Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
Double date


__ADS_3

"Gea ?? "entah sapa atau tanya yang Darren ucapkan .


"Apa kabar honey ? "tanya Gea dengan santainya ikut duduk lesehan ,lalu mencium pipi kiri kanan Darren seperti sebelum - sebelumnya .Begitulah sapaan ala mereka .


"Bukankah dia ini asistenmu ?"tanya Darren ,memandang ke arah Senja dengan tatapan meremehkan .


"Bukan ,Senja calon istriku .Kami akan menikah beberapa hari lagi .Kami akan mengundang Firly ,datanglah bersamanya ."ucap Darren yang belum paham kalau Gea datang bersama Firly .


Darren menggeser bokongnya agar lebih dekat dengan Senja ,lalu Melingkarkan tangannya ke pinggul Senja .


"Aku ke sini bersama Firly .Sepertinya akan seru kalau kita double date .Sebentar aku akan mengajaknya kemari "ucap Gea ,tanpa menunggu persetujuan Senja dan Darren .


"Santailah Ask ,saatnya mereka tau kita juga bisa bermain - main .Kamu ingin membalas keluarga Rajata bukan ? kita mulai malam ini dari Firly .Tunjukkan di depan Firly kalau kamu sudah mencintai laki - laki lain ."bisik Darren meyakinkan Senja yang pasti merasa tidak nyaman dengan Firly maupun Gea .


Sementara Gea dan Firly masih berdebat ,Firly tidak ingin bergabung dengan Senja dan Darren .Perbuatan orangtuanya yang baru saja dia ketahui membuatnya Malu bertemu Senja .Firly perlahan memupus harapannya sendiri .Kedekatannya dengan Senja hanya akan membuat Senja menderita .Firly akan memilih bersabar ,pasti ada saatnya nanti dia akan kembali di dekatkan dengan Senja .


Dengan sedikit ancaman akhirnya Firly mau berpindah ke tempat Senja dan Darren berada .Waitres pun sudah memindah meja berisi makanan mereka .Jadilah mereka berempat di bagian rooftop yang sama ,sedangkan pengunjung lain setingkat lebih bawah dari tempat mereka berada .


Kecanggungan tampak di antara Firly dan Senja .Firly terlihat salah tingkah .


"Sepertinya makanan kalian juga belum habis ,mari kita teruskan saja makannya .Kita bisa ngobrol sambil makan bukan ?"ucap Darren terlihat santai .


"Tentu saja bisa "sahut Gea .


Firly dan Senja sama - sama tidak mengeluarkan suara .Senja sedang menenangkan dirinya .Jantungnya berdetak lebih kencang begitu bertemu Firly ,flashback perlakuan keluarga Rajata terlintas jelas di kepalanya .Ini bukan salah Firly .Tapi memanfaatkan Firly untuk melampiaskan sedikit sakit yang dia rasakan tidak ada salahnya .


Senja mengambil strawberry sorbet di atas meja .Lalu dengan gaya sedikit menggoda menyuapkannya pada Darren dan dirinya bergantian .Darren menanggapi biasa ,karena makan di suapi Senja adalah hal luar biasa yang sudah menjadi kebiasaan mereka akhir - akhir ini .


Gea dan Firly mencoba bersikap wajar dengan kemesraan Senja dan Darren yang terlihat alami .


"Jadi kapan kalian menikah ?"tanya Firly mengalihkan pandangannya dari Darren yang sedang menatap Senja begitu mesra .

__ADS_1


"Masih 6 hari lagi , kita akan mengirim undangan ke mas Firly segera ."jawab Senja tidak lupa memberikan senyum di ujung kalimat .


Firly menghela nafas panjang ,benarkah ini akhir semuanya ? Takdir sedang mempermainkannya luar biasa jika sampai pernikahan Senja dan Darren terjadi .Bukan ini ending yang Firly inginkan .


"Kalian kapan ?"tanya Darren .


"Kami masih lama ,aku masih sibuk mengurus banyak hal .Tapi Firly akan tinggal bersamaku di negara S mulai besok .Tapi aku pastikan ,kami akan datang ke pernikahan kalian ."ucap Gea lugas .Gea harus memberi kesan baik pada Darren sekarang ,suatu saat Darren akan menaruh simpati padanya karena menjadi istri yang tidak dicintai suami .Itulah harapan Gea .


"Jadi kalian akan menetap di sana ?"tanya Darren .


"Tentu saja ,Firly tidak mungkin lama - lama berada di sini ."jawab Gea mewakili Firly yang memilih mengalihkan fokus pada makanannya .


"Semoga kalian berbahagia "ucap Senja .


Gea dan Firply hanya bertukar pandang ,tidak berniat mengamini doa Senja .Bisa menikah saja sudah bagus ,mengharapkan bahagia sangat tidak mungkin .Firly dipaksa bertanggung jawab untuk sesuatu yang bukan urusannya .Lagi - lagi Firly bisa apa .Pengorbanan yang entah sampai kapan ujungnya .


