Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
Lupa Malu


__ADS_3

" Kalau Senja sih terserah abang saja pak, kalau abang mau ya gpp. Iya kan bang ? " Senja menjawab, kembali dengan senyuman misteri yang sangat tidak disukai Darren.


" Terimakasih Pak Uloom, mungkin lain kali saja. Saya tidak tega meninggalkan Senja tidur sendirian.Kehamilannya sudah besar pak. Saya nggak tega kalau ninggalin buat seneng - seneng sendiri " tolak Darren secara halus.


" Permisi saya ke toilet sebentar " pamit Senja.


Darren memandangi punggung istrinya sampai tidak terlihat lagi.


" Apa istri saya termasuk mahasiswi seperti apa pak ? " tanya Darren, rasa ingin tahunya muncul. Berharap menemukan aib masa lalu yang bisa digunakan untuk menggoda istrinya nanti malam.


" Cerdas, cakap, keras kepala, kritis dan cantik tentunya " jawab Uloom, cepat tanpa berfikir.


" Sesempurna itu ? " tanya Darren masih berusaha menemukan sedikit celah.


" Tidak juga, Senja masihlah manusia biasa. Saya tidak mungkin melupakan Senja, karena dia mahasiswi yang berpacaran dengan asisten dosen saya demi mendapatkan bocoran soal ujian. Dosen saya yang lugu terperdaya, siapa yang bisa menolak pesona Senja. Semua mahasiswi mendapat nilai sempurna karenanya " Uloom terkekeh mengingat kejadian itu.


" Curang sekali " ucap Darren, mulai berfikir licik.


" Bukan curang, kata Senja memaksimalkan potensi dan juga peluang. Asisten dosen sudah tergila - gila dan Senja meninggalkan begitu saja. Padahal saat datang merayu, beuh.....Andai itu bukan asistenku yang lugu. Habis pasti Senja " tambah Uloom, menggugah rasa penasaran Darren.


" Seorang laki - laki polos didatangi perempuan cantik dengan gayanya yang berlenggak - lenggok, melepas kaca mata si lelaki dengan gerakan lembut tapi tatapan jelas menggoda, membuka dua kancing kemeja teratas yang menjerat leher si lelaki, lalu tangan tak berhenti mengusap lengan ketika mengajak berbicara. Kurang lebih seperti itu " ucap Uloom, semakin terkekeh mengingatnya.


" Senjaku bisa seperti itu ? " Darren seolah tidak percaya.


" Bisa. Asistenku sampai kencing di celana " Uloom tertawa lepas.


" Astaga, itu jahat sekali " ucap Darren.


" Dan anehnya saya memilih pura - pura tidak tahu. Suatu saat kalau Senja bertemu lagi dengan Mario pasti Senja akan salah tingkah. Mario berubah karena Senja. Dia sedang mencari Senja, sekedar ingin mengucapkan terimakasih. Mario yang sekarang tidak secupu dulu, mungkin anda kenal juga pak. Dia ceo PT. Alt " ucap Uloom masih dengan sedikit teekekeh di sela - sela kalimatnya.

__ADS_1


" Astaga, semoga dia tidak melihat kalau yang berciuman di video conference kemarin adalah saya dan Senja. Semoga Mario tidak menemukan Senja. Tidak boleh. Saya tidak mau Mario membayangkan Senja menggodanya lagi. Senja sangat hebat dalam hal itu " Darren bergidik membayangkannya.


" Dunia begitu sempit sekarang " Uloom kembali tergelak sambil melirik jam tangannya.


" Sayang sekali aku masih ada acara. Kita harus bertemu lagi pak Darr " ucap Uloom dengan ramah.


" Tentu saja, kalau datang ke Indonesia lagi langsung hubungi kami " balas Darren tak kalah ramah. Masih banyak yang ingin Darren tanyakan, sepertinya masa kuliah istrinya tidak sedatar yang selama ini diceritakan.


" Maaf lama " ucap Senja, mengagetkan Darren sedikit.


" Nja, meeting selesai. Bilang ceo mu, Alfa nurut saja. Tapi ingat kalau sedikit saja mengecewakan, aku akan menuntut ganti rugi pada kalian. Ganti rugi yang sangat mahal, yaitu waktu kalian. Kamu dan pak Darren harus menemaniku lagi kalau sampai aku kecewa " ancam Uloom seraya tersenyum.


