
Firly dengan langkah enggan keluar dari kamarnya .Semangat hidupnya semakin dratis menurun .Tidak ada kesedihan dan putus asa yang lebih sakit dari apa yang dia rasakan .Sekarang tidak ada lagi harapan untuk hidup bersama Senja .
"Mau kemana lagi kamu ? "tanya Sonya ketus .
"Pulang "jawab Firly singkat .
"Andai kamu jujur ,Senja adalah anak dari tuan Arham mama akan mengIjinkan kamu bersama Senja .Mama akan lupakan kebenvian mama pada Wulandari .Bahkan orangtua Gea kekuasaannya tidak ada separuh dari DNG Corps "sesal Sonya .
"Cukup kalian mempermainkan hidup Senja .Sekarang biarkan Senja bahagia "ucap Firly dengan dada yang makin terhimpit sesak .
"Anak bodoh ,seharusnya kamu berusaha kembali .Jangan lupa kita masih punya kartu As ,Senja tidak akan menolak "ucap Sonya licik .
"Cukup ma ...cukup ...Jangan lakukan apapun lagi .Seharusnya ini sudah lama berakhir .Tapi mama tidak pernah puas .Cukup !! kalau mama belum puas ,bunuh saja aku sekalian .Jangan usik Senja atau mama akan menyesal .Sekarang tidak ada lagi yang aku takutkan ma .Hidup sudah percuma "ucap Firly dingin tapi matanya penuh luka .
"Jangan gila kamu .Jangan berani mengancam mama .Kamu tau mama masih bisa melakuukan hal yang akan membuatmu lebih menyesal "bentak Sonya .
"Terserah "ucap Firly ,lalu meninggalkan rumahnya orangtuanya dengan emosi yang campur aduk .
Firly merindukan kata "pulang " dalam artian yang Lebih normal .Pulang adalah sebuah kata yang maknanya kembali ke rumah atau kembali ke tempat di mana kita bisa merasa nyaman .Rumah bukan hanya tempat yang dibuat untuk mempertegas strata sosial .Rumah seharusnya adalah tempat kita lupa akan penat dan masalah di luar ,tempat yang di dalamnya penuh cinta dan kehangatan .Tempat di mana kita selalu ingin cepat kembali kemanapun kita pergi .
Menjalani hidup seperti robot .Bekerja tapi tidak tau hasilnya buat apa dan siapa .Bersama perempuan tapi tanpa perasaan cinta .Melangkah tapi tidak tau arah .Bernafas tapi tidak berjiwa .Hidup yang sia - sia ,tapi mati juga tidak kuasa .
Di dalam burung besi di atas awan putih .Wajah Senja semakin terbayang ,menari - nari di dalam pikiran Firly yang Lelah dan menyerah .
Selesai memasak Senja kembali ke kamarnya ,Darren masih bertelanjang dada rebahan di atas sofa masih memainkan ponselnya .
"Ask ,makanannya sudah siap .Mau makan di sini atau di bawah ? " tanya Senja hati - hati .
"Aku ke bawah saja .Kamu mandi lalu istirahat saja "jawab Darren ,sepertinya masih marah .Nadanya ketus dengan wajah yang datar .
"Ask ,Senja juga belum makan .Senja laper "ucap Senja lirih seperti anak kecil yang sedang dimarahi ayahnya .
"Kamu mandi saja dulu ,nanti aku ambilkan sekalian "Darren keluar kamar sambil memakai kaosnya kembali , meninggalkan Senja yang sudah tidak bisa menahan tangisnya .
Rasa bersalah dan kesal karena Darren mengacuhkannya bercampur jadi satu .Entah karena hormon kehamilan atau karena sedang jatuh cinta ,Senja menjadi lebih mudah menangis sekarang .
__ADS_1
"Bik ,tolong makanan ini antar ke atas ya ,Senja suruh langsung makan .Bilang saya keluar sebentar "ucap Darren ,tangannya menyiapkan sepiring nasi lengkap dengan rawon ,tempe goreng dan seiris telur asin beserta sedikit sambal untuk Senja .Soal makanan Senja dan Darren mempunyai kesamaan ,jadi apapun yang dimasak Senja pasti cocok dengannya .
Keluar dari kamar mandi ,Senja melihat Imah meltakkan makanan di atas meja .
"Buat siapa bi ? " tanya Senja heran .
"Kata Den Darren buat nn Senja ,Den Darren mau keluar sebentar katanya Non "jawab Imah .
"Owh ... Terimakasih bi "ucap Senja .
Senja tidak menyentuh makanannya sama sekali ,selera makannya hilang seketika .Melihat ponsel suaminya tergeletak begitu saja di sofa ,membuat niat Senja untuk menghubunginya wurung .
