
( Tiga Tuan muda )
Keberadaan dari anak - anak keluarga kelas atas, tepatnya keluarga bangsawan dari seorang Duke di sebuah kerajaan di pandang buruk oleh semua orang yang ada di sana. Karena status keluarga mereka yang tinggi, membuat mereka menjadi sombong dan menganggap orang lain berada di bawah kaki mereka. Tidak layak untuk di sebut, dan tidak layak untuk di lihat.
" Baiklah para sampah, lihatlah kemampuan kami ini! " Ujar Arta dengan keras. Ia menggunakan skill miliknya, yang merupakan sebuah serangan jarak jauh yang kuat. Serangannya, melayang ke arah segel makam naga dan langsung menghantamnya dengan sangat kuat. Namun, Segel itu tidak sedikit pun mengalami goresan.
Melihat penghalang tersebut masih baik - baik saja saat di serang oleh Arta, membuat San berpikir kalau penghalang ini tidak bisa di hancurkan oleh Arta sendirian. " Penghalang itu masih sangat kokoh walau sudah melemah. Sebaiknya kita serang bersama untuk menghancurkan penghalang itu. " Ucap San dengan tenang. Memberikan usulan kepada rekan - rekannya untuk menghancurkan penghalanh itu dengan menyerangnya secara bersama - sama.
Semuanya pun mengangguk setuju dengan usulan yang di berikan oleh San. Pada saat itu juga, mereka melepaskan energi sihir mereka yang sangay banyak, dan memulai persiapan untuk menyerang penghalang itu dengan serangan jarak jauh.
Angin bergembus kencang karena pancaran sihir yang terpancar dari mereka, hingga membuat sebuah pusaran angin di sekitar. Saat itu, semua orang berkeringat merasakan pancaran energi sihir yang hebat di pancarkan oleh San dan rekan - rekannya.
" Mereka memang punya kemampuan untuk bersikap sombong, walau aku benci mengakui ini... Tapi pancaran sihir mereka sangat kuat. Aku rasa ini dapat menghancurkan penghalang tersebut dengan satu serangan mereka bersama - sama. " Ucap salah satu petualang yang ada di sana.
San dan yang lainnya telah siap untuk melepaskan serangan kuat mereka. Dan saat ini, mereka hanya perlu menunggu perintah dari San untuk melepaskan serangan mereka bersama - sama.
Melihat rekan - rekannya telah siap, San pun memberikan perintah untuk melepaskan serangan mereka semua. " Sekarang! Lepaskam bersama! " Ucap San dengan keras. Dan bersama mereka melepaskan serangan mereka.
Semua serangan melayang ke arah penghalang itu, dan perlahan jarak mereka semakin dekat, dan semua serangan bergabung menjadi satu. Sehingga saat menghantam penghalang tersebut, menyebabkan sebuah ledakan yang amat besar, hingga menciptakan sebuah gelombang kejut yang kuat di iringi dengan hembusan angin yang kencang.
Pada saat yang sama, suara yang keras seperti suara retakan kaca terdengar oleh mereka semua. Saat itu, tepat di hadapan mereka semua, tampak penghalang tersebut menjadi retak karena serangan kuat yang di lancarkan oleh San dan rekan - rekannya.
Semua orang hanya bisa diam berkeringat saat menyaksikan kengerian dari serangan tersebut. Jika itu mereka, mungkin mereka semua sudah mati jika terkena serangan gabungan dari party San.
" Masih belum hancur? Benar - benar penghalang yang sangat kuat. " Ujar Ozora sambil memainka kipasnya layaknya seorang wanita, padahal ia seorang pria.
Saat itu mereka ingin mencoba untuk menyerang penghalang tersebut sekali lagi. Berharap dengan serangan terakhir ini penghalang itu dapat hancur, dan mereka bisa masuk ke dalam makam naga. San dan rekan - rekannya mulai mengumpulkan energi mereka kembali. Namun, seseorang melompat dari atas pohon, dan itu menarik perhatian setiap orang yang ada di sana.
" Hei lihat! Ada seseorang di atas sana! "
__ADS_1
" Siapa dia?! "
" I itu topeng rubah hitam?! "
Pria bertopeng rubah hitam itu melepaskan sebuah serangan pada penghalang tersebut. Dengan cepat serangannya melayang pada penghalang itu, dan langsung menghantamnya dengan sangat keras.
BOOM! Ledakan yang amat kuat menghasilkan gelombang kejut yang hebat, bersamaan dengan datangnya hembusan angin yang kencang. Pria dengan topeng rubah itu, memunculkan suatu makhluk dari bayangannya. Makhkul tersebut adalah seekor phanter bayangan.
