Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
Cemburu part 2


__ADS_3

Seperti subuh - subuh sebelumnya, setelah mandi Senja selalu membangunkan Zain seperti biasa. Hari ini badannya tidak remuk, karena tidak harus berolahraga memenuhi keinginan suaminya yang selalu meminta bertukar keringat sebelum subuh menjelang.


Senja mendapati Zain sudah terbangun, tapi tidak ada Darren di sana. Senja mencari di seluruh ruangan yang biasanya disinggahi Darren ketika diusir sementara dari kamar, tapi tetap tidak menemukan.


Suasana rumah seketika menjadi horor begitu Senja uring - uringan. Semua menjadi serba salah, meski bukan kata kasar yang terucap. Tapi jawaban singkat dengan mata tajam menghujam sungguh membuat seisi rumah kelabakan. Jika harus memilih, mereka lebih senang Darren yang tidak enak hati. Karena sebagai pawang, Senja selalu berhasil menjinakkan dan meredam emosi suaminya.


Kembali ke kamarnya dengan muka memerah dan bibir maju beberapa centi karena menahan kesal. Menghempas pelan bokongnya di atas kasur empuk, Senja membuka ponsel Darren yang ditinggal sejak tadi malam. dan langsung membuka aplikasi berwarna hijau dengan gambar telepon putih di tengahnya.


" Awas kamu Ask " ucap Senja geram. Wajahnya tidak bisa menyembunyikan kekesalannya saat melihat kiriman foto dari kontak bernama Monica. Meski foto itu berenam, siku Darren mengenai gundukan besar perempuan disampingnya. Wajah Darren terlihat santai tanpa dosa di sana.


" Ma, Daddy minta baju buat kerja. Daddy juga minta disiapin sarapan, dari semalam Daddy belum makan " ucap Zain yang tiba - tiba muncul tanpa tanda.


Senja mengambilkan baju untuk Darren, lalu memberikannya pada Zain.


" Kenapa Daddy nggak ngambil sendiri ? kenapa malah nyuruh Zain ? semalam papa tidur di mana ? " tanya Senja bertubi - tubi.


" Daddy bilang mama nggak mau lihat wajah Daddy, semalam Daddy tidur di mobil " ucap Zain hati - hati.


" Dasar aneh, begitu banyak kamar tapi malah memilih tidur di dalam mobil. Bilang Daddy, mama nggak mau masak. Karena mama tahu Daddy nggak makan semalaman karena kekenyangan makan buah " ucap Senja dengan sedikit kesal. Tidak mau berlama - lama Zain berlari kecil meninggalkan kamar mamanya.


" Ini bajunya Dad .... sudah jangan suruh Zain lagi, mama bilang mama nggak mau masak. Kata mama, Daddy sudah kekenyangan makan buah semalam " ucap Zain sesuai yang dipesankan mamanya.


" Buah ? "tanya Darren.


" Sudah Zain mau turun, Daddy selesaikan sendiri. Zain tidak mau ikut - ikut " ucap Zain langsung berlarian kecil menuju lantai bawah.


Darren mengabaikan baju gantinya lalu kembali ke kamarnya sendiri untuk meluruskan sesuatu sambil memegangi perutnya yang terasa perih tertusuk - tusuk.

__ADS_1


" Ask, aku lapar beneran ini. Kamu tau kan kalau aku telat makan banget pasti lambungku kambuh. Ini sudah perih banget " ucap Darren jujur.


" Nggak usah sok melas. Semalem sudah kenyang kan ? pantesan di suruh keluar kamar pasrah - pasrah saja, pasti di luar lagi ngebayangin hot jeletot " ucap Senja ketus.


" Apa lagi sih Ask ? aku ajak kemarin nggak mau ? berangkat malah di suruh - suruh, giliran pulang di usir dari kamar. Kalau aku mau sama perempuan lain, gampang Ask kalau aku mau. Nyatanya cuman kamu dan hanya kamu. Jangankan menikmati kebersamaan bersama mereka, aku kepikiran kamu di sini. Aku khawatir kamu terlalu dekat dengan temanmu " ucap Darren lirih, lambungnya semakin perih.


