LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 274


__ADS_3

Dua hari berlalu dengan sangat cepat, di depan gerbang negara Asgar terdapat beberapa kereta kuda mewah yang terparkir di sana. Tampak di sana juga terdapat banyak orang yang menunggangi kuda dengan setelan pakaian seperti seorang Knight.


Masing - masing dari kereta kuda itu memiliki bendera yang berbeda - beda. Pada kereta pertama terdapat sebuah kereta kuda berwarna putih mengkilap dengan di hiasi patung harimau kecil di atasnya, serta sebuah bendera yang memiliki gambar seekor harimau biru. Kereta itu adalah kereta dari Klan Harimau Biru.


Di kereta kedua, terlihat kereta kuda yang begitu mewah layaknya sebuah kereta kuda bangsawan. Di sana terdapat sebuah bendera yang memiliki sebuah gambar bunga tulip yang indah. Seseoranh wanita cantik dan manis pun keluar dari kereta kuda nya untuk melihat keindahan dari negara Asgar.


Pada kereta ketiga terdapat sebuah bendera yang memiliki gambar sebuah menara yang menjulang tinggi ke langit. Itu adalah kereta dari keluarga bangsawan yang ahli dalam hal sihir.


Dan pada kereta terakhir, terdapat sebuah kereta berwarna biru dengan gambar naga di benderanya. Seorang pria muda yang tampan pun turun dari keretanya, menatap gerbang negara Asgar yang di jaga oleh penjaga gerbang yang tampak sangat kuat. Mereka adalah keluarga bangsawan dari Naga api biru.


" Tempat ini sangat indah, aku benar - benar jadi ingin tinggal di tempat ini. " Ucap seorang wanita berambut pirang yang memuji ke indahan dari negara Asgar yang belum lama ini berdiri. Tanpa pikir panjang pun ia mengatakan ingin tinggal di negara Asgar, karena menurutnya negara ini juah berkali - kali lipat lebih baik dari tempat di negaranya tinggal.


" Aiko... Kau ini... Jaga sikapmu, kita sedang tidak di rumah. " Ucap seorang pria sambil menarik telinga gadis cantik itu. Tampak ia sedang memarahi gadis itu yang berprilaku seperti anak - anak. Ia adalah kepala keluarga dari keluarga bangsawan Ayumi Anazoroa. Ia di katakan sebagai seorang healer terbaik di dunia, dan keluarganya merupakan keluarga kelas healer terbaik di dunia.


" Ayah... Hentikan, itu sakit. " Kata Gadis kecil itu sambil memohon. Ia adalah Ayumi Aiko. Sekarang ia telah tumbuh menjadi seorang wanita cantik yang sangat mempesona, namun kelakuannya masih sama dan tidak berubah sedikit pun.


Pria itu pun melepaskannya dan berkata kepada Aiko " Lain kali jaga sikapmu, kita baru saja sampai. " Kata pria itu sambil mengelahkan nafasnya. Ia tidak bisa berkata apa pun karena sudah sebesar ini anaknya masih bertingkah seperti anak kecil.


" Ini jauh lebih baik dari apa yang di katakan... Kak Xi memang hebat. " Ucap seorang pria berambut biru sambil memandangi kota negara Asgar. Ia adalah Tota, setelah sekian lama ia akhirnya dapat bertemu dengan Xi kembali. Sekarang ia pun telah menjadi seoranh pria tampan yang kuat, dan akan menjadi pewaris yang akan menggantikan ayahnya nanti.


" Ya, Kak Xi memang hebat, dia selalu melakukan hal - hal yang hebat. " Ucap seorang wanita yang cantik. Ia bersikap lebih dewasa dari pada Aiko. Ia adalah seorang mage yang terkenal di negaranya, dan ya ia adalah Yu yang telah tumbuh dewasa menjadi wanita yang sangat cantik.


" Selamat datang di negara Asgar, kedatangan kalian telah di nantikan oleh Xi - Sama. Saya, Bethory, pelayan setia Xi - Sama. " Ucap seorang pelayan yang sangat cantik. Ia bersikap sangat sopan sambil memperkenalkan dirinya. " Saya di berikan sebuah tugas oleh Xi - Sama untuk mengantar anda - anda sekalian, silahkan masuk, saya akan menjadi pemandu jalan untuk kalian semua. " Lanjut Bethory dengan sopan.


