
Setelah semalaman menemani Zain , Darren memutuskan pulang ke apartemen untuk menjemput Senja .Semalam Darren sengaja memarkir kendaraannya lebih jauh dan berlari menuju rumah sakit .Darren ingin menanyakan pada Zain dan Rafli apakah keringatnya bau atau tidak .Seperti yang Darren duga ,sepertinya indera penciuman Senja yang bermasalah .
Hubungan Darren dan Rafli memang membaik ,keduanya tidak lagi terjadi perang dingin .Meskipun dalam hati masih belum sepenuhnya baik , tapi mereka sama - sama sedang mengusahakan yang terbaik untuk Senja .Gantlement Agreement yang mereka lakukan masih menjadi misteri bagi Senja .Sampai sekarang kapan dan apa isinya tidak diketahui oleh Senja .
Sampai di apartement ,Darren disuguhkan pemandangan yang langbka .Tidak biasanya sudah sesiang ini Senja belum bangun dari tidurnya dan masih memakai daster yang sama dengan yang dipakai semalam .
"Ask ...Bangun Ask , sudah siang " bisik Darren sambil menyibak rambut yang menutupi wajah istrinya .
"Hemmmmm " jawab Senja malas ,masih dengan memejamkan matanya .
"Bangun Ask ,ganti'in Rafli jaga Zain " ingat Darren .
"Lima menit lagi Ask ... Tapi aku males mandi "jawab Senja masih memejamkan matanya .
"Ayo Ask ... Zain sudah nungguin . Aku juga mau ke kantor "ucap Darreb kali ini ditambah dengan mengguncang sedikit badan Senja .
Senja langsung bangun ,mengambil baju sekenanya dan pergi ke kamar mandi .Tidak lebih dari lima menit Senja sudah keluar dari kamar mandi dan sudah mengganti bajunya . Rambut diikat seperti ekor kuda
"Cepet banget mandinya "ucap Darren heran .
"Sudah Ask ... gak usah protes .Sebentar mau nengokin baby De dulu "ucap Senja .
Dua puluh lima menit bercengkrama bersama baby De , Senja pun berangkat ke rumah sakit Huang .Darren sudah sarapan , tapi Senja menolak . Perutnya bergejolak sejak semalam .
"Pagi Zain . Gimana kabar anak mama pagi ini ? "tanya Senja lumayan bersemangat meski tidak sesemangat biasanya .
__ADS_1
"Agak mual ma ,Zain mau bobo lagi saja "ucap Zain .
"Mama juga mual ,mama bobo sama Zain ya ? "tanya Senja ,kepala Zain pun mengangguk .Sesaat kemudian terdengar dengkuran halus keduanya .
Darren menggeleng - gelengkan kepalanya menyaksikan Senja kembali tertidur .
"Raf aku mau ke kantor dulu , eh kamu lihat gak sih ada yang aneh dari Senja . Emang Senja pernah tidur jam segini ? "tanya Darren heran .
"Gak pernah deh seingatku "ucap Rafli , sedikit banyak membuat Darren semakin berfikir kalau dia tidak salah menilai istrinya sedang agak aneh .
"Raf ,tolong kalau sampai satu jam lagi Senja tidak bangun kamu hubungi aku ya .Ini aneh , aku takut Senja depresi .Dia banyak menahan diri beberapa bulan terakhir ini ,keadaan membuat dia mau tidak mau menerima kenyataan yang mengejutkan dengan cepat . Mungkin dia lelah atau sebenarnya ada penolakan kenyataan ,tapi karena merasa tidak enak Senja pura -pura baik - baik saja .Tolong ya Raf " pinta Darren serius .
Rafli mengerutkan keningnya , tidak ada tanda - tanda depresi pada diri Senja . Hanya saja memang Senja agak aneh ,Senja tidak biasa tidur seperti ini .
"Iya , tapi aku juga mau ke ruanganku dulu ,aku ingin istirahat sebentar "ucap Rafli mengingatkan Darren Rafli juga sedang butuh istirahat .
satu jam di kantor Darren menelpon Senja ,tapi tidak ada jawaban .Setengah jam berlalu ,Darren kembali menelpon dan masih tidak ada respon .
"Kim , setengah jam lagi aku meeting ya ? "tanya Darren pada sekretarisnya melalui sambungan internal telpon di kantornya .
"Iya pak benar ,bahkan mereka mengkonfirmasi kalau sepuluh menit lagi mereka akan sampai "jawab Kimi .
