
( Mengangkat senjata untuk memenuhi keinginan tuan masing - masing )
Waktu terus berlalu dengan cepat, Xi dan yang lainnya telah berada cukup lama di dalam Kastil terkutuk itu menghadapi banyak sekali sergapan para undead yang berkeliaran di dalam. Dari luar Kastil itu terlihat sederhana dan tampak seperti tiga tingkat, namun di dalam, kastil itu sangat lah rumit. Di karenakan bagian dalam kastil itu bagaikan labirin yang sangat besar penuh dengan undead dan beberapa jenis monster lainnya yang berbahaya.
Dalam monster undead terdapat beberapa jenis yang telah mereka temui yaitu, Skeleton biasa, Skeleton Warrior, Archer Skeleton, Zombie, Ghoul dan beberapa monster jenis undead lainnya. Walau lebih kuat dari undead yang ada di luar kastil, namun semua orang dapat mengatasi setiap masalah yang mereka hadapi dengan mudah nya. Untuk sekelas monster undead itu bukanlah hal yang buruk untuk mereka.
Mereka terus bergerak bersama di dalam kastil lantai satu yang berbentuk labirin itu. Terdapat banyak jebakan di sana namun semua berhasil di hindari tanpa masalah. Dan berkat bantuan dari Maps pada system yang di miliki oleh Xi, membuat mereka dapat menjelajahi labirin tersebut dengan mudahnya. Sehingga tidak perlu waktu lama untuk mereka semua bertemu dengan bos lantai pertama di Kastil terkutuk.
Sebuah ruangan yang penuh dengan terkorang yang melayang - layang di udara. Sebuah singgasana yang megah di sana terdapat seorang wanita cantik yang sedang duduk manis menunggu kedatangan mereka. Terlihat dari wajah wanita itu sepertinya sudah sangat tidak sabar akan kedatangan pendatang baru yang beberapa tahun terakhir sudah tidak ada lagi orang yang datang ke Kastil terkutuk ini.
" Fufufufu, Akhirnya setelah sekian lama... Akhirnya ada orang yang datang ke tempat ini. Aku... Aku benar - benar sangat senang. " Ucap wanita cantik itu sambil bersikap manis. Mengangkat tangannya sebuah lingkaran sihir tercipta di permukaan lantai.
Aliran sihir mengalir berpusat pada lingkaran sihir itu, menghasilkan gelombang energi dalam jumlah besar. Sinar cahaya bersinar terang memunculkan sosok makhluk dari lingkaran sihir tersebut.
" Summon Golem! " Lanjut wanita itu. Ia mensummon sebuah Golem. Golem itu sangat besar dengan tinggi berkisar 4 - 5 meter. Memancarkan aura sihir yang luar biasa kuat dari tubuhnya, menatap sekelompok orang yang ada di hadapannya. " Sayang, bersenang - senanglah dengan mereka! Hahahaha! " Kata Wanita itu sambil tertawa. Memerintahkan Golem yang di Summonnya untuk menyerang kelompok petualang itu.
[ Boss Kastil Terkutuk lantai satu ] Nama : Vivian Sikiki. Class : Penyihir Hitam. Rank : A+. Level : 120. Exp : 230000.
Seorang penyihir hitam yang sangat kuat yang bersekutu dengan iblis untuk menyebabkan masalah besar 50 tahun yang lalu. Kehebatan nya dalam hal sihir tidak dapat di ungkiri lagi, dia sangat hebat kala itu bahkan hanya ada segelintir orang yang bisa melukainya. Membuatnya menjadi seorang penyihir yang sangat di takuti pada masanya.
Bersama dengan para iblis, ia berhasil meruntuhkan beberapa kota kecil mau pun besar. Kota - kota kecil yang di laluinya telah ratah dengan tanah, tidak ada satu pun orang yang berhasil bertahan hidup ketika menghadapinya. Namun, aksinya di hentikan oleh seseorang yang sangat luar biasa kuat.
Bukan seorang pahlawan dari salah satu pahlawan dunia. Namun seseorang yang sangat kuat hingga mempu membunuh semua pasukan iblis dalam hitungan menit beserta pemimpin. Semua iblis mati di bawah tajamnya pedang miliknya itu, hawa dingin selalu menyelimuti nya, menebaskan pedangnya tanpa keraguan dan menjadi pemenang dari pertarungan tersebut.
Kekalahan dari pertarungan itu membuat Vivian harus membayar harga yang mahal karena kegagalannya. Karena hal itu seorang Demon King memberikan nya sebuah hukuman yang berupa kutukan. Yang menyebabkan dirinya menjadi terjebak di dalam Kastil Terkutuk selamanya, dan menjadi salah satu Boss lantai dari kastil tersebut.
Golem yang di summon oleh Vivian setelah mendapatkan perintahnya, Golem itu langsung menyerang mereka semua. Mendaratkan pukulan pertamanya dengan kekuatan yang besar. Namun serangannya meleset dan menghancurkan permukaan tanah yang keras.
Daya hancur nya luar biasa, itu memberikan gelombang kejut yang mematahkan semangat seseorang ketika terkena. Namun, karena orang - orang yang ada saat ini adalah para elite yang kuat dan punya semangat yang membara, serta mental yang amat kokoh. Membuat gelombang kejut itu menjadi tidak berguna di hadapan mereka.
Zapdas dan Vind mengkombinasikan sihir mereka, menciptakan sebuah kekuatan yang dahsyat. Pusaran angin dengan gemuruh petir yang terus muncul tanpa henti menghantam golem tersebut. Membuat golem itu harus tersambar oleh banyaknya petir yang menyambar, dan terkikis karena tajamnya angin yang mengelilinginya.
Vivian di buat terkejut dengan kemampuan kombinasi tersebut. Itu benar - benar sangat hebat sampai - sampai membuat golem yang di summonnya langsung lenyap seketika dan hanya menyisakan kepingan - kepingan batu berukuran kecil.
" Lamanyan juga, jika mereka aku jadikan bidak catur ku, mungkin aku akan mendapatkan posisi yang lebih tinggi lagi di kastil ini... Hehehe aku jadi menginginkan mereka. Tidak! Aku harus menjadikan mereka bawahanku! " Kata Vivian dalam hatinya dengan senyum licik selebar iblis. Senyuman itu adalah senyuman dari seorang pemangsa yang licik.
Vivian merapalkan sihirnya, angin berhenti kencang dengan aliran sihir gelap mengelilingi dirinya. Sembilan tombak hitam muncul dalam kepadatan partikel yang luar biasa. Lingkaran sihir summon juga telah terbentuk lagi.
" Menyerah lah dan jadilah budak ku! " Ujar Vivian dengan keras. Sihir Summoningnya berhasil memanggil beberapa golem yang kuat dan lebih kuat dari golem yang sebelumnya.
Bersamaan dengan golem yang menyerang mereka, sembilan tombak api di lepaskan secara terpisah. Satu tombak api menargetkan setiap satu orang yang ada di sana. Akan tetapi, karena respons mereka yang baik, mereka dapat memanfaatkan tombak api yang tertuju pada mereka untuk menghancurkan golem yang di summon oleh Vivian.
Semua orang berlari menghampiri golem yang hendak menyerang. Sebelum golem menyerang, mereka melompat bersamaan dengan tombak api yang mengejar mereka menghantam para golem itu. Akibatnya, semua golem yang di summon oleh Vivian hancur karena serangannya sendiri.
" Kalau selambat itu sih aku bisa menghindarinya dengan mudah! " Kata Sanzun dengan bangga.
Itu membuat Vivian merasa terhina karena seseorang meremehkan kemampuan nya. Raut wajahnya berubah menjadi serius dengan urat - urat yang bermunculan di kepalanya. Menatap semua orang itu dengan tatapan yang tajam.
" Baiklah akan aku tunjukkan kemampuan terbaikku dasar para bedebah! " Ujar Vivian dengan mata melotot. Energi sihir dalam jumlah besar terpancar dari tubuhnya di iringi dengan niat membunuh yang sangat kuat.
Energi sihir yang terpancar dari Vivian sempat membuat perasaan tidak enak yang menusuk tubuh mereka. Itu sangat kuat, dan terasa seakan akan tubuh mereka telah di koyak - koyak.
Vivian yang serius mensummon sebuah bola api dalam skala besar, pancaran suhu yang panas membakar oksigen yang ada di sekitar. Membuat suhu di ruangan itu naik menjadi 43 derajat Celcius.
" Uh... Benar - benar panas! " Ucap Wind dengan tubuh yang berkeringat. Wind merilis skill nya, pisau angin yang tajam di lepaskan. Mengarah kepada Vivian yang sedang bersiap untuk melepaskan serangannya.