Semua oranh pun mengangguk mendengarkan Bethory. Segerah mereka masuk ke dalam kereta kuda mereka masing - masing, dan mengikuti Bethory yang menuntun jalan untuk mereka semua menuju ke istana.


Berkat Bethory yang menjadi pemandu jalan, mereka semua sampai di istana dengan sangat cepat. Baru saja mereka sampai di depan istana, kedatangan mereka telah di sambut oleh banyaknya pelayan - pelayan Elf dan Beastman yang sangat cantik.


" Mereka adalah tamu Yang Mulia Xi - Sama. Perlakukan mereka dengan baik, dan antarkan mereka ke dalam ruangan mereka masing - masing. " Ucap Bethory meminta kepada semua pelayan yang ada di sana untuk melayani tamu dengan baik.


Semua pelayan memgangguk mengerti, dan mereka bergerak cepat dan secara profesional. Mengantarkan tamu yang datang ke ruangan istirahat mereka masing - masing. Semua orang pun mengikuti setiap pelayan yang akan memandu jalan mereka selama di dalam istana.


Istana itu terlihat sangat berbeda dengan istana - istana pada umumnya yang terlihat sangat indah dan megah. Namun, istana di Asgar ini adalah istananya para monster, dan istana ini terbuat dari bebatuan Abyss yang sangat kokoh dan padat. Sehingga terlihat sedikit menyeramkan apa bila di lihat dari luar. Namun, setelah mereka masuk ke dalam, apa yang ada di dalam itu sangat berbeda dengan tampilan yang ada di luar.


Bagian dalam istana ini sangatlah indah dengan banyaknya hiasan - hiasan yang terukir sangat indah di dindingnya. Hiasan - hiasan itu sangat memanjakan mata mereka. Sesampainya mereka di ruangan mereka masing - masing, mereka langsung beristirahat karena lelah harus menempuh jalan yang sangat jauh untuk sampai di tempat ini.


Perjalan mereka menghabiskan waktu berminggu - minggu untuk sampai di tempat ini, dan itu semua tidaklah mulus karena mereka mendapatkan beberapa masalah dalam perjalanan, seperti adanya monster yang menghalangi jalan mereka.


Walau semua monster saat itu telah di kalahkan oleh Xi, namun bukan berarti di dunia ini tidak ada monster lagi. Para monster yang di kalahkan oleh Xi saat itu hanyalah monster yang berada di bawah perintah para Apocalyps. Dan bukan monster - monster liar yang tidak memiliki seorang tuan. Jadi masih terdapat banyak sekali monster yang tersebar dan masih hidup di seluruh dunia.


Sejumlah besar monster yang telah Xi musnahkan itu adalah monster - monster yang telah di kembang biakan oleh para Apocalyps di dunia yang berbeda. Bisa di sebut, mereka menggunakan dunia paralel sebagai media untuk mengembang biakan para monster untuk meningkatkan jumlah pasukan tempur mereka.


Waktu pun berlalu malam pun telah tiba. Para pelayan menghampiri setiap tamu di ruangan mereka. Para pelayan mengatakan kalau Raja akan memberikan sebuah perjamuan sebagai hadia untuk kedatangan kunjungan mereka ke negara Asgar. Sontak saat itu pun mereka semua bersiap dan berdandan dengan sangat rapi untuk bertemu dengan raja negara ini.


Setelah mereka selesai bersiap - siap, segera mereka pergi ke ruangan perjamuan dengan di antarkan oleh para pelayan. Mereka pun sampai ke ruangan perjamuan itu, dan di dalam sana terlihat sebuah ruangan yang sangat mewah dan sangat berkelas. Bahkan ruangan seperti ini jauh lebih baik dari pada yang mereka miliki dulunya. Jika membandingkan dengan milik negara mereka, kelas mereka sangat berbeda jauh.

__ADS_1


" Yang Mulia Telah tiba! " Ucap salah satu pelayan dengan keras mengumumkan kedatangan pemimpin dari negara Asgar.


" Salam Kepala Yang Mulia! " Ucap Mereka semua sambil membungkuk.


Segerah mereka semua berbalik dan memberikan hormat kepada pemimpin dari negara ini. Mereka tidak tahu sosok seperti apa yang memimpin negara hebat seperti negara Asgar ini. Dalam pikiran mereka, semua orang menggambarkan pemimpin negara ini adalah sosok pria dewasa yang sangat kuat dan terlihat sangat mengerikan.


