Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
keribetan Senja


__ADS_3

Suasana di rumah Senja dan Darren cukup ramai siang ini. Semua bersiap menyambut anggota keluarga termuda saat ini. Para asisten rumah tangga sangat antusias, mereka penasaran dengan hasil kolaborasi tuan dan nyonya mereka.


Tidak ada balon, bunga atau hiasan berlebihan. Karena memang Senja tidak terlalu menyukai hal - hal seperti itu. Hanya sebuah kamar di lantai satu yang sudah di buat senyaman mungkin. Kamar yang akan ditempati Senja, Darren dan baby Dasen.


Chun Cha dan baby De yang semakin lama semakin dekat, Zain,Arham, Bae, Sarita, Hutama dan Mahendra sudah berada di rumah Senja. Ada Rosa dan Nando juga. Sementara Aleandro menjemput Darren, Senja dan baby Dasen.


" Terimakasih ya kak Al. seharusnya kak Al tidak perlu repot - repot, biar driver yang jemput kita " ucap Senja, merasa tidak enak.


Aleandro sedikit melihat ke spion tengah mobilnya.


" Nggak repot Nja. Masih nggak seberapa dibanding apa yang sudah kamu lakukan pada Nando dan De " ucap Aleandro.


" Al, kapan kamu nikahin Chun ? sudah lama anak orang kamu gantung. Chun dekat sama anak - anakmu, kurang apa lagi ? Kita pun bisa iparan. Dulu aku memanggilmu uncle. Kalau kamu sama Chun, kamu harus memanggilku kakak ipar " ucap Darren asal.


" Aku masih ragu. Aku tidak mencintai Chun. Aku menyayangi Chun, tapi sepertinya itu bukan cinta yang seharusnya buat lawan jenis. Lebih seperti ke adik. Kalau aku maksain, takut malah menyakiti Chun " curhat Aleandro.


" Aku dan Senja memulai pernikahan kami juga tanpa cinta dari salah satu dari kami. Aku rasa Chun bisa membuatmu nyaman dan jatuh cinta jika kamu memberinya lebih banyak kesempatan " ucap Darren.


" Aku masih belum yakin. Pernikahan kan bukan untuk coba - coba Darr. Kalian hanya salah satu yang beruntung, bisa happy ending. Ada yang memulai dengan cintapun tetap berakhir dengab kehancuran " balas Aleandro, masih tetap fokus ke jalan.


" Tidak perlu buru - buru kak, Senja tidak akan senang kalau sampai hubungan kakak dan Chun malah jadi buruk setelahnya. Kakak yakinkan hati kakak dulu. Mungkin belum cinta, tapi kalau kakak ada perasaan nggak enak kalau nggak ada Chun bisa jadi itu permulaan yang baik " ucap Senja.


" Jadi dulu awalnya kamu suka diam - diam kangen sama kamu ya Ask, Ciey... Ternyata diem - diem mama Nja kangen sama Darren Mahendra. Katanya ngeselin, eh nggak taunya kangen " ledek Darren.


" Ishhh, enggak. Senja dulu cuman kasihan sama kamu Ask, sudah sedewasa itu belum punya pacar. Masak sama Erika bahenol mulu " Senja balik meledek. Aleandro tersenyum lebar mendengar ucapan Senja.


Aleandro memperpelan laju mobilnya, karena sudah memasuki halaman depan rumah Senja. Tepat di depan pintu utama, Aleandro menghentikan mobilnya. Darren turun terlebih dahulu, membukakan pintu untuk istrinya.


Mendengar suara pintu mobil ditutup, semua yang ada di rumah beringsut menuju pintu utama.

__ADS_1


" Asalamualaikum semua, Dasen datang " ucap Senja dengan menirukan suara khas anak - anak.


"Waalaikumsalam " jawab semua yang ada di sana, kompak.


" Bibit unggul mah beda ya mas. Kasep pisan " ucap bi Leha pada Imas, asisten rumah tangga Senja yang berasal dari bandung.


" Masya Allah ganteng tenan e, koyok bapakane plek ketiplek. Gedene ngentekno cah wadon kuwi ( ganteng sekali, kayak bapake persis. besarnya habis - habisin cewek ) " gumam wati.


" Terimakasih semua sudah di sini menyambut kedatangan Dasen. Minta doanya, semoga Dasen jadi anak yang sholeh, sehat dan bahagia " ucap Senja.