Akan tetapi, pisau angin yang di lemparkan oleh Wind seketika hancur sebelum mengenai Vivian. Itu di karenakan adanya sebuah barier yang melindungi Vivian ketika sedang mempersiapkan skill nya.
" Rasakan ini! Ledakan Api! " Ujar Vivian. Melemparkan bola api dalam skala besar ke arah mereka semua.
Dalam hal itu semua orang di buat bingung memikirkan sebuah cara untuk menghentikan serangan tersebut dalam pikiran mereka masing - masing. Namun, sebuah dinding kegelapan muncul di hadapan mereka semua. Menghalangi pandangan dan membuat serangan Vivian terlahap oleh kegelapan tanpa tersisa.
Semua orang terkejut termasuk Vivian. Ia tidak dapat percaya kalau serangannya terbaiknya dapat di hentikan. Bersamaan dia juga bingung dengan munculnya kegelapan yang melahap Ledalak Apinya.
" Siapa... Yang melakukan itu? Di antara mereka seharusnya tidak ada yang bisa menggunakan elemen kegelapan... Itu sangat lah langkah. Mungkinkah... Ada seseorang yang membuat kontrak dengan Roh Kegelapan? " Ujar Vivian dalam hatinya sambil menebak - nebak.
Dalam hal itu Vivian masih belum yakin dengan tebakkannya. Membuat kontrak dengan seorang Roh Kegelapan tidaklah mudah, apa lagi para Roh Kegelapan itu sangat sombong dan egois. Bahkan jika telah membuat kontrak saling menguntungkan pada Roh Kegelapan, itu juga belum bisa membuat seseorang memiliki kemampuan hebat yang dapat menelan serangan semacam itu. Kemampuan semacam itu hanya di miliki oleh para Roh Kegelapan peringkat atas. Selain Roh kegelapan peringkat atas tidak ada roh kegelapan lain yang bisa melakukannya.
Vivian semakin di buat bingung. Itu di karenakan dia tidak dapat merasakan keberadaan dari sesosok Roh Kegelapan berada di antara mereka. Membuatnya menjadi semakin pusing memikirkan semua itu. " Bagaimana bisa itu terjadi... Apakah tadi itu berupa sebuah skill? Tapi apakah ada skill semacam itu di dunia ini? Seumur hidupku aku belum pernah melihat kemampuan semacam ini kecuali hari ini... " Ucap Vivian dengan wajah penuh keringat. Dia di buat pusing tujuh keliling oleh pikirannya sendiri.
Sementara itu tempat yang tadinya berisik dengan banyak ledakan yang terjadi. Kini telah berubah menjadi sunyi karena kejadian tersebut.
Katashi melirik Xi, dia tahu orang yang membuat serangan Vivian menghilang adalah Xi. Di antara mereka semua yang ada di tempat ini, hanya Xi lah yang memiliki kemampuan seperti itu. Tidak ada orang lain di antara mereka yang memilikinya.
Xi hanya diam di tempat sambil memandang i Vivian yang frustrasi. Menghelakan nafasnya, ia terlihat kecewa dengan boss lantai pertama di Kastil terkutuk ini. Pasalnya ia benar - benar sangat tidak tertarik untuk menghadapi Vivian. Baginya, Vivian bukan lah lawan yang mengharuskan dirinya turun tangan menghadapinya.
Melihat Xi yang terlihat bosan dan tidak tertarik untuk melawan Vivian, Katashi pun berkata " Kak, kau bisa menyerahkan yang di sini kepada kami. Kau lanjut saja ke lantai selanjutnya, sepertinya bos di lantai ini tidak menarik perhatian mu sama sekali. " Ucap Katashi kepada Xi.
Xi menghela lalu berkata " Kau benar... Ini benar - benar membuat ku bosan. Aku pikir bos nya cukup kuat tapi, ini sedikit mengecewakan... Haaaa.... " Ucap Xi dengan sedih. Seorang bos dari dungeon yang sangat merepotkan dan melikak likuk ternyata tidak ada bedanya dengan yang ada di luar sana. Itu membuat nya sedikit kecewa dengan dungeon Rank A ini.
Sambil tertawa canggung, Katashi membalas " Hahaha... Begitu kah? Aku rasa di sini bukanlah musuhnya yang lemah tapi kau saja yang terlalu kuat kak. " Ucapnya.
Xi pun hanya bisa menanggapi perkataan Katashi hanya dengan raut wajah datarnya. Apa yang di katakan oleh Katashi itu tidak sepenuhnya salah. Tidak, tapi yang di katakan oleh Katashi adalah sebuah kebenaran. Bukan musuh yang lemah, tapi Xi lah yang sudah terlalu kuat untuk menghadapi ancaman seperti ini. Sehingga itu tidak sedikit pun merasakan adanya ancaman dari musuh yang dapat membuat semangat nya membara.
" Kalau begitu kami duluan. Aku serahkan yang di sini kepada kalian. " Ucap Xi berjalan pergi. Bersama dengan Airis dan Astia, mereka pergi ke lantai selanjutnya yakni lantai dua. Tempat yang akan di penuhi oleh monster yang lebih kuat dari lantai satu.
Vivian tersenyum lebar melihat jumlah musuh yang akan di hadapinya menjadi berkurang. Ia kini sudah tidak takut lagi dengan orang yang dapat melahap serangannya. Pemuda berambut putih yang terus di perhatikan olehnya sangat laj tidak normal. Jumlah energi sihir yang di miliki oleh pemuda itu sangatlah luar biasa besar, bahkan dirinya tidak dapat mengukur seberapa besar itu. Dan itu juga berlaku untuk dua orang wanita cantik yang bersamanya, kedua wanita itu tidaklah kalah kuat dengan pemuda berambut putih.
" Sungguh bodohnya kalian memberikan orang - orang kuat yang dapat membantu kalian pergi. Kekeke, dengan begini aku tidak perlu khawatir lagi, aku bisa membunuh kalian semua sekarang! " Ujar Vivian. Mensummon beberapa golem lagi untuk di jadikan penyerang, serta beberapa monster Armor Knight yang sangat kuat.
" Kau begitu percaya diri mengatakan itu, padahal tadi kau sangat frustrasi. " Balas Katashi sedikit mengejek Vivian.
Vivian gemetaran mendengar itu, ia sangat malu untuk mengakuinya. Vivian menatap Katashi dengan tatapan mata yang tajam penuh dengan niat membunuh.
" Bocah, kau terlalu sombong padahal kau tidak ada apa - apanya di bandingkan mereka bertiga. Ya itu tidak masalah karena mulai sekarang kalian akan menjadi makanan para undead!! " Ucap Vivian dengan marah sambil menatap Katashi dengab tajan sampai matanya memerah.
Semua undead yang berada di lantai satu serta yang ada di luar Kastil. Mereka semua berjalan berbondong - bondong menuju ke ruangan boss lantai satu untuk memenuhi panggilan dari Vivian selaku bos lantai santu Kastil Terkutuk.
Undead yang hampir sampai di ruangan bos sudah mulai terlihat, dan jumlah dari para undead itu sangat lah banyak. Banyak sekali dan mungkin jumlahnya lebih dari 1.000 undead yang akan sampai sebentar lagi.
Ketika melihat jumlah undead yang datang, mereka semua hanya bisa terdiam sambil tercengang. Itu bahkan lebih banyak dari apa yang bisa mereka bayangkan.
Sementara itu Vivian tertawa kegirangan melihat orang - orang yang tadinya sombong dengan penuh kepercayaan diri hanya bisa berdiri terdiam sampai membeku ketika melihat banyaknya bala bantuan yang di panggilnya.
" Hahahaha! Sekarang kemana perginya kepercayaan dirinya kalian yang tadi? Apakah kalian mulai menyesalinya? Hahahaha! " Ucap Vivian sampai kegirangan.
Belum lama di tinggal oleh Xi, Katashi telah menghadapi situasi yang sulit. Bahkan ia bingung untuk mengambil keputusan untuk menghadapi para undead yang datang serta Vivian bersama Golem dan Armor Knight nya.
Ketika Katashi dalam situasi yang sulit dan penuh dengan kebingungan. Dari masing - masing bayangan mereka, muncul sosok hitam yang sangat banyak hingga memenuhi ruangan. Sosok - sosok hitam itu memancarkan energi sihir yang sangat mengerikan dan sangat mengintimidasi.
Vivian yang menyaksikan kedatangan makhluk - makhluk hitam itu sangat terkejut. Karena satu dari makhluk - makhluk hitam itu lebih kuat dari para undead yang menjadi bala bantuannya.