Lama terdiam dan mondar mandir tidak tenang karena tidak ada tujuan ,Senja kembali duduk di antara tumpukan kado .Senja teringat Bevan juga memberikannya kado .Diabpun mencari kotak kado dari Bevan .
Senja membekap mulutnya sendiri begitu tau isi di dalam kotak sedang itu .Senja memastikan dengan meraba bagian belakang logonya .
"Bagaimana bisa ?"gumam Senja tidak percaya .Bagaimana Senja bisa percaya Bevan memberikannya sebuah gelang infinity milik Senja sendiri .Gelang itu diberikan Rafli sebagai ucapan terima kasih karena sudah berjuang melahirkan Zain .Infinity adalah simbol tak terhingga atau tidak terbatas ,siapapun yang memberinya pada kita berarti perasaan cinta dan ungkapan terimakasihnya juga tidak terhingga .
Berkali - kali Senja memastikan .Gelang ini memang miliknya ,bukan gelang yang kebetulan sama di berikan .Di balik simbol itu tertulis namanya .
...Apa yang seharusnya milikmu ,akan aku kembalikan satu persatu ....
...Trust me please...
...F...
Senja terlalu sibuk menerka - nerka apa yang sebenarnya terjadi .Gelang itu tidak mungkin kebetulan .Senja tidak menyadari kalau Darren sudah dari tadi membuka pintu kamar ,cukup lama untuk melihat dan semua keterkejutan Senja .
"Ehemmmm " Darren pura - pura berdehem .
Senja yang menyadari kedatangan Darren langsung dengan cepat menutup kunci dan gelangnya di bawah tumpukan yang lain .Tapi Darren berhasil menangkap gerakan itu dengan matanya .
"Dari mana Ask ? "tanya Senja ,berdiri dengan hati berdebar .Berharap Darren tidak tau menahu akan gelang dan kunci itu .Kemarahan ini saja belum reda ,kalau sampai Darren tau pasti akan lebih meledak lagi .Senja memilih untuk menyembunyikannya dulu .
"Dari mama sebentar .Mama mengirimu jus .Ambillah di bawah ,bagi segelas denganku "ucap Darren .
__ADS_1
Senja pun dengan semangat mengambil jusnya .Darren mengunci pintu kamarnya sebentar ,secepat mungkin melihat apa yang disembunyikan Senja .Darah panas seketika mengaliri tubuh Darren .Kecewa .Itu kata yang lebih tepat untuk menggambarkan apa yang dua rasakan .Darren akan menunggu Senja bercerita padanya sekarang .
Sebelum Senja datang ,Darren mengembalikan kedua barang itu di posisi semula .Darren segera membuka pintu kamarnya dan segera duduk santai di sofa seperti tidak sedang terjadi apa - apa .
Senja dan Darren minum jus mereka bersamaan .Melihat makanan Senja yang masih utuhb,Darren mencoba tidak peduli .Ada kalanya Darren tidak ingin mengalah dan mendiamkan setiap tindakan istrinya .
Satu jam berlalu ,dua jam terlewati ,tiga jam tanpa perubahan .Senja tidak mengucapkan sepatah katapun mengenai gelang dan kunci itu .Senja malah sudah bersiap untuk tidur .
"Ask ,besok aku ada urusan mendadak ke negara S .Tidak bisa diwakilkan siapapun .Mau ikut ? "tanya Darren tiba - tiba .
"Kenapa mendadak ?"tanya Senja .
"Ada investor besar mau menanam modal di project reklamasi baru "jawab Dareen asal .
"Owhhh...."kata Senja .
"Mau ikut ? "tanya Darren .
"Tidak ,aku juga ada pekerjaan yang harus cepat diselesaikan .Besok berangkat jam berapa ?"tanya Senja agak gugup dan salah tingkah .
"Setelah subuh .Pesawat jam 5.30 "jawab Darren mengarang bebas .
"Baiklah ... Kamu tidak ingin meminta bekal dulu ask ?"tanya Senja mulai menggoda suaminya .
"Aku sedang tidak ingin "jawab Darren terpaksa .Untuk pertama kali menolak penawaran enak dari istrinya .Hatinya sedang tidak mau pura - pura .Kecewa tadi belum selesai ,kini bertambah lagi .
Senja yang merasa ditolak ,tapi tidak sadar akan kesalahannya malah menangis karena merasa diacuhkan .Senja menutup seluruh tubuhnya dengan selimut hingga tertidur .
Darren mengepalkan tangan hingga jemarinya memutih ,seolah darah berhenti mengalir di sana .Darren sedang meredam emosinya .
gelang Infinity .
__ADS_1
gantungan kunci infinity (anggep saja ada kuncinya )