LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 284


__ADS_3

( Menodai Terangnya Cahaya dengan Kegelapan Terdalam )


Panggung Dewa Cahaya di penuhi oleh cahaya yang sangat terang. Langit gelap berubah menjadi cerah, dengan warna biru menghiasi langit. Sebuah bola cahaya dengan kepadatan energi yang sangat besar, tampak bersinar terang seperti matahari.


Dengan tatapan jijik, Dewa Cahaya melemparkan bola cahaya yang tampak seperti matahari kepada Dewa Kematian Hitam. Bola cahaya melayang dengan sangat cepat, dan saat bola cahaya itu terbang, udara dengan sangat mudah teropotong olehnya.


Melihat itu, Xi tidak hanya tinggal diam saja. Ia juga menunjukkan kemampuannya. Sebuah bola hitam di selimut kekuatan kematian berwarna merah muncul untuk melawan bola cahaya yang melayang itu. Saat kemunculan bola hitam itu, langit dan bumi di buat bergetar kembali. Saat kemunculan bola hitam itu langit yang cerah berubah menjadi gelap kembali di iringi dengan gemuruh petir yang sangat mengerikan.


Kemunculan gemuru petir itu, membuat semua makhluk yang ada di dunia Kardial gemetar ketakutan. Mereka mengetahui gemuruh petir itu bukanlah gemuruh petir biasa yang di sebebkan oleh badai. Namun, mereka dapat menyadari kalau gemuruh tersebut berasal dari seorang Dewa yang sedang marah.


" Kau ini menerangi masa depan ini dengan cahayamu... Maka akan aku nodia masa depan kalian semua dengan kekuatan kegelapan terdalam yang akan memberikan rasa takut kepada kalian semua!! " Kata Xi dengan dingin.


Sebuah bola hitam di lemparkan oleh Xi. Kecepatannya sangat luar biasa, dan bola itu terbang ke arah bola cahaya. Saat kedua serangan itu saling bertabrakan, terjadi sebuah ledakan gelombang energi yang sangat besar. Sesaat kedua serangan itu bersatu, dan menciptakan sebuah ledakan yang amat dahsyat.


Sebuah ledakan yang menghancurkan daratan, mengetarkan langit, dan membuat setengan daratan dewa menghilang. Ledakannya sangat luar biasa, dan tidak memperdulikan apa pun yang ada di sekitarnya, akan di musnahkan tanpa terkecuali.


Pada saat yang sama, semua mata para Dewa tertuju pada dua serangan hebat yang di luncurkan oleh dua Dewa kelas atas. Ini adalah tabrakan terkuat antara keduanya, yang membuat para dewa lainnya hanya bisa diam tercengan saat melihatnya.


Di tempat yang sangat jauh, gelombang energi yang di hasilkan dari ledakan itu sampai ke tempat dimana Yumiko dan yang lainnya berada. Mereka semua hampir di hempaskan oleh kuatnya ledakan gelombang energi yang sangat kuat itu. Membuat mereka harus menggunakan kekuatan mereka untuk melindungi diri dari dampak ledakan tersebut.


Tampak di sana Yumiko, Asako, dan Yurika sangat khawatir saat melihat dahsyat nya ledakan tersebut. Yang ada di pikiran mereka saat itu hanyalah, apakah Xi akan baik - baik saja di bawah ledakan besar tersebut. Hanya itu lah yang mereka pikirkan. Mereka ingin sekali pergi ke sana untuk membantu Xi, khususnya adalah Yumiko yang sejak tadi khawatir kepada Xi yang bertarung melawan tiga Dewa terkuat sedirian.


Bersamaan dengan itu Melia yang menyaksikan ledakan dari kedua serangan tersebut hanya bisa diam dengab wajah yang penuh keringat. Dalam hatinya ia bergumam " Fluktuasi kekuatan dari tabrakan keduanya ini terlalu kuat aku bisa merasakannya langsung walau berada sangat juah dari lokasi pertarungan mereka... Dari tabrakan kedua serangan ini... Siapa yang akan bertahan... " Kata Melia di dalam hatinya sambil menyaksikan pemandangan yang sangat luar biasa.


Di tempat terjadinya ledakan tersebut, debu yang sangat amat tebal muncul akibat ledakan yang di hasilkan. Saking tebalnya debu - debu dari sisa ledakan itu, membuat jarak pandang berkurang sangat drastis. Serta menghasilkan kerusakan permanen yang amat besar, dan tidak mungkin untuk di perbaiki kembali seperti sebelumnya.


