
Mengira kalau diri mereka akan mati saat jatuh ke dalam sebuah kolam lava. Namun tidak di sangka mereka begitu beruntung karena kolam lava itu tidaklah panas. Dan hal itu malah membuat mereka lebih mudah untuk mesuk ke dalam gunung api berkata gua yang ada di bawah kolam lava tersebut. Dengan bantuan dari kadal api yang telah di summon menjadi shadow army, Xi dan Airis menelusuri gua tersebut dengan di pandu oleh kadal api tersebut.
Dalam perjalanannya, mereka bertemu dengan beberapa monster lainnya, namun dengan mudah mereka membunuhnya. Saat mereka berjalan dan sampai di sebuah ruangan, mereka pun masuk ke dalam. Terlihat di dalam sana terdapat banyak batu obsidian yang seperti telah di tambang, serta kristal dan emas murni. Serta hanyak nya biji besi murni yang tercipta karena energi sihir yang panas.
" Ini sangat banyak... Tapi bukan ini yang kita cari... " Ucap Xi dan melewatkan tempat tersebut dengan santainya. Mereka berjalan lagi dan masuk lebih dalam, sampai di tengah - tengah jalan mereka. Mereka menemukan sebuah tanaman yang tumbuh di dalam gua yang panas tersebut.
" bunga Foxglove membara... Bunga ini biasanya tumbuh di tempat yang panas... Tidak di sangka kita akan menemukannya di sini. " Ucap Airis dengan senang setelah mereka menemukan bunga tersebut.
Melihat Airis yang terlihat senang setelah menemukan bunga tersebut, membuat Xi menjadi penasaran dengan kegunaan dari bunga itu.
" Mamangnya apa gunanya bunga ini? " Tanya Xi kepada Airis tentang Foxglove tersebut.
Mendengar itu, Airis dengan percaya diri menjawabnya sambil memajukan dada nya itu. " Hehe, bunga ini dapat memberikan resistensi terhadap api... Walau itu tidak tinggi. Tapi lebih efektif nya dapat melancarkan darah di dalam tubuh. " Jawab Airis dengan percaya dirinya.
Mendengar itu, Xi mengerti kenapa bunga Foxglove sangat berguna. Bagi mereka yang tidak mendapatkan bunga jambul phoenix, mereka masih di untung kan dengan bunga Foxglove ini dengan efek yang hampir sama, walau tidak sebaik bunga jambul phoenix. Namun bunga ini tidak kalah berharganya dengan bunga jambul phoenix.
" Kalau kau mau menyimpan nya, simpan saja... Sepertinya kau butuh kantung yang cukup besar. " Ucap Xi kepada Airis sambil melihat ke arah lainnya.
__ADS_1
Airis bingung dengan perkataan tersebut. Namun setelah ia memerhatikan dimana Xi melihat, ia terkejut dengan banyaknya jumlah bunga Foxglove di depan jalan mereka. Hal itu membuat Airis tercengang.
Airis pun mengambil bunga Foxglove tersebut, dan mengumpulkan herbal - herbal yang mereka temukan saat di jalan. Ada banyak jenis herbal yang mereka temukan. Sampai saatnya mereka berakhir pada sebuah ruangan sebelum mereka sampai di pusat gunung berapi.
Terlihat di sana ada sebuah kolam lava dengan sebuah bunga yang cukup besar, tumbuh di sana. Serta ada nya banyak monster yang menjaga bunga tersebut.
Xi meminta system untuk menganalisis bunga yang ada di hadapan mereka. Bunga tersebut berwarna merah terang serta menyalah layaknya sebuah api. Aura panas pun mengelilingi sekitar bunga tersebut. Serta bunga itu sendiri menghasilkan sebuah hawa yang panas.