" Apa - apaan itu... Monster Beast, serangga, dan juga Knight... Bahkan ada beberapa penyihir... Mereka ini apakah makhluk summon? Tapi aku tidak ada orang yang bisa mensummon makhluk sebanyak ini yang lebih banyak dari ku! Ini benar - benar tidak masuk akal... " Ujar Vivian dalam hatinya. Wajah nya penuh dengan keringat ketika melihat banyaknya jumlah makhluk summon memenuhi ruangannya.
Sementara itu, Katashi yang melihat ada banyak sekali prajurit hitam bersamanya, ia sadar kalau mereka semua adalah pasukan milik Xi. Katashi bisa yakin kalau mereka bawahan dari Xi karena sebelumnya ia pernah melihat makhluk - makhluk ini ketika menghadapi para iblis yang melanda negara Hallnas.
" Benar - benar tidak terduga... Mungkin kah dia sudah tahu kalau bos monster akan memanggil pasukannya untuk membantu nya, sehingga ia menempatkan beberapa pasukannya di dalam bayangan kami. Kak Xi benar - benar sangat bijaksana, dia tahu segala hal yang akan musuh lakukan kepadanya. " Ucap Katashi dalam hatinya dengan penuh kekaguman, ia tidak pernah bosan untuk mengagumi kehebatan yang selalu Xi tunjukkan.
Dalam barisan pasukan kegelapan itu, terdapat kelompok Combate Maniac yang terdiri atas Bans, Mooria, Kirara, Kara, Kuga, Ero, Gana. Mereka memimpi sebagai besar pasukan kegelapan untuk membantu Katashi dan yang lainnya untuk menghadapi para undead yang akan datang. Sedangkan di kelompok lainnya terdapat pasukan Beast yang akan membantu Katashi menghadapi bos lantai pertama beserta pasukannya. Para pasukan beast kegelapan itu di pimpin oleh Beastking yang terdiri dari Claw, Fang, Gading. Ketiganya bukanlah Beast yang lemah, melainkan mereka sangat kuat.
Pasukan kegelapan yang di pimpin oleh Combate Maniac bergerak maju menghadapi para undead yang berdatangan. Pertarungan dalam jumlah yang sangat banyak itu layaknya perang pada masa kuno yang hanya menggunakan senjata seperti pedang, tombak, gada, palu, perisai.
Pasukan kegelapan dengan mudahnya menjatuhkan banyak sekali undead yang berdatangan. Sehingga itu sangat membantu Katashi dan yang lainnya dalam menghadapi Vivian. Dengan adanya pasukan kegelapan yang menjadi dinding yang tidak bisa di lewati oleh para undead, Katashi dan yang lainnya bisa fokus untuk menghadapi Vivian beserta bawahannya.
" Sepertinya bala bantuanmu memerlukan waktu yang sangat lama untuk melewati penghalang itu. Aku sudah bosan menunggu, jadi ayo kita selesaikan ini. " Ucap Katashi dengan penuh kepercayaan diri. Mengangkat perisainya, menghunuskan pedangnya pada Vivian yang masih tercengang melihat kehebatan dari pasukan kegelapan.
Sementara itu Vivian masih di buat terkejut oleh kemampuan dari pasukan kegelapan yang sangat tidak masuk akal. Dari kejauhan dia sangat jelas melihat jika beberapa pasukan kegelapan itu telah di hancurkan oleh para undead, namun mereka dapat bangkit kembali dengan ke adaan utuh. Itu seperti mereka tidak bisa mati, atau lebih tepatnya adalah abadi.
" Mereka dapat beregenerasi? Sangat jelas tubuh mereka ini hanyalah makhluk spiritual, tapi kenapa mereka bisa memberikan serangan fisik pada lawannya? Bukan kah roh tidak bisa memberikan luka fisik pada makhluk dengan tubuh material? Sejauh yang aku tahu dan aku pelajari, roh hanya bisa menggunakan elemen sihir untuk menyerang musuh... Tapi apa yang aku saksikan saat ini, itu benar - benar menentang hukum dunia... Ini benar - benar tidak normal! " Kata Vivian dalam hatinya. Seketika wajahnya pucat melihat semua itu. Sesuatu yang tidak masuk akal dan tidak pernah ada di dunia ini muncul di hadapannya berkali - kali. Itu seperti dia mendapatkan sebuah berkah dari dewa, namun berkah itu tidak tertuju kepada dirinya, melainkan orang lain. Ia hanya di jadikan saksi dari sebuah kekuatan yang menentang hukum dunia.
" Kemana kau melihat? " Ujar Katashi. Tiba - tiba muncul di hadapan Vivian tanpa di ketahui. Menebaskan pedangnya dengan sangat kuat dan cepat untuk menyerang Vivian.
Dengan refleks yang cepat, Vivian berhasil menahan serangan Katashi dengan sihir pertahanan yang di rapatkan secara cepat. Tidak mungkin itu secara instan. Barier sihir menahan tebasan pedang Katashi, setelah berhasil menahannya, Vivian melompat mundur kebelakang. Mencoba untuk mejaga jarak antara dirinya dan Katashi. Itu di lakukan olehnya karena dia sadar dia tidak mungkin bisa menang bertarung menghadapi Tanker dalam jarang sedekat itu.
Pertarungan pun terus berlanjut dengan Katashi yang membuat Vivian sangat kerepotan. Semua serangan sihir dari Vivian dapat di tanah oleh Katashi tanpa kesulitan, di samping itu gelom dan Armor Knight yang di summon oleh Vivian telah di kalahkan oleh pasukan kegelapan.
Sementara itu di lantai dua. Jumlah undead di sana lebih banyak dari di lantai satu, namun dengan ruangan yang lebih sederhana. Pada lantai dua berupa sebuah area seperti lapangan yang penuh dengan makam. Di antara para undead, terdapat seorang undead penyihir yang mempunyai jumlah energi yang besar.
" Jadi... Dia kah bos lantai dua? Benar - benar jumlah energi yang besar. Dia jelas berbeda dengan si Vivian itu. " Ujar Astia. Semua itu di tuju kepada seorang necromancer, yang seluruh tubuhnya hanyalah tulang tanpa daging sedikit pun. Perupawakannya layaknya seorang penyihir hitam pada umumnya, memakai sebuah jubah hitam dengan sebuah kepala gagak berada di bahu kanannya.
__ADS_1
Sosok itu merupakan eksistensi yang mengerikan berbahan di kastil terkutuk.
[ Nama : Yanzams ] Rank : A Spesial. Level : 120. Exp : 1.000.000. Class : Necromancer. Ras : Undead Lich.
Kabut tebal menutupi pandangan, tanpa mereka sadari para undead telah mengapung mereka bertiga dari segala arah dan menutup sejumlah jalan keluar dari lantai dua.
Yanzams menyambut kedatangan ketiga petualang itu dengan sebuah tawa yang menyeramkan sambil berkata " Hahahaha! Seperti ada tamu tidak di undang yang datang. Aku menyambut kedatangan kalian bertiga wahai petualang! " Ujarnya dengan melepaskan aura yang mengerikan dari tubuhnya. Aura ungu menyebar dengan sangat cepat menusuk tubuh ketiga orang itu. Itu adalah tanda dari intimidasi yang di berikan oleh Yanzams.
" Sungguh aura yang mengerikan! Sepertinya dia sangat mendalami sihir hitam. " Ucap Astia.
Yanzams mengulurkan tangannya dan menembakkan sebuah serangan yang berupa sebuah bola aura. Itu adalah sebuah skill sihir penyerang yang memanfaatkan aura miliknya mengubahnya dalam bentuk sebuah bola.
Bola aura dengan cepat melayang ke arah mereka bertiga. Dari itu Airis berjalan maju ke depan untuk menghentikannya. Memegang pedangnya dengan erat, lalu menebaskannya.
BOOM! Ledakan terjadi akibat bola aura yang di tebas oleh Airis. Ledakan itu menghasilkan gelombang kejut yang cukup kuat, hingga membuat beberapa undead yang ada di sekitar pun juga terpengaruh oleh ledakan tersebut.
Akibatnya beberapa undead yang lemah terhempas dari tempat mereka berpijak. Hingga menghantam permukaan tanah dengan keras hingga mereka hancur.
" Tadi itu berbahaya... Aku rasa orang selain kita jika terkena itu akan mati. " Ucap Xi. Walau berhadapan dengan seorang musuh yang kuat, Xi tetap mempertahankan ketenangannya.
