
Darren menerima sambungan teleponnya ,lalu berdiri dan menjauhi posisi Senja .Dengan tatapan menyelidik Senja memperhatikan Darren tanpa melewatkannya sedikitpun .Tidak biasanya Darren menjauh saat berbicara di telepon .Apalagi dengan suara berbisik seperti sekarang ,tawa yang tertahan dan ekspresi yang sungguh mencurigakan .
Senja berdiri menghentakkan kakinya kasar ,berjalan mengambil air minumnya di atas meja ,lalu meneguknya hingga habis tak bersisa .menaruhnya kembali dengan kasar ,kemudian masuk ke kamarnya yang tidak terlalu jauh dari tempatnya berada saat ini .Diakhiri dengan suara bantingan pintu kamar yang cukup membuat Darren terperanjat .
Menyadari ada yang tidak beres dengan kekasih hatinya ,Darren segera menyudahi pembicaraan serunya ,memasukkan ponsel ke dalam kantong celananya kembali lalu menyusul Senja ke kamarnya .
"Ask .."panggil Darren pada Senja yang sekarang asik membuka sosial media di ponselnya .
"Hemmm "jawab Senja ,tanpa menoleh .
"Kenapa ? "tanya Darren bingung .Seingatnya tadi mereka baik - baik saja ,tapi kenapa sekarang mendadak jadi cemberut seperti ini .
"Gpp "jawab Senja singkat .Fix Senja sedang tidak baik - baik saja .Ilmu dasar yang harus diketahui seorang laki - laki jika ingin sukses dalam menghadapi perempuan adalah saat perempuan ditanya jawabannya hanya gpp dan terserah ,di situlah kepekaan ,teknik merayu juga pengendalian emosi laki - laki sedang diuji .
"Ask ,kenapa ? aku salah apa memangnya ? "tanya Darren semakin bingung .
"Gpp ..ngeyel "jawab Senja ketus ,lagi -lagi tidak melihat Darren dan tetap fokus pada ponselnya .
"Gak mungkin gak ada apa - apa kalau kamu sudah begini "ucap Darren mulai kesal ,karena memang Darren cenderung tidak sabaran .
"dibilang gpp ya gpp !! "ucap Senja ketus dan kesal maksimal .
"Jangan berbicara keras saat bicara denganku Ask .Aku tidak pernah suka ada orang yang bicara dengan cara seperti itu padaku .Kalau kamu begini ,lebih baik aku kembali ke kantor "ancam Darren yang memang memiliki pribadi yang keras dan angkuh .Tentu saja Darren berharap Senja selalu menurut padanya .
"Terserah "ucap Senja ketus dengan pandangan mata yang sangat kesal .
Lengkap sudah dua kata ajaib perempuan itu keluar dari mulut Senja .Darren yang memang tidak peka dan tidak paham langsung meninggalkan Senja sendiri .Darren menghempaskan dirinya di sofa panjang ruangan keluarga .Darren tidak benar - benar berniat kembali ke kantor .Dia hanya ingin tau berapa lama Senja tahan mendiamkannya .
Di dalam kamar Senja terus mengumpat kesal pada Darren yang tidak peka pada kesalahannya .Senja yang pada dasarnya betah jika sedang marahan dengan pasangan tidak peduli sekarang Darren mau apa dan kemana .Senja meneruskan kegiatan stalking sosial medianya ,meskipun dengan pikiran kesal yang masih mendominasi .Tapi makin lama ,ponsel di genggaman Senja makin merenggang dan akhirnya pun terjatuh .Senja tertidur dengan enaknya meninggalkan Darren yang menanti kepastian di luar .
Satu jam berlalu ,tidak ada tanda - tanda Senja akan keluar kamar .Darren semakin gelisah ,kesabarannya menunggu serasa sudah mendekati habis .
Tanpa berfikir panjang ,Darren kembali membuka pintu kamar Senja .
__ADS_1
"Dia tidur dengan enaknya setelah membuat orang kesal .Apa -apa'an ini "umpat Darren kesal lalu menutup kembali pintu kamar Senja dengan kesal .
"Bi ,tolong buatkan jus semangka ya bi .Antar ke kolam renang ."ucap Darren datar pada bi Warni ,salah satu asisten rumah tangga di rumahnya .
"Baik Den "jawab bi Warni dengan santun .
Senja terbangun dalam keadaan lapar ,dia pun memutuskan untuk keluar ke dapur .Melihat dua gelas jus semangka yang terlihat segar di atas meja dahaga langsung melanda .Tanpa permisi dan bertanya siapa pemilik jus tersebut ,Senja menghabiskan dua gelas sekaligus tanpa sisa .
