
Negara Kerajaan Bersalju, pada malam hari suasana terasa sangat sunyi. Tidak ada satu orang pun yang beraktifitas pada malam hari kecuali mereka, orang - orang yang berjaga di altar alas perpindahan.
Sementara itu, Ratu Negara Kerajaan Bersalju, Ratu Elsia. Memimpin sejumlah pasukan berkuda menuju ke suatu tempat dengan kecepatan tinggi. Dengan kuda - kuda khusus yang berasal dari Area Bersalju, kuda - kuda itu dapat berlari dengan sangat cepat tanpa adanya hambatan dari salju yang di injaknya.
Terlihat sangat cepat, dan ringan. Telapak kaki dari kuda - kuda itu tidak sedikit pun menimbulkan jejak di jalan yang mereka lalui. Ini menjadi sangat baik dan menguntungkan untuk semua orang, tidak perlu khawatir atau pun takut jika ada orang - orang yang mengikuti mereka.
Dalam perjalanannya, Ratu Elsia mengingat kembali apa yang Xi katakan sebelumnya kepada dirinya sebelum Xi dan yang lainnya memasuki alas perpindahan, Xi mengatakan. " Empat hari mulai dari sekarang, mereka akan mulai bergerak menuju suatu tempat... Kota Suoto, mereka, Organisasi Gremory Switf akan menyerang kota itu. " Itu yang Xi katakan kepada Ratu Elsia.
Mendengar kabar itu Elsia tidak bisa tidak terkejut mendengarnya. Ia berpikir bagaimana Xi bisa mempunyai atau mendapatkan informasi mengenai Organisasi Gremory Switf yang akan menyerang? Bahkan untuk dirinya dan negara lainnya, pergerakan dari Organisasi ini sangatlah sulit untuk di prediksi. Kan tetapi, Xi memberitahukan kepadanya bawah mereka akan menyerang kota Suoto yang letaknya cukup jauh dari Negara Kerajaan Bersalju. Terlebih lagi, Xi mengatakannya kepada dirinya dengan percaya diri dan yakin, kalau orang - orang itu benar - benar akan menuju ke sana.
Bagi kelompok bandit atau pun kelompok penjahat, menyerang atau pun mengambil alih sebuah kota yang kawasanya cukup jauh dari kawasan kerajaan adalah mangsa empuk untuk mereka. Mudah untuk mereka menyerang dan mengambil semua yang ada di kota itu tanpa perlu khawatir pada malam penyerangan mereka, pihat kerajaan akan datang. Walau ada warga kota yang berhasil meloloskan diri dan memberitahukan semuanya pada pihak kerajaan, itu tidak berguna, karena sebelum pihak kerajaan sampai, kota tersebut pasti sudah di hancurkan, dan para penjahat itu akan pergi sebelum bala bantuan tiba. Sehingga ketika pasukan kerajaan tiba, mereka akan kembali ke kerajaan dengan tangan kosong.
" Entah kenapa ia bisa begitu yakin... Tapi, sekarang sudah tidak mungkin untuk kembali tanpa memeriksa ke adaan. Siapa yang tahu apa yanh dia katakan itu bisa saja menjadi kebenaran, dan jika itu memang benar, maka kami sangat beruntung dan kami pasti bisa menghentikan kekacauan yang akan di sebabkan oleh orang - orang itu. " Gumam Elsia dalam hatinya. Walau informasi tersebut datangnya dari Xi, orang yang putrinya, Yumiko sangat percayai. Tapi, Elsia dalam hatinya sebenarnya masih ragu dengan ucapan Xi. Meski begitu, walau ragu ia tetap memimpin pasukannya untuk memeriksa keadaan Kota Suoto. Setidaknya jika memang tidak terjadi penyerangan di kota Suoto, ia tahu kota itu aman dan baik - baik saja.
" Setidaknya aku harus memeriksanya terlebih dahulu. " Ucap Elsia dalam hatinya. " Tambah kecepatan, kita harus segerah sampai ke kota Suoto! " Teriak Ratu Elsia dengan keras kepada seluruh pasukannya. Ia meminta semua orang untuk menambahkan kecepatan berlari kuda mereka tuk akan lekas sampai di kota Suoto.
" YAAA! " Balas semua orang dengan serempak. Mereka pun menambahkan kecepatan berlari kuda mereka masing - masing sesuai dengan arahan dari Ratu Mereka.