" Yang satu ini berbeda dengan Vivian. Kalau dia ikut bersama ku, aku rasa itu akan menjadi bantuan yang sangat besar. Aku harus membuatnya menjadi pelayanku. " Lanjut nya dalam hatinya. Setelah menyaksikan kemampuan Yanzams, Xi tertarik untuk menjadikam Yanzams sebagak bawahannya.
" Airis, apa kau bisa mengalahkannya? " Tanya Xi kepada Airis.
Dengan percaya diri Airis menjawab " Tentu Xi - Sama. Aku bisa mengalahkannya. " Jawabnya.
" Kalau begitu baguslah, kalahkan dia tapi jangan di bunuh. Aku ingin dia menjadi bawahanku. " Pinta Xi kepada Airis untuk mengalahkan Yanzams.
Pedang di pegang dengan erat, memasang kuda - kuda siap menyerang. Airis melesat ke arah Yanzams dengan kecepatan tinggi, dalam sekejap ia sudah menutupi jarak antara dirinya dan Yanzams. Pada jarak itu seorang Necromamcer tidak akan bisa menghindari serangannya. Airis pun menebaskan pedangnya dengan sangat cepat kepada Yanzams.
Akan tetapi, sebuah bunyi yang kuat karena sebuah benturan terdengar. Seseorang dengan pakaian usang berhasil menghentikan serangan Airis yang di lancarkan kepada Yanzams. Dengan tombak nya yang sudah tua dan rapuh, orang itu berhasil menghentikan tebasan pedang yang sangat cepat. Bahkan tombaknya yang sudah tua pun tidak sedikit pun menunjukkan tanda akan hancur.
Seorang undead yang tubuhnya di tutupi oleh armor besi yang sudah usang, memberikan tatapan yang sinis ketika menghentikan tebasan pedang Airis.
Airis di buat terkejut karena ada undead kuat yang dapat menghentikan tebasan pedangnya. Itu membuatnya merasa kagum dengan undead tersebut. Segerah ia membuat jarak dari undead tersebut dan mundur ke belakang. Bersamaan dengan itu, tembakan beruntun di lancarkan oleh Yanzams kepada Airis.
Beruntung nya saat itu Airis melompat mundur sehingga membuat semua serangan dari Yanzams meleset dan hanya mengenai tanah.
" Ada undead yang bisa membaca pergerakan ku ya... Aku rasa dia bukan Knight abal - abal ketika masih hidup dulu. " Ucap Airis dalam hatinya.
Undead Knight yang memiliki tubuh busuk dengan sedikit daging itu, masih memiliki kekuatan yang luar biasa. Yang mampu mengungguli seseorang yang masih hidup.
[ Nama : Souh ] Rank : A+ Level : 120. Exp : 56.550.2. Class : Death Knight. Ras : Death Knight.
" Wuahahaha! Walau kalian makhluk yang tidak tahu diri. Akan aku tunjukkan kepada kalian rasa takut yang amat mengerikan! " Ujar Yanzams dengan mata yang bersinar menyala dengan kobaran api hijau.
Semua orang memperhatikan sekitar mereka yang telah di penuhi dengan undead. Terutama Airis, ia terus memerhatikan Souh yang merupakan seorang undead knight yang paling berbahaya di bandingkan undead yang lainnya.
" Deaht Knight itu tidak bisa aku remehkan. Death Kinght dan para undead lain, semua berada di bawah perintah orang itu... Jika aku bisa menghentikan dia, semua ini akan... " Dalam hatinya Airis berbicara. Namun belun selesai ia berbicara, sebuah serangan yang sangat cepat mengarah kepada dirinya. Dengan sigap Airis menarik pedangnya dan menebas sesuatu yang melayang ke arahnya.
Suara hancurnya tulang karena tebasan yang kasar terdengar. Itu adalah tombak yang terbuat dari tulang - tulang yang ada di sekitar. Dan semua itu adalah ulah dari Yanzams.
Baru selesai ia berurusan dengan tombak - tombak yang di lemparkan oleh Yanzams. Sesuatu yang amat besar berlari ke arahnya, lalu menyerang dirinya dengan ganas. Cakarnya yang kuat menghancurkan permukaan tanah hanya dalam satu serangannya.
Airis menghindari serangan dari makhluk tersebut dengan melompat ke udara. Melihat keseluruhan bentuk dari makhluk itu, makhkul tersebut adalah seekor beruang yang sangat besar. Sebelum beruang itu berbalik dan menyerangnya lagi, Airis menebaskan puluhan tebasan pada beruang tersebut. Semua tebasan itu mengenai beruang itu dengan telak tanpa satu pun dari tebasan itu dapat di hindari.
Seketika tubuh beruang besar yang terlihat kuat itu langsung hancur berkeping - keping.
Setelah beruang itu hancur berkeping - keping, Airis mendarat di daratan dengan mulus. Sembari itu ia juga berkata " Tidak aku sangka di sini juga ada beruang Zombie juga... Tapi sepertinya dia bukan beruang Zombie sembarangan. " Ucap Airis menyarungi pedangnya.
Beruang Zombie yang telah di cincang oleh Airis, setiap bagian - bagian dari tubuhnya yang terpisah, darahnya yang berserakan, Kian bergerak dan bersatu kembali seperti semua secara perlahan.
Beruang Zombie itu memiliki sebuah skill yang bernaga Regenerasi. Yang mana dapat mengembalikan atau pun menyambungkan bagian - bagian dari tubuhnya yang telah terpisah atau pun yang telah hancur.
Kini beruang itu sudah pulih kembali seperti sebelumnya, bagian - bagian tubuh yang sebelumnya terpisah telah tersambung kembali seperti semula.
" Dia bisa regenerasi bahkan setelah aku cincang seperti itu... " Ucap Airis dalam hatinya yang sedikit terkejut dengan kemampuan dari beruang zombie. " Jadi dia monster Undead tingkat tinggi juga, Beruang Undead! " Lanjut Airis. Menatap beruang Undead yang berdiri tegak di hadapannya.
[ Beruang Undead ] Rank : A+. Level : 110. Exp : 24.222.3.
Monster undead yang memiliki kemampuan ketahanan terhadap kematian adalah undead yang sangat berbahaya. Selain sulit untuk di kalahkan, monster jenis ini juga dapat terus beregenerasi tanpa henti sampai musuh yang di hadapinya mati.
Di hadapan monster - monster yang kuat, tidak sedikit pun Airis menunjukkan rasa takutnya. Melainkan ia menjadi lebih semangat lagi untuk bertarung menghadapi monster - monster itu.
" Majulah dan akan aku potong kalian hingga berkeping - keping! " Ucap Airis sambil tersenyum. Energi sihir dalam jumlah besar terpancar dari tubuhnya. Dan itu memberikan terkanan kepada undead yang ada di sekitarnya.
Banyak undead yang tertekan karena kuatnya tekanan sihir yang di hasilkan oleh Airis. Namun, untuk ketiga undead yang ada di hadapannya, mereka tidak bergeming sedikit pun ketika energi sihir yang dahsyat menusuk tubuh mereka.
" Tenanglah Airis, jiwa dari Beruang Undead tidak ada dalam tubuhnya. Mau kau cincang mereka sampai satu juta potongan pun tidak akan membunuh mereka. Aku yakin dirimu yang tenang pasti dapat merasakannya juga. " Ucap Astia. Dengan lembut meminta kepada Airis untuk tenang dan tidak gegabah. Walau Rank mereka berdua ada di atas ketiga makhluk itu, tapi nyatanya kekuatan mereka tidak lah berbeda jauh. Jika ceroboh sedikit menghadapi para undead itu, maka nyawa mereka berdua lah yang akan melayang. Itu lah yang selalu Astia pikirkan dalam pertarungan yang telah ia amati sejak tadi. Dirinya mau pun Airis tidak bisa asal menyerang.
Mendengar itu, Airis mencoba untuk tenang. Ia menatap Beruang Undead yang ada di hadapannya, lalu melihat Death Knight, lalu berganti ke Yanzams yang berdiri jauh di belakang para Undead.
Di saat ia menatap Yanzams, ia dapat melihat sesuatu seperti api berwarna biru yang menyalah terang di balik tubuh Yanzams. Dua buah api itu terdapat di dalam tubuhnya, dan Airis pun dapat memastikan kalau kedua api yang ada di sana adalah jiwa dari Beruang Undead dan juga Death Knight.
Ia pun sadar akan tindakannya yang sia - sia jika menghadapi para undead itu jika tidak mengetahui informasi itu.
" Jiwa mereka berdua ada pada orang itu. " Ucap Airis.