"Non Senja !!!! Aduh gimana ini .Itu pesenannya Den Darren non ,Mana semangkanya tinggal itu .Tadi pagi bibi sudah dimarahi ,masak sekarang lagi .Bibi takut non "ucap Bi Warni membuat Senja iba .
"Bibi bilang saja sama abang kalau jusnya dihabisin Senja .Kalau abang marah ,Senja yang maju "ucap Senja santai .
"Bibi takut non "ucap Bi Warni lagi .
"Sudah sana ,nanti Senja susul "perintah Senja masih santai .
Dengan enggan bi Warni melangkah ke arah kolam renang ,bi Warni menunggu Darren yang sedang berenang sampai ke tepian terlebih dahulu .Senja diam - diam menguping di balik salah satu tiang besar yang menyangga bangunan samping .
"Panggil Senja ke sini "ucap Darren datar namun tajam .
"Baik Den .Permisi ."ucap Bi Warni ,mengelus dadanya menandakan kelegaan karena tidak menerima omelan panjang dari Darren seperti biasa .
Sebelum disuruh bi Warni Senja sudah menampakkan dirinya di depan Darren dengan santainya .
Darren keluar dari kolam .Senja seketika menggigit bibir bawahnya perlahan .Lagi - lagi disuguhkan pesona kejantanan alami yang membuatnya enggan menoleh ke sisi lain .Sekujur tubuh Darren yang basah membuat bulu - bulu halus yang menempel di sekujur tubuhnya jatuh beraturan menutup kulit .Jantung Senja seketika berdegup tak beraturan .Perempuan juga mudah traveling otaknya kalau disuguhkan pemandangan seperti ini .
"Nikmat mana lagi yang tidak akan kamu incipi "batin Senja membuatnya tersenyum - senyum sendiri .
"Heh ... Senyum - senyum ,tadi cemberut mulu .Mana jus semangkaku ?"tanya Darren menghentikan pikiran Senja yang sedang traveling .
"Sudah habis "jawab Senja santai .
"Kembalikan "ucap Darren konyol .
__ADS_1
"Kamu perhitungan sekali ,hanya dua gelas jus semangka "sahut Senja ketus .
"Aku harus perhitungan mulai sekarang .Karena kamu juga pelit bicara "ucap Darren .
"Senja gak pelit kalau bukan kamu yang mulai "ucap Senja semakin ketus .
"Aku yang salah ?"tanya Darren menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuknya .
"Tentu saja "jawab senja cepat .
"Memangnya apa salahku ?"gumam Darren pelan .
"Pikir saja sendiri .Dasar tidak peka "kata Senja .
"Lalu apa gunanya kamu jadi pendampingku kalau aku harus berfikir sendiri Askim ???"ucap Darren gemas juga lama - lama sama Senja .
"Suka - suka Askim buat apa "ucap Senja asal .
"Sini balikin jusnya "ucap Darren kembali ke topik jus.
"Terus Senja suruh muntah gitu ?"tanya Senja , merasa aneh .
"Sini .."Darren menyuruh Senja untuk mendekatinya ,tapi Senja menggeleng .Firasat Senja seketika mengatakan ,sosoran maut akan kembali menimpanya .Dan benar saja hanya tiga kali langkah kaki Darren bibir mereka pun sudah saling menaut .
"Masih terasa semangkanya di sini ,aku akan mengambilnya sampai rasa semangka itu hilang "ucap Darren ,lalu langsung kembali menyesap bibir Senja yang masih mengatup .
Sensasi tubuh Darren yang basah dan menempel sempurna di tubuhnya ,membuat Senja kembali kehilangan kendali .Pikirannya mengatakan untuk menjaga konsistensi kekesalannya ,tapi tubuhnya tak kuasa menolak perlakuan Darren yang membuai .Tubuh basah Darren sungguh membuat fantasi liar Senja semakin berani .Kini Senja justru yang mendominasi permainan lidahnya .Darren merasa kewalahan kali ini untuk menyeimbangkan diri dan memberi perlawanan .Kekesalan lagi - lagi teredam dengan sebuah ciuman .
"Sekarang katakan ,kenapa tiba - tiba judes sama aku "ucap Darren begitu Senja melepaskan ciumannya ,dengan nafas yang belum stabil .
"Siapa yang menelponmu ? kenapa harus menjauh dari Senja ? Kenapa kelihatan senang sekali tadi ? "tanya Senja terdengar seperti orang yang sedang cemburu .
"Ah ...Itu ..cuman .."Darren tiba - tiba gugup ,bingung harus jujur ataukah tidak .
__ADS_1