Ia menunggangi phanter bayangan itu, dan bergerak menuju makam naga dengan sangat cepat dengan bantuan phanter bayangan. Semua orang terkejut saat melihat aksi dari pria bertopeng rubah itu, dan khususnya adalah para tuan muda dari keluarga bangsawan. Tidak menyangka ada seseorang yang memiliki kekuatan dahsyat seperti itu di tempat ini selain mereka.
Penghalang yang menyegel makam naga mulai runtuh. Semua orang berteriak sangat keras saat penghalangnya hancur.
" Apa penghalangnya hancur?!! "
" Dalam satu serangan orang itu? "
" Kekuatan yang gila! "
Semua orang pun berlarian dan berlomba - lomba untuk masuk ke dalam makam naga. Dan seperti yang di harapkan dari makam naga, karena banyaknya barang berharga di dalam sana, membuat para petualang pun saling jatuh menjatuhkan untuk mendapatkan harta tersebut, bahkan sebelum mereka masuk ke dalam.
Sementara itu, para tuan muda dari keluarga bangsawan pun ikut masuk ke dalam makam naga dengan menunggangi seekor burung emas yang menjadi monster beast peliharaan mereka. Burung emas, adalah sebuah simbol dari keluarga bangsawan Duke Izika.
Di dalam, pria bertopeng rubah itu berhadapan dengan beberapa monster. Namun, dengan mudah ia mengalahkan monster yang menghalangi jalan masuknya. Setelah mengalahkan semua monster yang menghalangi jalan masuknya, ia melepaskan topeng rubah hitamnya itu, dan terlihat wajah asli dari pria bertopeng rubah tersebut. Ia adalah Xi yang menyamarkan dirinya, agar tidak di ketahui oleh para petualang yang ada di sana.
" Karena sudah di dalam, waktunya menelusuri lebih cepat. " Ucap Xi sambil memegang sebuah bola berwarna merah terang. Saat itu juga, ia melepaskan banyak monster purple lightning mouse/tikus petir ungu.
[ purple lightning mouse ] Rank : D. Level : 20. Exp : 3000. Skill : Sengatan listrik.
" Oke, tugas kalian sekarang adalah untuk mencari sebuah ruangan yang tertutup rapat dengan gambar kepala naga di pintunya. Kalian tidak perlu bertarung menghadapi para petualang yang akan datang, cukup cari saja ruangan yang aku minta. Jika kalian menemukannya, segerah beritahu aku. Oke sekarang menyebar! " Perintah Xi kepada semua purple lightning mouse untuk mencari sebuah ruangan dengan gambar kepala naga di pintunya. Saat ini maps system tidak dapat menemukan lokasi dari pintu tersebut, dan lagi makam naga sangatlah luas, karena ada bagian luar dan bagian dalam. Dan untuk saat ini, Xi masih berada di bagian luar makam naga, yang merupakan sebuah tempat seperti sebuah taman yang indah.
__ADS_1
Pada saat yang sama, saat semua purple lightning mouse berpencar, ia di hampiri oleh monster kera yang dapat berdiri layaknya manusia. Serta memakai armor yang tampak kuat seperti yang di pakai para petualang, entah itu armor besi mau pun armor kulit. Semua kera itu menatapnya sambil tersenyum yang tampak seperti senyum senang menemukan mangsa yang empuk bagi mereka.
KIEEE! Semua kera yang ada di sana saat itu langsung melompat dan menyerangnya secara bersama - sama. Dan tanpa ragu menyerang Xi yang berdiri sendirian di sana.
Sementara itu, di sisi lain, semua petualang tampak senang saat mereka mengalahkan beberapa monster yang dapat mereka kalahkan, memiliki item dan kristal sihir kualitas tinggi. Mereka sangat senang dengan hasil yang mereka dapatkan.
Di samping itu, seorang wanita tampak sedang di buly oleh seseorang. Ia di lemparkan ke sebuah pohon dengan sangat keras hingga ia muntah. Wanita itu pun jatu lemas karena tendangan dari orang itu.
" Tuan muda San! Kau sangat keterlaluan! " Ujar seorang pria. Ia tergeletak di tanah dengan tubuh di penuhi dengan luka akibat pertarungan melawan monster. Saat ia dan wanita itu berhasil mengalahkan monster tersebut, Izika San lalu menyerang mereka berdua dengan kejamnya. Hal itu membuat keduanya menerima luka yang lebih parah dari sebelumnya.