Bulan berada di puncaknya, menunjukkan waktu telah menjadi tengah malam. Pada saat bulan berada di puncak, semua kuda yang di kendarai oleh Elsia beserta prajuritnya mendapatkan sebuah peningkatan dalam kecepatan berlari dan pemulihan stamina super cepat hanya dengan menyerap hawa dingin di sekitar, dan cahaya bulan penuh.
Berkat itu, kecepatan mereka semakin bertambah dan melewati padang salju yang begitu luas dalam sekejap. Tidak perlu waktu lama untuk mereka semua sampai di dekat dengan kota Suoto.
Dari kejauhan, Elsia melihat Kota Suoto yang baik - baik saja dan terlihat tidak ada masalah sedikit pun. Walau sudah memastikan keadaan kota baik - baik saja dari kejauhan, Elsia tidak percaya begitu saja dan lebih memilih untuk memeriksa keadaan kota dari dekat agar melihat situasi kota dengan jelas.
" Kami sudah sampai di kota Suoto dan sepertinya tidak terjadi sesuatu yang salah, kami yang terlalu cepat atau mungkin mereka belum sampai? " Ujar Elsia dalam hatinya sambil mengendarai kudanya menuju kota Suoto. Ia bertanya - tanya kepada dirinya sendiri, apakah orang - orang dari Organisasi Grimmory Swift belum sapai, atau sudah sampai tetap belum memulai aksinya.
Elsia tidak tahu itu, dan untuk mengetahuinya, Elsia perlu memeriksa itu dari dekat agar tahu lebih jelas.
BOOOOM!!
Sebuah ledakan terjadi di dalam kota bertepatan saat Elsia menyelesaikan gumamnya. Ledakan yang cukup kuat dari dalam kota itu dapat di lihat dari kejauhan, dan gelombang suaranya juga dapat terdengar dari tempatnya berada.
Asap dari ledakan tersebut menyebar dan beterbangan di langit, cipratan api menyebar di sekitar ledakan dan membakar apa pun yang ada di sekitarnya. Menyebabkan terjadinya kebakaran besar pada kota Suoto dan kebakaran itu masih terus merambat.
" Sialan!! Ternyata mereka sudah sampai terlebih dahulu. Tidak aku sangka ketika aku tiba akan langsung ada ledakan sebesar itu! " Ujarnya dalam hati, marah karena Organisasi Grimmory Swift membuat sebuah ledakan besar yang membuat kota bawahannya hancur, dan khawatir akan orang - orang yang tinggal di kota Suoto akan menerima perlakuan buruk dari orang - orang jahat itu.
" Tambah kecepatan dan mulai bersiap untuk bertarung! " Teriak Elsia dengan keras kepada seluruh pasukannya.
Seluruh pasukan bersorak keras sembari mengangkat senjata mereka.
" YAAAA! " Sorak keras semua orang.
Mematuhi perintah Ratu Elsia, semua prajurit bergerak memasuki gerbang kota. Mereka melihat adanya makhluk - makhluk aneh nan menjijikan berkeliaran di kota dan menyerang warga biasa. Semua prajurit memegang erat pedang mereka, menghampiri makhluk - makhluk menjijikan itu dengan kuda yang mereka kendarai, menebas mereka dan membunuh semua makhluk aneh tersebut hingga mati.
Namun, anehnya ketika mereka menyerang makhluk - makhluk tersebut. Bahkan setelah terbelah menjadi dua bagian sekalipun, makhluk - makhluk itu masih hidup. Bagian -bagian yang terpotong mulai di tumbuhi oleh daging, memulihkan dirinya dengan apa yang dimakannya, dan saat makhluk - makhluk itu pulih, ukuran mereka menjadi lebih besar dan menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
" Apa?... Apa - apaan ini... Mereka ini sebenarnya makhluk apa? " Ujar seorang prajurit yang terheran - heran melihat makhluk aneh yang baru saja ia tebas dan merasa sudah membunuhnya hidup kembali dan ukurannya menjadi lebih besar.
" GUAAAAR! " Makhluk itu berteriak kencang, membuat kuda yang di tunggangi oleh prajurit itu menjadi penik dan ketakutan, sehingga itu sulit di kendalikan dan membuatnya terjatuh.