" Terus kenapa bisa begini ? " tanya Senja, mengambil ponsel Darren dan menunjukkan foto yang membuat Senja memanas tadi.


" Ya Allah Ask, mulai kapan sih kamu begini. Ini foto Ask nggak bisa mewakili yang terjadi sebenarnya. Justru ini aku sedang menarik tanganku agar tidak di depan Monica, belum siap sungguhan pembantu sandra sudah mengambil fotonya.Nggak ada acara tempel menempel Ask. Kamu pikir aku ini gampangan " ucap Darren kesal.


" Kok kamu jadi yang kesel sih " Senja menghentakkan kakinya seperti anak kecil.


Keringat dingin mulai mengucur, Darren sedang menahan sakit di perutnya.


" Aku capek berdebat Ask, dengan apa yang sudah kita lalui seharusnya kamu tidak begini. Kamu boleh marah, boleh cemburu, aku seneng. Tapi tolong semarah apapun kamu, tetap pedulikan aku. Aku tidak semandiri dulu. Kamu tau aku nggak bisa makan kalau nggak kamu urusin. Di luar aku nggak tenang, pulang - pulang kamu diemin aku,jutekin aku " Darren memegang perutnya semakin erat.Sudah lama dia tidak merasakan sakit begini. Senja mengurusnya dengan baik. Tidak biasanya Senja lalai, hanya masalah sepele Senja tidak melayaninya seperti biasa.


" Ask apanya yang sakit ? " Senja mengelap keringat dingin di wajah Darren.


" Lambungku kambuh Ask, aku serius belum makan dari kemarin malam " ucap Darren lemah.


Senja segera mengambilkan obat pereda nyeri lambung untuk suaminya.


" Diminum dulu Ask, setengah jam lagi aku suapin. Sekarang kamu berbaring dulu " ucap Senja, membantu menganggkat kaki suaminya ke atas ranjang. Lalu memberikan bantal agak tinggi.


" Ask .... aku seneng kamu cemburu, tapi jangan abaikan aku " Darren mengucapkan sambil meringis menahan nyeri.


" Cerewet " sahut Senja, cepat berlalu keluar kamar.

__ADS_1


Selang tiga puluh menit kemudian, Senja datang membawa semangkok bubur ayam hangat.


" Makan dulu ask " ucap Senja.


" Suapin ya " pinta Darren seperti anak kecil.


" Sudah tau nggak bisa telat makan, harusnya tetep makan. Kayak Zain saja masih harus diingetin. Lagian kalau makan saja tergantung banget sama Senja, gimana kalau Senja pergi " omel Senja asal.


" Kamu nggak akan pergi kemana - mana, Kamu akan selalu menemaniku Ask. Saat anak - anak sudah dewasa nanti, mereka akan lebih sering meninggalkan rumah. Yang selalu ada hanya aku dan kamu. Aku tidak mau hidup sampai tua jika tanpa kamu " kata Darren.


" Senja akan pergi kemana - mana, Senja akan jalan - jalan menikmati dunia. Karena saat masih muda akan sangat sulit keluar rumah tanpa Darren Mahendra "


" Sampai tua pun akan sama "


Senja mulai menyuapi Darren, semakin lama Senja merasakan cinta yang begitu besar pada suaminya. Tak jarang Senja merasakan cemburu berlebihan. Bahkan pada hal yang kadang tidak penting.


" Istirahat saja dulu Ask, kerja dari rumah bisa kan ? " tanya Senja setelah memberikan suapan terakhirnya.


" Males Ask, kalau di rumah dimanja, diperhatikan sih gpp. Kalau cuman dicuekin, mending di kantor " ucap Darren.


" Owh iya mending di kantor, ada sekretaris yang masih seger, yang pasti seneng - seneng aja kalau bosnya minta diperhatikan " sahut Senja cepat.


Darren menelan ludahnya sendiri. Merasa telah memercikkan api kecemburuan yang baru.


" Sebentar, saya siapin baju kerja yang lebih keren lagi abang Darren. Biar abang kelihatan muda dan sekretaris abang menjadi semakin terpesona " sindir Senja.


Darren memejamkan matanya, pura - pura tertidur akan lebih baik.

__ADS_1


__ADS_2