Dengan tatapan sombong dan merendahkan mereka, Izika San mengambil sebuah Artefak yang di miliki oleh wanita itu. Sambil melihat Artefak itu, yang berupa sebuah orb berwarna biru, Izika San berkata kepada kedua orang itu. " Jika kalian menyerahkan ini lebih awal, kalian tidak akan terluka lebih para dari ini... " Kata Izika San sambil berjalan pergi meninggalkan mereka. Sambil berjalan menjauh ia pun melanjutkan perkataannya " Artefak semacam ini, tidak layak di miliki oleh rakyat jelata seperti kalian. " Lanjutnya dengan senyum jahat terukir di wajahnya.
Di sisi lain, tampak di sebuah tempat dekat dengan sebuah sungai. Terdapat banyak tumpukan mayat monster yang terbunuh dengan cara yang mengenaskan. Semua monster itu terpotong menjadi dua bagian, pada saat yang sama, ada seorang pria yang berdiri di atas tumpukan mayat monster - monster itu.
Pemuda itu tidak lain, adalah Xi yang telah mengalahkan semua monster yang datang menyerangnya tadi, termasuk monster monyet yang sangat ganas saat menyerangnya. Di saat itu, ia menghembuskan nafas nya dengan lega. Sambil berdiri di atas tumpukan mayat para monster itu, ia mengambil Artefak yang sebelumnya di berikan oleh Bayreefl King.
[ Kalung Bunga Bayreefl ] Rank : B+ VIT : +10. INT : +10. Efek : Spirit Grass Nackles : Memberikan peningkatan terhadap sihir tanaman/Grass sebanyak dua kali lipat.
" Artefak ini sangat bagus, tapi akan sangat di sayangkan kalau tidak di gunakan. " Ucap Xi. Ia memanggil salah satu Shadow Army nya, yang tidak lain adalah Kara. Ia adalah salah satu Shadow Magician yang spesialis dalam sihir tanaman, di banding dengan Shadow Magician lainnya yang bertipe api. " Kara, kau gunakan Artefak ini. Ini akan sangat berguna apa bila kau yang memakainya. " Kata Xi sambil memberikan Kalung Bunga Bayreefl kepada Kara.
Xi merasa, kalau Kalung Bunga Bayreefl ini, hanya Kara lah satu - satunya orang yang dapat memakainya dengan maksimal di antara Shadow lainnya, dan juga Xi itu sendiri. Sementara Shadow lainnya tidak satu pun dari mereka memiliki skill tipe tanaman, Xi sama sekali tidak memiliki sebuah kemampuan untuk mengendalikan tanaman. Menurutnya, ini sudah menjadi keputusan yang tepat dengan memberikan Artefak itu ke tangan yang tepat dari pada di biarkan berdebu di dalam inventory nya.
Kara pun menerima Artefak Kalung Bunga Bayreefl dengan sangat senang. Mendapatkan hadia dari Xi merupakan sebuah kebagian untuk nya, yang melanyani Xi. Ia pun berjanji akan menggunakan Artefak tersebut sebaik mungkin.
Setelah memberikan Kalung Bunga Bayreefl kepada Kara, Xi mendapatkan penglihatan dari salah satu dari 50 purple lightning mouse yang ia sebarkan. Pada saat itu, purple lightning mouse itu memberitahukan kepada Xi sebuah pintu dengan gambar kepala naga di atasnya, dan tidak hanya itu, ia juga memberitahukan hal lainnya kepada Xi mengenai mekanisme jebakan yang terdapat di dalam ruangan bawah tanah yang terdapat di bagian dalam makam naga.
Di mana setiap jalan memiliki jebakan yang mematikan, dan setiap pintu yang ada di jalan rahasia ini menyimpan banyak sekali harta karun yang berharga. Seperti Koin Platinum, emas, perak, perunggu, buku - buku kuno, peralatan emas, kristal, berlian dan juga yang lainnya.
Xi yang mendapatkan itu menjadi sedikit tertarik namun, pada saat yang sama ia juga melihat aksi dari anak - anak keluarga bangsawan yang mengambil barang orang lain seenak mereka. Pada saat itu anak - anak bangsawan itu mengatakan " Hanya kami yang boleh menyimpan semua harta yang ada di dalam makam naga ini. " Itu lah yang di katakan anak - anak bangsawan tersebut.
__ADS_1
Xi pun memberikan tatapan sinisnya setelah mendengar perkataan tersebut dan berkata dengan mata yang bersinar terang. " Anak - anak itu sangat rakus, dan mengambil barang milik orang lain seenak mereka... Tapi, siapa bilang kalau semua itu hanya milik kalian?! " Katanya dalam hati dengan mata merah yang menyalah terang. Dengan sigap pun ia pergi menuju ke ruangan rahasia yang telah di temukan oleh purple lightning mouse yang telah ia sebar.