" Argh... " ia terjatuh, dan kudanya pergi melarikan diri karena takut. Meninggalkan dirinya seorang diri di depan makhluk aneh tersebut. Namun, ia tidak putus asa, hanya karena kudanya lari bukan berarti nyawanya akan melayang.
Melihat ada sebuah tombak di dekatnya, ia segerah berguling menjauhi makhluk tersebut. Mencoba tuk menjaga jarak darinya sebentar dan mengambil tombak yang tergeletak di lantai sambil bersiap dengan memegang erat tombaknya.
BOOOM!
Angin es kencang melalui dirinya dan menghantam makhluk aneh tersebut. Saat terkena hembusan angin es itu, makhluk tersebut seluruh tubuhnya langsung membeku.
Karena es yang menutupi seluruh tubuhnya, membuat makhluk itu tidak dapat bergerak dan hanya dapat diam mematung. Berkat angin es itu juga api yang berada di sekitarnya turut padam.
Prajurit menyadari, angin yang baru saja berhembus tadi adalah kemampuan dari Ratu Elsia. Ia pun bersyukur karena Ratu Elsia dapat membentunya mengatasi makhluk aneh ini. Namun, es itu tidak bertahan lama, makhluk yang terkurung didalamnya memberontak dan mencoba tuk melepaskan dirinya dari segel es tersebut.
__ADS_1
Melihat makhluk itu sedang mencoba untuk membebaskan dirinya dengan menghancurkan es yang mengurungnya, prajurit tersebut segerah mengambil tindakan. Ia berlari ke arah makhluk tersebut, dan hendak menusukkan tombaknya kepada makhluk itu sebelum lepas.
Sebelum ia menusukkan tombaknya, ia melihat ada sebuah mata yang bergerak gerak di bagian perut monster tersebut. Prajurit itu tidak tahu apa itu, kenapa mata itu bergerak - gerak. Namun, ketika melihatnya dengan telitih, prajurit itu menyadari jikalau mata tersebut sedang memberikan perintah kepada anggota tubuh lainnya untuk menghancurkan es yang mengurungnya.
Ai tidak berhenti berlari, dan ia memegang erat tombaknya. Sambil berlari ke arah monster tersebut, ia berkata " Aku tidak tahu mata ap itu tapi, aku yakin itu adalah kelemahanmu! Matilah dasar makhluk menjijikan! " Teriak prajurit tersebut dengan keras, menusukkan tombaknya tepat pada mata yang terdapat di perut makhluk tersebut. Tombak itu menghancurkan mata tersebut, dan menembus tubuh makhluk aneh itu.
Seketika ketika mata itu hancur, makhluk tersebut berhenti bergerak. Dengan intinya yang mengendali seluruh tubuhnya hancur, makhluk itu pun mati di dalam kurungan es yang mengurungnya.
" Mati... Itu benar - benar mati... Jadi, mata itu adalah kelemahannya? Itu berarti... Selama intinya tidak hancur, makhluk aneh ini tidak akan mati. Dan untuk membunuhnya, kami harus menghancurkan intinya. " Gumam prajurit tersebut setelah selesai menghabisi makhluk yang membuatnya kerepotan. Mengetahui bahwa makhluk aneh ini memiliki kelemahan, ia pun bergegas pergi membantu yang lainnya untuk membunuh makhluk tersebut sembari membagikan informasi yang dia dapatkan setelah membunuh makhluk aneh itu.
" Aku harus cepat, sebelum keadaan semakin memburuk, aku harus memberitahukan ini kepada mereka semua! " Ucap prajurit itu bergegas pergi membantu rekan - rekannya.
Makhluk - makhluk yang terbentuk dari banyaknya susunan organ - organ tubuh dari berbagai makhluk ini bernama Chimera. Makhluk ini monster pembunuh yang sangat berbahaya, tujuan Organisasi Grimmory Switf membuat Chimera ini tidak lain adalah untuk membuat kekacauan. Khususnya adalah dengan memusnahankan seluruh kehidupan yang ada di dunia ini termasuk manusia dan monster, membuat mereka yang menciptakan Chimera ini menjadi penguasa mutlak di dunia.