Astia pun membalas " Benar. "
Di lantai dua kini hanya terdapat mereka berdua yang di temani oleh para undead yang ada di sana. Sedangkan Xi telah lanjut ke lantai selanjutnya yaitu lantai tiga. Dengan memberikan pesan kepada Astia, ia tidak ragu untuk meninggalkan Airis dan Astia di lantai dua. Itu karena, ia yakin kalau mereka berdua dapat mengatasi masalah yang ada di hadapan mereka.
" Heh, tampaknya hanya tinggal kita berdua saja ya. " Ucap Airis kepada Astia.
" Hehehe, kau benar. Ini akan menjadi pertarungan kita. " Balas Astia sambil tertawa kecil. " Kau akan menyerangkan? Kalau begitu aku akan membantumu. " Lanjut Astia. Menawarkan bantuan kepada Airis, Astia akan menjadi seseorang yang akan mensupport Airis dari belakang.
Airis tersenyum senang. Memegang pedangnya dengan sangat erat. Ia melompat kedepan dengan sangat cepat dengan penuh semangat sambil berkata " Seperti yang aku harapkan dari patnerku. Aku serahkan penyihirnya kepadamu! " Ucap Airis. Dengan senang hati Airis menerima bantuan yang di tawarkan oleh Astia.
Dengan kecepatan kilatnya, Airis menebaskan pedangnya kepada Beruang Undead dan Souh. Tebasan pedang itu sangat cepat dan sangat sulit untuk di lihat, seolah - olah memotong aliran waktu yang ada. Beruang Undead dan Soun tidak dapat menghindari serangan tersebut, akibatnya membuat mereka berdua menjadi hancur.
Akan tetapi, kemampuan ketahanan terhadap kematian mendukung mereka. Sehingga tubuh mereka yang hancur pun pulih kembali dengan sangat cepat. Lalu menyerang Airis dengan sangat kuat. Cakaran dari Beruang Undead mengarah kepada Airis.
Airis membalut pedangnya dengan energi sihir. Bersamaan keduanya saling bertabrakan menyebabkan ledakan energi dalam jumlah besar. Pemukaan tahan hancur di buatnya, dalam hal itu terdapat sesuatu yang melayang ke udara. Itu adalah cakar besar dan tajam milik beruang undead yang terpotong lagi oleh Airis dalam adu kekuatan.
Kini pertarungan berganti dan di ambil alih oleh Souh. Dengan pengalaman nya selama masih hidup, Souh menyerang Airis dengan seluruh kemampuan yang di milikinya. Dengan memanfaatkan kemampuan ketahanan terhadap kematian, Souh tanpa ragu terus menyerang Airis. Keduanya pun bertarung dengan sangat sengit, suara dari hantaman pedang dan tombak yang saling bertemu terdengar dengan jelas.
Sementara itu, Astia bertugas untuk menghadapi Yanzams beserta seluruh undead yang ada di lantai dua Kastil terkutuk sendirian, kecuali Beruang Undead dan Souh. Pertarungan yang telah berlangsung cukup lama, telah menumbangkan banyak sekali undead - undead yang lemah.
Dengan kemampuan nya dalam memanipulasi sihir, Astia terus menembakkan serangan sihir cahaya dalam jangkauan yang luas. Hujan cahaya memenuhi ruangan tersebut, dan menghujani para undead yang ada di bawahnya hingga hancur.
Dalam rangka itu, Yanzams mengambil kesempatan ketika Astia sibuk dengan para undead yang ada di bawah kendalinya. Ia mulai merapalkan sihirnya. Energi dari Dark Magic berkumpul dengan cepat ke dalam tubuh Yanzams. Sebuah sunar ungu mulai muncul perlahan dan semakin terang.
Kepadatan sihir yang di bentuk oleh Yanzams telah menciptakan sebuah formasi sihir. Sebuah lingkaran sihir berukuran besar muncul di hadapannya.
Darkness of Dawn di tembakkan oleh Yanzams dengan jarak yang jauh menuju kepada Astia. Mystic bolt yang di tembakkannya mengandung energi primordial yang murni dan mempu mengikir udara dengan mudahnya.
Serangan itu mengenai Astia yang sedang sibuk dengan telaknya. Mengakibatkan sebuah ledakan yang besar hingga menghancurkan area sekitar. Puluhan undead yang berada di area ledakan hancur seketika menjadi debu. Gelombang kejut dari ledakan tersebut terasa sampai di pertarungan Airis.
Dalam area ledakan itu, debu tebal menutupi pandangan. Ketika itu Yanzams sangat yakin dengan kekuatan serangan penuhnya akan membuat Astia terbunuh seperti undead yang ada di sekitarnya. Ia yakin kalau saat ini Astia telah menjadi debu.
" Gadis - gadi muda ini terlalu sombong, begitu percaya diri menghadapi diriku yang telah melalui banyak pertempuran dengan orang - orang hebat... " Ucap Yanzams. Namun kepercayaan dirinya sebelumnya ketika ia yakin telah membunuh gadis itu telah terpatahkan ketika melihat sesuatu yang bersinar di balik debu yang mulai memudar.
Sebuah Mystic Barrier yang tercipta dari kekuatan roh cahaya agung yang murni telah melindungi Astia dari ledakan skala besar itu. Serangan yang di lancarkan oleh Yanzams, tidak sedikit pun menggores tubuh Astia. Bukan hanya itu, bahkan Mystic Barrier yang menjadi pelindung nya pun tidak tergores.
Hal itu membuat Yanzams terkejut hingga tercengang. Dirinya tidak dapat mempercayai apa yang telah ia lihat dengan matanya sendiri. Di bawah serangan pamungkasnya, itu bahkan tidak memberikan sebuah goresan luka sedikit pun.
" Duh, ini sedikit merepotkan jika harus menghadapi mu sekaligus dengan undead lainnya... " Ucap Astia. Dalam sekejap mata merapalkan matranya. " Mystic Holy Field! " Ucap Astia mengaktifkan penghalang yang memisahkan antara dirinya dan Yanzams dari para Undead yang ada di sekitar.
Penghalang itu semakin melebar dan memusnahkan para undead yang terkenanya kecuali Yanzams yang memiliki ketahanan yang lebih tinggi dari undead biasa. Setelah penghalang dari Mystic Field selesai di aktifkan, kini hanya terdapat mereka berdua yang ada di dalam barrier itu. Dan para Undead lainnya yang ada di luar hanya bisa berteriak, mengerang sambil berusaha keras untuk masuk menembus Mystic Barrier.
Walau sebelumnya Yanzmas meremehkan kemampuan Astia, kini ia menarik semua pemikiran itu. Baginya Astia adalah sosok penyihir yang sangat menarik sekaligus ia juga kagum dengan kemampuan yang di miliki oleh Astia di usianya yang tergolong masih muda.
" Hou, jadi ini kombinasi antara Mystic Barrier dan juga Holy Field. Ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Pada level tertentu, Undead yang lemah tidak akan bertahan dari serangan ini dan akan langsung hancur. " Ucap Yanzams memuji kehebatan dari Astia. Namun, ia tetap percaya diri dengan kemampuannya. Dan hanya menganggap kejadian sebelumnya hanyalah sebuah keberuntungan yang di miliki oleh Astia.
" Area ini adalah medan perang kita. Atas perintah tuan Xi, aku akan mengalahkanmu Penyihir hitam sang Necromancer. " Ucap Astia kepada Yanzams. Secara terang - terangan ia tanpa adanya keraguan menantang Yanzams seorang penyihir hitam yang sangat berpengalaman.
Yanzams menanggapi perkataan Astia dengan berkata " Hou aku sudah tidak sabar untuk itu. " Kata Yanzams.
Setelah arena mereka siap, Yanzams tanpa ragu melemparkan serangan dengan jumlah yang sangat banyak pada Astia. " Necro Attack! " Ucap Yanzams dengan keras. Bola Necro dalam jumlah banyak jatuh ke arah Astia.
__ADS_1
Astia menanggapi itu dengan tenang, energi sihir berpusat pada tangannya. " Light Barrier! " Ucap Astia. Barrier cahaya tercipta melindungi Astia dari serangan bola Necro milik Yanzams. Semua serangan itu berhasil di hentikan tanpa adanya kesulitan.
Setelah berhasil menghentikan serangan Yanzams, ia melihat Yanzams yang sedang mempersiapkan sihirnya.
Sebelum Yanzams selesai merapalkan mantranya. Astia menyerang Yanzams dengan sihirnya. " Tombak Cahaya! " Ujar Astia. Melemparkan tombak cahaya raksasa pada Yanzams yang sedang merapalkan mantranya.