Di balik tebalnya debu itu, terdapat seseorang yang sedang berlutut di sana, dengan satu tangan menyentuh tanah.


" Uhuk... Uhuk... " Suara batuk dari sosok tersebut. " Argh... Ledakannya sangat kuat, lebih dari apa yang aku banyangkan... " Kata Dewa Cahaya dengan penuh luka di tubuhnya. Darah mengalir keluar dari mulut dan hidungnya. Seteguk darah pun ia muntahkan karena rasa sakit yang ia rasakan. Ia tidak dapat membayangkan tabrakan dari kedua serangan mereka akan menyebabkan dampak yang begitu mengerikan. " Kali ini dampaknya sangat besar... Energi sihirku menjadi terganggu karena ledakan barusan... " Lanjut Dewa Cahaya dengan suara lemahnya.


Dewa cahaya melihat telapak tangannya, tampak cahaya pada tangannya mulai meredup. " Cahaya ku sampai meredup, sepertinya aku tidak bisa menggunakan cahaya ku dalam waktu dekat... Energi ku sekarang hampir mencapai batasnya... Tapi, tidak mungkin ledakan seperti ini bisa membunuh Dewa Kematian Hitam karena orang itu terlalu tidak masuk akal. Meski dapat bertahan, tapi itu pasti telah berdampak besar kepadanya. " Kata Dewa Cahaya.


Ia menyipitkan matanya dengan dahi yang mengerut menatap ke arah depan. Tepat di depannya, terdapat sosok bayangan samar - samar. Perlahan sosol bayangan itu bergerak dekat dan semakin dekat ke arahnya. Saura langkah kaki dari sosok itu pun mulai terdengar dengan sangat jelas di telinganya.

__ADS_1


Sosok itu perlahan berjalan menghampiri dirinya, keluar dari balik debu yang tebal itu menunjuk sosoknya. Dan terlihat sesosok pria berambut hitam dengan tatapan sinis menatap dirinya. Dewa Cahaya sangat terkejut dengan kondisi pria berambut hitam itu, karena dari ledakan besar yang terjadi tadi, luka yang di derita oleh sosok itu hanya pada tangannya.


Tampak pada tangannya terdapat darah yang menetas ke tanah. Sosok itu berjalan mendekati Dewa Cahaya dengan tatapan dingin. Seketika, tanpa sadar tubuh Dewa Cahaya gemetaran. Dewa Cahaya pun bingung kenapa tubuhnya gemetaran tanpa henti.


" Apa... Tubuhku gemetar?... Ini, apa ini karena aku takut? ... Tidak... Tidak mungkin... Hanya karena itu aku takut kepadanya... " Kata Dewa Cahaya dalam hatinya. Sontak ia juga membayangkan kengerian dari Dewa Kematian Hitam yang sedang berjalan mendekati nya dengan aura membunuh yang sangat ganas.


Perlahan tanpa sadar, ia berjalan mundur kebelakang dengan kaki yang gemetaran. Ia dapat merasakan tekanan yang sangat kuat dari Dewa Kematian Hitam yang begitu mendominasi. " Aku benar - benar ketakutan oleh nya!!! " Kata Dewa Cahaya berteriak dalam hatinya.


Di pun berbalik dan berlari meninggalkan Dewa Kematian Hitam yang ada di dapannya saat itu. Dengan menggunakan kekuatannya yang tersisa, ia menyembuhkan dirinya dari luka - luka yang ia derita. Perlahan luka semua luka yang ia derita telah di sembuhkan oleh skillnya.


Dewa Cahaya lari terbirit -birit dengan wajah pucat penuh dengan keringat. Ia tidak bisa membayangkan rasa takut nya, ia tidak berani untuk menatap sosok yang ada di belakangnya sedang berjalan mengejarnya. Ia tidak berani untuk melihat apa pun selain kedepan untuk pergi.


Ia hanya bisa berlari dengan rasa takut, wajah pucatnya sangat aneh seperti penampakan orang gila yang trauma terhadap sesuatu. Sambil berlari, ia pun juga bergumam merenungkan sesuatu.


" Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Aku... Aku telah berusaha keras dan telah menjadi lebih kuat dari Dewa mana pun. Aku menciptakan Leogosaid lalu bergabung dengannya... Dengan kekuatan ini aku sudah menjadi lebih kuat. Dewa Terkuat seharusnya itu adalah aku. Seorang Dewa yang akan menjadi tuhan untuk dunia ini!! " Kata Dewa Cahaya dalam hatinya.