Monster Chimera memiliki beberapa kemampuan unik, dan salah satunya adalah mereka dapat beregenerasi anggota tubuh mereka yang hilang dengan sangat cepat. Sehingga itu dapat menutupi luka yang mereka terima, dan membuat Chimera semakin sulit untuk di kalahkan. Terlebih lagi, Chimera juga tidak dapat merasakan rasa sakit, sebesar apa pun itu kerusakan yang mereka terima, tidak ada rasa sakit yang mereka dapatkan.
Chimera dapat tumbuh semakin kuat setiap harinya dan juga dapat tumbuh semakin besar sesuai dengan apa yang mereka makan, dan berapa banyak yang mereka makan. Semakin kuat Chimera, akan semakin banyak kemampuan yang mereka miliki. Makhluk ini sangat berbahaya, dan apa bila mereka terus berkembang dan semakin kuat, pada suatu waktu satu dari mereka dapat menjadi salah satu makhluk dengan eksistensi puncak layaknya Dragon Awakening.
Walau Chimera memiliki banyak kemampuan dan keunggulan, terdapat beberapa kekurangan yang dimiliki oleh semua Chimera, yaitu saat mereka terluka mereka akan bertambah kuat, namun jumlah energi yang mereka miliki akan berkurang sangat drastis. Itu karena, regenerasi Chimera tergantung berapa banyak persediaan yang mereka miliki, jika semua itu sudah habis maka Chimera tidak dapat beregenerasi kembali, sehingga itu akan mudah untuk orang - orang membunuhnya karena seiring berjalannya waktu Chimera itu akan semakin lemah.
Beberapa jam berlalu, dalam pengamanan kota Suoto, Elsia berhasil memukul mundur orang - orang Organisasi Grimmory Switf. Berkat ia dan seluruh pasukannya, semua Chimera dapat di kalahkan sebelum semua Chimera menjadi lebih kuat.
" Ratu, semua Chimera telah kita atasi, dan dari penyerangan ini banyak warga kota mengalami luka berat karena terkena serangan Chimera. " Ujar seorang prajurit datang melapor kepada Ratu Elsia.
Mendengar laporan dari prajurit itu, Elsia sungguh kesal, dengan Organisasi Grimmory Switf. Tindakan mereka sungguh kejam, bahkan mereka tidak pandang bulu melukai dan membunuh banyak warga tak bersalah.
Elsia mengepalkan erat tangannya, menahan rasa amarahnya karena sudah melukai warganya.
Sadar jika kemarahan ini tidak akan menyelesaikan masalah apa pun, Elsia kembali menenangkan dirinya, dan mulai bersikap dan bertindak layaknya seorang pemimpin.
" Lakukan perawatan dan pertolongan pertama kepada orang - orang yang terluka, khususnya warga biasa. Untuk para petualang yang ada di kota Suoto, sampaikan pesanku kepada mereka semua untuk membantu menolong orang - orang yang masih terjebak dalam reruntuhan bangunan, juga pinta mereka untuk tetap waspada akan serangan Organisasi Grimmory Switf selanjutnya. " Ucap Yumiko, berpesan kepada prajurit tersebut, dan ingin pesannya di sampaikan kepada semua orang dengan jelas tanpa adanya kekurangan dalam penyampaian tersebut.
Prajurit tersebut segerah berlutut dan menerima tugas yang Ratu Elsia berikan kepada dirinya. Ia memberikan hormat " Baik, Ratu. Kalau begitu saya izin undur diri. " Ucap prajurit tersebut dengan hormat. Setelah mendapatkan izin dari Ratu Elsia, ia pun pergi menjalankan tugasnya tuk menyampaikan pesan Ratu Elsia kepada semua orang.
" Kau dapat mengetahuinya... Kau tahu mereka akan datang ke sini malam ini, kai benar - benar hebat... Tapi, siapakah dirimu sebenarnya Xi? Kenapa kau bisa mengetahui semua ini? " Gumam Elsia dalam hatinya, memikirkan Xi yang dapat mengetahui rencana dari Organisasi jahat. Sekilas, keberadaan Xi membuatnya menjadi takut, namun melihatnya begitu dekat dengan Yumiko juga membuatnya senang. Akan tetapi, sesuatu hal yang pasti yang selama ini selalu ia pikirkan, yaitu untuk tidak membuat Xi menjadi lawannya. Jika hal tersebut terjadi, ia tidak tahu apakah dia dapat mengatasinya, tapi melihat duel yang ia saksikan dengan matanya sendiri, dan tekanan dari kekuatan Xi yang membuatnya sangat tertekan, Elsia ragu. Bila menjadi lawan Xi, ia ragu kalau ia bisa menang dan mungkin, negaranya juga akan runtuh.
