
"Bagaimana kalau Zain nanti malam tidurnya sama Om saja ? "Darren menawarkan diri .
"Enggak ,Zain kangen tidur bareng mama papa "jawab Zain keukeh .
Senja masih berfikir ,menolak tidak mungkin ,menerima apalagi .Begitupun Darren ,mengijinkan berat ,tidak mengijinkan merasa bersalah .Berbeda dengan Darren dan Senja ,Rafli tampak biasa saja .Rafli terkejut tapi merasa tidak ada beban .Tidur bertiga Alhamdulillah ,tidak pun sudah biasah .
"Zain ini sudah besar lho ,sebentar lagi tau mana cewek yang cakep mana yang kurang cakep .Masak tidurnya sama mama papa .Malu dong nanti sama dedeknya juga .Zain mau adik kan ? "tanya Darren konyol .Senja membulatkan matanya lebar tanda kekesalannya pada Darren .
"Mau ... Zain mau adek cewek .Zain baru inget kalau mau adik gak boleh tidur sama papa mama "ucap Zain polos tanpa beban .
"Siapa yang bilang begitu Zain ? "tanya Senja .
"Bevan "jawab Zain singkat .
"Nah itu Bevan pinter "sahut Darren semangat .
"Kalau begitu Zain tidur sama Om saja .Biar papa dan mama bikin adek dulu "ucap Zain ,membuat Senja menelan ludahnya sendiri .Darren tersenyum melihat ekspresi istrinya .Lalu mengerlingkan satu matanya .Ikrar talak dari Rafli pada Senja merubah moodnya luar biasa .
Rafli meninggalkan Senja,Darren dan Zain .Ketiganya sedang bersendau gurau dengan akrab .Senyum Zain begitu lepas ,matana berbinar - binar dapat melihat lalu lalang kendaraan di bawah sana lewat cendela kaca .
"Bahagia itu memang sederhana ya Ask ,yang bikin ribet itu keinginan - keinginan kita "bisik Senja sangat lirih disambut anggukan kepala oleh suaminya .
"Ma ,Zain ngantuk ,tolong antar Zain ke kamar Zain ma "kata Zain .
__ADS_1
"Sini biar om yang dorong "ucap Darren ,mengambil alih pegangan kursi roda .
Sampai ruangan Zain ,Darren menggendong dan membaringkan Zain ke atas ranjangnya dengan hati - hati karena infus belum dilepas dari tangan Zain .Senja mengelus punggung Zain yang sekarang sudah dalam posisi memunggunginya seperti biasa .
Darren memperhatikan monitor yang ada disudut meja Zain .
"Rafli seneng banget pakai cctv ya ,di mana pun ada cctv "seloroh Darren mengambil monitor portable yang terhubung dengan cctv di kamar yang ditempati Zain ini .
"Ya karena mas Rafli tidak mungkin 24 jam di kamar ini ,kalau Zain butuh apa - apa takutnya bisa kelewat .Nurse call kadang juga agak lama .Mungkin mas Rafli lupa membawanya lagi "jelas Senja .
Dengan keisengannya Darren memutar mundur video yang ditampilkan .Wajah Darren seketika mengeras melihat apa yang ada di monitor berukuran 8 inchi itu .wajahnya memerah ,matanya memancarkan kekecewaan .
"Jelaskan "ucap Darren menahan suaranya agar tidak membangunkan Zain sambil memberikan monitor tadi pada Senja .
"Jadi karena ini tadi kamu minta maaf ? "tanya Darren sinis .
"Kita bicara di luar "ajak Senja ,memegang lengan Darren tapi di tepis .
Senja mengajak ke ruang tamu ,karena hanya ruangan itu yang bebas dari lalu lalang suster yang selalu memeriksa keadaan Zain tiap jam .Sepertinya Rafli juga sedang keluar .
"Ask ... Aku minta maaf .Aku tidak bermaksud seperti itu Ask "ucap Senja .
"Kemarin Rafli memelukmu aku sudah mengalah Ask ,aku memilih diam meski aku tidak senang .Bukan hanya tidak senang ,aku cemburu Ask .Aku tidak suka milikku yang berharga disentuh orang .Dan sekarang saat kalian berciuman apakah aku harus diam ? kalau aku diam bukan tidak mungkin setelah ini kalian akan tidur bareng ,mengulang sentuhan - sentuhan lain yang pernah kalian lakukan "ucap Darren dengan suara benar - benar tertahan ,Darren sebisa mungkin mengendalikan emosi .