Di saat itu Yanzams sontak meresponnya. Dari bawah tanah muncul tulang - tulang yang kuat dan kokoh. Berdiri tegak seperti sebuah dinding yang sangat kokoh. Bone Wall, sebuah dinding yang kokoh yang mampu menahan serangan kejutan dari Astia. Tombak cahaya raksasa itu mampu di tahan dengan mudah oleh Yanzams.
" Boleh juga sekarang giliranku! Soul Explosion! " Ujar Yanzams.
Yanzams melepaskan lima jiwa yang telah di tanami sihir peledak di dalamnya. Kelima jiwa itu terbang dengan cepat ke arah Astia dengan mimik - mimik wajah yang sangat menyeramkan.
Astia menghadapi serangan Yanzams dengan tenang. Menenangkan pikirannya lalu menyilangkan kedua tangannya. Energi gelap meluap keluar dari tubuh Astia pada saat ia merapalkan sihirnya. Dan hal itu membuat Yanzams terkejut ketika melihat.
" Evil Soul King! " Ucap Astia dengan keras. Mengaktifkan skill sihirnya untuk menangkal serangan Soul Explosion milik Yanzams. Sosok iblis yang sangat menyeramkan mengenakan sebuah mahkota di kepalanya. Menggetarkan jiwa - jiwa yang di kirim oleh Yanzams, dan seketika menghilang menjadi butiran partikel.
Evil Soul King tercipta dari energi sihir Demonic yang di lepaskan oleh Astia. Dari energi Demonic itu, tercipta sosok iblis yang sangat menyeramkan yang dapat menelan jiwa - jiwa kematian. Di hadapan Skill Evil Soul King, semua keterampilan jiwa akan tunduk di bawahnya. Kecuali itu adalah sebuah skill yang setara atau lebih kuat dari Evil Soul King. Dan skill Soul Explosion milik Yanzams levelnya berada di bawahan Evil Soul King.
" Hah... Ini... Tidak mungkin! " Ucap Yanzams terkejut dengan sesuatu yang di tunjukkan oleh Astia. Apa yang Astia tunjukkan kala itu kepada dirinya adalah sesuatu yang mustahil dan menentang hukum dunia. Seketika Yanzams membeku, wajahnya memucat dan penuh keringat. " Iniiii... Sihir Demonic!! Ini adalah sihir keterampilan dari para iblis!!! " Teriak Yanzams penuh dengan keterkejutan.
" Kenapa! Kenapa... Kau yang termasuk dalam golongan cahaya bisa menggunakan sihir iblis!? Itu adalah sesuatu yang melanggar aturan dunia dan roh! Terlebih lagi kedua sihir itu saling bertentangan dan tidak mudah di kendalikan! "
" Kenapa! Kenapa... Kau yang termasuk dalam golongan cahaya bisa menggunakan sihir iblis!? Itu adalah sesuatu yang melanggar aturan dunia dan roh! Terlebih lagi kedua sihir itu saling bertentangan dan tidak mudah di kendalikan! " Ucap Yanzams kepada Astia.
Yanzams sangat ketakutan sekaligus sangat penasaran dengan asal usul dari kemampuan Astia. Ia ingin tahu bagaimana cara Astia mendapatkan kemampuan seperti itu. Sesuatu yang mustahil namun bisa di lakukan oleh Astia, itu membuatnya menjadi cemburu. Dia yang telah meneliti sihir seumur hidupnya, tidak pernah mendapatkan hasil atau pun pencapaian yang di capai oleh Astia. Itu benar - benar membuatnya sangat cemburu.
Mendengar keraguan Yanzams, Astia dengan tanang menjawabnya " Kau benar, aku seharusnya tidak dapat melakukan itu. Aku yang sejatinya adalah Roh Cahaya yang sangat sensitif dengan sihir iblis. Bagi Roh Cahaya, sihir iblis adalah racun yang mematikan. Tapi, itu berbeda buatku yang penah jatuh dan menjadi Roh iblis. Karena itu aku mulai memahami eksistensi dari kekuatan sihir iblis. Namun semua itu juga berkat bantuan Tuan ku. Berkatnya aku bisa kembali menjadi Roh cahaya yang dapat menggunakan sihir cahaya dan iblis bersamaan. " Ucap Astia sambil menjelaskan tentang kehidupan nya di masalalu. Mengingat semua kenangan buruk itu membuatnya merinding, karena itu benar - benar sesuatu kenangan yang sangat buruk.
Mendengar penjelasan itu, Yanzams masihlah belum puas mendengarnya. Karena itu tidak menjawab pertanyaan yang terus membendung di dalam hatinya. " Ta tapi... Itu belum menjawab pertanyaan ku. Kau juga bisa menggunakan sihir suci, aku paham kalau roh bisa menggunakan sihir suci walau mereka buka Roh Suci. Tapi untuk sihir iblis itu hanya bisa di kendalikan oleh para iblis. Untuk menggunakan keduanya, apa kau menyembah sesuatu yang membuatmu mendapatkan kekuatan itu? " Tanya Yanzams lagi kepada Astia.
" Aku paham itu, sihir iblis memang hanyalah iblis yang dapat mengendalikannya. Untuk roh cahaya seperti itu pastinya sangatlah mustahil. Umumnya manusia hanya bisa menggunakan satu jenis sihir yang di pilihnya atau yang bisa di kendalikannya. Tapi, sihir suci atau pun sihir iblis bukanlah sihir yang di peruntukan oleh manusia. Siapa pun pasti percaya dengan keajaiban dunia. Tidak ada yang baik dan buruk. Hanya ada kekuatan. Karena apa pun yang kau pikirkan tentang sebuah kekuatan, semuanya akan kembali menjadi kekuatan. " Jawab Astia dengan tenang.
Saat itu Yanzams terdiam karena terkejut. Mendengar semua itu membuatnya menjadi frustrasi dengan apa yang telah ia lakukan seumur hidupnya. Kini ia telah di buat ragu dengan pernyataan Astia, ragu dengan semua pencapaian yang telah ia raih semasa hidupnya.
Yanzams kembali menenangkan dirinya, mencoba untuk yakin dan percaya lagi kepada dirinya sendiri. Sesuatu yang di tunjukkan oleh Astia telah membuka matanya. Kini ia tahu, kalau sosok iblis sskali pun bisa menggunakan sesuatu seperti sihir suci. Selama itu memiliki keyakinan dan selalu percaya kepada diri sendiri, suatu saat keajaiban pasti akan datang.
Yanzams kembali mengangkat kepalanya, menatap Astia dengan penuh keyakinan dan penuh harapan. " Gadis muda... Bolehkan aku mengetahui siapa namamu? " Tanya Yanzams kepada Astia.
Sambil tersenyum, dengan senang hati ia menjawabnya " Nama ku Astia, seorang Roh Cahaya. " Jawabnya.
" Begitu kah... " Ucap Yanzams. Ia berjalan perlahan menghampiri Astia yang berdiri tenang di sana. Setelah berada cukup dekat dengan Astia, tiba - tiba Yanzams menekuk kedua lututnya, bersujud kemudian memohon kepada Astia. " Kepercayaan ku terhadap dewa iblis telah sirna, kini saya menginginkan sosok Dewa baru yang lebih mulai dari Dewa Iblis untuk saya sembah. Jadi saya mohon pertemukanlah saya, undead rendahan ini untuk bertemu dengan Dewa yang ada sembah! " Ucap Yanzams sambil memohon kepada Astia. Yanzams berkeinginan untuk bertemu dengan sosok yang di layani oleh Astia.
Melihat sikap Yanzams, Astia cukup terkejut karena seorang musuh yang kuat tiba - tiba bersujud kepadanya. Itu membuatnya menjadi memiliki perasaan yang canggung terhadap Yanzams yang sedang memohon itu.
" A ano... Eto... Aku tidak mempunyai Dewa yang aku sembah... Sepertinya kau salah paham akan sosok yang aku layani. " Ucap Astia kepada Yanzams.
Yanzams berdiri kembali sambil berkata dengan penuh semangat dan penasaran " Benarkah! Siapa itu? Bolehkan aku tahu siapa dewa itu? " Ucap Yanzams sambil bertanya lagi.
Melihat sikap Yanzams yang seperti seorang maniak pemuja dewa, membuat Astia merasa aneh dan tidak nyaman. Dalam pikirannya, kenapa tuannya harus merekrut maniak aneh sepertinya menjadi pelayannya. Ya, jika soal kekuatan ku rasa tidak dapat di bandingkan dengan yang lainnya, tapi sikapnya akan menjadi masalah yang merepotkan untuknya.
" Ano... Dengar ya, Tuan Xi bukan seorang Dewa. Mungkin untuk saat ini. " Jawab Astia dengan raut wajah aneh.