Darren langsung menutup teleponnya . Tidak mungkin menyuruh Rafli membangunkan atau melihat Senja . Mungkin saran Rafli untuk menggunakan CCTV mmang benar , bagaimanapun Rafli cukup berpengalaman juga dengan Senja . Pasti susah dihubungi seperti inilah yang akhirnya membuat CCTV perlu dipasang di sekitar Senja .
Di sisi lain ,Rafli yang juga sudah mulai bekerja kembali meskipun dengan tenaga yang tidak full sedang memandangi sebuah bingkai foto di atas meja kerjanya .Sebuah foto bukti keharmonisan hubungannya dengan Darren , senja dan juga Zain .
__ADS_1
Miris .Itulah yang sebenarnya Rafli rasakan .Di Dalam foto itu ada dua laki - laki dewasa yang tidak ada hubungan keluarga sama sekali ,seorang perempuan dan satu anak .Foto yang dibuat beberapa hari yang lalu dengan nuansa putih , Jika suatu saat nanti Zain sudah benar - benar mengerti dia pasti akan bertanya kenapa ada Darren di foto keluarga mereka .
"Kak ......"ucap Raisa yang tiba - tiba datang dengan isak tangisnya .
Rafli menghampiri adik perempuan satu - satunya ,melihat dengan teliti tubuh adikknya yang menjadi sangat kurus ,ada lebam di pipinya .Raisa memeluk kakaknya ,Rafli membalas pelukan adiknya dengan mengusap punggung Raisa lembut .Tapi Raisa mengeliat ,merintih kesakitan .Rafli memutar tubuh adiknya untuk berdiri membelakanginya .Membuka resleting adiknya ,wajahnya seketika memerah .
"Siapa yang melakukan ini Sa ? suamimu ? "tanya Rafli pelan tapi ada penekanan emosi kemarahan di sana . Tangis Raisa semakin pecah .
"Siapa Sa ? jawab ! " ucap Rafli sedikit lebih keras .
"Alvin kak .... Alvin " jawab Raisa masih terisak menyebut nama suaminya .
"Mulai kapan Sa ? "tanya Rafli matanya memanas menahan air mata .Masalah yang dia hadapi selama ini membuatnya lalai memikirkan apalagi menjaga adik perempuan satu - satunya .
"Sudah lama Kak , bukan hanya Alvin tapi mama mertua Raisa juga melakukan kekerasan yang sama .Tidak hanya fisik tapi mereka terus merudung Raisa perempuan pembawa sial ,perempuan mandul .Mereka selalu bilang kalau Raisa terkena karma akibat perbuatan mama pada Senja . Alvin menceraikan Raisa , tidak memberikan apapun pada Raisa dan membuang begitu saja Raisa ke luar rumah " jelas Raisa diiringi isak yang masih lumayan keras .
Rafli mengusap kasar wajahnya , mamanya tidak menyakiti fisik Senja tapi sering menekan batinnya .Sekarang adiknya yang merasakan .Jika karma memang sedekat ini kematiannya lah yang pantas menebus dosa dan kesalahannya pada Senja .
"Sudah , jangan menangis terus .Masalahmu tidak akan selesai hanya dengan menangis .Bagaimana reaksi papa dan mama melihatmu diperlakukan seperti ini ? "tanya Rafli datar .
"Tidak ada kak , tidak ada . Orangtua Alvin tidak mau menemui mama papa .Mereka tau mama papa sudah bangkrut .Jadi tidak ada gunanya berhubungan dengan kita " jawab Raisa .
Lagi - lagi Rafli mengusap wajahnya kasar . Meskibmasih hidup layak berkat sokongan darinya ,papa dan mama Rafli jelas sudah terhempas jauh ke jurang sekarang . Rayuan mereka sedikitpun tidak menggoyahkan hati Senja untuk membantu usaha mereka bangkit lewat Arham . Senja memilih untuk nengabaikan , Berapapun yang sudah hilang dari mereka tidak bisa mengembalikan waktunya bersama Zain . Itulah alasan Senja memilih menjadi kejam menghadapi mama papa Rafli .
"Kamu pulanglah ke apartemen kakak . Biar masalah Alvin kakak yang urus "perintah Rafli ,dijawab anggukan kepala oleh Raisa .
__ADS_1
Selepas kepergian Raisa dari kantornya .Seorang perempuan ,setinggi 180 cm an , putih ,rambut bergelombang sepinggang , sangat seksi dengan pinggang ramping namun ukuran dada dan bokong sintal , masuk ke ruangan Rafli dengan bahasa tubuhnya yang menggoda .