__ADS_1
"Kami tidak berciuman Ask .Aku tidak membalasnya "bela Senja .
"Tidak membalas ,tapi pasrah dan menikmati .Luar biasa kamu Ask ...luar biasa .Aku tidak menyangka kamu sanggup melakukan ini .Berada di sini di antara masa lalu kalian saja sudah berat Ask .Apa kamu pikir aku baik - baik saja .Aku diam bukan berarti aku tidak sedang bergelut dengan hatiku Ask .Sakit Ask ...Sakit "ucap Dareen benar - benar menahan emosi .
"Ask maafin aku ,aku ....."ucap Senja ,terhenti tidak melanjutkan kalimatnya .
"Aku apa Ask ? kamu terbawa suasana ? di dada Rafli kamu merasa nyaman ? kecupannya masih sama seperti dulu ? ciumannya masih memabukkan ? bukankah kamu pernah bilang padaku Rafli yang terbaik ? Mungkin kamu benar Ask .Dipelukan Rafki kamu lupa ada suamimu menunggumu di luar ,kamu lupa saat itu suamimu berdoa semoga semua cepat berlalu .Zain kembali pulih sehingga tidak harus membiarkanmu berdua dengan mantan suamimu terus menerus .Jangan - jangan kamu lupa kalau ke sini bersama suamimu "ucap Darren sinis ,tangannya dimasukkan ke dalam kantong celananya .Meredam keinginannya ,untuk melempar dan menghancurkan semua benda yang ada disekitarnya .
"Ask aku khilaf ...Tolong maafkan aku Ask .Itu kenapa aku ingin segera membawa Zain ke negara S .Aku takut menyakitimu Ask .Tolong maafkan aku ,beri aku kesempatan "pinta Senja .Tangan Senja memegang erat lengan Darren tapi dihempas keras oleh Darren ,Senja terhuyung hampir jatuh tapi berhasil ditangkap oleh Rafli .
"Jangan perlakukan Senja seperti ini .Aku yang salah .Kamu jangan berani melukai Senja "ancam Rafli .
"Jika saat ini aku yang menyakiti Senja ,itu artinya kita sudah sama - sama menyakiti Senja .Jangan lupa kamu menorehkan luka yang lebih dalam padanya .Kamu hanya sedang beruntung karena mendapatkan maaf dari Senja .Mungkin akan lebih beruntung lagi kalau pada akhirnya dia memilihmu "ucap Darren sinis ,kakinya melangkah ke arah luar .Senja mengejar Darren .
"Stop ! Jangan kejar aku dan jangan bicara apapun atau aku tidak akan sanggup lagi menahan emosiku "bentak Darren namun dengan suara yang masih tertahan .Darren masih ingat ini di rumah sakit .Meskipun konsep ruangan lerawatan Zain serasa seperti sedang di apartemen tetap saja Darren tidak ingin Zain terbangun karena suaranya .
"Ask ...maafin aku "pinta Denja mengiba .
"Jangan terlalu sering meminta maaf Ask .Semakin sering kamu mengucapkannya ,berarti semakin sering kamu berbuat salah padaku .Kamu benar kebahagiaan itu harusnya sederhana .Keinginan kitalah yang membuatnya menjadi rumit .Saat kita belum menikah ,aku memaksamu agar mau menikah denganku .Aku tidak peduli hatimu untuk siapa .Aku pikir aku akan cukup puas dengan menikahimu ,ternyata tidak Ask .Setelah menikahimu aku ingin cintamu ,setelah mendapatkan sedikit aku ingin sepenuhnya .Dan itu yang membuatku kecewa sekarang .Sekeras apapun aku berusaha ,tempatku hanyalah di mulut bukan di hatimu "ucap Darren penuh penekanan ,lalu keluar meninggalkan Senja yang berdiri terpaku .
"Maafkan mas Nja ,semua gara - gara mas "ucap Rafli yangbsegera menyusul Senja karena takut Darren bermain fisik .
"Tidak ,aku juga salah mas .Abang cuman butuh waktu .Abang sangat baik ,dia terlihat keras ,tapi dia selalu menjaga perasaanku ,mengusahakan kebahagiaanku di atas segalanya .Abang hanya butuh waktu "ucap Senja .Tanpa melihat ke arah Rafli ,Senja kembali ke ruangan Zain .
__ADS_1