan istana kini dia telah kembali.
Ia menghadap Xi saat kembali ke istana, menundukkan kepalanya memerikan rasa hormatnya kepada Xi.
" Kazuki, bagaimana? Apa kau sudah menemukan apa yang aku cari? " Tanya Xi kepada Kazuki.
Dengan nada yang sopan Kazuki menjawab. " Iya Xi - Sama, saya telah menemukan apa yang Xi - Sama cari. " Jawan Kazuki dengan sopan. " 2 mil jauhnya dari sini, terdapat sebuah kekaisaran yang di pimpin oleh manusia, dan kekaisaran itu memiliki bendera bulan emas persis dengan apa yang Xi - Sama pinta. " Lanjut Kazuki.
Mendengar jawaban dari Kazuki, Xi sangat puas karena ia menemukan tempat dimana orang yang pernah menyerangnya dari belakang saat itu dapat di temukan.
" Kerja bagus Kazuki, kau bisa kembali. " Balas Xi dengan ringan.
Di saat yang sama ia mengingat sangat jelas bagaimana Yumiko yang terluka sangat parah saat itu karena menahan serangan dari orang yang memiliki simbol bulan emas di pundaknya. Matanya di penuhi dengan niat membunuh yang menyalah - nyalah, seperti api yang akan membakar apa saja yang ada di hadapannya.
Di saat ia sedang mengingat kejadian itu, Yumiko datang menghampirinya, menenangkan Xi yang terlihat tampak tidak senang akan kejadian waktu itu.
" Xi " Ucap Yumiko dengan pelan, ia duduk di pangkuan Xi saat itu juga. Menenangkan Xi yang sedang dalam suasana tidak senang itu.
" Aku baik - baik saja sekarang, jadi tidak perlu di pikirkan lagi yang telah berlalu itu. " Ucap Yumiko dengan lembut sambil menyandarkan kepalanya di dada Xi.
Xi memeluknya dengan lembut, walau itu telah berlalu selama dua tahun, tapi baginya itu baru saja berlalu selama dua hari.
" Xi, bagaimana kalau kita pergi ke reruntuhan yang ada di belakang istana. " Ucap Yumiko sambil mengalihkan pembicaraan. Berharap Xi melupakan kejadian itu untuk sementara.
Xi menghelakan nafasnya " Baiklah, aku tahu kau tidak ingin aku melakukan hal itu sekarang, iya kan. " Ucap Xi dengan ringan.
" Untuk sementara saja. " Balas Yumiko.
" Oke, ayo pergi ke reruntuhan. " Ucap Xi yang setuju untuk pergi ke reruntuhan bersama Yumiko.
Mereka pergi ke reruntuhan melalui pintu belakang, meninggalkan istana dan pergi berduaan ke reruntuhan. Sesampainya mereka di depan pinti reruntihan kota kuno, mereka membuka pintunya perlahan.
Cahaya dari sihir menerangi jalan, terlihat hanya ada beberapa bangunan yang masih untuh di dalam sana. Banyak bagunan tua yang telah hancur, dan beberapa bangunan masih tetap berdiri kokoh, kususnya satu bangunan besar yang masih berdiri kokoh.
" Jadi... Ini reruntuhan kota kuno? " Tanya Xi. " Mau di bilang menjadi kota, tapi ini tidak terlalu luas. " Lanjutnya.
" Mau bagaimana pun, tempat ini sudah tidak di jama oleh manuisa lagi. Di lihat dari bagunan di bawa sana, sepertinya sudah lebih dari 3000 tahun. " Ucap Yumiko.
__ADS_1
" Kalau begitu ayo periksa apa yang ada di dalam sana. " Ucap Xi.
Yumiko setuju dan ikut masuk ke dalam bersama Xi. Beberapa bangunan yang masih berdiri di sana mereka periksa, dan tidak ada apa pun di dalamnya. Di sana benar - benar sudah mati, dan tidak ada lagi kehidupan.