[ Bunga Merah racun api membara ]
[ Sebuah bunga yang bahkan sehelai dari kelompok nya memiliki racun api yang mematikan. Bunga ini adalah salah satu bunga beracun yang paling mematikan. ]
' Serigala api... Katak raksasa api... Katak api... Ada kadal api juga di sana... Monster - monster itu memang hanya peringkat D - C Rank, namun punya resistensi terhadap api yang cukup tinggi. Buktinya mereka dapat bertahan di dalam gua yang panas ini. ' Gumam Xi dalam hatinya sambil memikirkan cara untuk mengalahkan monster - monster tersebut. Ia tidak ingin asal menyerang karena ia belum tahu apa yang menunggu nya di balik kolam lava tersebut.
Setelah ia memikirkan rencanya matang - matang, ia memutuskan untuk menyerang mereka dan mengambil Bunga Merah racun api membara yang di jaga oleh para monster tersebut.
Xi mulai memfokuskan energi sihirnya pada tangan kanannya. Sepercik api muncul di tangannya, dan sebelum ia melepaskan serangannya, ia bergumam. ' Ini memang tidak akan melukai mereka, namun... Ini sudah cukup untuk menarik perhatian mereka. ' Gumamnya dan melepaskan sebuah serangan bola api yang kuat ke arah dinding di belakang monster tersebut.
__ADS_1
Sebuah ledakan terjadi akibat bola api menghantam dinding. Hal itu, membuat para monster menurunkan penjagaan mereka, dan mengalihkan padangan mereka pada ledakan tersebut.
Saat para monster menjadi lengah, Xi memegang sebuab dagger pada tangannya, dan menyiapkan sihir pada tangan kirinya.
" Mana Blast... Magic missile... " Ucap Xi dengan cepat melepaskan sihirnya pada beberapa monster. Ia bergerak dengan kecepatan tinggi serta menggunakan kemampuan stealth. Dan langsung menyerang bagian fatal atau kelemahan dari para monster tersebut.
Dengan mudahnya mereka berdua mengalahkan monster - monster yang bergaja di sana. Saat mereka telah selesai mengalahkan monster - monster tersebut, Xi melihat bunga tersebut yang ada di tengah - tengah kolam lava. Ia mengangkat satu mayat serigala api, dan melemparkan nya ke dalam kolam lava tersebut.
Namun saat mayat serigala api masuk ke dalam kolam lava itu, tidak terjadi apa pun selain mayatnya yang tenggelam. Namun ia tidak mempercayai begitu saja kalau kolam lava itu aman. Ia melemparkan beberapa tubuh monster lainnya, namun tidak ada respon sedikit pun dari kolam lava. Dan hal itu ia anggap kalau kolam lava tersebut aman.
Ia pun melompat ke tengah - tengah daratan kolam lava tersebut, dan mengambil bunga tersebut dengan tangan yang di baluti oleh energi sihir pelindung. Ia tidak ingin, kalau racun api masuk ke dalam tubuhnya. Segerah setelah ia mengambil bunga tersebut, ia memasukan nya ke dalam inventory, dan pergi dari sana. Serta melanjutkan perjalan mereka ke tempat bunga jambul phoenix berada.
Sesampainya mereka di tempat bunga jambul phoenix berada yang di pandu oleh shadow kadal api, di sana terdapat banyak monster seperti kadal api, serigala api, katak api, dan monster elemantar api. Serta di dekat bunga jambul phoenix tersebut, terdapat banyak herbal lainnya. Hal itu semakin membuat mereka tertarik.
Mereka pun mulai melangkahkan kakinya, dan berjalan menghampiri para monster tersebut. Namun sebuah anak panah dengan cepat melayang ke arah mereka, dan menancap di tanah tepat di depan mereka.
Mereka yang menyadari hal tsrsebut, melihat ke atas, dan terdapat dua orang berjubah ada di sana. Salah satu dari mereka, mengarahkan senjata yang merupakan crossbow ke arah mereka berdua.
__ADS_1
Dalam benak Xi, ia berkata ' Sesuai perkiraan... Mereka pasti akan datang lebih cepat dari petualang lainnya. Ini sesuai dengan rencana ku. ' Gumam Xi saat itu, sambil melirik Airis dan memberikan sebuah kode dari tatapan mata nya.
Airis mengangguk mengerti dan memulai rencana yang telah mereka rancang.