Namun, setelah pemimpin dari negara Asgar tiba. Mereka semua di buat terkejut dengan penampilan dari pemimpin dari negara ini. Ia bukanlah seorang pria tua yang berjanggut atau pun berkumis, namun ia adalah seorang pria muda yang sangat tampan dengan mata merah yang bersinar terang layaknya sebuah permata yang terkena sinar cahaya bulan.


" Apa benar dia pemimpin negara ini? Dia terlihat masing muda dan seumuran dengan anak kami!? " Kata mereka semua dalam hati. Mereka tidak yakin kalau anak muda ini lah yang memimpin negara hebat dan maju seperti negara Asgar. Namun, pancaran dominasi yang amat kuat terpancar dari pemuda itu, pancarannya sebagai seorang raja di antara raja sangatlah mendominasi.


" Aku pasti membuat kalian menunggu, silahkan duduk. " Ucap Xi dengan ringan mempersilahkan kepada mereka semua untuk duduk di kursi yang telah di sediakan. Para pelayan pun menjalankan tugas mereka dengan sangat baik, dan menyeduhkan sebuah teh yang sangat enak kepada mereka semua.


" Kak Xi, sudah sangat lama kita tidak bertemu, kenapa kau tidak pernah mengunjungi kami? " Tanya Aiko kepada Xi dengan santainya tanpa memanggil Xi dengan gelar kehormatan.


Pada saat itu Anazoroa terkejut setengah mati karena Aiko berbicara kepada seorang raja tanpa menyebutkan gelarnya. Saat itu jantungnya hampir mau copot karena terkejut. " Ya Yang Mulia, tolong anda maafkan anak saya... Ia sangat ke kanak - kanakan... Sa saya akan mendidiknya menjadi lebih baik lagi. " Kata Anazoroa dengan wajah pucat penuh keringatnya. Saat itu ia meminta maaf kepada Xi sambil menundukkan kepalanya.


Xi mengangkat tangannya dam berkata " Tidak masalah, jangan terlalu tegang denganku... Aku sudah tahu kalau ia akan berkata seperti itu. " Balas Xi dengan tenang. Walau ia tidak ingat siapa yang sedang bicara itu, namun ia tahu kalau dulunya mereka punya hubungan persahabatan. " Dari pada membahas hal itu, terus terang saja, aku sedikit terkejut karena kedatangan kalian semua ke negara ini. " Lanjut Xi dengan tenang dan mempertahankan karismanya sebagai seorang raja.


" Yang Mulia pasti paham dengan kondisi seluruh dunia saat ini... Semua negara telah mengalami kerugian yang sangat besar, khususnya adalah negara yang kami tinggali. Sekarang Negara itu telah sepenuhnya runtuh akibat banyaknya monster yang menyerang kala itu. " Ucap Seorang pria berambut biru dengan bawaan yang tenang dan tidak bersikap berlebihan. Ia adalah kepala Klan Harimau biru saat ini, sekaligus ayah dari Tota, Kurisina Souta.


" Ya, aku bisa memahami itu... Itu adalah krisis besar yang terjadi di seluruh negara. " Ucap Xi dengan tenang.


" Yang Mulia sangat berpengetahuan luas dan berpikir terbuka, hamba sangat mengagumi itu. " Balas Souta dengan ekspresi wajah kagumnya kepada Xi. " Sekarang kami telah kehilangan tempat tinggal kami karena keegoisan pihak kerjaan saat itu yang mementingkan kepentingan pribadi mereka. Itu lah yang menyebabkan negara kami runtuh dalam satu malam. "


Xi terdiam sesaat setelah mendengar permintaan itu agar mereka dapat tinggal di tempat ini. Sejujurnya bisa saja Xi memberikan tempat tingga kepada mereka di negara ini, namun ia masih merenungkan yang terbaik untuk warganya, mana mungkin ia bisa memberikan sebuah tempat yang besar begitu saja kepada mereka secara gratis, walau ia dan anak - anak mereka memiliki hubungan persaudaraan.


Xi memikirkan skenario terbaik yang bisa ia ambil untuk mengatasi masalah ini. Ia pun menyetujui permintaan mereka untuk tinggal di negara Asgar. Namun dengan beberapa syarat yang harus di penuhi oleh mereka semua masing - masing dari setiap keluarga. Setiap keluarga setujuh dengan syarat yang di berikan oleh Xi, dan menandatangani nya di atas kertas. Dengan ini mereka telah menjadi rakyat dari kerajaan Asgar.