" Kekuatan yang begitu kuat hingga memberiku rasa takut... Heh, sepertinya memang benar, generasi baru suatu hari akan melampaui generasi lama. " Ucap Elsia dengan pelan, setelah selesai mengatakan itu ia berbalik dan pergi untuk melihat kondisi dari orang - orang yang terluka pada penyerangan ini.
Hutan besar Green Forest, disana Xi masih berada di kediamam saudagar Rizel. Terdapat banyak barang - barang langkah yang terdapat didalam ruangan khusus. Walau terdapat banyak sekali barang langkah, tapi tidak satu pun dari sekian banyaknya barang itu menarik perhatian Xi.
Untuk Xi semua barang yang ada disana tidaklah berguna untuknya.
Sementara itu, Xi hanya menunjukkan ketertarikannya pada besi sihir yang saudagar Rizel bicarakan. Saat sampai di meja tempat besi sihir disimpan, Xi pun meminta kepada saudagar Rizel untuk memungkus semua besi sihir untuknya.
" Jumlahnya memang tidak banyak, mungkin itu karena materialnya memang sulit untuk di dapatkan. Tapi, sepertinya semua ini sudah cukup untuk membuatkan beberapa senjata untuk mereka. " Gumam Xi dalam hatinya, selain mengamati besi sihir, Xi juga melihat ke arah meja lainnya.
Tepat di meja sebelahnya terdapat empat jenis batu yang berbeda - beda, dan saat ia melihatnya, layar system muncul di hadapannya memberitahukan data dari ke empat batu tersebut.
[ Fire Stone : Batu sihir yang mengandung elemen api didalamnya. Fire stone biasanya digunakan oleh manusia untuk memperkuat sihir jenis api, dan dapat di gunakan untuk membuat senjata, dan aksesoris yang mengadung kekuatan api didalamnya. ]
[ Thunder Stone : Batu sihir yang mengandung elemen petir didalamnya. Thunder stone biasanya digunakan oleh manusia untuk memperkuat sihir jenis petir, dan dapat di gunakan untuk membuat senjata, dan aksesoris yang mengadung kekuatan petir didalamnya. ]
[ Earth Stone : Batu sihir yang mengandung elemin tanah/bumi, sering digunakan untuk membuat sebuah baju baja dan perisai. Yang mana jika baju baja dan perisai di gabungkan dengan Earth Stone, maka kekerasannya akan bertambah, sehingga tidak mudah untuk di rusak atau pun di hancurkan. ]
[ Water Stone : Batu sihir yang mengandung elemen air, digunakan oleh semua orang untuk digunakan pada aksesoris mereka guna mendapatkan perlindungan dari roh air yang tertidur di dalamnya. ]
Membaca keempat data batu tersebut, Xi memegang dagunya dan mulai berpikir. Selain Thunder Stone, ketiga jenis batu lainnya ia belum pernah melihatnya. Ia hanya pernah melihat salah satu anggota Caron menggunakan Thunder Stone sebagai jebakan yang dapat menghentikan pergerakan seekor Iblis Kambing darah beberapa detik.
Petir yang terkandung di dalam Thunder Stone ini cukup kuat untuk membunuh seorang manusia, tapi berbeda dengan monster. Mungkin akan ada beberapa jenis monster yang akan langsung mati jika tersambar oleh petir Thunder Stone, tapi untuk monster - monster yang kuat itu mustahil untuk langsung membunuhnya. Walau begitu, Thunder Stone masih berguna untuk melawan monster yang kuat, karena sambaran petir yang kuat dari Thunder Stone dapat memberikan efek negatif kepada para monster, yaitu Kelumpuhan sementara.
Bahkan jika efek kelumpuhan yang di terima itu hanya satu detik, tetapi, dalam sebuah pertarungan. Waktu satu detik itu sangatlah berharga dalam menentukan kemenangan dalam pertarungan.
__ADS_1
" Stone elemental ya? Ini juga barang yang bagus, ku ingat pedang Airis tidak mengandung elemen apa pun. Jika aku gebungkan stone elemental pada pedangnya, itu akan menambahkan kekuatan dari pedangnya... Hmmm menarik, akan aku beli semuanya. " Gumam Xi dalam hatinya, memikirkan bagaimana ia ingin menggunakan stone elemental, ia merasa akan ada beberapa perkembangan dalam kelompoknya.