Seketika setelah Astia menjawabnya, Yanzams langsung bersikap seperti seorang maniak sungguhan yang sangat suka memuja - muja seorang Dewa. Dengan gaya penuh dengan kegelapan dan kengerian, ia memuja - muja Xi dengan gayanya sendiri.
" Xi - Sama... Sungguh nama yang sangat mendominasi! Aku pasti akan selalu menyembahnya. " Ucap Yanzams dengan penuh semangat. Kobaran api hijau membakar wajahnya, energi sihir hitam tanpa sadar di lepaskan olehnya dalam jumlah yang besar.
Astia hanya bisa diam termenung melihatnya, sambil menepuk wajahnya sendiri.
Pada lantai tiga. Xi telah menerobos masuk ke dalam sebuah wilayah yang penuh dengan kebut yang sangat tebal dan pekat. Bahkan dengan mata naga miliknya, masih sulit untuknya melihat dengan jelas apa yang ada di balik kabut yang tebal itu.
Ketika baru sampai Xi di buat bingung dengan kabut tebal yang menutupinya. Sempat ia berpikir untuk melahap semua kabut itu dengan skill Gluttony Symbol Lord Beelzebub. Akan tetapi, ia mengurungkan niatnya ketika mendengar suara yang berisik yang berasal dari balik kabut.
Suara - suara itu terdengar seperti suara dari tulang - tulang yang di hentakan. Semakin lama suara itu semakin terdengar jelas dengan di iringi dengan suara erangan aneh yang muncul.
Mengetahui hal itu, kini ia telah memahami situasi nya sendiri di dalam kabut tersebut. " Jadi aku sudah terkepung ya. Sepertinya aku telah sukses masuk ke dalam jebakan mereka. Tidak, lebih tepatnya mereka sukses menyeret ku ke dalam jebakan yang telah di siapkan. " Ucap Xi dengan tenang dan kepala dingin. Sembari itu ia melirik ke kiri kanan dan belakangnya.
Kabut yang tebal telah memudar dan menunjukkan sosok - sosok undead yang bersembunyi di balik kabut yang tebal layaknya sebuah tirai yang menutupi mereka. Para undead itu terlihat lebih gagah dari yang ada di lantai satu mau pun lantai dua.
Para undead yang ada di lantai tiga mungkin tidak banyak berbeda dengan yang ada di lantai satu dan dua dari kastil terkutuk. Yang membedakan hanyalah para undead yang terdapat di lantai tiga mengenakan sebuah armor yang bagus walau ada beberapa yang terlihat lusuh.
Armor yang di kenakan para undead itu hanyalah armor kulit biasa dan armor besi biasa. Namun ada beberapa undead yang mengenakan peralatan sihir mulai dari armor hingga senjata yang di pegang.
Dalam situasi itu, tidak sedikit pun membuat Xi bergeming. Api hitam mulai muncul menyelimuti tangannya, memusatkan api hitam itu pada telapak tangannya hingga membentuk sebuah bola api kecil yang padat.
Para undead mulai bergerak dan menyerang Xi, kala itu Xi belum selesai dengan skill yang sedang di siapkannya. Beberapa meter sebelum para undead sampai kepadanya, skill yang Xi siapkan telah di selesaikannya.
Kemudian ia melemparkan bola api kecil iti ke kerumunan para undead yang berlarian mengejarnya. Bola api kecil itu meledak dengan sangat dahsyat. Para undead yang terkena serangan itu musnah seketika tanpa adanya sisa dari tubuh mereka. Gelombang kejut hasil dari ledakan tersebut menghancurkan pumukaan lantai yang tabal dan padat dalam skala yang luas. Kabut tebal yang menyembunyikan para undead menghilang seketika karena kuatnya hembusan angin yanh di hasilkan.
Ribuan undead yang bersembunyi di balik kabut tebal lenyap seketika. Hilangnya kabut tebal yang menutupi pandangan menampakkan sebuah pintu gerbang yang besar dengan wajah tengkorak di depannya. Di balik pintu tersebut, terdapat seorang boss lantai terakhir yang harus di hadapi untuk keluar dari menara terkutuk.
Xi berjalan mendekati pintu itu, karena hilangnya para undead karena serangannya tadi, membuat tempat tersebut menjadi sunyi. Dan itu memudahkan dirinya untuk membuka pintu dari boss lantai terakhir tanpa adanya hambatan.
Tangan Xi meraih gagang pintu tersebut. Lalu ia membukanya pelahan dan masuk ke dalam sana. Ketika Xi membuka pintu itu dan mengetahui isi di dalamnya, ia benar - benar terkejut. Karena di balik pintu itu terdapat sebuah lapangan yang sangat luas yang di penuhi dengan makam. Bangunan - bangunan yang telah rusak dan tidak layak untuk di tempati, serta ada banyaknya monster tipe undead yang mendiami tempat tersebut.
Pada langit - langit terdapat banyak makhluk yang beterbangan dan terus berputar - putar seolah mereka sedang menunggu mangsa datang. Makhluk - makhluk itu dengan leluasa terbang di langit - langit tanpa adanya rasa ketakutan sedikit pun ketika mengepakan sayap mereka.
" Giant Bat... Setidaknya ukurannya satu meter. " Ucap Xi dalam hatinya. Melihat makhluk - makhluk yang terbang di langit - langit.
Giant Bat adalah makhluk penghisap darah yang gemar bergerak mencari mangsanya secara berkelompok. Sayapnya yang lebar dapat menutupi cahaya matahari, taringnya yang tajam dapat menembus armor yang keras, dan matanya yang merah dapat melihat dengan jelas pada malam hari atau di suatu tempat yang gelap. Bisa di katakan ketika malam hari atau berada di suatu tempat yang gelap, tidak ada satu pun makhluk yang dapat menghindar dari pandangan mereka. Tidak ada satu pun titik buta yang tidak bisa mereka lihat pada hari yang gelap, semuanya akan terlihat jelas di mata mereka.
Di samping itu, di tengah - tengah makan terdapat sebuah bangunan yang terlihat seperti sebuah ruangan tahta yang besar. Di samping kiri dari kursi tahta terdapat tiga Death Knight yang di lengkapi dengan peralatan sihir tingkat tinggi. Pada bagian kanan terdapat tiga sosok lain, di antaranya terdapat dua Death Knight dan satu Ghoul tingkat tinggi. Dak ketiganya juga di perlengkapi dengan senjata sihir tingkat tinggi.
Dari ke enam monster undead tingkat tinggi itu, terdapat sosok Undead King yang duduk di kursi tahta layaknya seorang raja. Seluruh tubuhnya di tutupi oleh armor biru yang berlikau dan di selimuti oleh api biru yang panas. Armor tersebut terbuat dari besi elemental yang sangat keras dan sulit di hancurkan. Di tambah lagi api biru yang menyelimuti nya menjadi perisai tambahan dari sosok Undead King tersebut.
Tepat di belakang seorang Undead King terdapat makhluk buas yang sangat mengerikan. Tubuhnya besar serta bau dari daging yang telah membusuk dan di tumbuhi oleh nana yang menjijikan sangat menyengat. Jika orang normal mencium bau busuk itu, mungkin mereka akan muntah karena bau nya yang sangat mengerikan. Atau lebih buruknya mereka akan mati karena keracunan udara yang terkontaminasi oleh bangkai raksasa.
Makhluk besar dan terlihat buas dan menyeramkan itu adalah Zombie Dragon, sebagai hewan peliharaan dari Sang Undead King.
Saat melihat Undead King, Xi dapat merasakan dan melihat jumlah energi sihir yang besar dari Undead King. Itu terus terpancar dari tubuhnya dan tidak teratur. Terlihat seperti Undead King tidak dapat mengendalikan energinya yang terlalu besar.
Undead King menyipitkan matanya lalu tersenyum lebar dengan senyuman yang mengerikan. Ia tertawa keras ketika melihat ada seseorang yang datang berkunjung ke tempatnya. " Hahahaha! Selamat datang di ruangan tahta ku manusia! Aku adalah Yuldoras Sang Undead King. Seorang Necromancer terhebat di dunia ini. Aku ucapkan selamat kepadamu karena telah berhasil melewati lantai - lantai sebelumnya. " Ucap Yuldoras sambil tertawa keras. Memperkenalkan dirinya kepada seorang pendatang serta memuji pendatang itu karena berhasil mengalahkan bos - bos lantai sebelumnya. Undead King menunjukkan kemampuan nya dengan berkata " Tapi, kali ini berbeda dengan sebelumnya. Aku adalah Necromancer terkuat, Necromancer King! Aku adalah pemimpin dari para roh - roh dari orang yang telah mati. Bangkitlah wahai prajurit ku! " Lanjut Yuldoras. Mengangkat tingkatnya ke atas. Ketika itu langit menjadi gelap dengan awan gelap berputar di atasnya membentuk seperti sebuah lubang cacing. Di iringi dengan suara gemuruh petir yang mendebarkan jantung, para undead bangkit dari setiap makam yang ada.