Mereka bertiga berjalan beriringan sampai di lobby dan masuk kendaraan masing - masing.


" Perutnya sakit lagi ya ? " tanya Senja, melihat suaminya terdiam membuatnya khawatir.


" Kok diem Ask ? " tanya Senja pelan sambil mengelus lengannya. Darren memejamkan matanya membayangkan saat Senja melakukannya hal yang sama di lengan Mario.


Darren memukul pelan kepalanya sendiri. Ingin menghilangkan bayangan yang seharusnya tidak muncul dipikirannya. Itu hanya masa lalu, kebetulan saja Darren mengenalnya.


" sakit kepala ? "tanya Senja lagi.


Darren mengangguk bohong. Biarlah Senja sedikit mengkhawatirkannya sekarang.


" Nanti sampai rumah, Senja pijit ya. Pijit plus - plus juga boleh kok kalau mau. Maafkan Senja kemarin mengabaikanmu. Maafin Senja ya Ask " ucap Senja, tulus.


Satu hal kelebihan Senja adalah enteng dan tidak gengsi mengucapkan maaf jika memang salah. Itu adalah salah satu dari sekian banyak hal yang membuat Darren semakin cinta dengan istrinya.


" Ask, pas kuliah pernah pacaran nggak ? " tanya Darren memancing pembicaraan.

__ADS_1


" Seinget Senja nggak pernah, kalau deket ada tapi nggak jadian " jawab Senja.


" Padahal aku aja nggak pernah lho Ask pacaran, deket - deket juga nggak, dulu seneng - seneng saja mikirnya " ucap Darren.


" Iya nggak pacaran, nggak deket - deket, tapi langsung tidur miring. Lebih parah " sahut Senja.


" Eh, enak aja. Enggaklah, diluar doang. Gak masuk " bela Darren.


" Sama saja abang... Ask, setelah melahirkan dana selesai Asi nanti. Senja mau ke korea ya, Senja mau ganti ukuran. Kelihatannya kamu memang suka yang gede " ucap Senja, wajahnya sedikit kesal.


" Enggak...Gak ada bedah plastik, bedah baskom atau bedah panci sekalipun. Segitu saja, pas dan bikin nagih. Sekarang bukan soal ukuran Ask, yang penting perasaan. Mau segede galon kalau gak cinta jatuhnya bukan kenikmatan Ask "kata Darren.


Senja menyandarkan kepala di bahu suaminya.


" Ask, kenapa sekarang Senja jadi mudah cemburu ya ? Susah mikir jernih ? kasihan kamu Ask, kena marah Senja mulu. Terutama kemarin, sampai sakit. Maafin ya " ucap Senja, bibirnya manyun menggemaskan membuat Darren tidak kuat membiarkan begitu saja.


Darren menyambar cepat bibir manyun Senja dengan bibirnya, ********** perlahan, memberikan kesempatan pada istrinya untuk membalas. Saling lilit lidah pun terjadi. Senja dan Darren adalah dua manusia yang tidak peka pada perasaan orang lain ketika sedang bersama. Menjadi driver pribadi Darren sekarang ini, selain harus punya skill mengemudi yang mumpuni juga harus mempunyai mental dan iman yang kuat.


Serba salah menjadi Rudy saat ini, driver yang baru enam bulan bekerja khusus untuk mengantar Senja. Menoleh kebbelakang salah, melihat spion tengah apalagi, tapi suara decapan itu sungguh mengganggu konsentrasinya.


Rudy belum terbiasa, ini kali pertama Rudy mengemudi bersama Darren dan Senja saja. Sebelumnya selalu ada Zain atau baby De. Sekarang Rudy baru tau alasan kenapa driver yang lain selalu lama di kamar mandi setelah mengantar majikannya.


Darren melepaskan sejenak tautan bibirnya, tapi hanya sesaat. Setelah itu menempelkan kembali lebih dalam. Tubuh keduanya bereaksi hebat. Tidak ada satupun kemarahan yang berakhir tanpa bertukar keringat atau sekedar bertukar ludah seperti sekarang.


Sepertinya Darren lupa daratan, tangannya hendak menyusup pada sesuatu yang kenyal.


Cittttttttttttt.....derit suara ban akibat rem yang diinjak mendadak, menyadarkan Darren.


" Maaf pak Rudy, nggak fokus ya " ucap Darren salah tingkah sendiri.

__ADS_1


__ADS_2