LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM

LAHIRNYA SANG DEWA KEMATIAN HITAM
CH. 175


__ADS_3

Langit mendung petir bergemuruh, suara teriakan rasa sakit terdengar sangat keras. Raungan monster mengguncang lautan, air laut naik membunuh banyak makhluk yang ada di depannya.


Api berkobar membakar lautan, angin kencang menyayat langit. Pertempuran dengan kekuatan yang berada di luar nalar akal sehat manusia, berlangsung begitu lama.


Mareka yang mati membasahi tanah dengan darahnya, laut berubah menjadi merah, karena banyaknya monster, mau pun manusia yang mati.


" Kuahahaha, hari ini adalah hari kematian kalian semua para makhluk rendahan! Kuahahaha!! " Ucap seekor monster sambil menyerang Xi dan Heilen dengan brutal.


Ia menyerang apa saja yang ad di depannya, menghancurkan pasukan Shadow dengan mudahnya.


" Rasakan ini berengsek!! " Ucap Heilen dan menyerang dengan kuat, hingga membuat luka di wajah monster itu.


Bola api hitam dengan cepat mengenai mereka berdua, dan menyebabkan ledakan. Walau terkena serangan yang kuat dari Xi, itu bukanlah masalah untuk mereka berdua, yang Ranknya sudah melebihi S Rank.


" Bocah kurang ajar! Matilah! " Ucap Heilen dan menyerang Xi dengan tombaknya. Ia bergerak dengan cepat dengan pegasus yang ia tunggangi.


Xi bertarung dengan Heilen dengan kecepatan yang sangat tinggi, pertarungan antara pedang dan tombak saling berhantaman di langit, dan menyebabkan langit terus bergetar.


" Kesempatan ku, Strike Of Enlightenment!! " Ucap Xi dan memukul Heilen dengan kuat menggunakan pedangnya.


Heilen menahan serangan itu dengan tombaknya yang indah, walau terjadi ledakan saat menahan serangan dari Xi. Ia tidak menerima luka sedikit pun, lalu menatap Xi dengan sinis sambil berkata. " Apa hanya segini kemampuanmu? " Ucap Heilen sambil meremehkan kekuatan Xi.


" Haaa, kalau begitu matilah!! " Ucap Xi, pedangnya yang masih bersentuhan dengan tombak milik Heilen, mengeluarkan api hitam yang kuat, dan membuat Heilen terdorong mundur.


Xi menebaskan pedangnya dengan kuat, dan menciptakan bilah api hitan yang panas. Heilen menangkis semua serangan Xi, dan saat yang sama Kara juga menembakkan nafas airnya dengan tekanan tinggi.


Mereka berdua menghindar serangan dari Kara, serangan air yang bertekanan tinggi itu, membelah langit dengan mudahnya, dan membuat banyak Guardian yang terkena langsung mati.


" Akan aku bunuh kalian semua di sini!! " Ucap Kara dan bersiap menyerang lagi. Kali ini ia di bantu dengan kedua monster lainnya, untuk menyerang.


Serangan Air bertekanan tinggi terus - menerus berterbangan di langit, Heilen dan Xi terus menghindari serangan itu, karena berbahaya. Saat menghindari serangan dari ketiga monster itu, Xi menciptakan panah api hitam yang besar lalu melepaskannya.


Dari atas langit, jatuhnya sebuah panah api hitam menuju ke laut. Panah itu kemudian meledak dan berubah menjadi banyak, berjatuhan di lautan, dan membuat ledakan di atas air. Menyebabkan monster - monster yang ada di laut mati.

__ADS_1


Saat yang sama saat panah itu meledakan lautan, Heilen dengan kuat menyerang Xi.


Xi tidak dapat menghindari serangan dari Heilen yang cepat itu, serangannya mengenai dirinya, dan membuatnya terjatuh dari udara, menghantam tanah dengan keras.


Saat ia terjatuh ke tanah, sebuah tombak cahaya yang besar jatuh dari atas langit ke arahnya. Itu bukanlah serangan biasa, jika terkena bisa saja langsung sekarat.


" Berengsek, tidak memberiku kesempatan untuk bernafas, Gluttony Symbol! " Ucap Xi dan melahap serangan Heilen hingga habis. Saat melahap serangan Heilen itu, Xi merasakan panas yang mendidih di tanganya. ' Sialan, serangannya sangat kuat! ' Ujar Xi dalam hati.


Dari kedua sisi monster itu bersiap meyerang dengan kekuatan penuh, begitu juga Heilen, ia mengumpulkan banyak energi suci di tombaknya dan bersiap untuk menyerang dengan kekuatan yang dahsyat.


Menyadari bahaya tersebut, ia sudah tidak bisa menghindar lagi. Ia mengunpulkan energi demonic ke pedang yang ia pegang hingga energi itu membentuk kepala naga yang mengerikan. Gluttony Symbol pun ia siapkan untuk menahan serangan yang akan di lancarkan oleh keduanya.


Dengan energi yang terkumpul, mereka secara bersamaan melepaskan serangan mereka masing - masing.