Mareka semua keluar dari tanah dan mulai menginjakkan kaki mereka ke permukaan. Dengan erangan mengerikan dari mereka membuat suasana pada saat itu menjadi sangat mencekam. Hanya dalam waktu kurang dari 20 detik, ribuan undead telah bangkit mengelilingi Xi yang ada di sana.
Yuldoras terlihat sangat senang dan tertawa dengan puasnya di kursi tahtanya melihat tamu yang datang ke ruangan ketakutan dengan kekuatannya. Para undead yang sangat menyeramkan pasti akan mengikis mental dari lawannya secara perlahan - lahan dan membuat lawannya menjadi orang gila yang tidak punya pemikiran lain selain ketakutan.
Yuldoras menatap sinis pemuda yang berdiri diam di tengah - tengah kerumunan undead. Dalam hatinya ia berkata " Heh, apa kau sudah kehilangan minat untuk bertarung? Ya, itu menjadi hal yang wajar karena siapa pun akan ketakutan melihat banyaknya mayat hidup yang mengelilinginya. Terlebih lagi dia hanya datang sendiri ke tempat ini, sepertinya semua rekan - rekannya telah mati karena Vivian atau Yanzams di lantai sebelumnya. Kekeke, sungguh manusia yang bodoh karena berani datang sendirian. Akan aku kirim kau ke akhirat dengan penuh rasa ketakutan! " Ujar Yuldoras dalam hatinya dengan keras.
Yuldoras yang terus melihat pemuda itu hanya diam awalnya ia merasa senang karena berpikir kalau pemuda itu sedang ketakutan. Akan tetapi, setelah ia memerhatikan pemuda itu dengan baik. Terlihat jelas di sana kalau pemuda itu terlihat tenang - tenang saja dan bahkan tidak bergeming sedikit pun.
Pada saat yang sama, sekila Yuldoras menatap mata dari pemuda itu. Sontak hal tersebut langsung membuatnya merinding dan pucat. Matanya yang merah menyala dengan di selimut oleh niat membunuh memberikan sebuah perasaan takut kepada dirinya.
Walau ia duduk dengan nyaman di singgasana nya yang lembut, namun ia tidak dapat tenang dan terus gelisa memikirkan nya. Dengan raut wajah yang pucat dan penuh keringat ia berkata " Perasaan apa itu tadi... Walau sekilas tapi... Aku bisa merasakan niat membunuh yang luar biasa. " Ujar Yuldoras dalam hatinya dengan penuh kegelisahan. Rasa takut telah menghantui dirinya yang bahkan telah melewati kematian. Hal itu adalah sesuatu yang tidak pernah ia rasakan setelah menjadi seorang Undead. Rasa takut akan kematian telah menghilang sejak lama pada dirinya. Namun setelah menatap mata pemuda itu, membuatnya mengingat betapa mengerikannya dunia kematian.
" Orang ini terlalu berbahaya dan tidak normal, dia harus mati! " Ucap Yuldoras dengan perasaan penuh ketakutan. Ia mengangkat tongkat sihir yang ia pegang di tangan kanan nya. Memberikan perintah kepada seluruh undead yang ada di sana untuk membunuh pemuda tersebut. " Kalian semua! Cepat bunuh orang itu! " Ujar Yuldoras. Berteriak dengan keras memberikan perintah kepada para bawahannya.
Tongkat sihirnya bersinar terang memancarkan cahaya biru yang menyilaukan mata. Karena itu sebuah skill yang di miliki oleh tongkat itu pun aktif dan memberikan buff kepada semua undead yang ada di sana. Mulai dari meningkat kekuatan, kekerasan, dan juga kecepatan. Semua itu ia lakukan dalam satu gerakan dan semua statistik di perkuat hingga 100%.
Berkat itu, semua undead yang ada di sana langsung menggila karena kekuatan yang mereka dapatkan. Layaknya Zombie yang ada di film, semua undead menyerang Xi tanpa memperdulikan apa yang ada di depan mereka. Entah itu sesama undead, batu makam, atau pun semacamnya. Semua di hancurkan tanpa pandang bulu.
Xi mengangkat tangannya penuh dengan api hitam yang membara. Dari telapak tangannya, api hitam meledak dan membakar setuap undead yang ada di sekitarnya. Dari ledakan yang terjadi tangan kegelapan berukuran raksasa muncul dan mencoba untuk meraih undead King. Akan tetapi, belum sempat untuk meraih undead king. Dua Death Knight yang ada di dekatnya langsung bergerak menghancurkan tangan kegelapan itu.
Dalam empat tebasan dari kedua Death Knight, membuat tangan kegelapan terbagi menjadi delapan bagian. Kekuatan dari kedua Death Knight itu tidak dapat di remehkan karena mempu menahan serangan kuat dari Xi. Namun dari bagian - bagian tangan kegelapan yang telah berhasil mereka potong. Muncul banyak tangan - tangan kegelapan berukuran lebih kecil langsung menangkap mereka berdua. Dengan keras menghantam kan kedua ke tanah.
Bagian - bagian dari tangan kegelapan berubah menjadi pasukan kegelapan yang langsung menyapu bersih undead - undead lemah yang ada di sekitarnya.
Undead King terkejut melihat prajurit - prajurit hitam yang terlihat seperti sebuah spirit. Namun berbeda dengan spirit karena dapat menyerang dengan kekuatan fisik. Melihat kemampuan dari pemuda itu, sekarang Undead King sadar kalau pemuda itu datang ke tempatnya memang sendirian tanpa membawa satu pun teman.
Undead King semakin di buat cemas dengan bertambahnya kehadiran dari prajurit hitam yang mengacak - acak pasukannya. Ia takut kalau semua prajurit nya tidak akan mampu menghadapi prajurit hitam itu. Itu di karenakan ia dapat melihat setiap kali prajurit hitam yang di kalahkan dapat pulih kembali seperti sebelumnya. Membuatnya benar - benar terlihat seperti makhluk abadi yang kekal akan kematian.
" Tidak mungkin... Apakah ada kemampuan semacam ini di dunia ini? Kalau memang ada, dari mana orang itu mendapatkannya? Ini benar - benar sesuatu yang mustahil! " Ucap Undead King dengan wajah penuh keringat. Semakin lama dia menyaksikan kekuatan yang mengerikan itu semakin membuatnya takut. Tapi ada sesuatu yang membuatnya semakin takut. Itu adalah sebuah perasaan dari kematian yang telah lama ia lupakan.
Karena tidak ingin mati untuk kedua kalinya, Undead King mengaktifkan salah satu skill terbaiknya. Yaitu, makam prajurit tanpa batas. Sebuah skill yang dapat memanggil pasukan undead dari setiap makam yang ada tanpa adanya batasan pemanggilannya. Dengan begitu, pasukan undead yang sebelumnya di hancurkan oleh pasukan kegelapan, kini jumlah mereka lebih besar dua kali lipat dari pasukan kegelapan yang ada saat ini.
" Tak akan ku biarkan kau berbuat seenaknya! Tangan hantu! " Teriak Yuldoras dengan keras.
Pemukaan tanah retak. Dari bawah tanah muncul banyak tangan tengkorak yang langsung mengikat setiap prajurit hitam yang ada di sana tak terkecuali Xi pun juga. Dengan adanya tangan tengkorak yang memegangi mereka, membuat pergerakan dari semua prajurit hitam menjadi terbatas. Sehingga membuat mereka dapat dengan mudahnya di serang oleh para undead.
Melihat pasukan kegelapan telah di lumpuhkan oleh para undead. Yuldoras memerintahkan para ajudannya untuk menyerang pemuda yang telah di sekapnya. Para Death Knight dengan cepat melesat ke arah Xi dan menyerangnya.
__ADS_1
Sebelum semua senjata mereka sampai pads Xi, masing - masing dari penjaga Yuldoras Sang Undead King di tanah oleh sesuatu. Para petinggi dari pasukan kegelapan masing - masing menahan satu serangan dari para penjaga Undead King.
Para penjaga Undead King pun dengan mudah di pukul mundur oleh mereka semua. Namun, itu tidak selesai sampai di situ saja karena kini mereka semua saling bertarung untuk memenuhi keinginan dari tuan mereka masing - masing.