Ketika sedang asik memikirkan sesuatu yang harus ia lakukan, saudagar Rizel datang menghampirinya dengan membawa peta yang Xi pesan sebelumnya.
Saudagar Rizel, membawa peta tersebut dengan gembira, karena ia senang melihat Xi yang sepertinya tertarik dengan barang - barangnya.
"Hohoho, sepertinya anda telah menemukan apa yang anda cari tuan? " Ujar saudagar Rizel kepada Xi.
Xi menjawab singkat sambil melihat peta pesanannya yang saudagar Rizel bawakan untuknya. " Ya. "
" Maaf membuatmu menunggulama, ini tiga peta pesananmu. Semua Bioma yang ada di Hidden Word lantai satu sampai tiga sudah saya gambarkan, ada juga beberapa wilayah yang saya tandai untuk anda, itu adalah tempat - tempat yang paling berbahaya yang seharusnya anda tidak boleh kunjungi, karena di wilayah - wilayah itu terdapat monster kuat yang menjadi penguasanya. " Ucap saudagar Rizel kepada Xi. Saudagar Rizel sedikit memberikan penjelasan kepada Xi, mengenai beberapa tempat yang ada di setiap Bioma yang ada di Hidden Word lantai satu hingga lantai tiga. Dan tentunya juga di hutan besar Green Forest, juga terdapat tempat berbahaya yang menjadi sarang monster - monster kuat.
Saudagar Rizel juga memperingati Xi untuk tidak pergi ke tempat berbahaya yang sudah ia tandai di dalam peta, saudagar Rizel takut bila Xi pergi kesana, ia akan kehilangan pelanggannya yang sangat berharga.
" ehmm, terimakasih peringatannya... Akan aku ingat baik - baik. " Balas Xi, ia berterimakasih kepada saudagar Rizel karena sudah mengkhawatirkannya.
Xi mengambil ketiga peta tersebut dari Rizel, kemudian, ia simpan ketiga peta tersebut didalam inventorynya. Saudagar Rizel yang melihat hal tersebut sudah tidak terkejut lagi, karena sebelumnya sudah melihat Xi mengeluarkan 20 potion dalam sihir ruangnya, seharusnya menyimpan tiga peta dalam sihir ruangnya bukanlah masalah. Dan apa yang saudagar Rizel pikirkan memanglah benar, memang tidak ada masalah untuk Xi menyimpan ketiga peta tersebut walau itu bukan didalam sihir ruang.
Melihat Xi, saudagar Rizel pun menanyakan barang apa saja yang ingin Xi beli, karena melihat Xi yang terlihat sedang menunggunya, saudagar Rizel merasa kalau Xi telah menemukan barang yang di carinya.
" Jadi tuan, apakah ada barang yang ingin anda beli ditempat ini? " tanya saudagar Rizel kepada Xi.
Mendengar pertanyaannya, Xi pun mejawab, " Iya, aku ingin semua Magic Steel ini, dan semua Stone Elemental ini. " Jawab Xi sambil menunjuk Magic Steel yang ada di atas meja, kemudian menujuk Stone Elemental yang terdapat di sebelah meja Magic Steel.
Saudagar Rizel terkejut tatkala mendengarnya. Karena Xi memborong semua besi sihirnya, jelas itu menjadi ke untung untuk dirinya. Kesampingkan soal stone elemental, magic steel lebih sulit untuk di dapatkan dan harga pasarnya juga lebih mahal dari besi biasa. Itu beberapa kali lipat dari besi terbaik yang ada di kota.
" Se semuanya? ... A baik akan saya kemas semua untuk anda. " Ujar saudagar Rizel menjadi gugup karena terlalu senang.
" Tidak perlu, kau hanya perlu menghitung semuanya. Dan aku akan langsung membayarnya. " balas Xi dengan santai, Xi berkata seperti itu karena menurutkan akan repot dan akan menjadi lebih lama jika menunggu tim saudagar Rizel mengemas material - material ini. Dirinya memiliki inventory, mudah untuknya menyimpan dan membawa material - material tsrsebut.
" Ah, baiklah... " Ucap saudagar Rizel. " Aku lupa kalau dia ini gak sederhana... " Gumamnya dalam hati dengan wajah yang berkeringat.