Mereka memasuki bangunan yang paling besar, membuka pintu masuk tersebut dan masuk ke dalam. Di dalam sana terdapat banyak barang - barang lama, mereka menelusuri setiap ruangan yang ada, setiap ruangan berisi barang - barang yang berbeda, ada yang berisi sebuah kamar biasa, tempat senjata, ruang tamu, dll.
Sampai saatnya mereka di sebuah ruangan, dan ruangan itu adalah sebuah ruangan harta. Mereka membuka ruangan tersebut, dan di dalam sana terdapat banyak sekali emas batangan, perunggu, dan platinum. Serta beberapa artefak yang tersimpan di sana.
Ada sebuah kendi yang terbuat dari giok hijau, dan juga goik putih. Sebuah perisai yang terdapat sebuah simbol kota, dan beberapa gulungan tentang kota dulu, dan masih banyak lagi.
" Walau semua ini berharga untuk untuk sebuah negara atau semacamnya, tapi ini bukanlah sesuatu yang penting untuk kita sekarang. " Ucap Yumiko.
" Ya, di dalam ruangan penyimpanan juga sudah banyak. " Ucap Xi.
" Tapi... Bagaimana kalau reruntuhan ini kita jadikan tempat kita tinggal. " Ucap Yumiko kepada Xi.
" Lalu, istananya? " Tanya Xi.
" Istana terlalu mencolok, kita bisa gunakan tempat ini sebagak tempat untuk kita beristirahat. " Jawab Yumiko.
Pada akhirnya Xi setujuh untuk menjadikan reruntuhan kuno itu menjadi tempat tinggal mereka, ia menggunakan pasukan Shadownya dalam jumlah banyak untuk mempercepat penyelesaian perbaikan reruntuhan kota kuno.
Seluruh tanah di tanami bunga yang indah, membuat reruntuhan menjadi tempat yang indah dan rapi.
" Sekarang sudah selesai tempat ini menjadi sangat layak untuk di tempati. " Ucap Yumiko dengan senang.
Sementara itu, Xi memegang sebuah tas kecil yang berisi banyak beni. Itu adalah beni dari Guardian Forest yang ia dapatkan dulu, ia menyalurkan energi sihirnya kepada beni - beni itu, lalu menanamnya satu persatu mengelilingi bagunan besar.
" Xi apa yang baru saja kau lakukan? " Tanya Yumiko dengan penasaran.
" Hanya menanam sebuah beni saja. " Jawab Xi.
Walau begitu, Yumiko memeluk Xi dengan erat dan senang. Xi bingung kenapa tiba - tiba Yumiko memeluknya, tapi itu juga membuat dirinya senang.
Sambil memegang wajah Yumiko yang cantik dengan lembut, ia berkata. " Kau sangat senang hari ini, apa perlu aku melakukannya? " Ucap Xi dengan nada yang pelan.
Hal itu membuat wajah Yumiko memerah, lalu ia berkata. " Tidak, jangan... Jangan lakukan itu... " Ucap Yumiko dengan pelan dan manis.
__ADS_1
" Tentu... Karena ini saatnya untuk sedikit bersenang - senang. " Ucap Xi dengan mata yang merah menyalah, demikian juga Yumiko.
Waktu berlalu, di tempat menara kecil Guardian. Tempat itu seluruhnya telah membeku, berserta dengan isi - isinya, banyak sekali para Guardian yang mati karena membeku.
Di dalam menara seorang pemimpin menara kecil, telah tertusuk oleh sebuah es yang sangat tajam hingga menembus tubuhnya. Ia mati tanpa memberikan perlawanan yang berarti, dan orang yang menyebabkan semua Guardian mati di menara kecil, ia adalah Yumiko, dengan penampilannya yang anggun dan juga sangat cantik, ia mengalahkan semuanya tidak kurang dari 2 menit.
" Aku ingin pulang dan bertemu dengan Xi. " Ucap Yumiko meninggalkan tempat tersebut begitu saja.