Senja dapat merasakan luka yang begitu dalam di mata Firly .Sekeras apapun laki - laki itu menutupinya .Tatapan sendu matanya tidak bisa bohong .Senja baru sadar lingkaran hitam di bawah mata Firly begitu kentara dan tubuhnya pun sedikit kurus dari biasanya .Senja pun sedikit iba .Firly laki - laki yang baik ,sayangnya dia adalah bagian dari keluarga Rajata .


"Iya ask ,jangan lama -lama ,nanti aku kangen "ucap Darren lebay .


"Aku juga mau ke toilet "ucap Gea langsung berdiri dan mengajak Senja berjalan bersamanya meninggalkan Darren dan Firly yang saling menatap dengan pandangan menyelidik .


"Apa kamu benar - benar mencintai Senja ? "tanya Firly .


"Aku tidak ada keharusan untuk menjawab bukan ? Aku tidak mau menjawabnya "jawab Darren enteng .


"Aku harap kamu bisa membahagiakannya .Aku akan menjauh dari kalian .Tapi suatu saat aku akan kembali pada kalian .Saat itu datang ,tolong jangan halangi Senja untuk dekat denganku ."ucap Firly seperti menyimpan sesuatu .


"Aku tidak akan membiarkan saat itu datang .Setelah semua perlakuan keluargamu pada Senja .Jangan harap kamu bisa dekat kembali dengan Senja .Kalau kamu memang menganggap Senja penting .Bantu dia menemukan di mana makam anaknya sekarang ."ucap Darren .


"Aku tidak tau masalah itu .Suruh Senja melupakan urusan makam ."kata Firly gugup .

__ADS_1


"Karena sebenarnya memang tidak ada yang dimakamkan bukan ? Kamu adalah Rafli .Lalu di mana Zain ? "tanya Darren ,pandangan matanya tajam menyelidik .


"Tidak ..Itu tidak benar "sahut Firly cepat .


"Semoga tidak benar .Jika itu benar ,kamu tidak akan pernah bisa mengembalikan semua ke awal .Jika kamu memang Rafli dan berani jujur sebelum pernikahanku ,aku rela melepas Senja .Tapi jika pernikahanku dengan Senja sudah terjadi ,jangan harap kamu bisa mendekati Senja lagi siapapun kamu .Aku akan mempertahankan pernikahanku dengan nyawaku .Aku akan melindungi Senja dari apapun dan siapapun yang bisa menyakiti hatinya "ucap Darren tajam .


"Kita lihat saja .Aku pergi dulu ,katakan pada Gea aku menunggunya di lobby "ucap Firly buru - buru .


Darren hendak menyusul Senja ke toilet ,tapi belum sampai sepatunya terpakai ,Senja terlihat muncul bersama Gea .


"Firly menunggumu di lobby sekarang ."ucap Darren menyampaikan pesan Firly .Gea mendengus kesal ,dan menghentakkan kakinya berjalan kembali ke arah pintu untuk menyusul Firly tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Senja ataupun Darren .


"Kamu masih ingin di sini ?"tanya Darren .


"Tentu saja ,aku ingin menatap bintang lebih lama dari sini .Siapa tau ada Zain di sana yang juga memandangku dari sana ."jawab Senja .


Senja kembali duduk di samping Darren ,menyandarkan kepalanya .Kali ini kepalanya mendongak sempurna lalu memandang sendu ke arah bintang .Merasakan angin membelai wajahnya .


"Zain mama kangen sekali .Zain datang ke mimpi mama ya nak .Sebentar saja "ucap Senja lirih dan terdengar sempurna di telinga Darren .


"Menangislah Ask ,jangan terlalu memaksa dirimu untuk kuat .Sesekali jadilah rapuh ,karena bahu ini selalu ada untuk kamu jadikan sandaran "ucap Darren lembut .


Perlahan air mata jatuh di pipi Senja .Lolos membasahi pipi mulus Senja .Darren tidak berniat menghapusnya .Biarlah air mata itu tumpah tanpa suara .Tangisan yang benar - benar menyayat .


Hidup memang sedinamis ini .Tidak ada canda yang terus menjadi canda .Kita bisa sekejap tertawa lalu dalam sekejap kemudian menangis .


Darren merapatkan dekapannya pada bahu Senja .Luka sesakit ini belum seberapa dibanding nanti ketika kebenaran yang dia khawatirkan benar - benar menjadi kenyataan dan terungkap .Sehancur apa hati Senja nanti .


Senja semakin membenamkan kepalanya di dada Darren .Pundak Senja yang naik turun tidak beraturan menandakan dia masih menumpahkan air matanya .Kadang kita tidak perlu bertanya apa lagi menghibur dengan kata - kata .Sebuah bahu untuk bersandar kadang cukup untuk meredakan kegundahan .Hanya meredakan ,karena duka tidak bisa dihilangkan secepat itu .


.

__ADS_1


__ADS_2