" Aminnn " jawab semua kompak.


" Sebagai bentuk syukur kami dan ucapan terimakasih kami berdua, kami akan memberikan bonus 1x gaji di bulan ini " ucap Darren, disambut ucapan syukur dan kegembiraan dari asisten rumah tangga Darren dan Senja. " Syarat dan ketentuan berlaku ya " tambah Darren.


" Syarat ? Ketentuan ? " Senja reflek menoleh pada Darren. Bae mengambil alih Dasen dari gendongan Senja.


" Tolong bantu Mama Nja kalau sedang kerepotan dan butuh istirahat. Terutama di malam hari, kalian harus pengertian. Setelah repot seharian, tentu nyonya Senja butuh memulihkan tenaga. Tidur berkualitas adalah salah satu cara tepat. Saya akan sangat berterimakasih, kalau kalian mau menjaga Dasen 2-3 jam " ucap Darren serius.


" Ingat kalian tidak boleh menambah baby sister lagi " ucap Bae, terus mengingatkan.


" Iya eomma paham " jawab Senja.


" Kalian boleh kembali ke tempat masing - masing. Ingat bantu Mama Nja tidak terlalu capek " ucap Darren keukeh.


Semua duduk memenuhi set sofa di ruang tengah. Zain bergelayut manja di lengan mamanya, Sementara baby De sepertinya kangen digendong Senja, apa daya Senja belum bisa menggendong bayi gembul berusia 13 bulan dengan berat badan 14kg itu.


Baby De menangis dan terus merengek memanggil mamanya.


" Aduh gimana ya, Senja nggak tega. Tapi bener - bener nggak bisa. Dokter bilang bb maksimal yang boleh digendong sekarang ini beratnya Dasen. Sayang, nanti ya gendong mamanya. Mama masih sakit, De mau sama Daddy atau papa saja ya " bujuk Senja dengan lembut.

__ADS_1


Tangisan baby De semakin kencang, kaki dihentak - hentakkan.


" Sama Daddy yuk kita jalan - jalan " bujuk Aleandro. Baby De semakin kencang menangis, tangannya memegang kaki Senja seolah ingin di tolong.


" Sama aunty Chun yuk " ajak Chun.


Baby De tetap menolak. Tangisnya semakin memekakkan telinga. Satu per satu membujuk tapi gagal.


" Iya sama mama, tapi nggak gendong ya. De tidur di pangkuan mama ya ? tanya Senja, baby De pun mengangguk terpaksa.


Baby sister De mengangkat tubuh dan menaruhnya ke pangkuan Senja.


Yang lain hanya melihat dan menikmati kerepotan Senja mengatasi rengekan baby De, dengan Zain yang juga sepertinya sedang ingin diperhatikan.


" Sekarang De bobo dulu ya " bisik Senja lembut. Tangannya mengusap punggung baby De. Sementara Zain setia bersandar di lengan Senja.Di saat baby De mulai terlelap karena terlalu capek menangis, Dassen menangis.Sepertinya sudah haus lagi. Dasen sangat kuat Asinya, membuat Senja harus menambah asupan nutrisi yang ada di dalamnya.


Sarita pelan - pelan mengangkat baby De dan memberikan pada baby sisternya. Bae pun memberikan Dasen pada Senja. Setelah memakai Apron, Senja pun memulai ritualnya dengan Zain yang masih bergelayut di lengannya.


" Zain kenapa " tanya Darren.


" Zain pengen ikut Oma dan Opa " kata Zain membuat Darren dan Senja kaget.


" Kok gitu ngomongnya ? Zain ngambek karena mama perhatian lebih sama adek ? tanya Senja khawatir.


" Bukan, Zain libur satu minggu. Pasti menyenangkan di sana bersama uncle ming " ucap Zain menyebut anak pertama Bae dengan senanh. Ming memang paling menyukai anak - anak, jadi sekali bertemu, Zain sudah langsung menyukai Ming.


" Tanya sama Daddy dulu ya " ucap Senja.


Belum sampai Zain menanyakan sesuatu pada Daddynya , salah satu pembantu menghampiri mereka seperti ingin memberi tahu sesuatu.

__ADS_1


"Maaf Tuan, di luar ada tamu. Perempuan. katanya teman Tuan Darren "ucap wati, hati hati.


__ADS_2