" Sepertinya sudah tidak ada yang perlu kita bahas lagi... Kalian bisa kembali, ada banyak hal yang harus aku selesaikan. " Ucap Xi sambil berdiri dari tempatnya. Berjalan pergi meninggalkan mereka semua.


Sebelum Xi keluar dari ruangan, semua orang membungkuk dan memberikan salam kepada Xi yang ingin pergi. " Baik Terimakasih Yang Mulia, Semoga harimu menyenangkan. " Ucap semua orang sambul membungkuk.


Xi pun pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Setelah kedatangan keempat keluarga itu dan bergabung menjadi warga di negara Asgar. Perkembangan negara Asgar menjadi sangat pesat, dengan banyaknya bangunan yang berdiri, magic Tower, banyaknya hasil panen dan peternakan, serta banyaknya pengunjung yang berdatangan untuk menantang Labirin serta Andead Apocalyps.


Banyak ke untungan yang di dapat dari semua itu, sehingga banyak negara menganggap negara Asgar adalah negara termaju dan negara paling super power.


Tiga bulan berlalu dengan sangat cepat. Kini yang di tunggu oleh para dewa pun akhirnya tiba. Di puncak gunung yang berada di sekitar laut kematian, terdapat seorang pria berambut hitam sedang berdiri di puncak gunung menatapi gerbang masuk ke dunia dewa terbuka.


Tampak pria itu menatapinya dengan serius saat gerbang tersebut mulai terbuka perlahan - lahan.


" Kau sudah sampai... Dewa kematian hitam! " Kata seseorang yang turun dari langit dengan wajah yang di tutupi oleh tudung berwarna ungu kehitaman. Ia menyapa pria berambut hitam itu yang telah menunggu cukup lama di tempat itu.


Xi telah berdiam diri cukup lama di sana dengan mode siap tempur nya. Ia tidak bisa menganggap enteng musuh yang akan dia hadapi sekarang. Bukan hanya sekedar dewa dari sisi cahaya, namun juga rekan - rekannya yang belum bisa ia percayai. Mengingat mereka semua adalah dewa yang memiliki kekuatan setara dengannya, musuh kali ini yang akan dia hadapi tidaklah akan semudah yang ia bayangkan.

__ADS_1


" Berapa banyak yang mereka bawa? " Tanya Xi kepada Dewa kehancuran mengenai jumlah pasukan yang di bawa oleh dewa - dewa lainnya. Walau jarak mereka masih sangat jauh, ia dapat mendengar suara langkah kaki serta kepakan sayap yang sangat - sangat banyak. Xi pun meresa pasukan yang di bawa oleh para dewa itu melebihi dari lima juta pasukan.


Dewa Kehancuran menghelakan nafasnya. Ia masih tidak dapat percaya kalau Dewa Kematian dapat mengetahui itu hanya dengan mendengar suara hentakan kaki dan kepakan sayap. Seolah tidak ada satu pun yang dapat di sembunyi kan dari pandangannya.


" Bahkan Ribuan Mill jauhnya, kau bisa mengetahui itu... Ya, pasukan yang mereka bawa sekitaran 10 juta. Dan itu terdiri dari para raksasa dan juga naga. " Jawab Dewa Kehancuran dengan tenang.


Bersamaan dengan itu, Gerbangnya telah terbuka lebar dan semua dewa telah sampai bersama dengan semua pasukannya. Mereka pun pergi dan masuk ke dalam gerbang tersebut, memulai memasuki alam para dewa bersama - sama.


Di dunia para dewa, sebuah gerbang terbuka lebar di langit. Bawah langit, terdapat banyak sekali guardian yang telah menunggu kedatangan mereka semua bersamaan dengan dewa lainnya.


" Sudah di mulai... Mereka akan datang. " Ucap Dewa Cahaya. Dari kejauhan bahkan ia dapat merasakan kehadiran para dewa jahat itu. Aura mereka benar - benar mencekram dan menusuk tubuh.


" Semuanya bersiap! Siapkan Formasi sihir untuk menyerang mereka saat mereka datang! " Ucap salah satu dewa yang ada di barisan belakang sana. Jubah dari dewa itu di selelimuti dengan apu berwarna emas. Dewa Api Emas, memberikan perintah kepada semua guardian yang ada di sana untuk bersiap menyerang para dewa jahat yang akan datang.