Sementara itu di menara yang lain, sebuah menara kecil guardian terbakar hingga habis beserta isi - isinya. Api hitam yang begitu panas membakar semuanya, menembus zirah yang mereka gunakan, membakar sayap mereka hingga menjadi debu, dan membakar jiwa mereka hingga hancur.
Di waktu yang sama Xi mengalahkan semua Guardian dengan entengnya, bahkan pemimpin dari menara kecil tidak dapat bertahan lebih dari 5 detik di bawah panasnya api hitam milik Xi.
" Sungguh, tidak ada satu pun dari mereka yang ingin membuka mulutnya dimana guardian lord berada. " Ucap Xi dengan dingin, sambil berjalan keluar dari menara kecil. Setiap langkahnya mengeluarkan api hitam yang panas, membakar lantai - lantai menara itu.
Jaraknya yang sangat jauh dari istananya, ia dapat merasakan kehidupan yang tidak ia kenali. " Siapa orang itu? Kenapa dia mengawasi istanaku dari kejauhan. " Ujar Xi, tubuhnya di selimut kegelapan dan menghilang dari menara kecil itu.
Tak lama menara kecil itu meledak hingga tidak ada sisa sedikit pun. Ledakannya yang kuat membuat langit bergetar.
Di waktu yang sama, orang yang mengawasi istana Xi dari kejauhan. Ia merasakan ke hadiran yang tidak biasa di dalam istana itu, dan membuatnya tidak ingin maju lebih dekat lagi, ia menjaga jaraknya dari istana agar tidak di ketahui oleh orang kuat yang ada di dalam istana.
" Aku rasa satu bulan yang lalu tidak ada istana di hutan kematian, tapi sekarang muncul sebuah istana dan di dalam sana ada kehadiran yang sangat kuat. " Ucap pria itu yang telah memantau istana dari jauh. Ia adalah salah satu dari lima demon lord. Demon Lord Of Hell Flame Karaks.
" Aku akan pergi dari sini dan meberitahukan kepada yang lainnya. " Ucap Karaks sambil berbalik badan.
Namun saat ia berbalik badan, tepat di depan wajahnya, Xi sedang menatapinya dengan tatapan yang dingin. Ia sungguh terkejut karena ia sama sekali tidak dapat merasakan ke hadiran dari Xi.
Ia menjaga jarak dari Xi, wajahnya berkeringat. Ia sadar kalau orang yang ada di depannya bukanlah orang biasa, bahkan kehadiran dari kehidupan orang tersebut tidak dapat ia rasakan.
" Si siapa kau? " Tanya Karaks secara tidak sadar ia berbicara dengan gugup. ' Apa! Barusan... A aku ketakutan! ' Ujar karaks dalam hatinya.
Xi memandangi Karaks dengan dingin. ' Melihat dari kekuatannya, orang ini setingkat dengan monster yang aku hadapi saat di laut itu. Apa mungkin ia seorang demon lord? ' Gumam Xi.
" Aku utusan dari Guardian yang akan membunuhmu. " Ucap Xi dengan entengnya menggunakan nama Guardian untuk menyembunyikan identitasnya.
Karaks terkejut saat Xi mengatakan kalau dirinya utusan dari Guardian. ' Apa! Utusan guardian? Sejak kapan Guardian punya seorang utusan setingkat ini? ' Ujarnya dalam hati.
Di tangan kanannya, api berwarna merah membara. " Mati lah!! " Ucap Karaks sambil menyerang Xi dengan kekuatan api yang sangat panas.
__ADS_1
Serangan cepat itu mengenai Xi yang ada di depannya, saat ia menghentikan serangannya, ia merasa kalau Xi sudah mati. Ia menutup matanya lalu berkata. " Aku rasa aku terlalu berlebihan menilainya. " Ucap Karaks yang berpikir ia terlalu meninggikan kekuatan dari Xi, namun saat ia membuka matanya. Ia sangat terkejut melihat orang yang ia serang hingga tidak tersisa lagi dari tubuhnya, berada di hadapannya dan tidak mengalami luka sedikit pun.