Saudagar Rizel segerah menghitung semua barang yang Xi beli, mulai dari magic steel kemudian Stone Elemental. Dari semua barang yang Xi beli, magic steel adalah yang paling mahal, karena harga dari satu bijinya saja bisa mencapai 1.000 koin emas. Dan karena ada lima belas buah magic steel di atas meja, itu sudah menghabiskan 15.000 koin emas.
Setelah selesai menghitung semuanya, saudagar Rizel memberitahukan kepada Xi jumlah yang harus di bayar dari membeli semua barang - barang yang sudah di borongnya.
" Tuan, total semuanya 17.439 Koin emas. " Ucap saudagar Rizel kepada Xi.
" Dari pembayaran potion yang tadi itu 20.000 Koin emas, 17.439 koin emas itu, potong jumlah koin emas dari pembayaran potionnya. " Balas Xi.
" Baik, akan saya lakukan. " Ucap saudagar Rizel. " Ehmm omong - omong tuan, saya yakin ada bukanlah orang sembarang, tapi
... Apakah anda tertarik untuk memiliki seorang budak? " Lanjut saudagar Rizel, ia bertanya kepada Xi apakah Xi tertarik untuk membeli seorang budak.
Saudagar Rizel ini seorang pedagang besar, tidak hanya senjata, herbal, material, yang ia jual. Tapi juga budak ia pun juga menjualnya.
Mendengar kata budak, Xi tidaklah begitu tertarik, melihat dirinya yang sekarang sudah cukup kuat, dan ia juga punya banyak bawahan yang kuat. Xi merasa memiliki budak itu hanya akan menjadikan beban untuknya. Sepengetahuannya, para budak itu biasanya hanyalah orang - orang lemah yang di pungut dari pinggir jalan, atau anak - anak yang di telantarkan oleh orang tua- nya. Atau pun anak - anak yang di jual oleh orang tua - nya karena tidak mampu merawatnya akibat kekurangan uang.
" A... " Saat Xi ingin berbicara, tiba - tiba muncul sebuah pesan dari system yang membuatnya berhenti berbicara. Karena di hadapannya ada saudagar Rizel, Xi pun berpura - pura bepikir untuk membaca pesan system.
[ Salah satu budak memiliki masalah dan dendam terhadap seseorang, bantu budak tersebut membalaskan dendamnya dan dapatkan hadianya ketika selesai ]
" Apakah ini Quest? " Ujar Xi dalam hatinya. Meragukan apa yang baru saja ia baca, karena itu tidak terlihat seperti Quest pada umumnya. Akan tetapi, karena ini berasal dari system, untuk mengetahui apa isi Questnya Xi harus menemukan budak yang dimaksud system terlebih dahulu.
Yang awalnya ia tidak berminat untuk membeli budak, karena ada suruhan dari system, Xi terpaksa mengubah pikirannya.
" Entah apa hadianya, dan akhir - akhir ini juga tidak ada Quest, aku harap hadianya cukup bagus. Ya, tapi aku tidak bisa berharap begitu banyak, soalnya ini sepertinya bukanlah Quest yang sulit. " Ucap Xi dalam hatinya. Walau mengharapkan bisa mendapatkan hadia yang bagus, tapi mengingat tingkat kesulitannya belum Xi ketahui, Xi pun tidak terlalu berharap untuk mendapatkan barang yang bagus.
" Hmmm, sepertinya itu cukup menarik, bagaimana kalau kau menunjukkan kepadaku apa yang kau punya? Jadi aku bisa melihat - lihatnya dan memilihnya. " Ucap Xi kepada saudagar Rizel. Ia meminta kepada saudagar Rizel, untuk memunjukkan tempat dimana para budak di simpan.
Mendengar Xi mengatakan itu, tentu membuat saudagar Rizel menjadi senang, ia pun tanpa basa basi langsung memimpin jalan dan menunjukkan tempat dimana para budak di simpan.
__ADS_1
" Mari ikut saya tuan, saya akan menunjukkan tempatnya. " Ucap saudagar Rizel dengan penuh semangat. Baginya, hari ini ia mendapatkan ke untungan besar.
Ia pun bersama Xi pergi dari ruangan, memuju ke tempat para budak di simpan. Lebih tepatnya tempat para budak di jual.