Saat ia baru selesai bergumam, sebuah ledakan aura hitam kemerahan yang sangat mengerikan mengintimidasi dirinya. Segerah ia melirik asal dari aura tersebut, saat ia melirik itu, ia melihat sosok seperti seekor naga yang amat besar akan menerkam dirinya. Melihat itu, ia pun bergumam lagi dengan mata yang terbuka lebar karena takut " Lari... Aku harus lari! Untuk bertahan hidup, aku harus lari! " Kata Dewa Cahaya dalam hatinya.


Di samping itu, Xi yang melihat Dewa Cahaya melarikan diri seperti anak ayam yang di kejar oleh seekor harimau. Ia hanya bisa memberikan tatapan jijik dan dinginnya secara bersamaan.


" Ohw, jadi dia sudah bisa menggunakan sihirnya kembali. Lukanya juga sembuh dengan sangat cepat, bahkan aku tidak memperkirakan kalau ia bisa melakukan hal tersebut. " Kata Xi dengan tenang. Sembari memandang Dewa Cahaya yang sedang terbang menjauh.


Xi mengangkat tangannya dengan santai, tampak energi hitam kemerahan menyelimuti tangannya. Dengan pandangan jijik yang mengarah pada Dewa Cahaya, ia pun melepas kemampuan nya. " Mamangnya kau ingin pergi kemana? " Kata Xi dengan dingin.


Di saat yang sama, Dewa Cahaya yang terbang dengan sangat cepat bergumam dengan wajah pucat penuh dengan keringat. " Aku harus cepat pergi sejauh mungkin! Aku harus buat jarak sejauh mungkin darinya... " Kata Dewa Cahaya dalam hatinya.


Namun, tanpa ia sadari sebuah cakar naga yang amat besar muncul tepat di atas kepalanya. Sebuah cakar naga yang amat besar itu jatuh dengan sangat cepat menimpanya, sehingga membuatnya terjatuh dan menghantam daratan dengan sangat keras, hingga membuat permukaan tanah di sekitarnya menjadi hancur.


Dewa Cahaya yang menerima hantaman yang amat keras itu, ia tergeletak di tanah dengan cakar naga menimpa dirinya. Seteguk darah ia keluarkam dari mulutnya, ia pun tergeletak tidak berdaya di tanah saat itu tanpa bisa menggerakan sedikit pun dari tubuhnya.


Dalam kondisi seperti itu, ia sudah tidak dapat melakukan apa pun lagi. Melihat seseorang berdiri di hadapannya, Dewa Cahaya sangat ketakutan saat melihat sosok tersebut. Yang mana sosok itu adalah Dewa Kematian Hitam yang sedang memegang sabit hitamnya yang amat tajam, dan di selimut aura hitam kemerahan yang amat mengerikan.


" Ini akhir dari mu Dewa Cahaya! " Kata Xi sambil mengacungkan sabit hitamnya tepat di depan wajah Dewa Cahaya.

__ADS_1


Mendengar itu, Dewa Cahaya sangat geram. Ia merapatkan kedua rahangnya secara bersamaan. Kebencian terhadapan Keluarga Arcadia sangat besar, karena dari berjuta - juta tahun lamanya, hanya keluarga Arcadia lah yang selalu menghancurkan segala upaya dan rencananya untuk menguasai dunia ini.


Dewa Cahaya menatap Xi dengan tatapan yang sangat membenci dan penuh dengan kemarahan. Walau ia tidak bisa melakukan apa pun sekarang, namun ia tidak menyembuhkan sedikit pun rasa kebenciannya itu.


Dengan mengerutkan dahinya, Dewa Cahaya dengan marah berkata " Kenapa kalian Arcadia selalu menjadi penghalangku? Dulu ayahmu yang menjadi musuh ku, dan aku harus menerima kekalahan sebanyak 1.000 kali!! Apa kah semua itu tidak membuat kalian puas setelah menginjak - injak harga diri kami? Tidak anak dan ayahnya, kenapa kalian memusuhi kami? Lalu kenapa kami tidak bisa menang? " Tanya Dewa Cahaya dengan sangat marah.


Selama ini, para dewa telah di permalukan oleh Dewa Kematian masalalu yang selali mengalahkan mereka di setiap peperangan. Rasa malu itu tidak pernah hilang dalam hati mereka semua, dan mengubahnya menjadi kebencian yang sangat mendalam. Saking bencinya mereka dengan Dewa Kematian masalalu, sampai - sampai mereka bertidak dengan sangat agresif setelah kematian Dewa Kematian.