Para Guardian pun membuat sebuah formasi sihir. Lingkaran sihir emas yang besar tercipta di atas ribuan kepala para guardian itu. Dapat di rasakan oleh mereka semua, energi sihir suci berkumpul di satu tempat.


" Mereka akan datang... Apa kau yakin ingin menggunakan Leogosaid untuk mengalahkan mereka? " Tanya Dewa Pedang kepada Dewa Cahaya mengenai rencana mereka. Ia sedikit ragu melepaskan Leogosaid untuk berhadapan dengan mereka semua. Mengingat Leogosaid itu sangat berbahaya, dan belum pernah di uji kemampuannya. Yang ia takutkan adalah senjata yang mereka ciptakan, malah berbalik menyerang mereka.


" Jangan khawatir, Leogosaid hanya akan ku gunakan untuk berhadapan dengan dewa kematian hitam... Ya hanya untuk dia saja! " Kata Dewa Cahaya dengan tatapan tajam dan serius. Ia merasa di antara para dewa yang akan datang, hanya dewa kematian yang akan menjadi masalah utama mereka. Sosok dewa yang mampu membunuh dewa lautan dengan sangat mudah. Ya itu adalah dewa kematian hitam, Xi Arcadia.


CRAK! CRAK! BANG! Sebuah suara seperti kaca yang pecah terdengar sangat keras. Saking kerasnya suara itu sampai terdengar keseluruh penjuru. Gerbang pun pecah dengan sebuah ledakan terjadi di dalam sana.


Melihat Hal itu membuat mereka semua berada dal kebingungan.


" Bagaimana bisa ada ledakan di dalam sana? Mungkinkah... Konflik internal para dewa jahat? " Ucap Dewa Cahaya yang masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Ia beranggapan kalau para dewa jahat sedang bertarung satu sama lain karena perbedaan pendapat sebelum mereka masuk ke dalam gerbang.


Memikirkan itu, membuat Dewa Cahaya sangat senang. Karena ia dapat membasmi ke enam nya dengan sangat mudah nantinya berkat konflik internal yang terjadi.


Asap pekat menutup gerbang tersebut dan membuat semua guardian menjadi bingung. Kenapa tidak ada satu pun yang bergerak dari sana.


WHOOHSS! Dari balik kumpulan asap gelap itu, sesuatu keluar dari sana dan melayang dengan sangat cepat menuju dewa cahaya. Pergerakannya sangat - sangat cepat sampai para guardian tidak dapat melihatnya dengan mata mereka. Saking cepatnya pergerakan itu, membuat banyak guardian yang mencoba untuk menahan terbunuh.


Di saat bersamaan, Dewa pedang sangat terkejut dengan munculnya sesuatu yang melayang dengan cepat ke arah Dewa Cahaya. Ia pun berteriak memperingati Dewa Cahaya.


" !!! AWAS! " Tariak Dewa pedang dengan sangat keras. Sesambil itu ia juga menggunakan pedangnya untuk memblokir benda tersebut.


BANG! BANG! Benda yang berupa sebuah sabit hitam menghantam dewa pedang dengan sangat keras sebanyak dua kali. Hal itu membuat dewa pedang terpukul mundur. Namun, ia masih tidak menyerah untuk menghentikan sabit hitam itu agar tidak mengenai Dewa Cahaya.


Dewa Pedang menggunakan kemampuan miliknya dengan menebaskan pedangnya berkali - kali untuk menghentikan sabit hitam itu. Pada pukulan terakhirnya, terjadi sebuah ledakan gelombang kejut yang amat kuat hingga membuat banyak guardian terpental dari tempat mereka berada.


Sabit hitam itu pun berhasil di lemparkan oleh Dewa Pedang menuju ke arah yang lainnya. Dan tampak sabit hitam yang terbang di udara itu bergerak dan kembali dalam kumpulan asap hitam di sana.


Seseorang pun dengan santai memegang sabit tersebut sambil menatap Dewa Pedang dengan dingin. Sambil memegang sabit hitamnya, ia pun berkata kepada Dewa Pedang " Oh? Kau bisa membelokkan sabitku... Layak untuk menjadi salah satu dewa utama, Dewa Pedang Suci. " Kata seseorang dari balik asap hitam itu.


Sambil mengusap bibirnya yang sedikit mengeluarkan darah, Dewa Pedang sambil tersenyum membalas " Terimakasih atas bimbingannya... Dewa Kematian Hitam... " Kata Dewa Pedang dengan senyum percaya dirinya.

__ADS_1


__ADS_2