Monster itu melepaskan serangan air bertekanan tinggi yang berbentuk seperti sebuah taring yang sangat tajam.


Heilen melepaskan serangannya, yang berbentuk sebuah tombak cahaya yang di pegangangannya ada dua sayap yang indah.


Saat bersama ketiga serangan itu saling bertabrakan, menciptakan ledakan yang begitu luar biasa di langit.


Ledakan yang maha dahsyat menyebabkan guncangab yang hebat, di langit, darat dan lautan. Gelombang kejut yang kuat menyebabkan kematian bagi yang lemah, ledakan hebat seperti banyaknya boom atom yang meledak di lautan.


Ledakan yang maha dahsyat itu, membuat laut menjadi berlubang, ribuan hewan - hewan laut mati, ribuan monster mati, karena ledakan itu.


Sementara itu, Xi mendapatkan luka di tangan kanannya karena menahan ledakan itu dengan Gluttony Symbol. Heilen menerima luka di tangannya juga, sedangkan monster itu, hanya sedikit luka di bagian wajahnya.


" Ini belum berak... Argh!! " Ucap Xi dan berhenti berbicara, karena terkena serangan entah daru mana asalnya saat itu.


Sebuah panah yang kuat dan tajam, menembus perutnya, dan membuat perutnya berlubang. Xi menerima rasa sakit yang luar biasa, walau begitu, ia masih bisa beregenerasi.


Mengetahui Xi terluka, mereka semua meninggalkan pertarungan mereka dan berlari dengan cepat menuju ke tempat Xi berada.


" Xiii!! " Ucap Yumiko dengan keras. Yumiko sangat khawatir karena luka yang di derita oleh Xi sangat parah. Walau dirinya juga terluka saat bertarung melawan para monster yang mengamuk itu.

__ADS_1


" Xi... Apa kau baik - baik saja?!! " Tanya Yumiko dengan khawatir, air mata jatuh dari wajahnya yang cantik itu.


" Aku rasa tidak baik... " Ucap Xi sambil memandangi langit.


Di atas sana para guardian telah siap dengan sihirnya untuk menembaki Xi dan yang lainnya. Mereka melepaskan serangan untuk membunuh Xi.


" ice shield " Yumiko menciptakan perisai es yang kuat untuk menahan serangan para Guardian.


" Holy Shield, Wall Shield. " Ucap Astia dan Yanzams menciptakan perisai berlapis untuk membantu menahan serangan itu.


Mereka sangat kesulitan menahan semua serangan yang di lancarkan oleh para Guardian. Para monster pun juga ikut ambil kesempatan untuk menyerang.


Xi megangkat tangannya dan berteriak sangat keras. " Gluttony Symbol!! " Teriak Xi dengan keras, dan menciptakan sebuah lubang hitam di langit.


Lubang hitam itu melahap semua serangan para Guardian dan monster, bahkan para Guardian dan monster yang ada di dekatnya juga terisap dan di lahap oleh lubang hitam itu.


Ketiga monster besar itu tidak tinggal diam, mereka menyerang menggunakan Water Canon yang sangat kuat. Walau memberikan Goncangan yang kuat, tapi serangan mereka bertiga berhasil di hilangkan oleh Gluttony Symbol.


Dalam ke adaan yang sulit itu, di kupung oleh ratusan ribu monster, dan puluhan rubi guardian. Dari belakang ada banyak serangan berbentuk sebuah panah, mengarah kepada mereka semua yang sedang bertahan.


Serangan itu mengenai mereka semua, dan membuat Sheild yang mereka ciptakan hancur, lagi - lagi Xi menerima luka yang sangat parah. Dua panah yang kuat menembus tubuhnya, dan membuat dirinya berlumuran darah.


Ia menoleh kebelang dan melihat siapa orang yang telah menyerangnya dari belakang. Mereka adalah orang - orang yang mengenakan armor berkilauan, dan di bagian dada kanan armor mereka memiliki sebuah simbol bulan sabit emas.


Walau ia sudah mengetahui siapa yang menyerang dirinya, dan yang lainnya dari belakang. Tapi ia tidak bisa melakukan apa - apa, dirinya tidak dapat bergerak, dan juga ia tidak tahu apa arti dari simbol bulan sabit emas itu.


Saat melihat para pasukan yang bergerak maju itu, seseorang di barisan depan, seorang pria tampan menarik busurnya dan melepaskannya.


Sebuah anak panah yang berlapisan energi sihir yang kuat mengarah kepada Xi dengan cepat.


Mengetahui dirinya tidak bisa menghindari serangan itu, ia mencoba untuk memaksakan dirinya untuk menggunakan Gluttony Symbol untuk menahan serangan itu. Tapi, tiba - tiba Yumiko ada di hadapannya dan menahan serangan.


Anak panah yang berlapis energi sihir yang kuat mengenai perut Yumiko hingga berlubang. Xi yang melihat hal tersebut di depan matanya hanya bisa terdiam terkejut walau dirinya juga terkena serangan itu.

__ADS_1


__ADS_2