Tidak satu pun Ras Naga Hitam yang mereka biarkan hidup di dunia ini, karena mereka sangat takut dengan kekuatan dari Ras Naga Hitam. Dewa Cahaya dulu menyatakan kepada semua pengikutnya, bahwa Ras Naga Hitam adalah ancaman terbesar untuk mereka. Ras Naga Hitam adalah iblis yang paling berbahaya jika terus di biarkan untuk hidup. Sehingga selama puluhan ribu tahun, Dewa Cahaya terus mengeluarkan perintah pemburuan iblis tanpa henti, demi meminimalisir ancaman yang akan datang kepada mereka nantinya di masa depan.


Hal yang ia khawatirkan dulunya sekarang telah menjadi kenyataan. Satu naga hitam yang masih bertahan hidup, kini telah kembali dengan kekuatan yang amat besar dan kini naga itu ada di hadapannya untuk membalaskan dendam kematian dari ayahnya dulu.


Dewa Cahaya marah dan menatap Dewa Kematian Hitam dengan tatapan jijiknya. Walau begitu, ia juga tidak bisa menyembuhkan rasa cemasnya yang nyawanya sedang ada di ujung sabit hitam itu. Seluruh tubuhnya gemetaran, seolah mereka sedang berbicara kepada Dewa Cahaya.


Mereka meminta Dewa Cahaya untuk pergi dan tidak mati di tangannya. Tidak untuk mati di bawah tajamnya sabit hitam kematian itu.


Dengan tubuh yang gemetaran Dewa Cahaya Bergumam " Bocah ini... Sejak dia muncul di dunia ini, di saat itulah rencana ku telah gagal. Aku tidak mendengar kan peringatan dari Dewa Perang untuk mencari b*jingan busuk ini setelah ia datang ke dunia ini, melainkan aku malah membiarkannya tumbuh hingga sampai semengerikan ini... " Kata Dewa Cahaya dalam hatinya.


" Di depan orang ini, kebijaksanaan ku hanyalah sebauh lelucon di matanya, kepintaran ku dan usaha kerasku yang mati - matian hanyalah sebuah hiasan di matanya. Itu membuatku Dewa Cahaya, raja dari raja para Dewa sangat tidak berdaya sekarang... Anak ini, sangat mengerikan ketika ia datang untuk balas dendam. Sejak awal dia datang kemari hanyalah untuk balas dendam!! " Lanjut Dewa Cahaya sambil menatap mata merah yang sangat mengerikan itu.


Mendengar ocehan Dewa Cahaya yang sangat berisik itu, Xi tersenyum tipis dengan senyuman dingin. Dengan mata merah menyalah, ia menanggapi Dewa Cahaya " Itu semua terjadi karena kau lemah dan bodoh! " Kata Xi dengan dingin.


Mendengar itu Dewa Cahaya tidak bisa berkata apa pun. Ia hanya bisa mengerapkan giginya, sambil menatap mata Dewa Kematian Hitam.


Sabit hitam terangkat di atas bahu kiri, Xi dengan mata merah menyalah mempersiapkan dirinya. Walau lawannya sudaj tidak berdaya sekali pun, namun tidak sedikit pun mata Xi kehilangan kefokusannya. Mata itu selalu fokus dan sangat berhati - hati pada musuh yang ada di hadapannya.


" Selamat tinggal! Bodoh! " Kata Xi. Ia menebaskan sabit hitamnya tepat pada kepada Dewa Cahaya. Dan pada saat itu, kepada Dewa Cahaya terpisah dari tubuhnya.


Setelah Dewa Cahaya mati, tubuhnya memancarkan sinar cahaya emas yang sangat terang. Dari dalam tubuhnya, keluar tiga kristal yang tadinya Dewa Cahaya gunakan untuk bersatu dengan Leogosaid, dan dengan ketiga kristal itu, Dewa Cahaya menadapatkan kekuatan besar. Ketiga kristal itu adalah Power of Light, Power of Holy, Power of Jughment. Tiga dari enam kristal power yang menyimpan kekuatan besar di dalamnya, bersama dengan tiga kristal lainnya yang berada di tangan Xi. Power of Abyss, Power of Demonic, Power of Destruction.


Ketika Dewa Cahaya menemui kematiannya, suara langkah kaki terdengar. Xi segerah berbalik dan mellihat siapa orang tersebut. Karena ia merasa keberadaan yang lebih berbahaya dari Dewa Raksasa mau pun Dewa Cahaya, dan lagi energi yang di rasakan, sangat berbeda jauh dari Yotggot.


" Sepertinya, kau sudah selesai berurusan dengan sampah itu... Hehehe " Kata sosok tersebut sambil tertawa.

__ADS_1


__ADS_2